Jakarta, ICMES. Kontak senjata antara milisi yang didukung oleh pihak-pihak yang bersaing di Libya telah menewaskan sedikitnya 32 orang dan melukai 159 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan.

Kelompok pejuang Hizbullah Lebanon merilis video baru yang memperlihatkan pengintaiannya terhadap kapal yang dikhususkan untuk ekstraksi gas bagi Israel di Garis Karish di dalam perbatasan selatan Lebanon.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani, mengatakan bahwa negosiasi pemulihan perjanjian nuklir 2015 bergerak maju di jalur yang positif.
Warganet Arab Yordania dihebohkan oleh keberadaan mural pendiri Republik Islam Iran Imam Khomaini dan Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei di sebuah kawasan di Amman, ibu kota Yordania.
Berita Selengkapnya:
32 Orang Tewas dalam Kontak Senjata di Tripoli, Perang Besar Dikhawatirkan Merebak lagi
Kontak senjata antara milisi yang didukung oleh pihak-pihak yang bersaing di Libya telah menewaskan sedikitnya 32 orang dan melukai 159 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan.
Pertempuran di ibu kota Libya, Tripoli, pada hari Sabtu (27/8) adalah yang terburuk di sana dalam dua tahun terakhir, dan telah menimbulkan kekhawatiran negara ini kembali terjerumus pada perang saudara berskala besar.
Kementerian Kesehatan, Ahad (28/8), mengumumkan tak kurang dari 32 orang tewas dan 159 lainnya terluka dalam kekerasan yang terjadi pada hari Sabtu.
Korban tewas antara lain adalah Mustafa Baraka, seorang komedian yang dikenal karena video media sosialnya yang mengejek milisi dan koruptor. Malek Merset, juru bicara layanan darurat, menyatakan Baraka tewas akibat tembakan yang mengena dadanya.
Merset mengatakan layanan darurat berusaha mengevakuasi para korban luka dan warga sipil yang terperangkap dalam pertempuran yang meletus pada Ahad malam dan berlanjut hingga Sabtu malam.
Kementerian kesehatan melaporkan 140 orang terluka sementara 64 keluarga harus dievakuasi dari daerah sekitar pertempuran.
Disebutkan rumah sakit dan pusat medis di ibu kota juga tak luput dari tembakan, dan tim ambulans dilarang mengevakuasi warga sipil, dalam tindakan yang “sama dengan kejahatan perang”. (aljazeera)
Ancam Israel, Hizbullah Rilis Video Pengintaian terhadap Kapal Dekat Ladang Karish
Kelompok pejuang Hizbullah Lebanon merilis video baru yang memperlihatkan pengintaiannya terhadap kapal yang dikhususkan untuk ekstraksi gas bagi Israel di Garis Karish di dalam perbatasan selatan Lebanon.
Dalam video berdurasi 22 detik, Hizbullah mengancam; “Kalian bergantung pada hari-hari ini” , dan “kapal-kapal yang mengekstraksi gas untuk kepentingan entitas Zionis berada di bawah jangkauan rudal Hizbullah.”
Ketegangan meningkat pada bulan Juni ketika sebuah kapal produksi sewaan Israel tiba di dekat ladang gas lepas pantai Karish, yang menurut Libanon berada di dalam perairan yang disengketakan.
Pada 2 Juli lalu Israel mengaku telah menembak jatuh tiga drone yang diluncurkan Hizbullah ke arah Karish, sementara pemimpin Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah pada 9 Agustus memperingatkan; “Tangan yang mencapai kekayaan ini akan terputus.â€
Israel dan Lebanon sejak tahun 1996 berusaha menyelesaikan tumpang tindih perairan teritorial kedua negara, yang terletak di rembesan besar bahan bakar fosil. Negosiasi yang ditengahi AS dimulai pada tahun 2020. (raialyoum)
Perjanjian Nuklir Iran Dinilai Sudah Mendekati Pemulihan, Israel Panik
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani, mengatakan bahwa negosiasi pemulihan perjanjian nuklir 2015 bergerak maju di jalur yang positif.
Dia juga menyebutkan masalah yang tersisa terkait dengan perjanjian yang dinamai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) itu jumlahnya kecil namun penting, sensitif dan determinan.
