Jakarta, ICMES. Angkatan Bersenjata Yaman kubu Sanaa melancarkan serangan drone ke Pelabuhan Al-Dhaba di timur kota Mukalla, provinsi Hadhramaut, Yaman timur.

Pasukan Zionis Israel menembak mati seorang remaja Palestina dan melukai tiga lainnya dalam serangan semalam di kamp pengungsi Jenin di bagian utara Tepi Barat utara, sementara empat orang Zionis terluka dalam bentrokan dengan warga Palestina.
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengecam “intimidasi†AS terhadap Arab Saudi menyusul keputusan OPEC+ mengurangi produksi minyak meskipun ditentang oleh AS.
Berita Selengkapnya:
Cegah Penjarahan Minyak Taman, Pasukan Sanaa Gempur Pelabuhan di Hadhramaut
Angkatan Bersenjata Yaman kubu Sanaa melancarkan serangan drone ke Pelabuhan Al-Dhaba di timur kota Mukalla, provinsi Hadhramaut, Yaman timur, Jumat (21/10).
Koresponden Al-Alam melaporkan bahwa serangan itu dilancarkan dengan tiga drone hingga menimbulkan serangkaian ledakan di pelabuhan tersebut ketika sebuah kapal asing datang untuk mengakut minyak Yaman melalui pelabuhan Al-Dhaba.
Angkatan Bersenjata Yaman menyebut serangan itu sebagai “peringatan sederhana†untuk mencegah kapal itu “menjarah minyak mentah Yaman†dari Pelabuhan Dhaba di provinsi Hadhramaut yang dikuasai oleh pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.
Jubir Angkatan Bersenjata Yaman Yahya Saree menyatakan serangan itu merupakan peringatan atas berlanjutnya aksi penjarahan secara besar-besaran terhadap kekayaan minyak Yaman yang seharusnya dimanfaatkan oleh bangsa Yaman sendiri, termasuk untuk membayar gaji para pegawai dan peningkatan layanan publik.
Dia menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman tidak akan ragu untuk melaksanakan tugas mereka menghentikan dan mencegah kapal apa pun yang mencoba untuk menjarah kekayaan Yaman.
“Kami kembali memperingatkan kepada semua perusahaan lokal dan asing untuk patuh sepenuhnya kepada keputusan otoritas di Sanaa agar menjauh dari segala bentuk partisipasi dalam penjarahan kekayaan Yaman,†tegasnya.
Peristiwa ini merupakan eskalasi besar pertama sejak gencatan senjata yang dimediasi PBB gagal diperpanjang di tengah perselisihan kubu Sanaa (Ansarullah/Houthi) dengan kubu lawannya yang didukung pasukan koalisi mengenai pembayaran gaji sektor publik di daerah-daerah Yaman yang dikuasai Ansarullah.
Sektor minyak Yaman lumpuh sejak tahun 2015 akibat invasi militer pasukan koalisi. Administrasi Informasi Energi AS memperkirakan bahwa Yaman memiliki cadangan minyak yang terkonfirmasi sekira tiga miliar barel.
Otoritas Operasi Perdagangan Maritim Inggris mengatakan pihaknya mengetahui laporan insiden di dekat kota Ash Shihr itu dan menyebutkan bahwa kapal dan awaknya aman.
Data Refinitiv menunjukkan bahwa kapal tanker minyak Nisos, yang mengibarkan bendera Kepulauan Marshall, bergerak di kawasan itu namun masih di luar Pelabuhan Dhaba di Teluk Aden.
Utusan Khusus PBB Hans Grundberg mengaku akan terus mendesakkan kesepakatan yang lebih luas antara kedua pihak yang bertikai, yang sudah berada di bawah tekanan internasional yang kuat untuk mencapai kesepakatan.
Gencatan senjata sebagian besar telah berhasil menghentikan kekerasan di Yaman serta memungkinkan beberapa kapal bahan bakar memasuki pelabuhan Hodeidah dan mengoperasikan penerbangan komersial dari Sanaa, yang keduanya berada di bawah kendali Ansarullah. (alalam/raialyoum)
Pasukan Israel Bunuh Satu Remaja Palestina dan Lukai Tiga Lainnya
Pasukan Zionis Israel menembak mati seorang remaja Palestina dan melukai tiga lainnya dalam serangan semalam di kamp pengungsi Jenin di bagian utara Tepi Barat utara, sementara empat orang Zionis terluka dalam bentrokan dengan warga Palestina.
Kantor berita resmi Palestina Wafa, Jumat (21/10), mengutip keterangan sumber-sumber lokal bahwa remaja bernama Salah Briki, 19 tahun, terluka parah ketika kendaraan militer Israel menyerbu kamp Jenin pada dini hari Jumat, dan bentrokan meletus antara pasukan Israel dan para pejuang Palestina.
