Jakarta, ICMES. Iran menyatakan ada puluhan negara yang telah secara resmi mengajukan permohonan pembelian pesawat nirawat (UAV/drone) buatannya.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) dilaporkan sedang mempertimbangan penurunan taraf hubungan diplomatik dan militernya dengan Arab Saudi.
Australia menyatakan tidak akan lagi mengakui Quds (Yerusalem) Barat sebagai ibu kota Israel, dan dengan demikian Canberra membatalkan keputusan yang diambil Negeri Kanguru ini di masa pemerintahan Mantan Perdana Menteri Scott Morrison pada 2018.
Berita Selengkapnya:
Pertama Kali, Iran Ungkap Jumlah Puluhan Negara Pemesan Drone Buatannya
Iran menyatakan ada puluhan negara yang telah secara resmi mengajukan permohonan pembelian pesawat nirawat (UAV/drone) buatannya.
Penasehat Pemimpin Besar Iran untuk urusan militer, Mayjen Rahim Safavi, Selasa (18/10), menyatakan tak kurang dari 22 negara telah mengirim permohonan untuk membeli drone Iran.
“Negara-negara calon pembeli drone Iran saat ini ialah Armenia, Tajikistan, Serbia, Aljazair, Venezuela, dan negara-negara lain,†ujarnya.
“Iran, yang dulu mengimpor 80% kebutuhan militernya dari luar negeri sebelum kemenangan Revolusi Islam, kini memroduksi 80% peralatan pertahanannya,†lanjutnya.
Sehari sebelumnya, media Israel mengklaim bahwa drone “Shahed 136” buatan Iran berhasil menantang tentara Ukraina.
Website Walla Israel menyebutkan, “Israel mengikuti dengan cermat lintasan yang akan mempengaruhi konflik di masa depan melawan Iran atau sekutunya di kawasan.
Walla menambahkan bahwa “meningkatnya penggunaan drone menantang sistem pertahanan Ukraina.”
Iran telah beberapa kali, termasuk pada hari Selasa, membantah tuduhan menyuplai drone ke Rusia untuk perang di Ukraina.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanani menyebut tuduhan itu “tidak berdasar,” yang dibuat atas dasar “informasi yang salah dan praduga yang bermaksud buruk.”
Klaim tersebut, tambahnya, disebarkan sebagai bagian dari kampanye politik dan berorientasi pada tujuan yang dikelola oleh media beberapa negara.
Di hari yang sama, Rusia juga menepis laporan dan klaim bahwa Rusia menggunakan drone Iran dalam serangannya di Ukraina.
Saat menanggapi pertanyaan wartawan apakah Moskow menggunakan drone Iran di Ukraina, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, “Kami tidak memiliki informasi seperti itu.â€
Dia menambahkan bahwa teknologi Rusia digunakan dengan nama Rusia. (irna/tasnim/presstv)
AS Pertimbangkan Penurunan Hubungan Diplomatik dan Militernya dengan Saudi
Pemerintah Amerika Serikat (AS) dilaporkan sedang mempertimbangan penurunan taraf hubungan diplomatik dan militernya dengan Arab Saudi.
Dikutip Rai Al-Youm, Selasa (18/10), saluran NBC News yang berbasis di Amerika Serikat (AS) melaporkan, “Pemerintahan Presiden AS Joe Biden sedang mempertimbangkan untuk mendesak perusahaan-perusahaan AS untuk tidak memperluas hubungan perdagangan mereka dengan Arab Saudi, sebagai tanggapan atas kepemimpinan Riyadh di OPEC dalam pengurangan produksi minyak.â€
NBC News mengungkapkan bahwa menurut keterangan para pejabat, pemerintahan Biden tidak akan mengirim pejabat apa pun ke konferensi investasi Davos in the Desert di Arab Saudi minggu depan, dan bahwa penarikan investasi komersial AS dari Saudi dapat mempengaruhi kerajaan ini tanpa mempengaruhi AS, yang berusaha mencapai tujuannya, termasuk menyatukan orang-orang Arab dan Israel melawan Iran.
Saluran itu menambahkan, “Washington sedang mempertimbangkan untuk mengurangi hubungan diplomatik dan militernya dengan Arab Saudi hingga tanggal pertemuan OPEC berikutnya pada 4 Desember,â€
Menurut NBC News, seorang pejabat AS mengatakan bahwa pertemuan “OPEC +†berikutnya akan sangat penting dalam menentukan nasib hubungan AS-Saudi, dan itu akan diadakan beberapa hari sebelum berlakunya keputusan pengenaan batas harga yang lebih tinggi untuk minyak Rusia. (raialyoum)
Australia Batal Akui Quds Sebagai Ibu Kota Israel
Australia menyatakan tidak akan lagi mengakui Quds (Yerusalem) Barat sebagai ibu kota Israel, dan dengan demikian Canberra membatalkan keputusan yang diambil Negeri Kanguru ini di masa pemerintahan Mantan Perdana Menteri Scott Morrison pada 2018.
“Hari ini Pemerintah telah menegaskan kembali posisi sebelumnya dan lama Australia bahwa Yerusalem adalah masalah status akhir yang harus diselesaikan sebagai bagian dari negosiasi damai antara Israel dan rakyat Palestina,†kata Menteri Luar Negeri Penny Wong dalam sebuah pernyataan.
“Ini membalikkan pengakuan Pemerintah Morrison atas Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel,†imbuhnya.
Wong menegaskan bahwa kedutaan Australia akan tetap berada di Tel Aviv, dan Canberra berkomitmen pada solusi dua negara “di mana Israel dan negara Palestina masa depan hidup berdampingan, dalam perdamaian dan keamanan, dalam perbatasan yang diakui secara internasionalâ€.
Dia menambahkan, “Kami tidak akan mendukung pendekatan yang merusak prospek ini.”
Status Quds merupakan salah satu poin terbesar dalam upaya pencapaian kesepakatan damai antara Israel dan Palestina.
Israel menganggap seluruh kota Quds, termasuk sektor timur yang dicaploknya setelah perang Timur Tengah 1967, sebagai ibu kotanya.
Di pihak lain, para pejabat Palestina, dengan dukungan internasional yang luas, menginginkan Quds Timur sebagai ibu kota negara masa depan yang mereka harap dapat didirikan di wilayah pendudukan Tepi Barat dan Jalur Gaza. (aljazeera)