Dia menambahkan, “Kami berharap Washington akan bertindak secara rasional dan mengambil keputusan politik untuk memastikan kepentingan dan tuntutan sah kami.â€
Dia juga menuturkan, “Teheran akan mematuhi kesepakatan yang menjamin kepentingan dasarnya dan tidak akan mundur dari garis merahnya dalam negosiasi.â€
Otoritas Iran mengatakan bahwa proses tarik ulur dengan Amerika Serikat mengenai usulan Uni Eropa untuk pemulihan perjanjian nuklir akan diperpanjang hingga bulan depan.
Dikutip Bloomberg, wubsite Noor News milik pemerintah Iran di Twitter pada hari Ahad (28/8), melaporkan bahwa Iran memerlukan waktu “setidaknya” hingga tanggal 2 September 2022 untuk merespon tanggapan pemerintahan Presiden AS Joe Biden terkait dengan dokumen yang dirancang oleh Uni Eropa untuk pemulihan JCPOA, perjanjian yang dikhianati oleh AS pada tahun 2018.
Noor News, yang terkait erat dengan Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, menyebutkan bahwa Teheran terus “meninjau dengan hati-hati tanggapan AS” dengan bantuan para ahli.
Juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby dalam sebuah wawancara dengan CNN, Ahad, mengatakan bahwa Presiden AS Joe Biden masih percaya bahwa diplomasi dan kembali ke perjanjian nuklir adalah solusi terbaik.
Dia juga menyebutkan bahwa para perunding sekarang sudah lebih dekat dengan pencapaian kesepakatan daripada dua minggu lalu, tapi dia juga menekankan bahwa masih ada kesenjangan antara pihak-pihak dalam perjanjian nuklir dengan Iran.
Menurutnya, pemerintah AS telah memberikan tanggapannya, mengungkapkan harapannya untuk hasil yang positif, dan menekankan bahwa apa yang disebutnya akuisisi senjata nuklir oleh Teheran akan mempersulit penyelesaian masalah apapun di kawasan.
Di hari yang sama, Mantan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam penerusnya, Yair Lapid, dan Menteri Pertahanannya, Benny Gantz, atas kesepakatan nuklir Iran yang mungkin akan segera ditandatangani.
Di Twitter dia menyebut Lapid dan Gantz tertidur dan membiarkan Iran mencapai kesepakatan nuklir yang akan, menurutnya, membahayakan masa depan Israel.
Sehari sebelumnya, di Twitter dia berjanji mencegah Iran memperoleh senjata nuklir dengan cara apa pun, baik ada atau tidak ada perjanjian nuklir antara Iran dan AS. (mna/raialyoum)
Heboh, Mural Imam Khomaini dan Ayatullah Khamenei Terpajang di Amman
Warganet Arab Yordania dihebohkan oleh keberadaan mural pendiri Republik Islam Iran Imam Khomaini dan Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei di sebuah kawasan di Amman, ibu kota Yordania.
Menurut laporan Rai Al-Yaoum, Ahad (28/8), beberapa warganet Yordania mempertanyakan mengapa ada mural bergambar dua tokoh besar Iran itu di Amman, tepatnya di kawasan Marka. Mereka menyoal bahwa jangan-jangan pengaruh Islam Syiah sudah menjangkau Yordania, apalagi di kawasan itu juga terdapat mural pasukan relawan Irak Al-Hashd Al-Shaabi.
Usut punya usut, mural itu rupanya dibuat untuk suting sebuah film tentang aneka peristiwa Iran.
Dilaporkan pula bahwa Yordania telah mendapat permohonan dari Iran supaya membuka “wisata religius†berupa ziarah ke makam-makam suci tiga sahabat Nabi saw yang ada di wilayah Yordania, yaitu Jakfar bin Abi Thalib ra, Zaid bin Harits ra, dan Abdullah bin Rawahah ra.
Selain itu, di kota Madaba di Yorania utara juga terdapat makam sahabat Abu Dzar al-Ghifari, dan di Amman terdapat Goa Ashabul Kahfi yang padanya telah dibangun sebuah masjid dan pusat kajian yang bernaung di bawah Kementerian Wakaf.
Selama ini, otoritas Yordania melarang warga Muslim Syiah berziarah ke makam-makam tersebut dengan dalih faktor politik dan keamanan. (raialyoum)







