Jakarta, ICMES. Setidaknya 24 orang Palestina menjadi gugur dan beberapa lainnya terluka, dalam pembantaian baru yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Zionis Israel di Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah

Gerakan Ansarullah mengumumkan bahwa AS dan Inggris telah melancarkan dua serangan di Provinsi Hudaydah, Yaman barat, dalam gelombang serangan kedua, sehingga jumlah total serangan pada hari Jumat menjadi lima.
Kelompok pejuang Hizbullah Lebanon mengumumkan tiga anggotanya, termasuk dua paramedis, gugur dalam peristiwa pertempuran melawan tentara Zionis Israel, sehingga jumlah total korban gugur di pihak Hizbullah menjadi 211 sejak 8 Oktober lalu.
Berita selengkapnya:
Sedikitnya 24 Orang Palestina Gugur Akibat Serangan Israel di Gaza
Setidaknya 24 orang Palestina menjadi gugur dan beberapa lainnya terluka, dalam pembantaian baru yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Zionis Israel di Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah pada Jumat malam (23/2)
Sumber lokal melaporkan bahwa sebagian besar korban adalah anak-anak dan kaum perempuan, dan mereka gugur akibat serangan udara terhadap sebuah rumah keluarga Abu Zuaiter di lingkungan Bishara di Deir al-Balah.
Jenazah para syuhada dan korban luka dipindahkan ke Rumah Sakit Syahid Al-Aqsa di kota tersebut, sementara ambulan dan kru penyelamat terus berupaya mengeveakuasi para korban dari bawah reruntuhan rumah.
Jet tempur juga mengebom sebuah rumah di utara kamp Al-Maghazi di tengah Jalur Gaza, melukai sejumlah warga, beberapa di antaranya kritis. Jet tempur Israel juga melepaskan tembakan keras ke kota Al-Mughraqa di utara kamp Nuseirat di Jalur Gaza tengah.
Serangan udaradan artileri Israel juga menyasar Khirbet Al-Adas, utara Rafah, di selatan Jalur Gaza, dan sebuah rumah Hanoun, utara Jalur Gaza.
Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan bahwa pasukan pendudukan menyerang kawasan sekitar Rumah Sakit Al-Amal di Khan Yunis, selatan Jalur Gaza, hingga menyebabkan kerusakan besar pada fasilitas rumah sakit.
Disebutkan bahwa untuk keempat kalinya, kru lembaga itu menjalankan misi mengevakuasi korban luka dari Kompleks Medis Nasser di Khan Yunis setelah tidak berfungsi, berkoordinasi dengan Kantor Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (OCHA), dan sebanyak empat ambulans berpartisipasi dan mengevakuasi 18 orang yang terluka, termasuk dua bayi perempuan yang baru lahir yang orang tuanya hilang.
Para korban itu dipindahkan ke rumah sakit lapangan Korps Medis Internasional, rumah sakit lapangan Indonesia di Kegubernuran Rafah, Rumah Sakit Gaza Eropa di Khan Yunis, dan Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir Al-Balah di Jalur Gaza tengah.
Jumlah korban jiwa sejak dimulainya agresi Israel di Jalur Gaza pada tanggal 7 Oktober telah meningkat menjadi 29.514 orang, sementara korban luka menjadi 69.616 orang.
Sejauh ini para pejuang Palestina dengan berbagai faksi mereka terus bertempur mati-matian melawan pasukan pendudukan Zionis, dan juga masih dapat menimpakan kerugian jiwa, luka dan materi pada pihak Israel.
Perwira militer Israel mengatakan sejauh ini belum dapat mengalahkan Hamas bahkan di Jalur Gaza utara. Komandan Brigade Nahal menyebutkan bahwa kembalinya tentara Israel berperang di sekitar Rumah Sakit Al-Shifa, sebelah barat Kota Gaza, untuk melawan para pejuang Palestina yang telah berkumpul kembali merupakan bukti sulitnya menumpas Hamas.
Ketua delegasi Komite Internasional Palang Merah di Gaza, Pascal Hunt, memperingatkan dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Prancis Le Monde bahwa serangan militer Israel skala besar di Rafah akan menciptakan “bencana mutlak.” (raialyoum)
AS dan Inggris Kembali Serang Hudaydah, Jutaan Rakyat Yaman Berunjuk Rasa
Gerakan Ansarullah pada Jumat malam (23/2) mengumumkan bahwa AS dan Inggris telah melancarkan dua serangan di Provinsi Hudaydah, Yaman barat, dalam gelombang serangan kedua, sehingga jumlah total serangan pada hari hari itu menjadi lima.
