Rangkuman Berita Utama Timteng Jumat 2 September 2022

Jakarta, ICMES. Tak seperti parade yang dilakukan oleh kelompok-kelompok lawannya, parade militer Ansarullah dinilai sangat besar dan dengan performa yang memukau karena menyerupai institusi militer yang benar-benar terorganisir, seakan menjadi pesan dari Ansarullah bahwa kubu ini memiliki pasukan yang setara dengan tentara resmi.

Sebuah ledakan di sebuah masjid di kota Herat di Afghanistan barat menewaskan belasan warga sipil, termasuk seorang ulama ternama yang pro-Taliban.

Seorang pria Palestina telah ditembak mati oleh pasukan Israel menyusul dugaan serangan penusukan di kota Hebron, Tepi Barat yang diduduki, ungkap Kementerian Kesehatan Palestina.

Berita Selengkapnya:

Dahsyatnya Parade Militer Yaman di Mata Publik Arab

Gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman telah menggelar parade militer di kawasan sensitif Hudaydah pada hari Kamis (1/8). Tak seperti parade yang dilakukan oleh kelompok-kelompok lawannya, parade militer Ansarullah terlihat sangat besar dan dengan performa yang memukau karena menyerupai institusi militer yang benar-benar terorganisir, seakan menjadi pesan dari Ansarullah bahwa kubu ini memiliki pasukan yang setara dengan tentara resmi lazimnya di negara-negara lain.

Hal tersebut diungkap media online Rai Al-Youm yang berbasis di Inggris, Jumat (2/8), sembari menyebutkan bahwa area parade itu juga sangat diperhitungkan, yaitu kota Hudaydah yang tak jauh dari perbatasan Saudi. Hudaydah adalah kota strategis di mana gencatan senjata diterapkan sejak empat tahun silam, sehingga pengiriman pasukan ke sana tak pelak menjadi peringatan yang krusial bagi kubu musuh Ansarullah.

Karena itu, utusan khusus PBB menilai parade itu melanggar Kesepakatan Hudaydah, namun Ansarullah berkata lain bahwa mereka bisa eksis secara militer di sana, sehingga utusan khusus PBB mengaku prihatin dan menyeru Ansarullah agar tetap menjaga kota Hudaydah steril dari pergerakan militer.

Menurut Rai Al-Youm, warganet Arab terpukau dan bereaksi atas parade militer Ansarullah. Ada yang menilainya berpotensi mematik perang baru dan pengabaian terhadap gencatan senjata, dan ada pula yang memperolok lemahnya pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi, sebab Ansarullah bukannya melemah dan tertumpas oleh invasi militer koalisi terhadap Yaman, tapi malah berkembang dan menjelma menjadi kekuatan besar.

Parade militer Ansarullah mengundang perhatian antara lain karena menampilkan drone, para personil terlatih, rudal laut Faliq 1, yang terlihat untuk pertama kalinya, dan ranjau laut Mujahid, yang semuanya menjadi pesan bahwa Ansarullah atau lebih tepatnya pasukan Yaman kubu Sanaa – mengingat bahwa dalam pasukan yang berparade itu terdapat banyak tentara resmi Yaman yang berpihak pada Ansarullah- mampu menyerang semua sasaran tanpa kecuali.

Dalam parade bersandi “Janji Akhirat”  itu juga terlihat rudal Robij yang berjarak jangkau 260 km dan dapat ditembakkan ke target laut dengan kecepatan lebih dari 1000 km/jam. Parade itu juga memamerkan kemampuan melukakan melawan operasi interevensi , memantau target dengan radar positif pada radius 100 km, dan memantau target dengan radar negatif pada radius 450 km.

Hal lain yang tak kalah menariknya di mata warganet Arab ialah ancaman Ansarullah dalam parade itu terhadap Rezim Zionis Israel, dan kecamannya terhadap “rezim-rezim antek” Arab. Media Israel juga terlihat mengamati parade 25,000 personil itu dengan seksama serta mencerna dan menganalisa pesan-pesan Ansarullah terhadap Israel.  

Rai Al-Youm menyebutkan bahwa parade militer Ansarullah itu diadakan ketika daerah-daerah Yaman yang berada di luar kendali mereka justru rusuh dan chaos. Karena itu, Ansarullah seakan membawa pesan bahwa gerakan ini beriktikad menjadikan Yaman sebagai negara yang memiliki institusi-institusi resmi, dan memperlihatkan realitas keberhasilan Ansarullah membangun tentara resmi yang baru dan sedemikian rapih sehingga sebagian warganet bahkan menyebutnya tentara Republik Yaman.

Parade militer yang digelar di Zona Militer 5 itu menampilkan Batalion Al-Nasr, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara serta mengumandangkan slogan-slogan mampus AS dan mampus Israel. Dan ini terjadi sekian tahun setelah pasukan koalisi yang dipimpin Saudi bersumpah untuk menumpas Ansarullah.  Saat itu Saudi bahkan bersumbar bahwa Ansarullah akan terbasmi dalam tempo sesingkat-singkatnya, bahkan dalam hitungan jam sejak koalisi memulai invasi militer bersandi “Decisive Storm” (Badai yang Menentukan).

