Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 30 Januari 2023

Jakarta, ICMES. Kemhan Iran, Ahad (29/1), mengumumkan bahwa unit pertahanan udara negara republik Islam ini telah menggagalkan serangan pesawat nirawak (UAV/drone) di kompleks industri pertahanan di provinsi Isfahan.

Sebuah penggalan video memperlihatkan momen ketika drone terkena tembakan dan meledak setelah menyerang salah satu bengkel Kemhan di kota Isfahan, Iran tengah, pada Sabtu malam 28 Januari 2023.

Surat kabar Amerika Serikat (AS)  The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan bahwa Israel berada di belakang serangan pesawat nirawak (UAV/drone) pada Sabtu malam di pusat kota Isfahan yang berhasil digagalkan oleh unit pertahanan udara Iran.

Puluhan ribu orang Israel terus melakukan protes di seluruh wilayah negara Zionis ilegal ini terhadap pemerintah sayap kanan selama empat minggu berturut-turut.

Berita Selengkapnya:

Pertahanan Udara Iran Gagalkan Serangan Drone “Israel” terhadap Fasilitas Militernya

Kemhan Iran, Ahad (29/1), mengumumkan bahwa unit pertahanan udara negara republik Islam ini telah menggagalkan serangan pesawat nirawak (UAV/drone) di kompleks industri pertahanan di provinsi Isfahan.

Kemhan mengumumkan hal itu  setelah sebuah ledakan dilaporkan terjadi di salah satu bengkel militer pertahanan Isfahan pada Sabtu malam.

Kementerian tersebut mengatakan salah satu kompleks bengkelnya telah diserang oleh sejumlah Kendaraan Udara Mikro (MAV), tetapi pertahanan udara kompleks tersebut berhasil menghalau serangan itu.

“Salah satu MAV jatuh oleh tembakan pertahanan udara kompleks, sementara dua lainnya terjebak dalam perangkap pertahanan dan meledak,” ungkap Kemhan.

Kemhan menyebutkan bahwa serangan yang gagal itu tidak menimbulkan korban jiwa dan hanya menyebabkan kerusakan ringan pada atap sebuah bengkel, dan komplek itu melanjutkan aktivitasnya secara normal setelah serangan itu.

Kemhan memastikan serangan membabi buta seperti itu tidak akan berpengaruh pada kemajuan negara ini secara keseluruhan.

Mohammad Marandi, seorang dosen dan pengamat politik dari di Universitas Teheran dalam sebuah posting di akun Twitternya bereaksi terhadap serangan drone yang gagal pada hari Minggu dan mengatakan “akan ada konsekuensi” bagi para pelaku tindakan tersebut, yang dia kaitkan dengan Rezim Zionis Israel.

“Bukan minggu yang baik untuk rezim apartheid (israel) baik di dalam maupun luar negeri. Namun, meskipun Netanyahu dan sekutu teroris yang didukung baratnya di Irak utara telah gagal, akan ada konsekuensinya. Mereka berdua perlu belajar bahwa hukuman juga datang dari kegagalan,” tulis Marandi.

Para pejabat militer memuji kemajuan besar Iran dalam memperluas jaringan pertahanan udaranya, dan mengatakan unit pertahanan udara berada pada tingkat kesiapan tertinggi untuk mempertahankan negara dari kemungkinan agresi musuh.

Para pejabat Iran menekankan bahwa kekuatan pencegahan negara ini telah membuat musuh lebih berhati-hati dalam gerakan mereka, dan bahwa semua kepentingan dan peralatan mereka berada dalam jangkauan senjata Teheran.

Mereka memperingatkan bahwa Iran mampu menargetkan kepentingan vital dan sensitif musuh di semua tempat jika memiliki niat buruk.

Doktrin militer Republik Islam menyatakan bahwa kemampuan bersenjata negara ini semata-mata untuk tujuan pertahanan.

Pakar dan teknisi militer Iran dalam beberapa tahun terakhir membuat kemajuan besar dalam pembuatan berbagai alutsista dalam negeri, hingga membuat angkatan bersenjatanya mandiri di bidang persenjataan.

Para pejabat Iran telah berulang kali menekankan bahwa negara itu tidak akan ragu untuk meningkatkan kemampuan militernya, termasuk kekuatan rudal dan drone, yang sepenuhnya dimaksudkan untuk pertahanan, dan bahwa kemampuan pertahanan Iran tidak akan pernah dinegosiasikan. (mna/presstv)

(Sebuah penggalan video memperlihatkan momen ketika drone terkena tembakan dan meledak setelah menyerang salah satu bengkel Kemhan di kota Isfahan, Iran tengah, pada Sabtu malam 28 Januari 2023.)

