Jakarta, ICMES. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan bahwa, tak seperti seperti belumnya, Negeri Beruang Merah ini sekarang bertujuan menggulingkan pemerintah Ukraina.

Panglima pasukan elit Iran Koprs Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayjen Hossein Salami menegaskan negaranya terus berjuang membuat dan memiliki senjata secanggih mungkin tanpa menggubris semua gertakan musuh-musuh negara ini.
Pasukan intelijen Iran meringkus sejumlah agen dinas rahasia Israel, Mossad, beberapa jam sebelum mereka melakukan aksi peledakan besar di kota Isfahan, Iran tengah.
Sebuah kelompok yang menamakan dirinya “Majelis Islam Suriah†menyatakan bahwa Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, tak menunjukkan respon positif atas desakan kelompok lain yang menamakan dirinya “Ulama Muslimin†agar Hamas mengurungnya pemulihan hubungan dengan pemerintah Suriah.
Berita Selengkapnya:
Makin Sangar, Rusia Kini Mengaku Bermaksud Gulingkan Rezim di Kyiv
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan bahwa, tak seperti seperti belumnya, Negeri Beruang Merah ini sekarang bertujuan menggulingkan pemerintah Ukraina.
“Kami pasti akan membantu rakyat Ukraina untuk membebaskan diri dari rezim yang sepenuhnya anti-rakyat dan anti-sejarah,” kata Lavrov yang sedang berada di Kairo, ibu kota Mesir, Ahad (24/7), berkenaan dengan invasi militer Rusia di Ukraina yang telah berlangsung sekira lima bulan.
Di awal safarinya ke Mesir, Ethiopia, Uganda dan Kongo untuk memperkuat dukungan kepada perang Rusia terhadap Ukraina itu, Lavrov menambahkan bahwa bangsa Rusia dan bangsa Ukraina “akan hidup bersama di masa mendatangâ€.
Lavrov menyatakan demikian setelah para pemimpin Rusia secara terbuka mengeraskan sikapnya terkait perang Ukraina dalam beberapa hari terakhir.
Rabu lalu, Lavrov menyampaikan ancaman Rusia akan menduduki lebih banyak wilayah di luar wilayah Donbass di Ukraina timur, tempat konsentrasi sebagian besar pertempuran.
Pernyataan itu menyalahi pernyataan Lavrov sebelumnya dalam wawancara dengan India Today pada April lalu. Saat itu dia mengatakan, “Kami tidak memiliki rencana untuk perubahan rezim di Ukraina. Terserah Ukraina untuk memutuskan di bawah kepemimpinan mana mereka ingin hidup.â€
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam pidato video pada Ahad malam menegaskan bahwa Ukraina akan terus melakukan semua yang bisa dilakukan dalam melawan Rusia.
“Kami melakukan segalanya untuk menimbulkan kerusakan setinggi mungkin pada musuh dan untuk mengumpulkan dukungan sebanyak mungkin untuk Ukraina,†ujarnya.
Dia juga mengklaim,“Bahkan penjajah mengakui bahwa kami akan menang. Kami mendengarnya dalam percakapan mereka sepanjang waktu – dalam apa yang mereka katakan kepada kerabat mereka ketika mereka memanggil mereka.â€
Zelensky menyebutkan bahwa Ukraina memiliki minggu yang penting di depan, dengan liburan mendekat di tengah apa yang disebutnya “perang kejam”.
“Tapi kami akan merayakannya dengan segala rintangan. Karena orang Ukraina tidak akan takut,†sumbarnya. (raialyoum)
“Tak Takut Musuhâ€, IRGC Mengaku Terus Berusaha Memiliki Senjata Tercanggih
Panglima pasukan elit Iran Koprs Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayjen Hossein Salami menegaskan negaranya terus berjuang membuat dan memiliki senjata secanggih mungkin tanpa menggubris semua gertakan musuh-musuh negara ini.
“Iran tak mengandalkan senjata dan mencari keajaiban dari senjata, melainkan kami bertawakkal pada Allah SWT karena inilah yang rahasia kemenangan kami. Ketika Anda memandang Allah maka wibawa dan kebesaran semua kekuatan besar menjadi lebih kecil daripada seekor nyamuk, sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran,†ujar Salami dalam Festival Malik Al-Asytar yang diselenggarakan oleh IRGC, Ahad (24/7).
“Ketika Anda tak takut kepada musuh maka Anda akan bergerak. Ketakukan akan membuat Anda berhenti, sedangkan iman menghancurkan ketakutan, dan semakin dekat seorang mukmin dengan resiko semakin besar pula kekuatannya,†imbuhnya.
Mengenai senjata itu sendiri, dia mengatakan bahwa alutsista adalah sarana yang efektif dalam perang sehingga Iran berusaha memroduki dan mendapatkan senjata termutakhir.
Secara terpisah, Komandan Angkatan Darat Iran Brigjen Kioumars Heydari di hari yang sama menyatakan negaranya siap mengekspor perlengkapan militer mutakhir.
Dia menyebutkan bahwa Iran memroduksi pesawat-pesawat nirawak canggih yang dapat dioperasikan untuk misi jarak jauh dan di luar perbatasan negara, termasuk untuk pengintaian dan pertempuran.
Pada Selasa pekan lalu Kioumars Heydari memastikan bahwa pasukannya telah berswasembada dan bahwa Iran sekarang siap mengekspor senjata dan perlengkapan militer ke negara-negara sahabat.
