Jakarta, ICMES. Seorang warga Palestina gugur ditembak oleh orang Israel setelah menabrakkan mobil ke tentara di Jerikho, Tepi Barat, di tengah meningkatnya kekerasan antara Israel dan Palestina di Tepi Barat, termasuk di (Quds) Yerusalem Timur.

Presiden Iran Sayid Ebrahim Raeisi menegaskan bahwa keamanan adalah garis merah bagi Republik Islam, dan negara ini tidak akan membiarkan musuh merusaknya.
Sekjen Jihad Islam Palestina (PIJ) Ziyad Al-Nakhalah menyatakan bahwa PIJ terpengaruh oleh revolusi Islam Iran, namun tetap merupakan gerakan Islamis Sunni.
Dalam beberapa hari terakhir beredar sebuah foto Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berdiri berpose di samping sebuah pesawat nirawak (UAV/drone) berukuran kecil yang tergeletak di tanah.
Berita Selengkapnya:
Seorang Warga Palestina Gugur Ditembak Setelah Menabrakkan Mobil ke Tentara Israel
Seorang warga Palestina gugur ditembak oleh orang Israel setelah menabrakkan mobil ke tentara di Jerikho, Tepi Barat, Ahad (30/10), di tengah meningkatnya kekerasan antara Israel dan Palestina di Tepi Barat, termasuk di (Quds) Yerusalem Timur.
“Penyerang mengendarai kendaraannya dengan cepat ke arah tentara IDF yang berada di halte bus yang berdekatan dengan persimpangan Nabi Musa,†kata tentara Israel dalam sebuah pernyataan.
Disebutkan bahwa warga Palestina itu terus mengemudi ke arah tentara lain sehingga “seorang polisi dan seorang warga sipil yang berada di tempat kejadian menanggapi dengan peluru tajam ke penyerang dan menetralisirnya.”
Seorang juru bicara militer kepada AFP mengkonfirmasi kematian pengemudi. Seorang reporter AFP melihat tentara mengepung mobil putih yang hancur di sebelah halte bus di tempat kejadian.
Layanan ambulan Bintang Daud Merah Israel mengatakan paramedisnya merawat lima orang yang menderita luka sedang dan ringan.
Serangan itu terjadi beberapa jam setelah seorang pemukim tewas dalam aksi penembakan di kota Al-Khalik (Hebron), Tepi Barat, yang dilakukan oleh seorang warga Palestina yang juga gugur ditembak oleh seorang penjaga keamanan Israel.
AFP mencatat bahwa sejak awal bulan ini, 29 warga Palestina gugur di Tepi Barat dan tiga orang Israel tewas. (raialyoum)
Presiden Raisi: Iran Tak Kan Membiarkan Musuh Melanggar Garis Merah
Presiden Iran Sayid Ebrahim Raeisi menegaskan bahwa keamanan adalah garis merah bagi Republik Islam, dan negara ini tidak akan membiarkan musuh merusaknya.
“Keamanan adalah garis merah bagi pemerintah dan negara Republik Islam Iran, dan kami tidak akan pernah membiarkan skema musuh untuk merusak aset nasional dan berharga ini terwujud,” ungkapnya, Ahad (30/10).
Sebelumnya pada hari yang sama, dia memuji partsipasi akbar rakyat Iran dalam prosesi pemakaman para korban serangan teror di makam suci Shah Cheragh yang menggugurkan 15 peziarah dan melukai 40 lainnya di Shiraz, Iran selatan.
Menurut presiden Iran, serangan di Shiraz itu merupakan perwujudan dari sebagian rencana musuh untuk menebar kekacauan dan mengganggu kehidupan masyarakat melalui kerusuhan dan pembunuhan.
Dia menambahkan bahwa pesan utama dari aksi rakyat di jalanan di Shiraz dan kota-kota Iran lain yang dilakukan pasca tragedi teror tersebut tidak hanya untuk mengutuk serangan teroris di makam Shah Cheragh, melainkan juga untuk menyoroti keharusan menindak tegas teroris demi menjaga keamanan negara.
“Saat ini, adalah kewajiban para pejabat untuk melakukan semua yang mereka bisa untuk menjaga ketenangan dan keamanan di negara ini, memberikan layanan kepada warga, dan menghilangkan semua hambatan dalam bisnis, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari mereka,†ungkapnya.
Sementara itu, Komandan Angkatan Laut Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Brigjen Alireza Tangsiri mengeluarkan peringatan keras kepada musuh-musuh Iran dengan menegaskan bahwa pasukan Iran tak mengenal batas dalam melindungi keamanan negara.
