Jakarta, ICMES. Belasan orang terbunuh dan beberapa lainnya terluka setelah seorang teroris bersenjata senapan menyerang sebuah tempat ziarah di provinsi Fars, barat daya Iran,

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memuji apa disebutnya “tren positif” dalam hubungan Ukraina dengan Israel, setelah keduanya berbagi informasi intelijen, terutama mengenai “400 drone Iran” yang digunakan oleh Rusia untuk mendukung invasinya.
Di tengah gentingnya situasi di Tepi Barat yang semakin diwarnai konfrontasi antara pasukan Zionis Israel dan para pejuang Palestina, Rezim Zionis Israel, Rabu (26/10), mengumumkan bahwa pertemuan Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Israel Isaac Herzog di Gedung Putih malah berfokus pada isu Iran.
Berita Selengkapnya:
Serangan Teroris Wahhabi Takfiri Tewaskan Belasan Orang di Iran
Belasan orang terbunuh dan beberapa lainnya terluka setelah seorang teroris bersenjata senapan menyerang sebuah tempat ziarah di provinsi Fars, barat daya Iran, Rabu (26/10).
Wakil direktur bidang politik, keamanan, dan sosial di kantor gubernur provinsi Fars, Esmail Mohebbi-Pour, mencatat jumlah korban tewas mencapai 15 orang.
Menurut media pemerintah, setidaknya 40 lainnya terluka dalam serangan terhadap petilasan Shah Cheragh di Shiraz, sebuah monumen yang luas dan situs ziarah yang berasal dari abad ke-12 dan dikaitkan dengan Sayid Ahmad bin Musa Al-Kadhim.
Mengenai rincian tentang serangan yang terjadi sekitar pukul 17:45 waktu setempat itu komandan polisi provinsi Fars mengatakan penyerang tunggal melepaskan tembakan membabi buta ke peziarah dan kemudian terluka dan ditangkap oleh petugas keamanan.
Kantor Berita Nour News, yang berafiliasi dengan badan keamanan utama Iran, mengatakan bahwa pelaku adalah warga negara asing.
Kantor berita resmi Iran IRNA melaporkan bahwa korban meninggal antara lain dua anak dan seorang wanita.
Seorang saksi mata mengatakan kepada wartawan bahwa teriakan keras terdengar di ruang khusus wanita pada saat adzan dan tiba-tiba terlihat seorang pria bersenjata dengan senapan Kalashnikov melepaskan tembakan secara membabi buta.
Gubernur provinsi Fars mengatakan bahwa teroris pertama-tama menyerang pelayan dan penjaga makam, dan bermaksud menyerang salat berjamaah, namun salah seorang pelayan menutup pintu untuknya.
Sebuah rekaman video beredar di media Iran dan memperlihatkan detik-detik masuknya penyerang sebelum kemudian melepaskan tembakan.
Sumber keamanan mengatakan kepada kantor berita Tasnim bahwa pelaku serangan adalah elemen takfiri Wahhabi.
Reuters melaporkan bahwa kelompok teroris ISIS melalui akunnya di kanal Telegram mengaku bertanggungjawab atas serangan tersebut, sementara aparat keamanan Iran masih melakukan penyelidikan.
Presiden Iran Sayid Ebrahim Raeisi menegaskan negaranya akan memberikan tanggapan yang menjerakan dan menghancurkan terhadap pihak-pihak yang berada di balik serangan teror mematikan tersebut.
“Karena gagal, musuh-musuh Iran membalas melalui kekerasan dan terorisme, dan mengupakan perpecahan pada barisan rakyat Iran dan kemajuan mereka,†katanya.
Dia bersumpah,â€Aksi teror ini tak akan berlalu tanpa tanggapan, dan pasukan keamanan internal akan memberikan pukulan telak terhadap para teroris.†(alalam/presstv)
Hubungan Ukraina dan Israel Alami Tren Positif Usai Berbagi Informasi Intelijen Mengenai Drone Iran
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memuji apa disebutnya “tren positif” dalam hubungan Ukraina dengan Israel, setelah keduanya berbagi informasi intelijen, terutama mengenai “400 drone Iran” yang digunakan oleh Rusia untuk mendukung invasinya.
