Jakarta, ICMES. Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa angkatan udaranya telah membom sebuah kamp milik kelompok teroris Jabhat al-Nusra di provinsi Idlib, Suriah, hingga hancur secara total dan banyak nyawa teroris melayang.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani mengecam apa yang disebutkan dalam pernyataan pertemuan ke-158 para menteri luar negeri Liga Arab dan dugaan Komisi Segi Empat di Iran.
Amerika Serikat (AS), Kamis (8/9), menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan Iran yang dituduh mengoordinasikan penerbangan militer untuk mengangkut pesawat nirawak (UAV/drone) Iran ke Rusia serta tiga perusahaan yang dianggap terlibat dalam produksi drone Iran.
Tentara Israel mengumumkan pihaknya akan mengadakan konferensi internasional yang melibatkan puluhan komandan tentara dunia, termasuk negara-negara Arab, pada pekan depan.
Berita Selengkapnya:
Moskow: 120-an Teroris di Suriah Tewas Digempur AU Rusia
Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa angkatan udaranya telah membom sebuah kamp milik kelompok teroris Jabhat al-Nusra di provinsi Idlib, Suriah, hingga hancur secara total dan banyak nyawa teroris melayang.
Dikutip kantor berita Rusia Sputnik, Wakil Kepala Pusat Rekonsiliasi Rusia di Suriah, Mayjen Oleg Egorov, mengatakan bahwa Angkatan Udara Rusia pada hari Kamis (8/9) telah meluluh lantakkan sebuah kamp Jabhat Al-Nusra di kawasan Al-Sheikh Yusuf, provinsi Indlib, dan sebanyak “lebih dari 120 gerilyawan bersenjata tewasâ€.
Dia menjelaskan, “Sebagai akibat dari serangan itu, empat titik peluncuran drone dan sekitar 20 unit drone rakitan, yang disiapkan teroris untuk melakukan serangan terhadap fasilitas unit Rusia di Suriah, telah dihancurkan.”
Zona de-eskalasi Idlib, yang meliputi provinsi Idlib dan bagian dari gubernur Aleppo, Hama dan Latakia, adalah benteng terakhir kelompok teroris Jabhat Al-Nusra yang telah sekian lama berganti nama menjadi Hay’at Tahrir al-Sham. (rt)
Tanggapi Kecaman Terhadap Iran, Teheran Sebut Liga Arab Tak Mengerti Perkembangan Regional
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani mengecam apa yang disebutkan dalam pernyataan pertemuan ke-158 para menteri luar negeri Liga Arab dan dugaan Komisi Segi Empat di Iran.
Kanaani mengatakan bahwa pernyataan Liga Arab itu menunjukkan bahwa beberapa negara Arab tidak memahami dengan baik jalannya perkembangan di kawasan dan mengabaikan realitas Timur Tengah.
Dia menyarankan negara-negara itu agar sebaiknya berfokus pada kejahatan Rezim Zionis Israel terhadap rakyat tertindas Palestina daripada mengulangi tuduhan yang berulang dan “tak bernilaiâ€.
Kanaani juga menyebut pernyataan para menteri luar negeri Liga Arab itu kontadiktif karena dikeluarkan ketika beberapa negara Arab justru bergerak meningkatkan hubungan mereka dengan Iran.
Dia lantas menegaskan kembali pendirian tegas Iran yang mengajak negara-negara jirannya untuk berbicara dan menyelesaikan kesalahpahaman melalui kanal diplomatik.
Kanaani menolak tuduhan pernyataan mengenai tiga pulau Iran, dan menekankan bahwa semua tindakan Iran adalah dalam rangka melaksanakan kedaulatan atas integritas teritorial negara, dan mengutuk campur tangan pihak lain dalam urusan ini.
Dia juga menekankan kemampuan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran mengawasi dan menjaga keamanan navigasi di kawasan Teluk Persia serta mewaspadai segala bentuk gangguan dan ketidakamanan maritim.
Dia lantas menegaskan bahwa keamanan kawasan Teluk Persia harus digalang oleh negara-negara kawasan ini sendiri tanpa campur tangan asing. (alalam)
Soal Suplai Drone ke Rusia, AS Jatuhkan Sanksi terhadap Beberapa Perusahaan Iran
Amerika Serikat (AS), Kamis (8/9), menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan Iran yang dituduh mengoordinasikan penerbangan militer untuk mengangkut pesawat nirawak (UAV/drone) Iran ke Rusia serta tiga perusahaan yang dianggap terlibat dalam produksi drone Iran.
