Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 11 Oktober 2022

Jakarta, ICMES. Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Bagheri menyebut musuh negara republik Islam ini sedang mengerahkan segenap kemampuan dan energi medianya untuk mengobarkan “Perang Ahzab” terhadap Iran.

Satu bocah Palestina gugur akibat luka yang dideritanya sejak hampir dua minggu lalu setelah ditembak oleh pasukan Zionis Israel di dekat kota Jenin, Tepi Barat.

Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengutuk kebiadaban Rezim Zionis Israel terhadap warga Palestina di berbagai wilayah pendudukan, serta mendesak masyarakat internasional menyudahi aksi bungkamnya terhadap barbarisme Israel.

Berita Selengkapnya:

Singgung “Syiah Inggris” dan “Sunni AS”, Jenderal Iran: Musuh Kobarkan “Perang Ahzab”

Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Bagheri menyebut musuh negara republik Islam ini sedang mengerahkan segenap kemampuan dan energi medianya untuk mengobarkan “Perang Ahzab” terhadap Iran.

Perang Ahzab atau yang juga dikenal dengan Perang Khandaq (Perang) Parit adalah peristiwa 27 hari pengepungan terhadap umat Islam di Madinah pada zaman Nabi Muhammad saw oleh pasukan gabungan (ahzab) yang menyatukan kaum musyrik Quraisy Mekkah dengan suku-suku Arab lain serta kaum Yahudi Bani Nadir pada bulan Syawal tahun 5 Hijriah atau pada tahun 627 Masehi.

Pada peringatan Maulid Nabi Muhammad saw, Senin (10/10),  Mayjen Bagheri menyinggung adanya “Syi’ah Inggris” dan “Sunni Amerika” serta menyebut keduanya setali tiga uang dalam tujuan membangkitkan perselisihan umat Islam serta melenyapkan keislaman yang sejati dari negara-negara Islam.

Dia lantas menyinggung gelombang demo rusuh yang dilakukan belakangan ini oleh sejumlah kecil massa di berbagai kota dan daerah di Iran dan dibarengi dengan gempita media mainstream dunia anti-Iran.

Bagheri meyebutkan bahwa gelombang itu pada hakikatnya berfokus pada daerah-daerah Iran yang dianggap rentan isu ras dan sektarian mazhab serta merupakan bagian dari Perang Ahzab yang dikobarkan oleh musuh yang telah dikalahkan oleh bangsa Iran sejak empat dekade silam.

 â€œIran menjalani hidup rukun dan damai kemanusiaan sepanjang masa demi masa dengan semua suku dan mazhabnya, sebab keragaman ini memang bukan ancaman bagi Iran sehingga semua golongan inipun rukun dan damai satu sama lain,” ujarnya.

Dia kemudian menyinggung peringatan “Pekan Persatuan Islam” dan menyebutnya sebagai momentum bagi Islam untuk memupuk komitmen umat Islam kepada ajaran Islam dan upaya memperkuat persatuan mereka yang hendak dirongrong oleh musuh-musuh Islam, termasuk orang-orang yang bernaung di bawah Syiah Inggris dan Sunni AS. (alalam)

Satu Bocah Palestina Gugur Akibat Luka Tembak Pasukan Zionis

Satu bocah Palestina gugur pada hari Senin (10/10) akibat luka yang dideritanya sejak hampir dua minggu lalu setelah ditembak oleh pasukan Zionis Israel di dekat kota Jenin, Tepi Barat.

Kementerian Kesehatan Palestina menyebutkan bahwa bocah bernama Mahmoud Khalil Samoudi, 12 tahun, yang berasal dari desa Yamoun, Jenin, gugur akibat luka tembak pada bagian perut.

Pihak Israel tidak mengomentari kekerasan tentaranya yang berujung kematian bocah kecil tersebut.

Menurut kantor berita resmi Otoritas Palestina Wafa, Samoudi ditembak pada 28 September. Pada hari itu, sejumlah besar pasukan Zionis Israel menyerbu Jenin dan membunuh empat pria Palestina, dan setidaknya 40 orang lainnya terluka dalam kontak dengan pejuang Palestina dan konfrontasi dengan para pemuda Palestina.

Pasukan Israel melancarkan serangan hampir setiap hari sejak tahun lalu, terutama di kota Jenin dan Nablus di bagian utara wilayah pendudukan Tepi Barat di mana perlawanan bersenjata Palestina menjadi lebih terorganisir.

Serangan Zionis meningkat pada bulan Maret dan April menyusul serangkaian serangan warga Palestina di Israel yang menewaskan 20 orang.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, dengan gugurnya  bocah Mahmoud Khalil Samoudi, total jumlah syuhada Palestina bertambah menjadi 165 orang, sepertiga di antaranya di Jenin,  dalam serangan pasukan Zionis di Tepi Barat dan Jalur Gaza sejak awal tahun ini. (alalam/aljazeera)

PM Palestina Sebut Israel Praktikkan Terorisme Negara

Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengutuk kebiadaban Rezim Zionis Israel terhadap warga Palestina di berbagai wilayah pendudukan, serta mendesak masyarakat internasional menyudahi aksi bungkamnya terhadap barbarisme Israel.

Mohammad Shtayyeh membuat pernyataan demikian setelah Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina mengecam kebrutalan Israel yang telah menggugurkan puluhan anak kecil Palestina sejak awal tahun.

“Apa yang terjadi di lapangan adalah terorisme negara yang terorganisir,” kata Shtayyeh dalam rapat kabinet di kota Ramallah, Tepi Barat, Senin (10/10).

“Dunia tak boleh diam terhadap kejahatan pasukan pendudukan yang telah merenggut nyawa anak kecil dan pemuda di berbagai kota, desa dan-kamp pengungsi,” pintanya, sembari menyebutkan bahwa kejahatan itu meningkat menjelang pemilu Israel.

Dia juga mengatakan, “Pernyataan kecaman atau keprihatinan tidak cukup untuk menghentikan kejahatan ini, karena orang-orang tua kehilangan telah kehilangan anak-anak yang mereka cintai, dan jenazahpun bahkan ditahan dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah, sementara penggerebekan, terorisme pendatang (Zionis), dan serangan terhadap warga dan harta benda mereka terus berlanjut dan tempat-tempat suci merekapun dinodai.” (wafa)