Jakarta, ICMES. Wasekjen Hizbullah Sheikh Naim Qassem mengkritik lawan-lawan politiknya di Lebanon dan bersumbar bahwa kelompok pejuang yang berbasis di Lebanon ini akan mengalahkan pasukan Zionis Israel dalam setiap peperangan.

Perusahaan energi yang berbasis di London, Energean, Ahad (9/10), mulai menguji pipa antara Israel dan ladang gas lepas pantai Karish di Mediterania timur, yang berada di zona konflik antara Israel dan Lebanon.
Iran mulai menggunakan gambar dan data yang dikirim dari satelit buatan dalam negeri, termasuk Khayyam, setelah meresmikan pusat penginderaan satelit pertama.
Berita Selengkapnya:
Hizbullah Bersumpah akan Kalahkan Israel dalam Perang
Wasekjen Hizbullah Sheikh Naim Qassem mengkritik lawan-lawan politiknya di Lebanon dan bersumbar bahwa kelompok pejuang yang berbasis di Lebanon ini akan mengalahkan pasukan Zionis Israel dalam setiap peperangan.
Mula-mula dia menyebutkan bahwa adanya kubu resistensi merupakan bukti paling nyata bahwa pertolongan Allah SWT bagi orang-orang beriman dapat diwujudkan dengan ketabahan dan jihad meskipun jumlah mereka kecil, karena mereka adalah pihak yang benar.
“Kita telah mengalahkan Israel, dan dalam setiap pertempuran kita akan mengalahkannya, insya Allah, selagi di tengah kita masih ada para pejuang resistensi dari putra-putra Hizbullah, putra-putra jihad , dan putra-putra Pemimpin Revolusi Islam, Yang Mulia Ayatollah Sayyid Ali Khamenei,†ujar Syeikh Naim Qassem dalam sebuah festival pendidikan yang diadakan oleh lembaga mobilisasi pendidikan Hizbullah di wilayah kedua Jabal Amil, Lebanon selatan, Ahad (9/10).
Menyindir lawan-lawan politik Hizbullah, dia mengatakan, “Mereka bingung bagaimana menghadapi kami untuk menjatuhkan legitimasi kehadiran kami, tapi kami menghadapi mereka dengan bukti dan logika sehingga mereka tak berdaya. Kami katakan kamipun percaya bahwa senjata untuk mempertahankan negeri ini harus ada di tangan tentara Lebanon, yang memang seharusnya membela negeri ini.â€
Syeikh Qassem menjelaskan, “Jika tentara Lebanon tak boleh bersenjata dan jika kemampuan tentara ini dibatasi hanya dalam proses konfrontasi, bukankah warga negara ini harus mendukung tentara untuk membebaskan dan membebaskan tanah ainya? Mereka kebingungan menjawab, dan mengatakan ‘ya, tapi tak boleh dengan cara seperti yang kalian lakukan’â€.
Dia menambahkan, “Bukankah kalian tahu bahwa perang melawan Israel dilarang, bukankah kalian tahu bahwa senjata sangat dibatasi sehingga tak dapat menjatuhkan pesawat terbang ataupun mencapai kedalaman wilayah Palestina pendudukan, dan juga tak ada senjata yang dapat mengubah perimbangan? Mereka bingung menjawab dan kita tidak akan menunggu jawaban mereka.â€
Menurutnya, konsekuensi dari apa yang diinginkan oleh lawan-lawan politik Hizbullah ialah tidak adanya perlawanan terhadap Israel agar rezim Zionis leluasa memerangi lebanon tiap saat, menjadikan Lebanon selatan sebagai permukiman, dan menentukan kepresidenan serta memaksakan sistem politik dan ekonomi.
Dia juga menegaskan, “Kami tak akan pernah menerima alternatif demikian selagi kami masih eksis sebagai orang yang bermartabat. Sebagai pejuang, kami akan menjaga darah demi melindungi Lebanon, menjaganya seberapapun lamanya dan sebesar apapun pengorbanannya. Jika kalian mampu berbuat maka silakan berbuat kalau memang mampu. Kami ada di ada gelangganggi anti-Israel, maka jangan menjadi penghalang antara kami dan Israel agar kalian tak menjadi bagian dari Israel.†(alalam)
Abaikan Ancaman Hizbullah, Israel Mulai Menguji Pipa Gas di Zona Sengketanya dengan Lebanon
Perusahaan energi yang berbasis di London, Energean, Ahad (9/10), mulai menguji pipa antara Israel dan ladang gas lepas pantai Karish di Mediterania timur, yang berada di zona konflik antara Israel dan Lebanon.
Israel bersikukuh bahwa seluruh ladang Karish berada dalam perbatasan maritim eksklusifnya sehingga tidak tunduk pada negosiasi dalam pembicaraan mengenai perbatasan maritim tidak langsung antara kedua pihak, yang dimediasi oleh AS.
