Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 17 Februari 2024

Jakarta, ICMES.  Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menilai resistensi terhadap AS dan Israel telah memperlihatkan efektivitasnya, serta bersumpah bahwa darah yang ditumpahkan oleh Israel harus dibalas darah, dan menegaskan bahwa pihak yang paling bertanggungjawab di balik semua kejahatan Israel terhadap bangsa Palestina adalah AS.

Dua warga Israel tewas dalam peristiwa penembakan  di dekat Kiryat Malakhi di bagian selatan Israel (Palestina pendudukan 1948).

Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris mengumumkan bahwa sebuah kapal menjadi sasaran serangan rudal di Laut Merah di lepas pantai Yaman, namun tidak ada kerusakan pada kapal ataupun korban cedera di antara awak kapal.

Berita selengkapnya:

Kepada Israel, Sekjen Hizbullah:  Darah akan Dibalas Darah

Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menilai resistensi terhadap AS dan Israel telah memperlihatkan efektivitasnya, serta bersumpah bahwa darah yang ditumpahkan oleh Israel harus dibalas darah, dan menegaskan bahwa pihak yang paling bertanggungjawab di balik semua kejahatan Israel terhadap bangsa Palestina adalah AS.

Sayid Nasrallah mengatakan pihaknya menggempur Kiryat Shmona di Palestina pendudukan dengan sejumlah rudal Falaq dan Katyusha adalah respon  awal atas serangan pasukan Zionis Israel terhadap warga sipil  di desa-desa di Lebanon selatan,.

“Wanita dan anak-anak kami  terbunuh di Nabatieh, Al-Sowanah dan desa-desa lain di selatan, musuh akan membayar harga karena menumpahkan darah mereka,” ungkapnya dalam pidato pada hari Jumat (16/2).

 “Harga dari darah ini adalah darah, bukan situs, alat mata-mata, dan kendaraan… Front ini tidak akan berhenti, seberapapun Anda menyerang, membunuh, atau mengancam,” sambungnya.

Sayid Nasrallah menegaskan, “Sebagai pengingat, perlawanan di Lebanon ini memiliki kemampuan rudal yang luar biasa yang memungkinkannya menjangkau dari Kiryat Shmona hingga Eilat.”  

Mengenai para pejuang Palestina dia mengatakan, “Apa pun yang dilakukan musuh dan Zionis di Tepi Barat dan Gaza, Amerika dan Israel harus memahami bahwa di Palestina mereka juga menghadapi penduduk yang pantang mundur,  seberapa besar pun pengorbanannya.”

Dia juga menyinggung para pejuang Yaman  dengan mengatakan “Rakyat Yaman terus menyerang kapal-kapal. Meskipun ada agresi Amerika dan Inggris terhadap Yaman dan rakyat Yaman, karena pertempuran mendasar ini terkait dengan perimbangan tekanan demi kepentingan penduduk Gaza.”

Sayid Nasrallah mengatakan pihaknya berada di “jantung pertempuran yang sesungguhnya pada front yang membentang sepanjang lebih dari 100 kilometer.”

Dia juga menjelaskan, “Perlawanan rakyat telah membuktikan efektivitasnya dalam mencapai pembebasan…  Perlawanan di Lebanon dan Palestina merusak keseimbangan pencegahan Israel dan menghancurkan citranya.  Sudah lebih dari empat  bulan dan dengan kehadiran beberapa divisi, tentara Israel bertempur di wilayah seluas 350 kilometer, dan orang yang melawan mereka adalah rakyat dengan kemampuan sederhana, dan ini merupakan perlawanan yang legendaris, dengan ketabahan rakyat Gaza yang legendaris.”

Sayid Nasrallah menegaskan, “Kita harus berpegang teguh pada senjata, kemampuan, dan kehadiran perlawanan lebih dari sebelumnya.  Inilah yang membuat musuh takut dan jera, dan inilah keuntungan dari perlawanan rakyat.”

Dia menilai resistensi membuat musuh mengalami krisis eksistensial, yang puncaknya terlihat pada “Badai Al-Aqsa”.

Mengenai Dunia Islam, dia juga menyoal, “Bukankah merupakan suatu kehinaan dan kelemahan bahwa negara-negara yang memiliki dua miliar penduduk Muslim tidak dapat memberikan obat-obatan dan makanan kepada masyarakat Gaza?”

