Jakarta, ICMES. Menandai peringatan Arba’in Al-Husain, makam-makam suci di Karbala disesaki oleh jutaan peziarah dari dalam dan luar negeri yang datang demi menghidupkan suatu peringatan dalam panorama yang berulang dan membesar dari tahun ke tahun.

Duta Besar Arab Saudi untuk Iran telah tiba di Teheran, sementara Duta Besar Iran telah mendarat di Riyadh, suatu perkembangan yang praktis memperkuat proses pemulihan hubungan antara dua negara dia Teluk Persia ini setelah terputus selama tujuh tahun.
Menteri Pertahanan Iran Brigjen Mohammad Reza Ashtiani mengatakan bahwa semua sanksi dan embargo senjata terhadap negara republik Islam ini akan dicabut pada bulan Oktober 2023.
Berita Selengkapnya:
Peringati Arba’in, 25 Juta Peziarah Mengalir ke Karbala, Isu Bela Al-Quran dan Al-Aqsa Membahana
Menandai peringatan Arba’in Al-Husain, makam-makam suci di Karbala disesaki oleh jutaan peziarah dari dalam dan luar negeri yang datang demi menghidupkan suatu peringatan dalam panorama yang berulang dan membesar dari tahun ke tahun.
Demikian dilaporkan oleh saluran berita Al-Alam, Selasa (5/9), sembari menyebutkan bahwa para peziarah membanjiri tanah suci serta makam Imam Husain ra dan makam adiknya, Abu Fadhl Abbas.
Arba’in Husaini, yang merupakan hari peringatan 40 hari kesyahiran cucunda Nabi Muhammad saw pada tahun 61 Hijriah/680 Masehi, telah sekian lama menjadi fenomena long march dan pertemuan manusia dalam jumlah kolosal dan terbesar di dunia.
Pada hari itu, ribuan mawkib (kelompok posko) menyebar di sepanjang jalur di mana puluhan juta peziarah dari berbagai provinsi Irak dan pelbagai penjuru dunia mengalir mengalir menuju makam Imam Husain ra dan adilnya, Abu Fadhl Abbas ra di kota Karbala.
Reporter Al-Alam melaporkan jumlah peziarah selama lebih dari 15 hari tercatat lebih dari 25 juta orang, dan sebanyak lebih dari 25.000 personel keamanan dikerahkan dari pihak tentara, polisi federal, dan pasukan relawan Al-Hashd Al-Shaabi untuk menjamin keamanan dan kenyamanan para peziarah.
Di komplek makam suci Imam Husain ra dan Abu Fadh Abbas, pos pemeriksaan dibagi menjadi tiga lapis yang mengitari komplek. Penerbangan tentara Irak juga berkontribusi dalam menjamin perlindungan wilayah udara kota ini, dan terdapat lebih dari 5.000 relawan juga turut berpartisipasi memberikan berbagai bentuk pelayanan.
Menteri Dalam Negeri Irak Abdul Amir Al-Shammari mengatakan bahwa pergeakan arus balik para peziarah berjalan lancar meskipun jumlah peziarah mencapai rekor tertinggi, dan meskipun banyak di antara mereka telah pulang ke daerah dan negara masing-masing setelah berziarah, demi memberi kesempatan kepada saudara-saudara mereka sesama peziarah yang datang menyusul.
Menteri Dalam Negeri Iran Ahmad Vahedi menyatakan sebanyak dua juta peziarah Iran sejauh ini telah pulang, dan sebanyak lebih dari 3,8 juta telah berziarah ke tempat-tempat suci di Irak sejauh ini.
Para peziarah Imam Husain ra juga mengusung berbagai isu penting umat Islam. Menanggapi maraknya aksi penistaan kitab suci Al-Quran yang didukung oleh rezim-rezim Barat, beberapa mawkib (semacam kelompok posko) di Karbala membentangkan tulisan ayat-ayat suci Al-Quran berukuran raksasa demi menegaskan keteguhan dan pembelaan mereka atas kesucian dan simbol-simbol keagamaan mereka.
Pada long march Arba’in tahun ini, sebagaimana tahun sebelumnya, juga didirikan Maukib Nida’ Al-Aqsa (Panggilan Al-Aqsa) di jalur pejalan kaki yang membentang dari kota Najaf ke kota Karbala.
Mawkib Nida’ Al-Aqsa didirikan sebagai bentuk penegasan atas dukungan dan kepedulian para peziarah kepada isu-isu Palestina dan Al-Quds. Puluhan ulama dan tokoh dari berbagai mazhab dan afiliasi politik dan bahkan agama turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan mawkib ini.
Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Brigjen Esmail Qaani telah berkunjung Mawkib Nida’ Al-Aqsa dan meninjau berbagai informasi yang disediakan untuk para peziarah mengenai berbagai pelanggaran entitas dan rezim okupasi Israel terhadap bangsa Palestina.
Pada kesempatan itu, Qaani juga telah berdiskusi dengan para ulama yang ada di mawkib tersebut mengenai kaitan antara isu Palestina dan semangat kebangkitan Imam Husain ra. (alalam)
Iran dan Arab Saudi Akhirnya Bertukar Duta Besar
Duta Besar Arab Saudi untuk Iran telah tiba di Teheran, sementara Duta Besar Iran telah mendarat di Riyadh, suatu perkembangan yang praktis memperkuat proses pemulihan hubungan antara dua negara dia Teluk Persia ini setelah terputus selama tujuh tahun.
