Jakarta, ICMES. Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyerukan kepada negara-negara Muslim agar menjatuhkan sanksi terhadap Israel, termasuk dengan menghentikan ekspor minyak dan komoditas lain ke wilayah Palestina pendudukan, demi memaksa rezim Zionis itu berhenti melakukan genosida di Jalur Gaza. Dia juga menilai Israel pasti roboh dalam hitungan hari seandainya tidak dibela oleh Amerika Serikat (AS) dalam pertempuran dengan para pejuang Poros Resistensi.

Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian memperingatkan Israel dan AS bahwa akan adanya ‘kejutan lain’ yang dari para pejuang kubu resistensi jika perang di Gaza terus berlanjut.
Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan pihaknya telah meluncurkan sejumlah besar drone ke berbagai target di Palestina pendudukan, dan mereka menyatakan serangan itu mencapai target.
Berita Selengkapnya:
Ayatullah Khamenei: Andai Tak Dibela AS, Israel Roboh dalam Hitungan Hari
Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyerukan kepada negara-negara Muslim agar menjatuhkan sanksi terhadap Israel, termasuk dengan menghentikan ekspor minyak dan komoditas lain ke wilayah Palestina pendudukan, demi memaksa rezim Zionis itu berhenti melakukan genosida di Jalur Gaza. Dia juga menilai Israel pasti roboh dalam hitungan hari seandainya tidak dibela oleh Amerika Serikat (AS) dalam pertempuran dengan para pejuang Poros Resistensi.
“Yang harus ditegaskan oleh negara-negara Muslim adalah penghentian segera kejahatan (Israel) di Gaza. Mereka harus segera menghentikan pemboman di Gaza, dan menghentikan jalur ekspor minyak dan komoditas lainnya ke rezim Zionis,” katanya dalam kata sambutannya pada pertemuan dengan perwakilan pelajar dari seluruh daerah Iran, Rabu (1/11), menjelang Hari Pelajar Nasional dan Hari Nasional Melawan Arogansi Global, yang diperingati oleh masyarakat Iran pada tanggal 4 November.
“Negara-negara Muslim tidak boleh bekerja sama secara ekonomi dengan rezim Zionis, namun mengecam bencana dan kejahatan ini dengan lantang dan tanpa ragu-ragu di semua forum internasional,” tegasnya, seakan menyindir beberapa negara yang bertindak demikian, termasuk Turki yang sedang dikunjungi oleh Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian.
Ayatullah Khamenei memuji resistensi dan ketabahan bangsa Palestina dan menilainya membangkitkan hati nurani manusia.
Dia juga mengatakan, “Dunia Muslim tidak boleh lupa bahwa selama krisis di Gaza, pihak yang menentang Islam dan bangsa Palestina yang tertindas adalah AS, Perancis dan Inggris.”
Pemimpin Besar Iran juga menyebutkan bahwa isu sentral saat ini bukanlah perang Israel di Gaza, melainkan pertarungan antara hak dan batil, serta pertarungan antara kekuatan iman dan kekuatan arogansi.
“Tentu saja, kekuatan arogan datang bersamaan dengan tekanan militer, pemboman, malapetaka dan kejahatan, namun kekuatan iman akan mengatasi semua ini berkat karunia ilahi,” tuturnya.
Dia juga mengatakan, “Rezim Zionis kini kebingungan dan tak berdaya. Tel Aviv berbohong kepada rakyatnya sendiri. Pengakuan prihatin mereka atas tawanan mereka di tangan orang Palestina juga merupakan suatu kebohongan. Kebohongan ini adalah karena kekalahan. Pemboman Israel dapat membunuh tawanan mereka sendiri.”
Ayatullah Khamenei lantas menegaskan, “Sekarang, Rezim Zionis berada dalam keterkejutan, kebingungan, tidak tahu harus berbuat apa. Jika tidak ada bantuan dari AS, Rezim Zionis pasti ambruk dalam hitungan hari.” (fna)
Menlu Iran: Akan Ada “Kejutan Lain”dari Kubu Resistensi Jika Perang di Gaza Berlanjut
Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian memperingatkan Israel dan AS bahwa akan adanya ‘kejutan lain’ yang dari para pejuang kubu resistensi jika perang di Gaza terus berlanjut.
“Dalam pertemuan saya kemarin, para pejabat politik Hamas mencatat bahwa jika perang tidak dihentikan, kawasan ini akan semakin dekat untuk mengambil keputusan yang lebih besar,” katanya dalam konferensi pers bersama dengan sejawatnya dari Turki Hakan Fidan di Ankara, Rabu (1/11).
Amir-Abdollahian bertemu Fidan di Turki sehari setelah mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin Hamas di Qatar.
“Jika perang tidak dihentikan, (tanggung jawab) perluasan perang secara langsung berada di tangan rezim Zionis dan AS. Washington harus menerima tanggung jawab atas dukungan penuhnya terhadap pembunuhan orang dan menangani konsekuensinya”, katanya.