Dalam praktiknya, kedua negara berada dalam situasi perang di mana yang terakhir di antaranya adalah perang Israel-Hizbullah yang berlangsung selama 34 hari pada tahun 2006.
Perusahaan menyatakan, “Setelah mendapat persetujuan dari Kementerian Energi Israel untuk mulai melakukanpengujian tertentu, gas telah mulai mengalir dari pantai†ke anjungan apung penyimpanan produksi Karish.
Menurut Energean, yang mendapat lisensi untuk mengoperasikan lapangan tersebut, pengujian yang menghabiskan waktu beberapa minggu itu merupakan “langkah penting” untuk mengekstraksi gas dari lapangan Karish.
Sementara itu, sumber Lebanon yang mengetahui ihwal negosiasi mengatakan bahwa mediator AS, Amos Hochstein, memberi tahu otoritas Lebanon bahwa perkembangan itu merupakan “pengujian balik.â€
Sumber itu mengkonfirmasi kepada AFP bahwa “negosiasi masih berlanjut,” karena Hochstein terus mengadakan pertemuan dengan kedua pihak.
Negosiasi antara Lebanon dan Israel dimulai pada tahun 2020, kemudian berhenti pada Mei 2021 karena perbedaan luas wilayah yang disengketakan setelah Lebanon menuntut pengubahan peta yang digunakan oleh PBB selama pembicaraan, dengan menyebutnya didasarkan pada perkiraan yang salah.
Sejak awal Juni, perkembangan yang terkait dengan masalah itu telah dipercepat setelah terjadi jeda selama berbulan-bulan, menyusul kedatangan kapal produksi dan penyimpanan di dekat ladang Karish dalam persiapan untuk dimulainya ekstraksi gas.
Beirut menganggap ladang itu berada di daerah yang disengketakan, sementara Israel mengklaimnya berada dalam zona ekonominya.
Seperti diketahui, kelompok pejuang Hizbullah telah berulang kali mengancam akan beraksi jika Israel bertindak secara sepihak dan mengabaikan hak Lebanon. (raialyoum)
Iran Luncurkan Pusat Penginderaan Jauh Berbasis Satelit
Iran mulai menggunakan gambar dan data yang dikirim dari satelit buatan dalam negeri, termasuk Khayyam, setelah meresmikan pusat penginderaan satelit pertama.
Pusat penginderaan jauh pertama untuk satelit dioperasikan dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh Kepala Badan Antariksa Iran (ISA) Hassan Salarieh dan Menteri ICT Isa Zarepour.
Gedung yang diberi nama Khayyam Remote Sensing Sattlite Center ini mampu menjalankan misi dari kontrol satelit hingga pemrosesan gambar yang diterima dari satelit Khayyam.
Gedung tersebut menjadi pusat utama untuk berkomunikasi dengan satelit Khayyam, yang terhubung dua kali dalam 24 jam, masing-masing di pagi hari dan di malam hari.
Pusat ini memfasilitasi operasi yang terkait dengan analisis citra satelit Khayyam dan menyerahkan data yang dikumpulkan kepada perusahaan berbasis pengetahuan dan lembaga pemerintah.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan Iran Brigjen Mehdi Farahi menyatakan bahwa ekspor Kementerian Pertahanan Iran telah meningkat tiga kali lipat selama beberapa tahun terakhir.
Dalam sidang khusus bersama Komisi Tinggi Peningkatan Produktivitas Kementerian Pertahanan dan Organisasi Produktivitas Nasional, Farahi mengakan, “Tema pengembangan teknologi di Kementerian Pertahanan menjadi prioritas karena tema ini merupakan tema bertransformasi dengan cepat, karena itu perlu pengerahan perhatian kepada tema perkembangan teknologi demi mengikuti perkembangan zaman.â€
Dia lantas menjelaskan bahwa ekspor Kementerian Pertahanan telah meningkat tiga kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Bertepatan dengan realisasi masalah ini, nilai produk pertahanan kita tetap konstan selama tiga tahun terakhir, dan beberapa di antaranya mengalami penurunan, atau sedikit peningkatan, berbeda dengan tingkat inflasi yang tinggi, dan ini terjadi karena biaya yang sangat rendah dan peningkatan produktivitas di Departemen Pertahanan,†ujarnya.
Menurutnya, Kementerian Pertahanan saat ini bekerjasama dengan 7000 perusahaan swasta dan 500 perusahaan pengetahuan.
Dia mengatakan, “Sebagai hasil dari rendahnya biaya, telah dilakukan pengembangan reformasi operasi serta pengembangan teknologi dan jaringan kolaborator dengan Kementerian Pertahanan. Dewasa ini kami memiliki pertukaran finansial sebesar 50 ribu miliar toman dengan perusahaan-perusahaan ini, dan ini dicapai dalam kaitannya dengan reformasi proses dan peningkatan produktivitas. (fna/alalam)







