Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 12 Oktober 2022

Jakarta, ICMES. Seorang tentara Rezim Zionis Israel  tewas ditembak pejuang Palestina di dekat pemukiman ilegal Zionis di wilayah pendudukan Tepi Barat dalam serangan kedua kalinya terhadap pasukan Zionis dalam beberapa hari terakhir.

Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menyatakan bahwa pendiri Republik Islam Iran Imam Khomaini telah mengubah titik perselisihan antara Sunni dan Syiah mengenai tanggal kelahiran atau maulid Nabi Muhammad saw menjadi titik persatuan Islam.

Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menyatakan bahwa Lebanon sedang menyongsong “saat-saat yang menentukan” terkait dengan sengketa perbatasan dengan Israel serta tindakan Israel secara sepihak mengekstrasi migas di zona sengketa.

Brigjen(purn.) Israel, Amir Avivi, menilai kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon berhasil menundukkan Israel.

Berita Selengkapnya:

Lagi, Pejuang Palestina Habisi Satu Tentara Israel di Tepi Barat

Seorang tentara Rezim Zionis Israel  tewas ditembak pejuang Palestina di dekat pemukiman ilegal Zionis di wilayah pendudukan Tepi Barat dalam serangan kedua kalinya terhadap pasukan Zionis dalam beberapa hari terakhir.

Tentara Israel mengatakan satu anggotanya yang bernama Ido Baroukh, 21 tahun,  terbunuh ketika “dua penyerang tiba di sebuah kendaraan yang berdekatan dengan komunitas Shavei Shomron dan melepaskan tembakan langsung” pada hari Selasa (11/10).

Lions’ Den, sebuah koalisi longgar pejuang Palestina yang muncul sejak beberapa bulan lalu, mengaku bertanggungjawab atas serangan tersebut.

“Kami mengumumkan terlaksananya operasi penembakan kedua terhadap tentara pendudukan (Israel) di daerah Deir Sharaf, sebelah barat Nablus,” ungkap koalisi itu.

Daerah itu terletak di antara Nablus dan Jenin, dua kota Palestina yang menjadi ajang serangan intensif pasukan Zionis dalam setengah tahun terakhir menyusul gelombang serangan para pejuang Palestina di kota-kota Israel.

Militer Israel mengaku sedang memburu pelaku serangan terbaru di daerah itu dengan mengerahkan pasukan dan memeriksa kendaraan.

Dalam sebuah posting Twitter, Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz berjanji dia akan “mendapatkan teroris dan mereka yang membantunya”.

Penembakan itu terjadi tiga hari setelah seorang tentara Israel berusia 18 tahun ditembak mati di sebuah pos pemeriksaan oleh kamp pengungsi Palestina Shuafat di Quds timur.

Pasukan Israel terus memburu pelaku, yang diidentifikasi oleh polisi sebagai warga Palestina berusia 22 tahun di kota itu.

Pasukan Israel menutup pintu masuk ke kamp pengungsi dan PBB menyatakan sekolah di sana tutup pada Senin lalu. (aljazeera)

Sayid Nasrallah:  Imam Khomaini Sulap Perselisihan Tanggal Maulid Nabi saw sebagai Titik Persatuan

Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menyatakan bahwa pendiri Republik Islam Iran Imam Khomaini telah mengubah titik perselisihan antara Sunni dan Syiah mengenai tanggal kelahiran atau maulid Nabi Muhammad saw menjadi titik persatuan Islam.

Dalam pidato pada peringatan Maulid Nabi saw, milad Imam Jakfar Al-Shadiq ra dan Pekan Persatuan Islam, Selasa (11/10), Sayid Nasrallah mengatakan, “Imam Khomaini telah mengubah titik perselisihan mengenai maulid Rasul saw menjadi titik pertemuan, dan membangun sebuah jembatan bernama Pekan Persatuan Islam antara 12 dan 17 Rabiul Awal.”

Dia menjelaskan, “Memperlakukan titik-titik perselisihan haruslah proporsional tanpa membesar-besarkannya, dan jika perselisihan itu terkendalikan oleh hasrat kepada pertemuan dan persatuan maka kita dapat mewujudkan solusi. Kita harus berfokus pada titik persamaan dan saling pengertian.”

Dia menilai gebyar peringatan Maulid Nabi saw di dunia Arab dan Islam mengalami perkembangan, dan umat Islam sudah seharusnya merasakan kebahagiaan pada peringatan agung ini.

“Kami akan berusaha untuk bergembira, meski sebenarnya abad silam dan tahun-tahun lalu serta apa yang mendera dunia Arab dan Islam kita serta bangsa Palestina dan bangsa-bangsa kita akibat (serangan) musuh, Israel, tak  menyisakan tempat bagi untuk bergembira,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, “Sepeninggal Rasul saw, beliau akan terus dikenang dan tetap hadir kuat dengan berkah dan berbagai prestasi besarnya sampai hari kiamat.” (alalam)

Sekjen Hizbullah: Kita Sedang Menyongsong Saat-Saat yang Menentukan Soal Perselisihan Perbatasan dengan Israel

Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menyatakan bahwa Lebanon sedang menyongsong “saat-saat yang menentukan” terkait dengan sengketa perbatasan dengan Israel serta tindakan Israel secara sepihak mengekstrasi migas di zona sengketa.

