Rangkuman Berita Utama Timteng Jumat 2 September 2022

Jakarta, ICMES. sebanyak 290 organisasi AS dan internasional menuntut penangguhan pendanaan militer AS kepada Rezim Zionis Israel serta penghentian upaya diplomatik apa pun yang akan memungkinkan impunitas sistematisnya atas pelanggaran berat HAM di wilayah pendudukan  Palestina.

Kementerian Kesehatan dan kantor berita Palestina, Wafa, melaporkan bahwa pasukan Zionis Israel telah membunuh dua pria Palestina dalam dua serangan terpisah di Tepi Barat.

Pemimpin gerakan  Ansarullah di Yaman Sayid Abdul-Malik Al-Houthi mengungkapkan alasan digelarnya parade militer tentara Yaman kubu Sanaa di berbagai wilayah Yaman belakangan ini.

Kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon dilaporkan sedang memperkuat pasukan di bagian timur provinsi Homs, Suriah.   

Berita Selengkapnya:

290 Organisasi Dunia Tuntut Penghentian Bantuan AS

Melalui surat yang ditujukan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Kamis, sebanyak 290 organisasi AS dan internasional menuntut penangguhan pendanaan militer AS kepada Rezim Zionis Israel serta penghentian upaya diplomatik apa pun yang akan memungkinkan impunitas sistematisnya atas pelanggaran berat HAM di wilayah pendudukan  Palestina.

Mereka juga menyuarakan tuntutan supaya Israel diseret ke Mahkamah Pidana Internasional.

Dalam surat itu mereka menyatakan, “mengutuk taktik represif pemerintah Israel dan  peningkatan kampanye kriminalisasi dan intimidasi terhadap organisasi-organisasi masyarakat sipil Palestina, karyawan dan dewan direksi mereka, serta menolak tuduhan pemerintah Israel terhadap organisasi-organisasi ini.”

Mereka menegaskan, “Pemerintah AS harus menuntut otoritas Israel agar menghentikan tindakannya terhadap organisasi-organisasi masyarakat sipil Palestina; mengambil langkah-langkah diplomatik dalam koordinasi dengan negara-negara Eropa demi melindungi organisasi-organisasi Palestina yang disasar, karyawan mereka, dewan direksi, bangunan dan properti; dan menahan diri dari menjatuhkan sanksi atau kebijakan apa pun yang akan mencegah partisipasi langsung antara pemerintah AS dan masyarakat sipil Palestina, atau sebaliknya mencegah pemahaman publik secara utuh dan komprehensif mengenai bahaya dan dampak penindasan Israel.”

Organisasi-organisasi tersebut juga menuntut AS tidak merongrong hak orang-orang Palestina dan organisasi masyarakat sipil Palestina mencari keadilan dan akuntabilitas, termasuk di Mahkamah Pidana Internasional, dan memastikan bahwa tidak ada tindakan di tingkat federal yang diambil untuk menghalangi dengan cara apa pun pendanaan organisasi Palestina yang disasar.  (raialyoum)

Pasukan Zionis Bunuh Dua Orang Palestina

Kementerian Kesehatan dan kantor berita Palestina, Wafa, melaporkan bahwa pasukan Zionis Israel telah membunuh dua pria Palestina dalam dua serangan terpisah di Tepi Barat.

Dua korban diketahui bernama Samer Khaled, 25 tahun, dari kamp pengungsi al-Ain di Nablus, dan Yazan Affaneh, 26 tahun, di Umm al-Sharayet, sebuah lingkungan di selatan Ramallah dan el-Bireh.

Khaled gugur sekitar pukul 5 pagi waktu setempat pada hari Kamis setelah konfrontasi pecah antara warga Palestina dan pasukan Israel yang menyerang kamp pengungsi Balata di Nablus, menurut Wafa.

Pasukan Israel enggan mengomentari pembunuhan itu namun mengaku telah beroperasi di kamp Balata dan menangkap tersangka yang “dicari”.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan bahwa dengan adanya pembunuhan itu maka jumlah warga Palestina yang gugur di tangan pasukan Zionis di Tepi Barat dan Jalur Gaza sejak awal tahun bertambah menjadi 140 orang.

Pasukan Israel hampir setiap hari menyerang kota-kota Palestina di Tepi Barat dan sering menjatuhkan korban gugur dan atau luka warga Palestina. (aljazeera)

Pemimpin Ansarullah Jelaskan Alasan Gelar Parade Militer di Berbagai Wilayah Yaman

Pemimpin gerakan  Ansarullah di Yaman Sayid Abdul-Malik Al-Houthi mengungkapkan alasan digelarnya parade militer tentara Yaman kubu Sanaa di berbagai wilayah Yaman belakangan ini.

Alasan itu dia kemukakan dalam kata sambutan untuk parade militer tentara Yaman dengan sandi “Janji akhirat”  yang berlangsung di kota Hudaydah, Kamis (1/9).  Parade itu melibatkan 25,000 pasukan dan mencakup parade darat, udara dan laut, serta pengungkapan sistem maritim dan senjata baru berupa rudal-rudal darat ke laut Faliq-1, Al-Mandib-2, dan Robij.  