Hal lain yang juga menarik, lanjut Rai Al-Youm, ialah pengambilan gambar parade itu secara profesional dan menunjukkan bahwa “pada Ansarullah terdapat para produser pertelevisian yang terkait dengan parade militer” sehingga meskipun fasilitasnya terbatas namun dapat menghasilkan tayangan multi-angle atau menyorot semua sisi pandang parade.

Di bagian akhir, Rai Al-Youm menyinggung ucapan selamat pemimpin Ansarullah Sayid Abdul Malik Al-Houthi kepada “para ksatria di berbagai formasi militer dari gelombang-gelombang lulusan akademik ”. Dia juga berterima kasih kepada komponen Kementerian Pertahanan atas jerih payah mereka membangun Angkatan Bersenjata dan menggabungkan pasukan Lijan Shaabiya (sayap militer Ansarullah) ke dalamnya.

Rai Al-Youm juga menyebutkan pesan Sayid Al-Houthi bahwa parade militer yang digelar belakangan ini di sejumlah zona militer pada fase gencatan senjata bertujuan memberikan keyakinan kepada bangsa Yaman sekaligus peringatan kepada “para agresor rakus”, sembari memastikan bahwa ribuan personil yang dilibatkan dalam parade itu hanya bagian kecil dari pasukan yang ada, karena puluhan ribu personil lainnya sedang bertugas di berbagai front. (raialyoum)

Ledakan Bom di Masjid Tewaskan 18 Orang, Termasuk Ulama Pro-Taliban

Sebuah ledakan di sebuah masjid di kota Herat di Afghanistan barat menewaskan belasan warga sipil, termasuk seorang ulama ternama yang pro-Taliban.

Gambar-gambar yang beredar di media sosial pada hari Jumat (2/8) memperlihatkan obyek-obyek seperti mayat berlumuran darah berserakan di sekitar kompleks masjid.

“Delapan belas orang tewas dalam insiden itu dan 23 lainnya terluka,” kata juru bicara gubernur provinsi Herat, Hameedullah Motawakel, kepada wartawan.

Ledakan terjadi di Masjid Guzargah saat shalat Jumat.

“(Imam) Mujib Rahman Ansari dengan beberapa pengawalnya dan warga sipil tewas dalam perjalanan menuju masjid. Salah satu pelaku bom bunuh diri meledakkan diri sambil mencium tangannya,” kata juru bicara polisi Herat Mahmoud Rasooli.  

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid bersumpah bahwa pelaku peledakan itu akan mendapat hukuman.

“Ulama negara yang kuat dan berani  telah gugur syahid dalam serangan brutal,” ungkap Mujahid di Twitter.

Pada akhir Juni lalu Mujib Rahman Ansari berbicara lantang membela Taliban pada pertemuan besar ribuan ulama dan tokoh masyarakat yang diselenggarakan oleh Taliban. Dia juga mengutuk siapa pun yang menentang pemerintahan Taliban.

Ansari adalah ulama pro-Taliban kedua yang tewas dalam ledakan dalam waktu kurang dari sebulan, setelah Rahimullah Haqqani terbunuh dalam serangan bunuh diri di madrasahnya di Kabul. Haqqani dikenal karena pidato kemarahannya terhadap kelompok teroris ISIS, yang kemudian mengaku bertanggung jawab atas kematiannya.

Taliban mengaku telah meningkatkan keamanan di Afghanistan sejak mengambil alih kekuasaan sekitar setahun yang lalu, namun terjadi sejumlah aksi peledakan dalam beberapa bulan terakhir, termasuk masjid-masjid yang jamaahnya sedang menjalankan kegiatan. (aljazeera)

Pasukan Israel Pria Palestina Usai Insiden Penikaman

Seorang pria Palestina telah ditembak mati oleh pasukan Israel menyusul dugaan serangan penusukan di kota Hebron, Tepi Barat yang diduduki, ungkap Kementerian Kesehatan Palestina.

Saksi mata mengatakan kepada media lokal pada hari Jumat (2/8) bahwa pasukan Israel melepaskan tembakan ke pria itu di Beit Einun, timur laut Hebron, dan melarang petugas medis memasuki daerah itu setelah seorang tentara Israel diduga terkena tikaman.

Tak lama setelah itu, kantor berita Palestina Wafa melaporkan bahwa terjadi konfrontasi antara warga Palestina dan tentara bersenjata Israel di daerah yang berbatasan dengan pemukiman ilegal Yahudi tersebut.

Tentara Israel melemparkan bom kejut dan tabung gas air mata ke arah warga Palestina yang berusaha menjangkau pria Palestina itu. Rekaman video memperlihatkan pria berbaring di lantai setelah ditembak, dan beberapa tentara mencegah warga yang berusaha mengevakuasinya.

Saksi mata mengatakan tentara Israel kemudian menempatkan pria Palestina itu di dalam ambulans, tanpa memberikan rincian tentang luka-lukanya yang membuatnya gugur. (aljazeera)