Dalam pidato pada pertemuan petinggi Angkatan Laut IRGC, Ahad, dia menegaskan, “Kami akan menghancurkan keamanan pihak mana pun yang mencoba merusak keamanan kami, dan kami akan menghentikan ancaman apa pun sejak awal dengan memantau asal muasalnya secara menyeluruh.†(presstv)
Ziyad Al-Nakhalah: Terpengaruh Iran yang Syiah, Jihad Islam Palestina Tetap Gerakan Sunni
Sekjen Jihad Islam Palestina (PIJ) Ziyad Al-Nakhalah menyatakan bahwa PIJ terpengaruh oleh revolusi Islam Iran, namun tetap merupakan gerakan Islamis Sunni.
Pada bagian kedua wawancara dengan saluran berita Al-Jazeera dan dikutip oleh Rai Al-Youm, Ahad (30/10), Al-Nakhalah mula-mula menegaskan bahwa masyarakat Zionis Israel adalah masyarakat pembunuh dan penjahat sehingga sudah seharusnya bangsa Palestina terus berjuang membela diri dan norma kemanusiaan.
Ketika ditanya mengenai Iran, dia mengatakan bahwa kemenangan revolusi Islam di Iran merupakan peristiwa yang memiliki indikasi besar, dan Syahid Dr. Fathi Syaqaqi pun memandang revolusi itu sebagai titik tolak, terlepas dari aspek akidah.
Sembari menyebut Fathi Shaqaqi sebagai pejuang bervisi Islam dan mengangkat isu Palestina, Al-Nakhalah mengatakan, “Kami terpengaruh oleh Revolusi Islam Iran dari sisi politik, namun tidak terpengaruh oleh karakter keaagamaan sektarian, gerakan Jihad Islam adalah gerakan Islam Sunni, dan ini merupakan identitas kami.â€
Pada bagian pertama wawancara yang ditayangkan Al-Jazeera pada 23 Oktober lalu dia juga berbicara mengenai Iran dengan menyebutnya sebagai sekutu PIJ dan bangsa Palestina karena memiliki pendirian yang tegas, getol memusuhi Israel dan gigih menyokong perlawanan Palestina.
“Kami dan Iran dalam satu aliansi, Iran menyokong resistensi dan mendukungnya secara politik, semua gerakan Islam semula mendukung revolusi Islam Iran, tapi kemudian banyak yang berubah (sikap),†ujarnya saat itu.
Dia juga mengatakan, “Iran anti AS dan Israel, menyokong resistensi, sementara rezim-rezim resmi Arab bersekutu dengan Israel dan Barat, tak mendukung resistensi. Jadi, Iranlah negara yang menyokong gerakan Jihad Islam dan semua faksi resistensi Palestina.â€
Dia menilai sangatlah berlebihan anggapan sementara orang bahwa Iran mengendalikan aneka peristiwa di lapangan dan peperangan Gaza melawan Israel. (raialyoum)
Parah, Presiden Ukraina Tebar Hoax dengan Gunakan Foto Editan Drone Iran
Dalam beberapa hari terakhir beredar sebuah foto Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berdiri berpose di samping sebuah pesawat nirawak (UAV/drone) berukuran kecil yang tergeletak di tanah.

Diklaim bahwa dalam foto itu terlihat dia sedang berpose dengan sebuah drone Shahed 136 buatan Iran yang, konon, digunakan oleh tentara Rusia dalam serangan terhadap Ukraina belakangan ini.
Namun demikian, diketahui bahwa foto itu hanyalah gambar hasil rekayasa picisan melalui program editing semisal Photoshop dan teknik green screen (layar hijau).Saluran berita Al-Alam milik Iran, Ahad (30/10), melaporkan banyak pegiat medsos dari berbagai penjuru dunia yang segera mengendus kepalsuan foto tersebut, dan lalu membongkar hoax ini dengan menganalisa pencahayaan, kualitas dua obyek dalam foto serta ukurannya.
Antara lain disebutkan bahwa kejanggalan yang paling mencolok ialah bahwa panjang faktual drone Shahed 136 mencapai 3,5 meter dan lebar 2,5 meter, sedangkan tinggi Zelensky 170 cm, sementara apa yang terlihat dalam foto itu tidak sesuai dengan komparasi faktual ukuran antara dua obyek tersebut. (alalam)







