Jakarta, ICMES. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengirim bala bantuan ke daerah Kurdi yang dilanda kerusuhan untuk menghentikan infiltrasi “teroris” dari negara tetangga Irak saat serangan terhadap kelompok separatis berlanjut.

Wakil komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Brigjen Ali Fadavi menegaskan bahwa AS selama ini tidak berani menyerang Iran, namun jika sampai bertindak ceroboh maka akan mendapat pukulan telak dari Iran.
Mantan bintang sepak bola Iran Ali Karimi menjadikan sebuah foto mengerikan sebagai bahan untuk menebar agitasi pemerintah Iran.
Seorang anggota Dewan Pelaksana Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa di Turki, Orhan Miroglu, mengatakan bahwa hubungan antara Ankara dan Damaskus dapat memasuki kurva baru sebelum pemilu Turki pada tahun Juni 2023.
Berita Selengkapnya:
IRGC Perkuat Pasukan Di Daerah Kurdi
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengirim bala bantuan ke daerah Kurdi yang dilanda kerusuhan untuk menghentikan infiltrasi “teroris” dari negara tetangga Irak saat serangan terhadap kelompok separatis berlanjut.
Komandan Pasukan Darat IRGC Brigjen Mohammad Pakpour, Jumat (25/11), mengumumkan pengerahan unit-unit lapis baja dan pasukan khusus Pasukan Keamanan Nasional di wilayah perbatasan barat dan barat laut negara ini.
“Gerakan pasukan darat ini bertujuan untuk memperkuat unit yang berada di perbatasan dan mencegah infiltrasi teroris yang berafiliasi dengan kelompok separatis yang beroperasi di wilayah utara Irak,” ujarnya.
Dia menambahkan, “Menyusul adanya pergerakan kelompok teroris separatis di barat laut negara ini, yang menyebabkan keadaan tidak aman di beberapa daerah, pasukan darat IRGC memperkuat pasukan internal di perbatasan wilayah provinsi barat dan barat laut dan memanfaatkan kerjasama penduduk setempat, dan akan dengan tegas menghadapi faktor-faktor yang menyebabkan ketidakamanan di wilayah tersebut.â€
Sejak 24 September, IRGC telah melancarkan seranganke posisi-posisi separatis yang bersembunyi di Kurdistan Irak.
Dalam dua bulan terakhir, kelompok teroris itu berusaha menebar kekacauan dan kerusuhan di kota-kota perbatasan dengan mengirimkan pasukan dan peralatan serta melakukan operasi teror. Beberapa pasukan mereka tertangkap oleh pasukan Iran.
IRGC telah berulang kali mendesak pemerintah pusat Irak dan pemerintah semi-otonomi Kurdistan Irak agar memenuhi komitmen mereka terhadap Iran dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengamankan perbatasan bersama kedua negara. (tasnim)
Jenderal IRGC: AS akan Mendapat Pukulan Telak Jika Bertindak Ceroboh terhadap Iran
Wakil komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Brigjen Ali Fadavi menegaskan bahwa AS selama ini tidak berani menyerang Iran, namun jika sampai bertindak ceroboh maka akan mendapat pukulan telak dari Iran.
Dalam pidato pada pertemuan besar pasukan relawan Basij di kota Ardestan, Jumat (25/11), dia mengatakan, “Musuh sejak awal sudah memerangi Iran, dan berharap tidak akan ada revolusi barang sehari. Setan besar AS dan setan-setan lain yang ada di sekitarnya bisa tidak mencapai apapun terhadap Iran dengan semua serangan mereka.â€
Fadavi menambahkan, “AS tak berani menyerang Iran, dan jika mereka bertindak ceroboh, mereka akan mendapat pukulan hebat, sebab kemampuan Revolusi Islam kuat serta menjalankan perintah Allah.â€
Fadavi menyebutkan bahwa Imam Khomini, pendiri Republik Islam Iran, pernah mengatakan bahwa revolusi Islam Iran akan mencapai tangan Imam Mahdi, dan bahwa sejauh ini semua pernyataan Imam Khomaini telah menjadi kenyataan, termasuk sumpahnya bahwa AS tak kan dapat berbuat apapun terhadap Iran.