“Jadi kita berada di awal kerja sama, Ini adalah tren positif dalam hubungan dengan Israel,” kata Zelensky pada konferensi pers di Kyiv dengan sejawatnya dari Guinea-Bissau Omar Sissoko Embalo, Rabu (26/11).
“Saya puas dengan beberapa hari terakhir, kami sudah mulai bekerja, semua orang menginginkan hubungan yang lebih erat,†imbuhnya.
Tetapi Zelensky juga mengatakan, “Hari ini, itu tidak cukup. Israel adalah negara yang tahu betul apa sebenarnya perang itu, dan saya pikir itu harus memberikan lebih banyak dukungan ke Ukraina.â€
Dia mengklaim, “Intelijen yang dibagikan saat ini menegaskan sekali lagi bahwa layanan kami tahu; sekira 400 drone Iran digunakan terhadap warga sipil Ukraina. 60-70 persen di antaranya tertembak jatuh.â€
Teheran dan Moskow telah berulang kali membantah tuduhan demikian dalam beberapa hari terakhir.
Sehari sebelumnya, Zelensky terang-terangan meminta Israel untuk bergabung secara langsung dalam perang melawan Rusia. Dia juga kembali ‘memohon’ agar negara Yahudi itu mau berbagi sistem pertahanan udara Iron Dome.
Dalam pidatonya pada konferensi untuk surat kabar Israel Haaretz, Zelensky mendesak Israel untuk menentukan pilihannya secara tegas.
“Bukankah sudah waktunya bagi negaramu untuk memilih ada di pihak siapa?” katanya, seperti dikutip Reuters, Selasa. (raialyoum)
Tepi Barat Bergolak, AS dan Israel Malah Fokus ke Isu Iran
Di tengah gentingnya situasi di Tepi Barat yang semakin diwarnai konfrontasi antara pasukan Zionis Israel dan para pejuang Palestina, Rezim Zionis Israel, Rabu (26/10), mengumumkan bahwa pertemuan Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Israel Isaac Herzog di Gedung Putih malah berfokus pada isu Iran.
Kepada wartawan menjelang pertemuan itu, Biden dan Herzog sama-sama tak menyinggung masalah di Tepi Barat meskipun ketegangan dan kekerasan meningkat, terutama di kota Nablus di mana enam warga Palestina gugur pada minggu ini.
Sebaliknya, Herzog saat duduk di sebelah Biden di Kantor Oval menyerukan reaksi keras terkait dengan protes anti-pemerintah di Iran.
“Ini adalah contoh Iran menghancurkan warganya sendiri sambil bergerak maju menuju senjata nuklir dan memasok senjata mematikan yang membunuh warga tak berdosa di Ukraina. Saya pikir, tantangan Iran akan menjadi tantangan besar untuk dibahas,†kata Herzog.
Dalam sebuah pernyataan yang menggambarkan pembicaraan tersebut, Gedung Putih menyebutkan bahwa Biden “menekankan pentingnya mengambil langkah-langkah untuk meredakan situasi keamanan di Tepi Baratâ€.
Setelah pertemuan itu, presiden Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kedua pemimpin membahas “terutama masalah pengejaran senjata nuklir Iran”.
Sementara Teheran menyangkal mengejar senjata nuklir, Israel terus menentang upaya diplomatik antara AS dan Iran untuk pemulihan kesepakatan nuklir tahun 2015.
Israel, satu di antara empat negara yang enggan menandatangani Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir, secara luas diyakini memiliki persenjataan nuklir rahasia.
Di pihak lain, Biden mengulangi pernyataan pro-Israel yang telah berulang kali dia gunakan dalam karir politiknya selama beberapa dekade.
“Jika tidak ada Israel, kita harus menciptakannya,†katanya menjelang pertemuan.
Dia juga menekankan komitmen “kuat” AS untuk Israel dan menyoroti perjanjian yang ditengahi Washington belakangan ini untuk menetapkan perbatasan maritim permanen antara Israel dan Lebanon.
Para advokat mempertanyakan mengapa Biden, yang telah berjanji untuk menempatkan isu HAM di pusat kebijakan luar negeri AS, tak mengangkat masalah pelanggaran Israel baru-baru ini terhadap warga Palestina dalam komentarnya kepada wartawan menjelang pembicaraan dengan Herzog. (aljazeera)