AS menuduh Iran memasok drone ke Rusia untuk digunakan dalam perangnya di Ukraina, dan Iran menepis tuduhan ini.
Departemen Keuangan AS dalam sebuah pernyataan menyebutkan pihaknya menyorot dan mendakwa Layanan Bandara Safiran yang berbasis di Teheran mengoordinasikan penerbangan militer Rusia antara Iran dan Rusia, termasuk yang terkait dengan pengangkutan drone, personel, dan peralatan terkait.
Departemen itu menuduh Paravar Pars Company, Design and Manufacturing of Aircraft Engines dan Baharestan Kish Company terlibat dalam penelitian, pengembangan, produksi, dan pengadaan drone Iran.
Departemen Keuangan AS menuding Paravar Pars Company terlibat dalam rekayasa balik drone buatan AS dan Israel, tanpa menyebutkan tipe yang mana.
Reuters telah melaporkan bahwa beberapa drone Iran mengacu pada drone negara lain, termasuk drone pengintai RQ-170 Sentinel AS yang ditangkap pada 2011.
Departemen Keuangan AS juga mendakwa direktur pelaksana Baharestan Kish Company Rehmatollah Heidari dan anggota dewan direksinya,.
Bulan lalu, seorang pejabat AS kepada Reuters mengatakan, “Kami menilai Rusia bermaksud menggunakan UAV Iran ini, yang dapat melakukan serangan udara-ke-permukaan, peperangan elektronik, dan penargetan, di medan perang di Ukraina.â€
Menurutnya, Rusia kemungkinan besar berencana mengakuisisi ratusan drone tipe Mohajer-6 dan Shahed.
Di bawah sekretaris Departemen Keuangan untuk terorisme dan intelijen keuangan, Brian Nelson, Kamis, mengatakan, “AS berkomitmen untuk secara ketat menegakkan sanksi kami terhadap Rusia dan Iran, dan meminta pertanggungjawaban Iran dan mereka yang mendukung perang agresi Rusia melawan Ukraina.†(reuters)
Tentara Israel akan Selenggarakan Konferensi yang Melibatkan Para Petinggi Militer Arab
Tentara Israel mengumumkan pihaknya akan mengadakan konferensi internasional yang melibatkan puluhan komandan tentara dunia, termasuk negara-negara Arab, pada pekan depan.
Tentara Israel tidak menyebutkan nama negara-negara Arab yang akan berpartisipasi dalam pertemuan bertema “Konferensi Internasional tentang Modernisasi dan Pembaruan Militer†itu.
Dalam sebuah pernyataan tertulis, wakil juru bicara militer Israel untuk media Arab, Mayor Ella Waweya, menyebut konferensi itu “tergolong pertama kalinya di Israel.â€
“Tentara Israel menjadi tuan rumah, untuk pertama kalinya, sebuah konferensi internasional tentang pembaruan dan modernisasi militer, dengan partisipasi puluhan komandan tentara dunia, termasuk negara-negara Arab,†ujarnya, sembari menyebutkan bahwa konferensi ini akan dipimpin Kepala Staf tentara Israel, Aviv Kohavi.
Dia menjelaskan, “Konferensi ini akan berlangsung selama seminggu, mulai dari 12 hingga 15 September, dan akan membahas mekanisme perubahan dan inovasi di medan perang modern, dengan fokus pada pertahanan multidimensi, akses darat multidimensi, serangan multidimensi, dan manajemen spektrum militer, siber.â€
Dia menambahkan, “Konferensi ini merupakan dasar penting untuk memperkuat kemitraan antar negara, dengan tujuan bertukar pengetahuan dan pembelajaran mendalam dalam mengaktifkan dan membangun kekuatan, sekaligus menciptakan infrastruktur untuk mitra masa depan dalam transformasi militer.”
Waweya juga mengatakan bahwa konferensi ini akan diakhiri dengan presentasi model militer untuk Staf Umum, yang dipimpin oleh angkatan darat dan dengan partisipasi semua senjata tentara Israel, dan “itu akan mencerminkan kemampuan modern dalam metode pertempuran dan digunakan dalam pertempuran untuk mengkonsolidasikan konsep kemenangan dan perubahan yang terjadi dalam proses pertempuran di lapangan baru-baru ini, realitas yang hidup berdampingan dengan tentara Israel.†(railalyoum)