Maret lalu, China menjadi perantara pemulihan hubungan antara Riyadh dan Teheran, yang mengarah pada dimulainya kembali hubungan diplomatik penuh.
Riyadh dan Teheran memutuskan hubungan pada tahun 2016 setelah misi diplomatik Saudi di Iran diserang massa demonstran dalam aksi protes atas eksekusi ulama Syiah Saudi Nimr al-Nimr oleh otoritas Saudi.
Para pemimpin Arab Saudi mengakui “pentingnya memperkuat hubungan, meningkatkan keterlibatan… dan membawa [hubungan] ke cakrawala yang lebih luasâ€, kata Duta Besar Abdullah Alanazi saat tiba di Teheran pada hari Selasa (5/9), untuk menjalankan tugasnya, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Saudi.
Di hari yang sama, Duta Besar Iran untuk Arab Saudi, Alireza Enayati, tiba di Riyadh, di mana ia diterima oleh pejabat Kementerian Luar Negeri dan staf kedutaan, menurut kantor berita resmi Iran, IRNA.
Alanazi adalah mantan duta besar Arab Saudi untuk Oman, sedangkan Enayati sebelumnya adalah utusan Iran untuk Kuwait.
Kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran kembali beroperasi pada bulan lalu. Pada bulan Juni, Iran menandai pembukaan kembali kedutaan besarnya di Riyadh dengan upacara pengibaran bendera.
Bulan lalu, Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian menyerukan persatuan dan dialog dalam kunjungan pertamanya ke Arab Saudi sejak pemulihan hubungan diumumkan secara mengejutkan. Dia mengatakan bahwa hubungan bilateral Iran-Saudi “berkembang ke arah yang benarâ€.
Iran dan Arab Saudi telah mendukung pihak-pihak yang berlawanan di zona konflik di Timur Tengah selama bertahun-tahun.
Sejak perjanjian yang ditandatangani pada bulan Maret, Arab Saudi telah memulihkan hubungan dengan sekutu Iran, Suriah, dan meningkatkan upaya perdamaian di Yaman, di mana pemerintah Riyadh selama bertahun-tahun memimpin koalisi militer dalam perang terhadap pasukan Ansarullah (Houthi) yang merupakan sekutu Iran di Yaman. (aljazeera)
Iran Nyatakan Embargo Senjata terhadapnya akan Segera Dicabut
Menteri Pertahanan Iran Brigjen Mohammad Reza Ashtiani mengatakan bahwa semua sanksi dan embargo senjata terhadap negara republik Islam ini akan dicabut pada bulan Oktober 2023.
Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di Al-Vefagh Selasa (5/9), Ashtiani memastikan semua sanksi senjata Barat terhadap Teheran akan berakhir dalam beberapa minggu mendatang.
Dia juga mengumumkan kesiapan Iran meningkatkan pertahanan dan hubungan strategisnya dengan semua negara independen, terutama dengan negara-negara Muslim dan regional.
“Industri pertahanan Iran telah mencapai tingkat kematangan dan kemakmuran yang dapat menjadi titik konvergensi dan hubungan pertahanan, hubungan teknis dan teknologi dengan negara-negara independen dan tetangga,†tulisnya.
Dia menyebutkan bahwa salah satu misi terpenting kementeriannya adalah “menghasilkan kekuatan dan keamanan†melalui pengembangan kapasitas dan kemampuan dalam industri pertahanan, dan berfokus pada desain dan pembuatan senjata yang dibutuhkan Iran.
“Kementerian Pertahanan merancang dan memproduksi semua jenis peralatan dan senjata yang dibutuhkan oleh Angkatan Bersenjata negara ini di bidang udara, laut dan darat, dan semua jenis rudal balistik dan jelajah, semua jenis drone, kapal permukaan dan bawah permukaan, peralatan cyber, dengan mengandalkan sains dan teknologi dalam negeri,†ungkap Ashtiani.
Dia juga menambahkan bahwa senjata dan peralatan industri pertahanan Iran telah membuktikan efektifitasnya di medan pertempuran, terutama dalam penumpasan terorisme, dan banyak negara berupaya mengembangkan hubungan pertahanan mereka dengan Teheran.
Sementara itu, Panglima Angkatan Udara Iran, Brigjen Hamid Vahidi mengatakan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan mengumumkan “kabar baik†Angkatan Udara (AU) Iran di bidang drone.
Dia mengatakan, “Anak-anak bangsa Iran di AU berusaha sekuat tenaga untuk memperbaiki kemampuan diri dan kapasitas operasional mereka serta mengembangkan dan memodernisasi kekuatan.â€
Dia menambahkan, “Kemajuan baik telah dicapai di AU, dan sebagian dari perintah Pemimpin Revolusi Islam untuk peningkatan kekuatan ini telah terpenuhi, namun kami menganggap bahwa keberhasilan ini tidaklah cukup dan harus terus ditingkatkan dari hari ke hari.†(fna/alalam)