Sementara itu, komandan Pasukan Dirgantara Brigjen Amir Ali Hajizadeh pada Festival Malik Al-Asytar mengatakan bahwa roket Qaim pembawa satelit akan dapat dioperasikan dan membawa beberapa satelit baru ke orbit bumi pada tahun ini menurut kalender nasional Iran.
Dia juga menyebutkan bahwa roket serupa buatan Iran yang bernama Qased pada tahun lalu telah sukses mengorbitkan satelit Noor pada ketinggian 500 kilometer dari permukaan Bumi. (alalam/raialyoum)
Iran Cokok Agen Israel Jelang Peledakan Besar
Pasukan intelijen Iran meringkus sejumlah agen dinas rahasia Israel, Mossad, beberapa jam sebelum mereka melakukan aksi peledakan besar di kota Isfahan, Iran tengah.
Tanpa menyebutkan jumlah dan kewarga negaraan orang yang diringkus, Kementerian intelijen Iran dalam sebuah pernyataan singkat pada Sabtu malam (23/7) menyebutkan pihaknya telah meringkus sejumlah orang yang beroperasi di bawah perintah dari Mossad.
“Anggota jaringan menggunakan peralatan operasional dan komunikasi canggih dan bahan peledak yang kuat, dan ingin melakukan sabotase dan operasi teroris yang belum pernah terjadi sebelumnya di beberapa area dan target sensitif yang telah ditentukan sebelumnya,†bunyi pernyataan itu, tanpa mengungkap rincian lebih lanjut.
Pada hari Minggu, Nournews, sebuah outlet yang berafiliasi dengan Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, mengatakan kelompok itu diciduk ketika sedang dalam perjalanan untuk meledakkan “pusat sensitif†di Isfahan, yang antara lain menjadi tempat fasilitas nuklir utama Iran.
“Pukulan terhadap jaringan ini diwujudkan sebagai hasil dari salah satu operasi paling rumit dari aparat intelijen Iran di dalam atau di luar negeri,†ungkap Nournews.
Menurut Nournews, kelompok itu telah berlatih di negara Afrika yang tidak disebutkan namanya selama berbulan-bulan, di mana para anggotanya mensimulasikan operasi tersebut, dan kemudian menyusup ke Iran melalui wilayah Kurdi Irak.
Nournews menyebutkan bahwa mereka telah menanam bahan peledak high-impact dan dan tertangkap hanya beberapa jam menjelang operasi tersebut. (raialyoum)
Hamas Tak Penuhi Desakan Kelompok “Ulama Muslimin†Soal Pemulihan Hubungan dengan Suriah
Sebuah kelompok yang menamakan dirinya “Majelis Islam Suriah†menyatakan bahwa Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, tak menunjukkan respon positif atas desakan kelompok lain yang menamakan dirinya “Ulama Muslimin†agar Hamas mengurungnya pemulihan hubungan dengan pemerintah Suriah.
Menjelang kunjungan Kepala Biro Politik Hamas dan rombongannya ke Beirut, ibu kota Lebanon, beberapa waktu lalu, Biro Politik Hamas mengambil keputusan bulat untuk memulihkan hubungan faksi ini dengan pemerintah Suriah.
Majelis Islam Suriah yang berafiliasi dengan Gerakan Ikhwanul Muslimin, Ahad (24/7), merilis statemen berisi pernyataan bahwa Hamas “berusaha mengabaikan hakikat orang-orang yang menasihati dan memperingatkan mereka, dengan melakukan pembocoran yang mengganggu atas gambar yang memperlihatkan para ulama yang telah bergegas memperingatkan Hamas, dan menjadikan nasihat mereka sebagai peristiwa marginal.â€
Stetemen itu menambahkan bahwa pemulihan hubungan Hamas dengan pemerintah Suriah memperjelas masuknya Hamas dalam poros Iran, yang dituduh oleh Majelis Islam Suriah memperdagangkan isu Palestina dan menumpahkan darah umat Islam di Suriah, Irak dan Yaman.
Majelis Islam Suriah memperingatkan Hamas bahwa pemulihan hubungan itu akan merugikan Hamas sendiri dan merusak citranya di mata bangsa-bangsa Muslim yang selama ini mendukungnya. Menurut mereka, para pemimpin Hamas kini sedang “mengutamakan kepentingan pribadi atas prinsipâ€.
Para pejabat Suriah sendiri sejauh ini belum pernah menunjukkan reaksi dan komentar resmi atas beredarnya laporan mengenai adanya keputusan Hamas untuk memulihkan hubungan dengan Damaskus.
Namun, beberapa sumber menyatakan kepada situs berita Rai Al-Youm bahwa para pejabat Suriah belum siap untuk mengadakan pertemuan dengan Hamas terkait dengan rencana pemulihan hubungan tersebut, karena Damaskus masih terpukul oleh apa yang disebutnya pengkhianatan Hamas terhadap Damaskus, kota yang telah lama menjadi markas Hamas namun ditinggal begitu saja oleh faksi ini ketika Suriah dilanda krisis terorisme dan pemberontakan. Hamas bahkan malah menyokong kubu pemberontak yang didukung Barat, terutama AS, serta sejumlah rezim Arab yang bersekutu dengan Barat. (raialyoum)







