Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 29 April 2023

Jakarta, ICMES. Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian di hari kedua kunjungan resminya ke Lebanon mendatangi sebuah lokasi yang hanya berjarak beberapa meter dari Israel (Palestina pendudukan), dan ini tentu membawa pesan-pesan yang jelas.

Penasihat Keamanan Nasional Rezim Zionis Israel Tzachi Hanegbi menuding kelompok pejuang Hizbullah Lebanon berada di belakang serangan bom pinggir jalan yang melukai seorang pengendara di Galilea pada bulan lalu.

Iran dilaporkan telah membalas aksi Amerika Serikat (AS) menyita kargo minyak Iran.

Berita Selengkapnya:

Peringatan bagi Zionis, Menlu Iran Datangi Lokasi Berjarak Beberapa Meter dari Perbatasan Israel

Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian di hari kedua kunjungan resminya ke Lebanon mendatangi sebuah lokasi yang hanya berjarak beberapa meter dari Israel (Palestina pendudukan), dan ini tentu membawa pesan-pesan yang jelas.

Kedatangannya ke distrik Maron Al-Ras pada hari Jumat (28/4) itu disambut oleh wakil Sekjen Hizbullah, Hassan Fadhlullah, yang juga anggota parlemen, serta sejumlah wakil para pemimpin kubu resistensi.

Abdollahian meletakkan karangan bunga di monumen dua martir Jenderal Qassem Suleiman dan Insinyur Khosh Nafis, dan kemudian menanam pohon zaitun di halaman Taman Iran yang menghadap ke wilayah Palestina pendudukan.

Pada kesempatan itu dia menekankan bahwa kehadirannya di daerah tersebut merupakan penegasan atas ketetapan Iran menyokong resistensi Lebanon terhadap pendudukan serta mendukung rakyat, pemerintah dan tentaranya.

Hassan Fadhlullah mengatakan bahwa Iran andil besar kemenangan dan pembebasan yang dicapai oleh kubu resistensi. Dia juga menekankan kesiapan yang konstan kubu ini untuk menghadapi segala agresi terhadap Lebanon.

Menlu Iran mengakhiri kunjungannya dengan konferensi pers yang diadakan di Kedubes Iran di Beirut, di mana dia menegaskan dukungan rakyat dan pemerintah Iran untuk Libanon dan kesiapan Teheran memberikan bantuan yang diminta oleh Libanon di berbagai sektor, terutama energi.

Dilaporkan bahwa Sekjen Hizbullah, Sayid Hassan Nasrallah, telah menerima kunjungan Amir-Abdollahian dan rombongan delegasinya yang menyertainya, di hadapan Duta Besar Iran untuk Beirut, Mr. Mojtaba Amani, Jumat.

Dalam pertemuan antara keduanya telah ditinjau perkembangan terkini di kawasan, terutama perjanjian Iran-Saudi dan pengaruhnya di tingkat kawasan, serta perkembangan terkini di Lebanon dan Palestina pendudukan.

Amir Abdollahian tiba di ibu kota Lebanon, Beirut, Rabu lalu setelah mengakhiri kunjungannya ke Kesultanan Oman, dalam kunjungan resmi di mana dia berdiskusi dengan para pejabat Lebanon tentang perkembangan terbaru di kawasan.

Mengenai hubungan Iran dengan Arab Saudi, dia mengatakan, “Dialog antara Iran dan Saudi tentu berdampak positif di tingkat regional dan Lebanon.”

Dia juga menyebutkan bahwa menjelang Idul Fitri lalu dia telah melayangkan undangan resmi dari Menlu Arab Saudi Faisal bin Farhan untuk berkunjung ke Teheran.

“Dia menyatakan kepada saya bahwa dia menyambut baik undangan ini, dan akan memenuhinya,” imbuh Amir-Abdollahian.

Dia juga mengatakan, “Saya juga menerima undangan resmi dari Menlu Saudi untuk berkunjung ke Saudi, dan tentu saya akan mememenuhinya.”

Iran dan Arab Saudi dalam pernyataan bersama pada 10 Maret lalu mengumumkan kesepakatan kedua negara untuk pemulihkan hubungan diplomatik dalam jangka waktu dua bulan, sebagai tanggapan atas inisiatif Presiden China Xi Jinping. (alalam/almayadeen)

Israel Tuding Hizbullah Berada di Balik Peledakan Bom Bulan lalu

Penasihat Keamanan Nasional Rezim Zionis Israel Tzachi Hanegbi menuding kelompok pejuang Hizbullah Lebanon berada di belakang serangan bom pinggir jalan yang melukai seorang pengendara di Galilea pada bulan lalu.