“Setan tidak memiliki kekuasaan atas kita dan hanya menggoda kita sehingga kita tidak boleh memperhatikannya dan semua masalah ada di tangan manusia sendiri,†tegas Fadavi. (tasnim)
Parah, Foto Mengerikan ini Dijadikan Bahan Agitasi Anti-Pemerintah Iran oleh Pesepak Bola Ali Karimi
Mantan bintang sepak bola Iran Ali Karimi menjadikan sebuah foto mengerikan sebagai bahan untuk menebar agitasi pemerintah Iran.
Menurut laporan Tasnim, Jumat (25/11), Ali Karimi melalui akun Instagramnya telah menyebarkan foto korban kecelakaan lalu lintas disertai keterangan hoax bahwa foto itu adalah foto korban kekerasan pasukan keamanan Iran dalam menghadapi massa pengunjuk rasa protes.
Pada foto itu terlulis: “Terluka oleh senapan DShK di (kota) Javanrud.â€
Postingan foto oleh Karimi itu lantas mendapat tanggapan dari korban yang bersangkutan, Ali Hamidvand, warga sebuah desa di daerah Nahavand. Dia mengaku itu bahwa orang dalam foto dirinya saat mengalami kecelakaan yang membuatnya kehilangan sebelah kakinya pada tahun lalu.
Hamidvand menyatakan bahwa ulah Ali Karimi telah meresahkan diri serta keluarga dan para sahabat Hamidvand.
“Saya meminta kepada badan pengadilan untuk menindak tegas orang yang telah mempermainkan harga diri saya,†ujarnya dalam sebuah rekaman video yang dimuat di laman Tasnim.
Menurut Tasnim, Ali Karimi berada di Kanada setelah dideportasi oleh Uni Emirat Arab dan kemudian sempat tinggal sebentar di Jerman.
Sementara itu, pasukan keamanan Iran telah menangkap pesepak bola lain bernama Voria Ghafouri karena telah “menodai reputasi tim nasional dan menyebarkan agitasi” anti pemerintah Iran.
Ghafouri, yang berasal dari Kurdi dan mendukung gelombang protes yang terjadi di Iran sejak September lalu ditangkap setelah sesi latihan klub pada Kamis lalu. (tasnim/fna)
Pertemuan Erdogan dan Al-Assad Diperkirakan akan Berlangsung Sebelum Juni 2023
Seorang anggota Dewan Pelaksana Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa di Turki, Orhan Miroglu, mengatakan bahwa hubungan antara Ankara dan Damaskus dapat memasuki kurva baru sebelum pemilu Turki pada tahun Juni 2023.
“Ada kemungkinan bahwa hubungan antara Turki dan Suriah akan memasuki kurva baru sebelum pemilihan presiden dan parlemen yang akan diadakan Juni mendatang,kemungkinannya sangat kuat ” kata Miroglu kepada Sputnik, Jumat (25/11).
“Namun, sulit untuk membicarakan proses normalisasi yang jelas; kapan dan bagaimana akan dimulai, kecuali dipertukarkan antara pesan antara Ankara dan Damaskus,†lanjutnya.
Dia mengatakan, “Damaskus ingin memulai pembicaraan dengan Ankara, terutama Presiden Erdogan dan Assad, di negara ketiga, yang kemungkinan besar adalah Rusia.”
Menanggapi pertanyaan tentang apakah ada komunikasi Turki-Suriah mengenai operasi Turki di Suriah utara, Merioglu mengatakan: “Masih terlalu dini untuk berbicara tentang kerjasama komprehensif Turki-Suriah melawan Partai Pekerja Kurdi (PKK) dan YPG (Unit Perlindungan Rakyat) saat ini.”
Dia menambahkan, “Jelas bahwa kita masih jauh dari gagasan operasi bersama, tapi hal ini tidak dikesampingkan karena situasinya telah berubah hari ini dan tidak lagi seperti sebelumnya, dan kerja sama antara Ankara dan Damaskus melawan PKK membutuhkan waktu.”
Miroglu menjelaskan, “Pernyataan yang dikeluarkan oleh Ankara menegaskan desakannya untuk melakukan operasi militer darat yang mencakup kota Manbij, Tal Rifaat dan Ain al-Arab, tapi waktu operasi tersebut belum diketahui.â€
Dia juga mengatakan, “Kota-kota Ain al-Arab, Manbij, dan Tal Rifaat masih berada di bawah kendali YPG, meskipun telah ada penandatangan perjanjian dan komitmen untuk penarikan YPG dari kota-kota ini, yang berarti bahwa janji dibuat untuk Turki mengenai timur dan barat Efrat belum terpenuhi.” (raialyoum)







