Jakarta, ICMES. Kementerian Intelijen Iran mengumumkan bahwa agen keamanan negaraini telah melumpuhkan sekawanan teroris yang disponsori oleh agen mata-mata Israel, Mossad, yang diketahui berencana meledakkan makam jenderal legendaris Qassem Soleimani di provinsi Kerman.

Media Israel melaporkan bahwa bentrokan terjadi antara pemukim Zionis dan polisi Israel di Tel Aviv, dalam aksi protes menentang amandemen peradilan, yang disetujui pada Senin pagi.
Sedikitnya 15 orang tewas dan 26 lainnya luka-luka dalam kebakaran hutan yang melanda berbagai bagian Aljazair saat gelombang panas menyebar ke seluruh wilayah negara ini.
Berita Selengkapnya:
Iran Lumpuhkan Kawanan Teroris Antek Israel yang Bermaksud Ledakkan Makam Jenderal Soleimani
Kementerian Intelijen Iran mengumumkan pada hari Senin (24/7) bahwa agen keamanan negaraini telah melumpuhkan sekawanan teroris yang disponsori oleh agen mata-mata Israel, Mossad, yang diketahui berencana meledakkan makam jenderal legendaris Qassem Soleimani di provinsi Kerman.
Kementerian intelijen mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemimpin utama kawanan tersebut berada di Denmark dan Belanda, dan pasukan keamanan telah menangkap anggota “jaringan teroris yang luas”, yang berencana melancarkan serangan teror dalam jumlah besar.
Kawanan teroris itu terhubung ke agen mata-mata Israel melalui “lingkaran teror di Denmark dan Belanda”, ungkap pernyataan itu.
Kementerian intelijen juga menyebutkan bahwa teroris merencanakan kegiatan sabotase di enam provinsi Iran di Teheran, Kerman, Esfahan, Kohgilouyeh dan Boyer Ahmad, Kurdistan, dan Mazandaran.
Elemen yang didukung Israel itu berencana melancarkan serangan selama bulan berkabung Muharram, tetapi ditangkap sebelum “mereka memasuki fase … operasional yang ekstensif”.
Mereka juga berencana menyerang tempat-tempat berkumpul populer, termasuk tempat-tempat acara peringatan Asyura, stasiun pengisian bahan bakar, dan pabrik gas alam untuk mengganggu pasokan domestik dan ekspor, dan bahkan berencana mengebom makam Jenderal Soleimani di Kerman.
Tak kurang dari empat puluh tiga bom berdaya ledak tinggi disita dari tangan kawanan itu, termasuk bom yang dikendalikan dari jarak jauh dan proyektil yang hendak digunakan pada prosesi dan upacara berkabung. Senjata lain, termasuk “alat yang hanya digunakan dalam kerusuhan jalanan†juga disita.
Pernyataan itu menambahkan para teroris itu sebelumnya telah melakukan sejumlah operasi berbahaya agar majikan mereka di Denmark dan Belanda menilai kemampuan mereka.
Mereka telah memfilmkan dan memfoto aktivitas tersebut serta mengirim hasilnya ke “media teroris di Eropa dan ASâ€. Operasi awal tersebut termasuk melemparkan bom molotov ke gedung-gedung pemerintah, dan membakar bank, mesin ATM, bus, antena komunikasi, dan lain-lain.
Dilaporkan bahwa Mossad telah meningkatkan aktivitas spionase dalam beberapa bulan terakhir dan telah terlibat dalam perang terselubung terhadap Iran. Musuh-musuh Iran, terutama Israel dan AS, juga terlibat dalam upaya memata-matai dan menyabotase industri pertahanan dan nuklir Iran.
Iran dalam beberapa bulan terakhir menangkap beberapa anggota jaringan mata-mata yang berafiliasi dengan dinas rahasia asing, terlibat dalam pembuatan bahan peledak dan bom rakitan, terhubung dengan pihak asing, berencana untuk melakukan tindakan kontra-keamanan, dan membentuk kelompok operasional untuk mengarahkan kerusuhan di Iran. (mm/fna)
Israel Diwarnai Bentrok Polisi dan Warga Zionis Usai Pidato Netanyahu
Media Israel melaporkan bahwa bentrokan terjadi antara pemukim Zionis dan polisi Israel di Tel Aviv, dalam aksi protes menentang amandemen peradilan, yang disetujui pada Senin pagi (24/7).
Disebutkan bahwa tiga warga Zionis terluka ketika ditabrak mobil di Jalan 531 di Tel Aviv, dan polisi menyeret sejumlah warga yang berdemonstrasi.