Dia lantas menekankan bahwa kehinaan itu merupakan “salah satu dari hasil dari pilihan menyerah.”

Sekjen Hizbullah juga menyebutkan bahwa seluruh dunia menghendaki penghentian Perang Gaza,   kecuali pemerintah AS, yang menurutnya, bahkan melebihi Israel sendiri dalam berambisi menumpas Hamas. Karena itu, Sayid Nasrallah menegaskan, “Setiap darah yang tumpah di Gaza dan di semua kawasan, pihak pertama yang bertangggungjawab adalah Biden, Austin dan Blinken.” (alalam)

Dua Orang Israel Terbunuh di Kiryat Malakhi

Dua warga Israel tewas dalam peristiwa penembakan  di dekat Kiryat Malakhi di bagian selatan Israel (Palestina pendudukan 1948) pada hari Jumat (16/2).

Dilaporkan bahwa seorang pria melepaskan tembakan ke halte bus dekat Kiryat Malakhi, yang terletak hampir 25 kilometer sebelah utara Jalur Gaza, yang diperangi oleh pasukan Zionis  Israel dengan aksi genosida selama lebih dari empat bulan.

Juru bicara Kaplan Medical Center mengatakan dua pemukim yang dibawa ke fasilitas tersebut telah dinyatakan meninggal.

Empat orang lainnya terluka dalam penembakan itu, menurut pasukan militer Israel. Sementara laporan lain menyebutkan tiga pemukim tewas dan tiga lainnya terluka dalam penembakan tersebut.

Menurut polisi, pria yang melepaskan tembakan dibunuh di tempat kejadian oleh seorang pemukim bersenjata.

Serangan itu terjadi setelah lebih dari empat bulan  Israel kontinyu menebar serangan brutal dan belum pernah terjadi sebelumnya di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Hal ini juga terjadi setelah pemerintah Israel berencana untuk menyerang kota Rafah di ujung selatan Jalur Gaza, tempat lebih dari 1,4 juta warga Palestina berlindung, setelah terusir oleh agresi Israel di Gaza utara dan tengah.

Israel menginvasi Gaza sejak 7 Oktober 2024, yaitu setelah   Hamas melancarkan serangan fajar Badai Al-Aqsa terhadap Israel sebagai tanggapan terhadap kampanye pertumpahan darah dan kehancuran yang dilakukan rezim Israel selama puluhan tahun terhadap Palestina.

Sejak dimulainya serangan, pasukan Zionis telah menggugurkan sedikitnya 28.775 warga Palestina dan melukai lebih dari 68.552 lainnya. Ribuan lainnya juga hilang dan diperkirakan gugur di bawah reruntuhan di Gaza. (prsesstv)

Pasukan Yaman Merudal Satu Lagi Kapal di Laut Merah

Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris mengumumkan bahwa sebuah kapal menjadi sasaran serangan rudal di Laut Merah di lepas pantai Yaman, namun tidak ada kerusakan pada kapal ataupun korban cedera di antara awak kapal.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (16/2), badan tersebut mengatakan, “Sebuah kapal yang lewat di barat laut kota Mokha di Yaman menjadi sasaran serangan rudal dan ledakan dilaporkan terjadi di dekatnya.”

Sebagai solidaritas dengan Jalur Gaza, pasukan Yaman di Laut Merah dalam beberapa bulan ini intensif menyerang kapal-kapal kargo yang dimiliki dan dioperasikan oleh perusahaan Israel yang mengangkut barang ke dan dari Israel.

Kepala pemerintahan sementara Yaman, Mohammad Abdul Salam, pada hari Jumat menegaskan bahwa angkatan bersenjata negara ini akan terus menghadang kapal-kapal Israel atau terkait dengan rezim Zionis ini di Laut Merah.

“Yaman terus mendukung Gaza dengan segala sarana yang tersedia, dengan mencegah lalu lintas kapal-kapal Israel, atau kapal-kapal yang berlayar menuju pelabuhan-pelabuhan tanah pendudukan, sampai agresi dan blokade rezim Israel terhadap Gaza dihentikan,” tegasnya. (alalam/tasnim)