Militer Israel mengatakan pasukan keamanan telah membunuh seorang pria yang membawa bom rompi setelah dia tampak menyeberang dari Lebanon ke Israel serta meledakkan sebuah bom di dekat persimpangan Megiddo di Galilea pada 13 Maret.

Para pejabat Israel pada saat itu menyebutkan sedang dilakukan penyelidikan mengenai kemungkinan keterlibatan Hizbullah yang didukung Iran dalam ledakan tersebut.

Menanggapi pertanyaan di Channel 12 Israel apakah krisis politik di Israel akibat rencana pengubahan sistem peradilan telah memberanikan musuh Israel, Hanegbi mengatakan, “Perkiraan kami saat ini menunjukkan bahwa ini dapat menyebabkan operasi yang tidak kita perhitungkan sebelumnya.”

Dia menambahkan, “Kami melihat Hizbullah melakukan operasi demikian, seperti serangan di Megiddo, yang gagal, tapi itu semacam penentangan yang kita tak biasa dengannya.”

Belum ada komentar segera dari pihak Hizbullah. (raialyoum)

Aksi Iran Menyita Kapal Berkargo AS Dilaporkan sebagai Pembalasan

Iran dilaporkan telah membalas aksi Amerika Serikat (AS) menyita kargo minyak Iran.

Tiga sumber mengatakan Amerika Serikat (AS) belum lama ini telah menyita minyak Iran di atas kapal tanker di laut sebagai bagian dari operasi penegakan sanksi.

Sebuah perusahaan keamanan maritim melaporkan bahwa beberapa hari kemudian Iran menyita sebuah kapal tanker minyak sebagai pembalasan atas penyitaan kargonya oleh AS.

Di tengah gejolak pasar minyak, penyitaan barang menandai eskalasi terbaru antara Washington dan Teheran setelah sanksi AS atas program nuklir Iran berjalan sekian tahun. Iran tidak mengakui sanksi AS dan ekspor minyaknya bahkan sedang meningkat.

Teheran mengatakan program nuklirnya bertujuan sipil, sementara Washington mencurigai Iran bermaksud membuat bom nuklir.

Perusahaan keamanan maritim Ambry menyatakan penyitaan kargo minyak Iran terjadi setidaknya lima hari sebelum tindakan Iran pada hari Kamis lalu.

“Penilaian Ambry menunjukkan bahwa penyitaan (kapal tanker minyak) oleh Angkatan Laut Iran adalah sebagai tanggapan atas tindakan AS,” ungkap perusahaan itu.

Ambry menyebutkan, “Kedua kapal tanker itu memiliki ukuran maksimum yang memungkinkan untuk menyeberangi Terusan Suez. Di masa lalu, Iran menggunakan kebijakan pembalasan setelah AS menyita kiriman minyak Iran.”

Sumber yang meminta namanya dirahasiakan karena sensitivitas masalah tersebut mengatakan bahwa Washington menyita pengiriman minyak dari Suez Rajan, yang mengibarkan bendera Kepulauan Marshall, setelah mendapatkan perintah pengadilan sebelumnya.

Data pelacakan kapal menunjukkan kapal tanker itu terakhir terlihat di dekat Afrika selatan pada 22 April.

Empire Navigation Company yang berbasis di Yunani dan mengoperasikan kapal tanker itu, dan Departemen Kehakiman AS tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Angkatan Laut Iran menyatakan pihaknya telah menyita sebuah kapal tanker berbendera Kepulauan Marshall di Teluk Oman pada hari Kamis.

Televisi pemerintah Iran pada hari Jumat menyebutkan bahwa kapal tanker itu telah mengabaikan panggilan radio selama delapan jam setelah bertabrakan dengan sebuah kapal Iran hingga menyebabkan beberapa anggota awak terluka dan tiga orang lainnya hilang.

“Sebelum menggunakan kekerasan, kami mencoba menghubungi kapal  untuk berhenti, tapi mereka tidak mau kooperatif,” kata Wakil Komandan Angkatan Laut Iran, Laksamana Mostafa Tajodini, kepada TV.

Seorang juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan pada hari Jumat bahwa Sekjen PBB Antonio Guterres mengetahui penyitaan kapal tanker di Teluk Oman tersebut dan menegaskan kembali dukungannya terhadap hukum maritim internasional.

Tahun lalu, AS mencoba menyita kargo minyak Iran di dekat Yunani, dan Iran lantas membalasnya  dengan menyita dua kapal tanker Yunani. Mahkamah Agung Yunani kemudian memerintahkan kargo minyak itu dikembalikan ke Iran, Teheran pun lantas melepaskan dua kapal tanker Yunani tersebut. (raialyoum)