Polisi berkuda Israel menghadapi warga yang bergerak menuju gedung Mahkamah Agung di Al-Quds (Yerusalem) yang diduduki dengan kuda.
Jumlah pemukim yang berdemonstrasi di Tel Aviv dan Al-Quds diperkirakan mencapai sekitar 172 ribu orang.
Unjuk rasa akbar itu terjadi setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan pidatonya dan setelah unit perlindungan khusus dari layanan Shin Bet mengevakuasi pemukim Zionis dari sekitar rumah Netanyahu di Al-Quds .
Netanyahu dalam pidatonya mengatakan, “Tentara harus menjauh dari perselisihan politik apa pun.” Dengan itu dia berharap dapat mencapai kesepakatan komprehensif dengan kubu oposisi mengenai amandemen peradilan pada akhir November.
Dia menambahkan bahwa “tidak ada proposal penyelesaian yang diajukan selama penangguhan amandemen selama tiga bulan,” dan bahwa dia siap “membahas semuanya, segera.”
Netanyahu menambahkan,”Persetujuan untuk mengurangi argumen kewajaran adalah proses demokrasi yang diperlukan…. Dan Mahkamah Agung akan tetap independen.”
Sementara itu, pemimpin partai oposisi MK, Benny Gantz, menekankan bahwa “segala sesuatu harus dilakukan untuk memutar balik kemudi”, dan bahwa “semua yang terjadi akan dibatalkan.”
Dia juga menyebutkan bahwa “ini adalah hari yang berat bagi Israel karena kalah,” dan bahwa “siapa pun yang mengira dia menang hari ini akan segera menemukan bahwa ini adalah kesalahan strategis.” (almayadeen)
Tragis, Kebakaran Hutan Tewaskan 15 Orang di Aljazair, Banyak Tentara Jadi Korban
Sedikitnya 15 orang tewas dan 26 lainnya luka-luka dalam kebakaran hutan yang melanda berbagai bagian Aljazair saat gelombang panas menyebar ke seluruh wilayah negara ini.
Mengutip pernyataan Kemendagri Aljazair, kantor berita APS, Senin (24/7) melaporkan bahwa sedikitnya 1.500 orang telah dievakuasi di bagian utara negara ini.
APS juga melaporkan bahwa setidaknya 10 tentara tewas di wilayah Beni Ksila, menurut pernyataan terpisah oleh Kemhan. Belum jelas apakah para tentara itu merupakan bagian dari korban tewas yang disebutkan oleh Kemendagri.
Presiden Abdelmadjid Tebboune menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, baik warga sipil maupun aparat keamanan.
Sekitar 7.500 petugas pemadam kebakaran dan 350 truk yang didukung operasi udara berjuang mengendalikan api di seluruh negeri, termasuk di wilayah Boumerdes, Tizi Ouzou, Jijel dan Skikda.
Kemenddagri menyebutkan bahwa saat suhu mencapai 48 derajat Celcius, Aljazair mencatat 97 kobaran api yang dipicu oleh angin kencang di 16 provinsi.
Operasi sedang dilakukan untuk memadamkan api di enam provinsi, tambah kementerian itu, sembari menyerukan kepada warga untuk “menghindari daerah yang terkena dampak kebakaran” dan melaporkan kobaran api baru melalui nomor telepon bebas pulsa.
Kebakaran secara teratur mengamuk melalui hutan dan ladang di Aljazair di musim panas. Tahun ini, keadaan diperburuk oleh gelombang panas yang membuat beberapa negara Mediterania memecahkan rekor suhu.
Di negara tetangga Tunisia, suhu pada hari Senin hampir mencapai 50 derajat Celcius.
Pekan lalu, kobaran api besar berkobar di hutan pinus Tunisia dekat perbatasan dengan Aljazair. Sebuah penyeberangan perbatasan harus ditutup sementara, menurut pejabat Tunisia yang mengkonfirmasi terkabarnya 470 hektar hutan.
Pada bulan Mei, pihak berwenang Aljazair mengaku sedang mempersiapkan pengendalian kebakaran hutan dengan membeli dan menyewa pengebom air, dan dengan membangun landasan pendaratan untuk helikopter dan drone pemadam kebakaran.
Para ilmuwan memeringkat wilayah Mediterania sebagai “titik panas” perubahan iklim, sementara Panel Antarpemerintah PBB tentang Perubahan Iklim memperingatkan lebih banyak gelombang panas, gagal panen, kekeringan, naiknya permukaan laut, dan masuknya spesies invasif. (aljazeera)







