Jakarta, ICMES. Media Israel melaporkan bahwa Kolonel Seifi Shayouf, komandan Batalyon 12 di Brigade Golani, yang mengambil foto di rumah Pemimin Hamas Yahya Al-Sinwar di Gaza, tewas dalam pertempuran melawan para pejuang Palestina di Gaza.

Kelompok pejuang Lebanon Hizbullah melancarkan gelombang serangan baru terhadap sasaran-sasaran Israel sebagai bagian dari upayanya untuk memaksa rezim Zionis tersebut mengakhiri agresi brutalnya terhadap orang Palestina di Gaza.
Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sedang berperang melawan musuh yang tidak terlihat di front utara.
Berita Selengkapnya:
Perwira Israel yang Berfoto Provokatif di Rumah Sinwar ini Akhirnya Tewas dalam Pertempuran
Media Israel melaporkan bahwa Kolonel Seifi Shayouf, komandan Batalyon 12 di Brigade Golani, yang mengambil foto di rumah Pemimin Hamas Yahya Al-Sinwar di Gaza, tewas dalam pertempuran melawan para pejuang Palestina di Gaza.
Senin lalu media Israel mengklaim bahwa pasukan Zionis mengetahui secara pasti lokasi Sinwar. Surat kabar Israel Hayom mengklaim bahwa Sinwar membentengi dirinya dengan sejumlah besar tawanan Israel yang masih hidup, sehingga mencegah tentara pendudukan melakukan serangan terhadapnya.
Surat kabar itu menyebut;“Divisi ke-98 tentara pendudukan Israel bekerja di bawah komando Brigjen Dan Goldfus untuk memperluas kendali lapangannya atas kota Khan Yunis, dan sedang menyelesaikan pencarian intensif untuk saluran terowongan dan fasilitas bawah tanah.”
Israel Hayom juga mengklaim bahwa perkiraan di Israel menunjukkan bahwa Sinwar memiliki dua pilihan utama: yang pertama adalah menunggu tentara mengepung tempat persembunyian bawah tanah di mana ia dan rekan-rekannya berada, dan kemudian memulai negosiasi dengan Israel sambil “memanfaatkan orang-orang Israel yang diculik sebagai perisai manusia”, dan Sinwar mungkin akan meminta jalan keluar ke negara yang bersedia melindungi mereka.
Sementara itu, sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, pada Selasa mengumumkan pihaknya telah membunuh sejumlah tentara dan menghancurkan kendaraan militer Israel di sejumlah front pertempuran di Jalur Gaza.
Al-Qassam menyatakan berhasil menembak empat tentara Zionis dengan senapan Al-Ghoul Qassam di sebelah timur kamp pengungsi Bureij di Jalur Gaza tengah.
Al-Qassam juga “menyerang pasukan Zionis dengan senapan mesin, dan menyebabkan beberapa di antara mereka terbunuh atau terluka, di dekat Jalan Al-Sika, di selatan lingkungan Al-Zaytoun di Kota Gaza.
Mereka kemudian menggempur sebuah jip Hummer Israel dengan peluru RPG hingga menjatuhkan korban.
Di area yang sama, para pejuang meledakkan “dua terowongan bersama pasukan pendudukan segera setelah mereka mendekati lubang terowongan, hingga membunuh dan melukai tentara musuh.”
Di selatan kota Khan Yunis, di selatan Jalur Gaza, pejuang Al-Qassam menghancurkan sebuah tank Merkava dengan peluru Al-Yassin 105 hingga tank itu terbakar, dan juga telah menembakkan peluru RPG ke tentara dan kendaraan Israel
Al-Qassam juga menyatakan para pejuangnya telah menggempur pasukan Zionis dengan perangkat anti-personil, membunuh dan melukai mereka di daerah Bani Suhaila, sebelah timur Khan Yunis.
Sejak Selasa pagi, tentara Israel mengumumkan terbunuhnya sembilan anggotanya, termasuk lima perwira, dalam pertempuran di Gaza, tanpa menyebutkan lokasi atau tanggal pertempuran tersebut.
Dengan jumlah korban pada hari Selasa tersebut, jumlah perwira dan tentara yang tewas sejak awal perang pada tanggal 7 Oktober meningkat menjadi 519, termasuk 185 orang tewas dalam pertempuran darat yang dimulai pada tanggal 27 di bulan yang sama.
