Jakarta, ICMES. Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei, merilis sebuah pesan terkait dengan tragedi serangan teror yang menerjang Makam Suci Shah Cheragh atau makam Sayid Ahmad bin Musa Al-Khadim, di kota Shiraz yang menyebabkan belasan orang terbunuh dan puluhan lainnya terluka pada hari sebelumnya.

Sekjen Hizbullah Sayyid Nasrallah menyebut penandatanganan damarkasi perbatasan maritim Lebanon-Israel baru-baru ini sebagai pengalaman berharga dan sangat penting bagi Lebanon dan kubu resistensi.
Berita Selengkapnya:
Ayatullah Khamenei Kutuk Serangan Teror di Makam Suci, Rakyat Iran akan Adakan Aksi Nasional
Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Kamis (27/10), merilis sebuah pesan terkait dengan tragedi serangan teror yang menerjang Makam Suci Shah Cheragh atau makam Sayid Ahmad bin Musa Al-Khadim, di kota Shiraz yang menyebabkan belasan orang terbunuh dan puluhan lainnya terluka pada hari sebelumnya.
Berikut ini adalah pesan lengkap Ayatullah Khamenei yang diterjemahkan dari teks bahasa Persia yang dimuat oleh situs Tasnim;
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Kejahatan keji di Haram Suci Hazrat Ahmad bin Musa as, yang telah menggugurkan dan melukai puluhan orang pria, wanita dan anak kecil tak berdosa telah membuat semua hati berduka cita.
Pelaku atau para pelaku kejahatan yang menyedihkan ini pasti akan mendapat hukuman, namun kesedihan banyak orang serta ternodainya kesucian Haram Ahlul Bait as tak akan tertebuskan kecuali dengan menyelidiki asal muasal tragedi ini dan memberikan tindakan tegas dan bijaksana atasnya.
Kita semua bertanggungjawab menghadapi kaki tangan musuh penyulut api dan para antek pengkhianat ataupun orang bodoh dan lalai. Mulai dari badan-badan penjaga keamanan dan Lembaga Pengadilan hingga para pegiat di ranah pemikiran dan tabligh serta seluruh rakyat yang mulia harus bergandeng tangan menghadapi aliran yang tak peduli dan tak pula menghargai jiwa dan keamanan serta kesucian rakyat.
Rakyat yang mulia dan badan-badan yang bertanggungjawab pasti akan dapat mengatasi konspirasi musuh, insya Allah.
Saya bertasliat kepada keluarga korban peristiwa ini serta kepada rakyat Shiraz dan seluruh bangsa Iran, dan memohon kepada Allah untuk kesembuhan para korban luka.
Sayid Ali Khamenei
27 Oktober 2022
Diberitakan sebelumnya bahwa tak kurang dari 15 orang gugur dan sekira 40 lainnya terluka akibat serangan seorang teroris yang dilancarkan dengan memberondongkan peluru senapan secara membabi buta di dalam bangunan makam tersebut sebelum kemudian berhasil ditangkap hidup-hidup.
Kelompok teroris ISIS mengaku bertanggungjawab atas serangan itu, sementara pihak berwenang menyatakan bahwa pelakunya adalah kelompok ekstrimis takfiri beraliran Salafi/Wahhabi.
Dalam peristiwa lain, dua orang anggota pasukan relawan Basij terbunuh oleh serangan teror di kota Amul, ibu kota Provinsi Mazandaran, Iran utara, Kamis.
Sementara itu, rakyat Iran akan menggelar aksi nasional untuk menandai kutukan mereka terhadap gelombang serangan teror yang melanda negara mereka.
Dewan Koordinasi Propaganda Islam Iran mengumumkan bahwa unjuk rasa akbar akan digelar usai shalat Jumat (28/10). Lembaga ini menyerukan kepada rakyat Iran untuk berpartisipasi dalam aksi ini. (tasnim/alalam)
Sayid Nasrallah Sebut Perjanjian Perbatasan Maritim dengan Israel “Kemenangan Besar†bagi Lebaon
Sekjen Hizbullah Sayyid Nasrallah menyebut penandatanganan damarkasi perbatasan maritim Lebanon-Israel baru-baru ini sebagai pengalaman berharga dan sangat penting bagi Lebanon dan kubu resistensi.
Nasrallah juga mengumumkan dalam sebuah pidato pada kesempatan pembukaan pameran darat, Kamis (27/10), mengumumkan “berakhirnya semua tindakan khusus yang diumumkan oleh kubu resistensi (Hizbullah) setelah kami menyelesaikan dokumen terkait dengan berkas demarkasi perbatasan.”
Sayyid Nasrallah menambahkan, “Apa yang terjadi adalah kemenangan besar bagi Lebanon sebagai sebuah negara, bangsa, dan kubu resistensi.”
Menanggapi asumsi bahwa penandatanganan perjanjian itu merupakan langkah menuju normalisasi hubungan dengan Israel, Sekjen Hizbullah menegaskan, “Fakta penandatanganan demarkasi perbatasan dari segi bentuk menegaskan bahwa pembicaraan apapun tentang normalisasi tidaklah berdasar dan gila. â€
Dia menambahkan, “Menghadapi beberapa pengamatan dan masalah yang telah diangkat sejak awal negosiasi dan apa yang telah dicapai, tampaknya beberapa orang terkejut dan mulai mengucapkan kata-kata yang tidak mereka mengerti.â€
Dia menekankan bahwa “apa yang terjadi bahkan dalam bentuk menegaskan bahwa pembicaraan tentang normalisasi tidaklah berdasar.”
Dia beralasan,”Negosiasi mengenai demarkasi ini semuanya (dilakukan secara) tidak langsung, delegasi Lebanon dan Israel tidak bertemu di bawah satu atap. Dokumen yang akan disimpan Lebanon tidak memiliki tanda tangan Israel, dan pejabat di Lebanon telah bertindak cermat agar tidak ada kecurigaan mengenai normalisasi.”
Sayid Nasrallah juga mengatakan, “Berkas demarkasi bukan perjanjian internasional dan tidak mencakup normalisasi dengan Israel, yang mengaku tidak memperoleh jaminan keamanan. Hari ini, Lebanon telah mencapai tahap penting yang akan menempatkannya di depan babak baru.”
Dia mengatakan bahwa pada Sabtu malam (29/10) masih akan menyampaikan pidato yang akan memberikan penjelasan lebih luas mengenai perjanjian perbatasan maritim Lebanon-Israel. (raialyoum)