Abdul-Malik Al-Houthi Al-Haouthi mengatakan,  “Parade militer di berbagai wilayah Yaman mengirim pesan tentang kontinyuitas kerja keras untuk membangun kemampuan kita. Tujuan dari semua parade militer adalah untuk meyakinkan bangsa kita, dan untuk menyampaikan pesan kepada musuh dan agresor yang rakus. Tentara kita yang diberkahi tulus terhubung dengan tanah air dan negaranya, dan pekerjaan terus berlanjut untuk membangun dan mengembangkan tentara.”

Dia menekankan, “Parade militer ini hanya untuk beberapa formasi tentara, dan ada puluhan ribu afiliasinya yang ditempatkan di garis depan. Tentara, yang dibersihkan dari pengkhianat, tetap berada di dalamnya.”

Pemimpin  Ansarullah memastikan,  “Tentara Yaman hari ini, di berbagai bidang konfrontasi dan pengembangan kemampuannya, telah mencapai taraf yang tinggi, mencapai kapasitas pencegahan yang signifikan. Hari ini mereka jauh lebih memiliki kesiapan, kekuatan, keyakinan, kesadaran, keterampilan, dan komitmen pada misi dan tanggung jawabnya.”

Dia menambahkan, “Kekuatan militer adalah untuk mempertahankan semua bagian negara, termasuk Hudaydah dan pesisir barat secara umum. Akibat fakta dan realitas, ambisi musuh untuk menduduki negara kita dan berdominasi atas bangsa kita telah berubah menjadi fatamorgana dan frustasi.”

Sayid Abdul Malik Al-Houthi menegaskan, “Sekarang musuh berada dalam kesulitan nyata dan dilema besar, sebab rakyat bersama dengan tentara setia mereka bertekad mencegah musuh menduduki negara kita.”

Mengenai hubungan antara Yaman dan lingkungan Arabnya, terutama masalah Palestina, Al-Houthi menegaskan, “Musuh gagal dalam berupaya menjauhkan negara kita dari pendirian prinsipalnya dalam masalah umatnya, terutama masalah Palestina. Yaman sekarang, secara resmi dan nasional, lebih eksis dan konsisten pada prinsip keagamaannya mengenai pembelaan kepada rakyat Palestina dan ukhuwwah Islamiyyah.” (almayadeen/alalam)

Hizbullah Perkuat Pasukan di Homs Suriah, Ada Apa?

Kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon dilaporkan sedang memperkuat pasukan di bagian timur provinsi Homs, Suriah.   

Hal itu dilaporkan dilaporkan oleh Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR), lembaga yang dekat dengan kubu oposisi Suriah dan bermarkas di London, Kamis (1/9).

SOHR menyebutkan bahwa serombongan bala bantuan yang terdiri dari lima mobil bersenjata otomatis berat dan sejumlah personil pasukan telah mencapai bagian timur provinsi Homs.

Menurut SOHR, bala bantuan itu bergerak menuju kawasan sekitar kota Mahin dan kemudian bercokol di kawasan yang memang ditempati oleh pasukan Hizbullah.

Disebutkan bahwa pasukan Hizbullah bermarkas di kota Mahin dan dekat dengan jalur antara kota Homs dan Palmyra di bagian tengah Suriah.

SOHR menyebutkan bahwa pergerakan Hizbullah itu terjadi di tengah meningkatnya serangan Israel terhadap posisi-posisi militer dan gudang-gudang senjata pasukan yang didukung Iran.

Menlu Suriah Faisal Mekdad di hari yang sama mengutuk Israel dengan menegaskan, “Israel bermain api dan menyeret situasi keamanan dan militer di kawasan kepada ledakan.”

Dikutip kantor berita resmi Suriah, SANA, Mekdad di Twitter juga menyatakan, “AS dan negara-negara Barat harus bertanggungjawab atas tindakan mereka memotivasi (Israel) agar getol mengagresi dan mengancam perdamaian di kawasan dan dunia.”

Dia menambahkan, “Suriah bertahan dan akan terus bertahan pantang mundur dari pendiriannya, dan musuh, Israel, hendaklah tidak mengandalkan ataupun salah perhitungan dan menduga bahwa Suriah akan mengubah pendiriannya.”

Dia lantas memperingatkan bahwa “Suriah tak akan diam menghadapi Israel, yang cepat atau lambat akan membayar mahal.”

Kemlu Suriah hari itu melaporkan bahwa Bandara Internasional Aleppo lumpuh akibat dari serangan rudal Israel pada Rabu malam lalu.

Laporan itu dikemukakan dalam sebuah surat yang dilayangkan kepada Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kepala Dewan Keamanan.

Surat itu menyebutkan bahwa Israel Rabu lalu melancarkan serangan rudal ke Bandara Internasional Aleppo hingga menyebabkan kerusakan pada landasan pacu dan kehancuran stasiun bantuan navigasi dan peralatannya.

Surat itu menegaskan bahwa Suriah berhak meminta pertanggungjawaban Israel secara hukum, moral, politik dan keuangan karena rezim Zionis itu sengaja menyerang bandara internasional Damaskus dan Aleppo, membahayakan fasilitas sipil dan melakukan sabotase yang mempertaruhkan jiwa warga sipil. (raialyoum/sana)