Dalam pidatonya pada peringatan Maulid Nabi saw, Milad Imam Jakfar al-Shadiq ra dan Pekan Persatuan Islam, Selasa (11/10), dia menjelaskan, “Selama beberapa minggu terakhir, kami memantau sikap-sikap yang saling bertentangan dan saling menuduh, ada perpecahan tajam dalam sikap Israel, dan kami akan menunggu sampai perunding Israel pergi ke Naqoura dengan mekanisme yang disepakati di mana kita dapat mengatakan bahwa ada suatu kesepakatan atau kesepahaman.”

Dia menambahkan: “Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok dan lusa.. Kita harus berhati-hati karena ada orang yang dapat mengubah pendapatnya setiap saat, dan negosiasi itu berat dan sulit.”

Mengenai peringatan yang pernah dilakukan Hizbullah terhadap Israel dengan menerbangkan drone ke ladang gas Karish di zona sengketa, Sayid Nasrallah mengatakan, “Setelah drone, kita tak perlu mengirim yang lain-lain, atau melakukan manuver, sebab tujuan saat itu ialah memberi pemahaman kepada musuh bahwa kubu resistensi serius…. Bagi kami di kubu resistensi, laut kami (Lebanon) membentang hingga ke Gaza, dan ketika nanti Palestina merdeka, kita tak kan berselisih dengan saudara kita orang-orang Palestina mengenai perbatasan maritim.”

Mengenai kemelut Palestina, Sayyid Nasrallah mengatakan bahwa “apa yang terjadi di Tepi Barat mengejutkan entitas musuh dan semua kekuatan politiknya.”

Dia menjelaskan, “Banyak hal yang dilakukan pihak resistensi serta disaksikan, didengar dan disadari oleh Israel, dan tidak dilihat oleh orang melalui kegiatan yang menyampaikan pesan… Pejuang resistensi di Tepi Barat sekarang memerlukan semua bentuk solidaritas; politik, propaganda dan kerakyatan.”

Dia menilai para pejuang di Tepi Barat memiliki kemampuan untuk mengubah perimbangan dan membekukan banyak impian Israel.

Mengenai keputusan Gerakan Perlawanan Palestina, Hamas, untuk memulihkan dan memperkuat hubungan dengan Suriah, Sayid Nasrallah menilainya sebagai keputusan yang berani, bijaksana dan sehat serta diharapkan oleh Poros Resistensi dengan semua elemen pemerintahan, tentara dan faksi pergerakannya. (raialyoum)

Jenderal Purnawirawan Israel Sebut Hizbullah Berhasil Tundukkan Israel

Brigjen(purn.) Israel, Amir Avivi, menilai kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon berhasil menundukkan Israel.

“Hizbullah berhasil menundukkan Israel dan memaksanya menerima syarat-syarat Libanon untuk kesepakatan antara Israel dan Libanon mengenai demarkasi perbatasan laut antara keduanya,” kata Avivi.

“Masyarakat Israel sedang menyaksikan preseden berbahaya berupa ancaman Hizbullah Lebanon, dan menyerahnya Tel Aviv terhadap ancaman ini, terutama menjelang pemilu parlemen Knesset, yang dijadwalkan berlangsung pada 1 November mendatang,” lanjutnya.

Avivi menyebutkan, “Ketenangan atau keheningan sementara tidak berarti apa-apa terkait strategi jangka panjang Israel.”

Sementara itu, media Israel melaporkan bahwa pemimpin oposisi Israel, Benjamin Netanyahu, getol menyerang Perdana Menteri Yair Lapid, dan menyebut penandatanganan perjanjian damarkasi maritim dengan Lebanon sebagai menyerahnya Israel kepada Hizbullah.

Netanyahu mengatakan, “Selama lebih dari satu dekade, pemerintah di bawah kepemimpinan saya tidak menyerah pada ancaman Nasrallah, dan kami tidak menerima perang. Sampai Lapid tiba. Dalam waktu tiga bulan, Lapid telah sepenuhnya menyerah pada semua tuntutan Hizbullah.”

Dia juga mengatakan, “Nasrallah mengancam Lapid bahwa dengan kekuatan senjata mereka akan memaksa Israel menyerah dalam negosiasi. Lapidpun takut dan menyerah.”

Sebelumnya, Lapid mengumumkan ihwal pencapaian “kesepakatan historis” dengan Lebanon. Di pihak lain, kantor kepresiden Lebanon menyatakan bahwa draf final untuk kesepakatan perbatasan maritim “memuaskan dan memenuhi tuntutan Lebanon”.  (almayadeen)