Tanpa merinci dampak serangan itu, saluran TV Al-Masirah yang berafiliasi dengan Ansarullah melaporkan bahwa agresi AS-Inggris menggempur daerah Al-Kuwaizi, di Distrik Al-Durayhimi, provinsi Hodeidah, dengan dua serangan.
Sebelumnya di hari yang sama, Ansarullah mengumumkan bahwa AS dan Inggris telah melancarkan tiga serangan ke wilayah Ras Issa, di Distrik Al-Salif, provinsi Hudaydah.
Belum ada komentar langsung dari Washington atau London mengenai lima serangan tersebut.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan pihaknya telah menembak jatuh tiga drone Ansarullah yang hendak menyerang kapal komersial di Laut Merah.
Dalam beberapa hari ini AS dan Inggris mengintensifkan serangan harian mereka di Hudaydah, sebagai tanggapan atas serangan militer Yaman terhadap kapal-kapal Israel dan kapal-kapal negara-negara pendukungnya di Laut Merah.
Hudaydah dianggap sebagai salah satu provinsi terpenting di Yaman, karena memiliki tiga pelabuhan penting dan kamp militer, selain memiliki jalur pantai yang panjang di Laut Merah.
Pada tanggal 16 Februari, AS menetapkan Ansarullah sebagai “organisasi teroris internasional” lantaran serangan mereka di Laut Merah.
Sementara itu, jutaan rakyat Yaman kembali berunjuk rasa di seluruh negeri untuk menunjukkan dukungan kepada rakyat Palestina di Jalur Gaza, yang menjadi korban perang genosida Israel.
Demonstrasi diadakan di berbagai provinsi di seluruh negeri pada hari Jumat. Para demonstran di Sanaa, ibu kota Yaman, dalam statemennya, selain mengutuk kejahatan Zionis, juga mencela kebungkaman khalayak internasional dan mengecam apa yang mereka sebut lemahnya sikap Arab terhadap kekejaman Israel.
Mereka memuji operasi yang dilakukan militer Yaman terhadap kapal-kapal Israel dan sekutunya yang menuju pelabuhan di wilayah pendudukan Palestina, sebagai cara untuk meningkatkan tekanan terhadap rezim Israel dan para pendukungnya.
Rakyat Yaman bersumpah bahwa operasi serangan di Laut Merah dan sekitarnya akan terus berlanjut “sampai agresi berhenti dan pengepungan terhadap Gaza dicabut.”
Rakyat Yaman telah mengadakan demonstrasi serupa setiap hari Jumat sejak 7 Oktober 2023, ketika rezim Zionis memulai perang sebagai tanggapan terhadap Operasi Badai Al-Aqsa, sebuah serangan fajar yang dilakukan oleh Hamas dan faksi-faksi pejuang Gaza lainnya di wilayah pendudukan 1948. (almasirah/raialyoum/presstv)
Hizbullah Umumkan Tiga Pejuangnya Gugur dalam Pertempuran Melawan Israel
Kelompok pejuang Hizbullah Lebanon pada hari Jumat (23/2) mengumumkan tiga anggotanya, termasuk dua paramedis, gugur dalam peristiwa pertempuran melawan tentara Zionis Israel, sehingga jumlah total korban gugur di pihak Hizbullah menjadi 211 sejak 8 Oktober lalu.
Hizbullah menyatakan berduka atas gugurnya pejuang Mohammed Hassan Tarraf, dari kota Blida, paramedis Hussein Muhammad Khalil dari kota Baraashit, dan Muhammad Yaqoub Ismail dari kota Blida. Hizbullah menyebut mereka gugur dalam perjuangan membuka jalan menuju Al-Quds (Yerussalem).
Hizbullah selalu mengumumkan secara resmi jumlah korban di pihaknya, sedangkan Israel, sebagaimana dikatakan oleh Hizbullah, tak pernah berani berterus terang menyebutkan jumlah korban tewas dan luka di pihaknya dalam pertempuran melawan Hizbullah. Hizbullah memastikan ada ribuan korban tewas dan luka di pihak Israel akibat gempuran Hizbullah, selain kehancuran banyak fasilitasnya. (mm/raialyoum)







