Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 15 Mei 2023

Jakarta, ICMES. Sebuah laporan diplomatik yang mendalam menggambarkan apa yang terjadi di Jalur Gaza belakangan ini, setelah pengumuman gencatan senjata, sebagai proses negosiasi sengit di bawah tekanan, yang setelah itu ditetapkan indikator-indikator yang baru dan berbeda.

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian mengungkapkan harapan bahwa Iran dan Mesir akan mengadopsi langkah-langkah timbal balik untuk meningkatkan hubungan antara keduanya, dan mengatakan bahwa Teheran menyambut perluasan hubungan dengan Kairo.

Kedua belah pihak yang bersaing ketat dalam pemilu presiden Turki sama-sama mengklaim unggul dalam penghitungan suara.

Berita Selengkapnya:

Laporan Diplomatik AS Tengarai Hizbullah Punya “Jejak Jelas” dan Jihad Islam Palestina Jadi Pemain Baru

Sebuah laporan diplomatik yang mendalam menggambarkan apa yang terjadi di Jalur Gaza belakangan ini, setelah pengumuman gencatan senjata, sebagai proses negosiasi sengit di bawah tekanan, yang setelah itu ditetapkan indikator-indikator yang baru dan berbeda.

Indikator terpenting di antaranya adalah pertumbuhan peran dan kemampuan Gerakan Jihad Islam (PIJ) sebagai satu kesatuan, dan munculnya jejak kuat peran asistensi Hizbullah Lebanon dan Iran di pusat komando operasi para pejuang Palestina, di mana Hamas menunjang tumbuhnya peran PIJ di Jalur Gaza.

Menurut laporan tersebut, yang dikeluarkan oleh sebuah komite yang berafiliasi dengan Kedutaan Besar AS di Kairo, hasil konfrontasi lima hari baru-baru ini antara tentara Israel dan gerakan Jihad Islam benar-benar menguatkan kesan-kesan baru.

Di antara kesan tersebut adalah terbukanya saluran dialog bilateral langsung  untuk pertama kalinya di mana intelijen Mesir berkomunikasi secara tersendiri dengan gerakan Jihad dalam kapasitas bilateral.

Pada gilirannya, saluran komunikasi bilateral juga terbuka untuk pertama kalinya antara pejabat gerakan Jihad Islam dengan intelijen di Turki, Qatar dan Rusia, sehingga  meningkatkan kepastian akan meluasnya peran PIJ secara regional.

Sementara itu, Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh, Ahad (15), memuji dukungan Iran kepada kubu resistensi Palestina dalam peristiwa serangan tanpa henti Israel belakangan ini terhadap Jalur Gaza.

Dalam sebuah pernyataannya, Haniyeh mengapresiasi Pusat Komando Operasi Gabungan Fraksi Perlawanan Palestina karena telah mengambil kendali situasi di Gaza dan mencegah rezim Israel mencapai tujuannya.

Dia menambahkan bahwa melalui pusat itu para pejuang Palestina telah mengambil inisiatif dan melakukan operasi  bersandi Pembalasan Kaum Merdeka menunjukkan kemampuan dan ketahanan mereka.

“Kesolidan para pejuang telah menggagalkan upaya musuh memaksakan keseimbangan baru, baik dengan membidik Brigade al-Quds, sayap militer gerakan perlawanan PIJ, ataupun dengan membuat celah di antara kelompok-kelompok perlawanan,” katanya.

Dia menambahkan bahwa persatuan faksi-faksi pejuang merupakan salah satu faktor terpenting kegagalan rencana musuh, pembelaan atas rakyat Palestina, penerapan taktik yang tepat di lapangan, dan serangan ke wilayah pendudukan dengan gempuran roket pembalasan.

Haniyeh juga mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Republik Islam Iran dan Hizbullah Libanon terhadap perlawanan Palestina. Dia juga berterima kasih kepada Mesir, Qatar, dan PBB atas upaya mereka menengahi gencatan senjata.

Sebelumnya , Sekjen PIJ Ziyad al-Nakhalah menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak  yang mendukung PIJ, “khususnya Iran, Hizbullah serta saudara-saudara di Mesir dan Qatar”.

Dia juga berterima kasih kepada semua lapisan masyarakat Palestina yang berdiri bersama rekan senegaranya di Jalur Gaza , dan menekankan bahwa mereka tegas mendukung rakyat Palestina meskipun mereka sedang mengalami banyak penderitaan. (mm/raialyoum/almayadeen)

Iran Berharap Hubungannya dengan Mesir Pulih

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian mengungkapkan harapan bahwa Iran dan Mesir akan mengadopsi langkah-langkah timbal balik untuk meningkatkan hubungan antara keduanya, dan mengatakan bahwa Teheran menyambut perluasan hubungan dengan Kairo.

Amir Abdollahian menyatakan bahwa Teheran dan Kairo berhubungan langsung satu sama lain melalui seksi kepentingan masing-masing, dan beberapa negara sedang melakukan upaya  mendorong Iran dan Mesir agar meningkatkan hubungan antara keduanya.

“Kami selalu menyambut perkembangan hubungan antara Teheran dan Kairo. Kepala misi kami – bagian kepentingan – di Teheran dan Kairo mengadakan pertemuan yang baik. Ada akses yang baik ke otoritas kedua negara ,” ungkapnya.