Pihak pejuang Palestina berulang kalinya menegaskan bahwa korban tewas di pihak tentara Israel jauh lebih besar dari jumlah yang diumumkan. (raialyoum)
Hizbullah Lancarkan Gelombang Serangan Baru terhadap Israel
Kelompok pejuang Lebanon Hizbullah melancarkan gelombang serangan baru terhadap sasaran-sasaran Israel sebagai bagian dari upayanya untuk memaksa rezim Zionis tersebut mengakhiri agresi brutalnya terhadap orang Palestina di Gaza.
Laporan media pada hari Selasa (9/1) menyebutkan bahwa Hizbullah telah menembakkan rudal ke pemukiman Israel yang terletak di utara wilayah pendudukan Palestina.
Sumber informasi menyatakan beberapa rudal berhasil menghindari sistem pertahanan udara Israel dan mencapai sasaran di beberapa permukiman.
Hizbullah mengaku telah menggunakan rudal untuk menyasar konsentrasi tentara Israel di daerah dekat pangkalan militer Adamit di seberang perbatasan Lebanon, dan rudal langsung mengenai sasaran. Hizbullah juga telah menyerang sasaran militer lainnya.
Rezim Israel menanggapinya dengan melancarkan serangan udara dan penembakan di wilayah tenggara Lebanon pada hari Selasa.
Surat kabar Israel Haaretz melaporkan hampir separuh rumah di pemukiman Menara di wilayah Galeeli (Al-Jalil) telah rusak sebagian atau seluruhnya akibat serangan rudal Hizbullah.
Hizbullah telah mengintensifkan serangannya terhadap target-target Israel setelah serangan drone menggugurkan seorang pemimpin senior Hamas di Beirut pekan lalu.
Serangan hari Selasa menandai peningkatan baru dalam baku tembak lintas batas antara Hizbullah dan Israel. Serangan ini terjadi sehari setelah Israel membunuh komandan senior Hizbullah Wissam Hassan al-Tawil dalam serangan udara yang menargetkan kendaraannya di Lebanon selatan.
Hizbullah juga menggunakan drone untuk menyerang pangkalan militer komando utara Israel di Safed, yang tampaknya merupakan respons terhadap pembunuhan Wissam Hassan dan wakil ketua Hamas Saleh al-Arouri.
Laporan lain menyebutkan tiga anggota Hizbullah gugur terkena serangan drone Israel di di Distrik Bint Jbeil, Lebanon selatan. Selain itu, empat orang terluka dalam serangan drone Israel lain di kota Khirbet Selm di distrik Bint Jbeil pada hari Selasa sebelum upacara pemakaman komandan utama Hizbullah Wissam al-Tawil. (presstv)
Media Israel: IDF Perangi Musuh yang Tak Terlihat di Front Utara
Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sedang berperang melawan musuh yang tidak terlihat di front utara.
Dikutip Haaretz, Selasa (9/1), seorang komandan peleton tentara Israel, Alon Bitran, mengatakan, “Ada perasaan bahwa kita adalah sasaran tembak, karena rata-rata tentara tidak memahami taktik secara keseluruhan.”
Surat kabar itu juga mengutip salah satu tentara cadangan yang mengatakan, “Akibatnya akan sangat buruk jika otoritas tidak menemukan solusi bagi tentara cadangan… dan akan berkurang kemauan untuk melapor untuk tugas cadangan.”
Haaretz menyebutkan, “Roket dan peluru anti-tank menentukan kehidupan di wilayah utara, sebuah situasi yang dikhawatirkan oleh penduduk setempat akan menjadi ciri khas dalam jangka panjang di masa mendatang.”
Haaretz mencatat bahwa “Kiryat Shmona, dekat perbatasan Lebanon, menjadi sepi, setelah sekitar 21.000 orang dievakuasi dari sana, atau 87% dari populasinya.”
Dilaporkan bahwa hampir 190 rudal telah menyerang Kiryat Shmona sejak dimulainya perang, selain 6 serangan drone, yang mengakibatkan kehancuran dan cederanya puluhan mobil dan 87 bangunan, selain kerusakan parah pada jalan dan infrastruktur. (raialyoum)