Kementerian Kesehatan Palestina kemudian mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa Briki meninggal karena luka yang dideritanya di leher.
Pasukan Israel dilaporkan mendobrak sejumlah rumah di kamp tersebut, dan menangkap seorang pemuda bernama Baraa Kifah Alawneh.
Perkembangan itu terjadi manakala seorang remaja Palestina bernama Mohammad Fadi Nouri, 16 tahun, gugur pada hari Kamis karena luka yang dideritanya sejak satu bulan lalu akibat tembakan tentara Israel di Tepi Barat.
Orang-orang Palestina di wilayah pendudukan Quds Timur dan Tepi Barat pada hari Kamis melancarkan aksi mogok umum dan menyerukan konfrontasi dengan pasukan Israel, menyusul gugurnya pemuda Uday Tamimi, 22 tahun, dalam kontak senjata dengan orang Israel pada malam sebelumnya.
Rezim Zionis Israel menyatakan bahwa Al-Tamimi adalah pelaku penembakan pada 8 Oktober di pos pemeriksaan utama ke kamp pengungsi Shuafat di al-Quds Timur, yang telah menyebabkan satu tentara Israel tewas dan satu lainnya terluka.
Pasukan Israel belakangan ini melancarkan serangan dan pembunuhan pada malam hari di utaraTepi Barat, terutama Jenin dan Nablus, di mana kelompok baru pejuang perlawanan Palestina telah dibentuk dengan nama Arin Al-Usud (Sarang Singa).
Pusat Informasi Palestina Maaty menyatakan pihaknya pada hari Jumat telah memantau 74 aksi perlawanan di Tepi Barat dan Quds selama 24 jam terakhir, terutama delapan penembakan dan konfrontasi pemukim Zionis, di mana empat pemukim terluka.
Konfrontasi orang Palestina dengan pasukan pendudukan berlanjut di lingkungan Quds dan sekitarnya, di mana pemuda Palestina melemparkan batu dan bom molotov ke pasukan pendudukan, menghadapi para pemukim, dan melukai seorang pemukim di dekat permukiman Atarot.
Para pejuang Palestina melepaskan tembakan ke pos pemeriksaan Al-Jalama dan menyerang pos pemeriksaan Salem dan Dotan dengan bahan peledak, serta terjadi bentrok dengan pasukan pendudukan dalam insiden serbuan pasukan Zionis ke Jenin.
Dua pemukim Zionis terluka oleh batu yang dilemparkan ke kendaraan pemukim di dekat pemukiman Karnei Shomron di Qalqilya, dan pemukim lain terluka di dekat kota Husan di Betlehem.
Sejak awal tahun ini, setidaknya 175 warga Palestina telah dibunuh oleh pasukan Israel, termasuk 51 warga Palestina selama serangan tiga hari Israel di Gaza pada Agustus, menurut kementerian kesehatan Palestina. (presstv/raialyoum)
Turki: Daripada Tekan Saudi, AS Sebaiknya Cabut Sanksinya terhadap Iran
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengecam “intimidasi†AS terhadap Arab Saudi menyusul keputusan OPEC+ mengurangi produksi minyak meskipun ditentang oleh AS.
“Kami melihat bahwa sebuah negara telah mengancam Arab Saudi, terutama baru-baru ini. Intimidasi ini tidak benar,†kata Cavusoglu pada konferensi pers di Turki selatan, Jumat (21/10).
Presiden AS Joe Biden pekan lalu mengatakan bahwa hubungan AS-Saudi akan menghadapi “konsekuensi” setelah OPEC + memutuskan untuk mengurangi produksi minyaknya.
Menteri Luar Negeri Saudi Faisal bin Farhan menegaskan bahwa keputusan OPEC + itu murni bermotif ekonomi, yang diambil oleh negara-negara anggota dengan suara bulat.
“Kami pikir tidak tepat bagi AS untuk menggunakannya sebagai elemen tekanan terhadap Arab Saudi atau negara lain dengan cara ini,” kata Cavusoglu. Menurut Rai Al-Youm, negara lain yang dimaksud adalah Iran.
Turki, negara pengimpor minyak, tahun ini berusaha memulihkan hubungannya dengan Arab Saudi, setelah hubungan antara keduanya memburuk akibat kasus pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi pada 2018.
Turki saat ini mencari dukungan keuangan eksternal untuk meningkatkan ekonominya yang dilanda krisis menjelang pemilu tahun depan.
Pada April lalu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengadakan pembicaraan langsung dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman di Saudi, setelah pengadilan Turki menutup persidangan pembunuhan Khashoggi. (raialyoum)