Dia juga mengaku berharap kebijakan berprinsip kerukunan bertetangga yang dijalankan oleh pemerintahan Presiden Iran Ebrahim Raisi akan mengarah pada peningkatan hubungan dengan “negara Mesir sahabat dan saudara melalui langkah-langkah baru dan saling menguntungkan”.

Sebelumnya, seorang anggota parlemen Iran menyatakan bahwa kedutaan besar negaranya di Kairo dan kedutaan besar Mesir  di Teheran dibuka kembali dalam waktu dekat.

Anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran Fadahossein Maleki menyoroti pentingnya kebangkitan hubungan diplomatik antara Iran dan Mesir.

Dia menyebutkan bahwa Presiden Raisi dan sejawatnya dari Mesir Abdel Fattah el-Sisi akan mengadakan pertemuan setelah pembukaan kembali kedutaan.

Iran dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik pada tahun 1980 setelah Kairo mengakui Israel dan mendukung rezim Shah Pahlevi yang terguling oleh revolusi Islam Iran Iran. Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah mengumumkan kesiapannya untuk memperbaiki hubungan dengan Mesir dengan menyelesaikan beberapa perselisihan antara keduanya. (fna)

Perhitungan Suara Pilpres Turki, Kubu Erdogan dan Kubu Oposisi Saling Klaim Unggul Sementara

Kedua belah pihak yang bersaing ketat dalam pemilu presiden Turki sama-sama mengklaim unggul dalam penghitungan suara.

Oposisi mengarahkan keluhan mereka pada data yang diterbitkan oleh kantor berita milik negara, Anadolu, dan menyebutnya memperlambat hitungan untuk penempatan kandidat mereka Kemal Kilicdaroglu yang membuntuti Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Angka-angka Anadolu sesaat sebelum pukul 23:00 waktu setempat (03.00 WIB) menunjukkan Erdogan, yang mencari masa jabatan lima tahun lagi setelah 20 tahun berkuasa, meraih suara 50,13 persen, angka yang cukup untuk memenangkannya dalam pemilihan presiden di putaran pertama dan menghindari putaran kedua.

Kilicdaroglu, kandidat dari aliansi enam kuat yang dipimpin oleh Partai Rakyat Republik (CHP), berada di 44,09 persen.

Namun, angka dari kantor berita Anka menunjukkan keunggulan Erdogan jauh lebih sempit, di mana dia meraih  48,87 persen suara nasional dan Kilicdaroglu dengan 45,38 persen.

Anadolu kemudian memperbarui datanya, melaporkan perolehan suara Erdogan sebesar 49,94 persen, dan menempatkan Kilicdaroglu di 44,4 persen, dengan jarak antara dua calon terdepan menyusut.

Dengan turunnya perolehan suara Erdogan di bawah angka lebih dari 50 persen yang diperlukan untuk memenangkan pemilihan secara langsung, pemilihan putaran kedua menjadi lebih mungkin terjadi dalam dua minggu.

Sebelumnya, dua tokoh senior dari CHP, Walikota Istanbul Ekrem Imamoglu dan mitranya dari Ankara Mansur Yavas, mengkritik keras peran Anadolu dalam pemilu.

“Kami mengalami kasus Anadolu lainnya. Reputasi agensi ini di bawah nol. Mereka seharusnya tidak dipercaya. Data Anadolu batal demi hukum,” kata Imamoglu.

Yavas menimpali, “Mereka menyesatkan bangsa kita dengan menjalankan kotak suara yang sesuai untuk mereka. Mereka juga tidak merasa malu. Mereka tidak memiliki kredibilitas. Menurut data yang kami miliki, pemimpin kami Kemal Kilicdaroglu berada di depan.”

Omer Celik, juru bicara Partai AK Erdogan, balik menuduh walikota itu mencoba merebut surat suara.

“Mereka membuat pernyataan yang sangat serius. Mereka menyerang Anadolu  dan mengumumkan hasil pemilu. Ini adalah pendekatan diktator. Ini adalah upaya untuk membunuh kehendak nasional,” kecamnya.

Sebelumnya, Kilicdaroglu di Twitter juga membuatnya singkat; “Kami unggul.”

Oposisi Turki menuduh Anadolu memanipulasi waktu hasil pemilu sebelumnya. Mereka mengklaim bahwa Anadolu selalu menunjukkan keunggulan awal untuk Partai AK dan menunda pemungutan suara untuk daerah-daerah di mana oposisi kuat.

Dalam sebuah pernyataan di Twitter, Erdogan meminta pekerja partainya untuk mengawasi kotak suara sampai hasil secara resmi diselesaikan , pengulangan yang lebih sering terdengar dari oposisi pada malam pemilihan.

Sementara itu, kandidat ketiga, Sinan Ogan dari Aliansi ATA sayap kanan, tampaknya mengumpulkan lebih banyak suara dari yang diharapkan. Anadolu dan Anka sama-sama menunjukkan perolehan suaranya lebih dari 5 persen, suatu pencapaian yang signifikan untuk sosok yang relatif tidak dikenal. (aljazeera)