Media AS: Israel Berada di Balik Serangan Drone Gagal ke Fasilitas Kemhan Iran

Surat kabar Amerika Serikat (AS)  The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan bahwa Israel berada di belakang serangan pesawat nirawak (UAV/drone) pada Sabtu malam di pusat kota Isfahan yang berhasil digagalkan oleh unit pertahanan udara Iran.

Mengutip pejabat anonim AS dan orang-orang yang mengetahui operasi tersebut, WSJ melaporkan, “Israel melakukan serangan UAV di pusat penelitian dan pengembangan militer Iran pada Sabtu tengah malam.”

Surat kabar itu menambahkan bahwa serangan itu menargetkan “apa yang dikatakan beberapa sumber adalah Laboratorium Material dan Energi Isfahan dengan ‘drone kecil’.”

Laporan tersebut mengklaim bahwa drone tersebut menargetkan pabrik amunisi di sebelah fasilitas milik Pusat Penelitian Antariksa Iran, yang dikenai sanksi AS karena bekerja pada rudal balistik.

WSJ menyebutkan bahwa serangan itu adalah yang pertama dilakukan oleh Israel sejak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kembali berkuasa bulan lalu.

Laporan itu juga menunjukkan bahwa serangan drone yang gagal itu terjadi di tengah pembicaraan antara Tel Aviv dan Washington tentang cara-cara baru untuk “melawan” Teheran.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu (29/1), Kemhan Iran mengumumkan bahwa unit pertahanan udaranya telah menangkis serangan drone di sebuah bengkel militer di Isfahan.

Kemhan menyebutkan bahwa salah satu kompleks bengkel telah diserang oleh sejumlah Kendaraan Udara Mikro (MAV), tetapi pertahanan udara kompleks tersebut berhasil menghalau serangan itu.

Kemhan memastikan serangan yang gagal itu tidak menimbulkan korban jiwa dan hanya menyebabkan kerusakan ringan pada atap sebuah bengkel, dan komplek itu masih melanjutkan aktivitasnya secara normal setelah serangan itu.

Menlu Iran Hossein Amir Abdollahian pada konferensi pers bersama dengan sejawatnya dari Qatar, Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, di Teheran, Minggu, mengatakan tindakan sabotase seperti serangan drone yang gagal itu sama sekali tidak dapat menekan Teheran untuk menghentikan kemajuan nuklirnya.

Dia menyebut tindakan itu “pengecut” dan dilakukan sejalan dengan upaya untuk memicu ketidakamanan dan ketidakstabilan di Iran

“Langkah-langkah demikian tidak akan mempengaruhi kehendak para ahli kami untuk mencapai pencapaian nuklir damai,” tegasnya.

Dia memastikan badan keamanan Iran melakukan upaya maksimal untuk menjamin “keamanan maksimum” di negara ini. (presstv)

Puluhan Ribu Orang Israel Lanjutkan Demo Protes Anti-Pemerintah

Puluhan ribu orang Israel terus melakukan protes di seluruh wilayah negara Zionis ilegal ini terhadap pemerintah sayap kanan selama empat minggu berturut-turut.

Unjuk rasa terbaru diadakan pada hari Sabtu (28/1) di mana para demonstran membawa bendera Israel di Jalan Kaplan di Tel Aviv sembari meneriakkan “Tidak untuk kediktatoran” dan “Demokrasi”.

Seperti dalam beberapa minggu terakhir, protes diarahkan terutama terhadap usulan perubahan pemerintah yang akan melemahkan sistem peradilan.

Menurut rencana Menteri Kehakiman Yariv Levin, mayoritas di parlemen harus bisa mengesahkan undang-undang, meski melanggar Undang-Undang Dasar menurut pendapat Mahkamah Agung.

Levin juga ingin mengubah komposisi badan yang mengangkat hakim. Perubahan besar juga bisa terjadi pada tangan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam persidangan korupsinya saat ini di mana dia dituduh melakukan penipuan, pelanggaran kepercayaan, dan korupsi.

Netanyahu menuduh Mahkamah Agung campur tangan berlebihan dalam keputusan politik. Beberapa ahli telah memperingatkan akan berakhirnya demokrasi di negara itu jika rencana itu dilaksanakan.

Reformasi, jika diberlakukan, akan menjadi perubahan paling radikal dalam sistem pemerintahan di Israel. Tetapi Netanyahu mengklaim bahwa dia mendapat mandat dari jutaan pemilih untuk melakukan reformasi peradilan.

Beberapa pengunjuk rasa juga mengkritik perlakuan negara itu terhadap warga Palestina.

“Tidak ada demokrasi dengan pendudukan,” bunyi salah satu spanduk.

Ada protes rutin terhadap pemerintah selama beberapa minggu, dan lebih dari 100.000 orang beaksi di Tel Aviv pada 21 Januari. (aljazeera)