Dia menambahkan, “Jika perang terus berlanjut, kondisinya tidak akan tetap sama dan kubu resistensi akan melakukan tindakan mengejutkan lainnya.”
Hamas melancarkan Operasi Badai Al-Aqsa yang mengejutkan terhadap pasukan Israel pada tanggal 7 Oktober sebagai reaksi agresi kaum Zionis Israel terhadap warga Palestina selama puluhan tahun.
Operasi Hamas mendorong Israel untuk memborbardir Gaza setiap hari, dan sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 8.796 orang, dua pertiga di antaranya adalah wanita dan anak kecil, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Menlu Iran mengatakan pihaknya terus menindaklanjuti pembicaraan politik untuk mengakhiri pemboman Israel sesegera mungkin.
Dia juga mengatakan Hamas telah memberi tahu Teheran bahwa 50 tawanan Israel terbunuh dalam pemboman Israel sejauh ini.
“Hamas memberi tahu kami bahwa dalam pemboman selama 26 hari terakhir, beberapa tawanan yang ditawan di zona aman seperti rumah sakit telah terbunuh. Jumlah orang ini mencapai 50 orang,” terangnya.
Dia juga menjelaskan, “Rezim Israel menggunakan semua jenis senjata terlarang. Jika Anda mengikuti laporan Gaza, (jumlah) mereka yang terbunuh dan terluka menunjukkan jenis dan keragaman senjata terlarang yang digunakan.”
Amir-Abdollahian mengatakan Iran telah mengusulkan sebuah konferensi para kepala negara Muslim dengan tujuan menghentikan kejahatan perang Israel, dan usulan itu disambut baik oleh banyak pemimpin Muslim. Ia berharap konferensi itu bisa segera digelar.
Dia juga menyerukan dunia Muslim untuk memboikot produk Israel.
“Tugas kita yang pertama dan terpenting, sebagai umat Islam dan negara-negara Arab, adalah memberlakukan embargo terhadap barang-barang Israel, lebih sensitif dalam pengiriman bahan bakar dan barang ke Israel dan mengakhirinya,” kata Amir-Abdollahian.
Sementara itu, Menlu Turki mengatakan pihaknya tidak ingin konflik di Gaza berubah menjadi perang regional.
“Tidak sulit untuk memprediksi bahwa spiral kekerasan ini akan tumbuh,” katanya.
Dia juga mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Iran “menyampaikan kepada kami bahwa ada indikasi kuat bahwa unsur-unsur bersenjata lainnya di kawasan mungkin akan melakukan intervensi dalam konflik jika kondisinya tidak berubah.”
Dia menambahkan, “Gencatan senjata dan perdamaian menjadi lebih penting. Kami tidak ingin tragedi kemanusiaan di Gaza berubah menjadi perang yang berdampak pada negara-negara di kawasan. Kami terus mengupayakan gencatan senjata, kemudian perdamaian permanen.”
Dia menegaskan kembali bahwa negaranya siap untuk “mengambil tanggung jawab dan menjadi penjamin” dalam konflik yang sedang berlangsung. (presstv)
Pasukan Yaman Lesatkan lagi Banyak Rudal dan Drone ke Arah Israel
Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan pihaknya telah meluncurkan sejumlah besar drone ke berbagai target di Palestina pendudukan, dan mereka menyatakan serangan itu mencapai target.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, saat mengumumkan hal itu pada hari Rabu (1/11) mengatakan, “Angkatan Bersenjata terus melakukan operasi militer kami, untuk membantu melawan penindasan terhadap rakyat Palestina, dan sebagai tanggapan atas seruan dan tuntutan rakyat Yaman dan seluruh bangsa, sampai agresi Israel terhadap saudara-saudara kita di Gaza berhenti.”
Sebelumnya di hari yang sama media militer Yaman merilis video adegan dan gambar operasi gabungan pasukan rudal dan angkatan udara terhadap target-target jauh di wilayah pendudukan Palestina.
Video yang dipublikasi oleh media militer memperlihatkan peluncuran sejumlah besar rudal balistik dan bersayap, serta sejumlah besar drone, ke berbagai sasaran pendudukan Israel di wilayah pendudukan Palestina.
Sementara itu, militer Israel mengungkapkan kedatangan kapal-kapal yang memuat rudal maritim ke wilayah Laut Merah, dengan latar belakang pengumuman bahwa Sanaa akan meluncurkan serangan rudal dan drone ke situs-situs Israel.
Seorang anggota biro politik Gerakan Ansar Allah, Muhammad Al-Bukhaiti, pada hari Selasa mengatakan bahwa AS telah mengirimkan ancaman ke Yaman, dan “angkatan bersenjata Yaman hanya membalas dengan meluncurkan rudal yang ditujukan ke Israel.” (almayadeen)







