Jakarta, ICMES. Mantan Imam Masjidil Haram Syeikh Adel Al-Kalbani kembali menjadi buah bibir di media sosial Arab di mana warganet menyorot beredarnya foto Al-Kalbani mengenakan celana pendek setelah beberapa waktu lalu mengendarai mode Harley-Davidson dan mengenakan rompi beratribut bendera AS dan bintang segi enam.

Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian mengabarkan kesediaan Arab Saudi untuk meningkatkan taraf dialognya dengan Iran dari tingkat keamanan ke tingkat politik dan secara terbuka.
Serangan rudal Israel ke sebuah kawasan dekat Damaskus, ibu kota Suriah, telah mengugurkan tiga tentara negara ini dan melukai tujuh lainnya.
Berita Selengkapnya:
Heboh Lagi, Beredar Foto Mantan Imam Masjidil Haram Bercelana Pendek, Netizen Arab Beradu Satir
Mantan Imam Masjidil Haram Syeikh Adel Al-Kalbani kembali menjadi buah bibir di media sosial Arab di mana warganet menyorot beredarnya foto Al-Kalbani mengenakan celana pendek setelah beberapa waktu lalu mengendarai mode Harley-Davidson dan mengenakan rompi beratribut bendera AS dan bintang segi enam.
Dalam foto itu terlihat Al-Kalbani duduk santai sembari tersenyum dengan mengenakan kaus dan celana pendek di atas karpet bersama seorang pria yang juga mengenakan pakaian serupa.
Salah satu pengikut akun Twitter Al-Kalbani lantas mengungkit heboh foto Al-Kalbani mengendarai moge, dan menyatakan: “Tak ada yang keberatan untuk semua ini, tapi yang menjadi bahan kritik kami adalah penurunan yang Anda capai ketika Turki Al-Sheikh merekrut Anda dalam proyek pengguncangan dan penyitaan properti di Negeri Haramain. .. Dan foto yang kami kritik sejalan dengan kemunduran ini.â€
Turki Al-Sheikh yang bernama lengkap Turki bin Abdul Mohsen bin Abdul Latif Al- Sheikh adalah penasihat Saudi di Royal Court di bawah pangkat Menteri dan Ketua Otoritas Umum untuk Hiburan.
Pengikut Al-Kalbani itu menambahkan; “Omong-omong, apakah ada komentar mengenai penodaan tempat suci oleh Zionis?
Komenter warganet itu tampak mengusik Al-Kalbani sehingga dia membalas: “Dan kamu aku keluhkan?â€
Para warganet Arab tak mengerti apa dimaksud Al-Kalbani dalam balasannya itu sehingga berkomentar; “mengenai keseriusan apa yang kamu ketahui? Apakah kamu tak menonton sinetro Kuwait? Artinya ialah; kamu kerasukan apa atau kamu siapa sehingga campur tangan.â€
Tak cukup dengan itu, Al-Kalbani memosting sebuah foto disertai pernyataan satir: “Betapa aibnya, seorang Imam Al-Haram makan popcorn!â€
Postingan ini rupanya malah memperpanjang kontroversi di mana beberapa pengikut akun Al-Kalbani menyebut apa yang dilakukan Al-Kalbani sebagai “suatu pekerjaanâ€, yakni tampilan-tampilan dia belakangan ini dia lakukan demi mata pencaharian, sementara sebagian pengikut lainnya melontarkan pujian-pujian satir untuk Al-Kalbani.
Kalimat “seorang Imam Al-Haram†juga mengundang reaksi karena Al-Kalbani seolah masih merasa sebagai Imam Masjidil Haram.
“Mantan Imam Al-Haram!†cetus seorang pengikut akunnya.
Ada pula warganet Arab yang menyebut Al-Kalbani sebagai “remaja usia 50-an tahunâ€, sementara seorang warganet lain mengimbau Al-Kalbani dengan menyatakan; “Jangan memprovokasi orang, wahai Syeikhuna Yang Mulia, sementara Anda adalah seorang penghafal kitab pedoman agung kami (Al-Quran) dan Anda melihat masyarakat sebagai para saksi Allah di muka bumiNya.â€
Beberapa pengkritik Al-Kalbani melontarkan pujian satir untuknya, antara lain dengan menyebutkan kemerduan suaranya dalam membaca ayat-ayat suci Al-Quran. Salah seorang di antara mereka menyatakan; “Suara Anda merdu, masya Allah, tabaraka Allah, meski perbuatanmu telah merendahkan dirimu!â€
Seorang warganet lain bernama Salim berkomentar membingungkan: “Baraka Allah, dia adalah contoh cinta dunia, penggunaan akal dan keimanan kepada Allah, dan pencampakan warisan bid’ah.†(raialyoum/twitter)
Teheran Sebut Saudi Siap Beralih ke Tingkat Politik dan Terbuka dalam Perundingan dengan Iran
Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian mengabarkan kesediaan Arab Saudi untuk meningkatkan taraf dialognya dengan Iran dari tingkat keamanan ke tingkat politik dan secara terbuka.
Dialog Iran-Saudi telah dilakukan berulang kali di Baghdad, ibu kota Irak, dengan tujuan memulihkan hubungan yang terputus sejak beberapa tahun lalu.
Amir-Abdollahian juga menyebutkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) dan Kuwait berniat segera meningkatkan perwakilan diplomatik mereka di Teheran ke tingkat duta besar, setelah mereka menguranginya menyusul putusnya hubungan antara Iran dan Arab Saudi.
Sejauh Iran dan Saudi telah mengadakan lima putaran dialog yang dimulai pada tahun lalu. Putaran terakhir diadakan pada April lalu dan dihadiri oleh pejabat dari Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dan para petinggi Intelijen Saudi.
“Terkait dengan Arab Saudi, kami melakukan lima putaran negosiasi, terutama di tingkat keamanan, dan kemajuan telah dicapai dalam negosiasi ini,†kata Amir-Abdollahian dalam wawancara dengan televisi pemerintah pada Kamis malam (21/7).
“Minggu lalu kami menerima pesan dari Menteri Luar Negeri Irak (Fouad Hussein) bahwa pihak Saudi siap untuk mengalihkan pembicaraan ke tingkat politik dan terbuka, dan kami menyatakan kesiapan kami untuk masuknya pembicaraan ke taraf politik. .”
Dia mengaku berharap perkembangan ini mengarah pada “Pulihnya hubungan diplomatik antara Arab Saudi dan Republik Islam Iran.”
Arab Saudi memutuskan hubungan dengan Iran pada Januari 2016, setelah kedutaan besarnya di Teheran dan konsulatnya di Mashhad diserang oleh masa demonstran yang memrotes eksekusi ulama Syiah Saudi, Syeikh Nimr al-Nimr, oleh otoritas Saudi.
Sesi dialog antara kedua negara dimulai pada April 2021, difasilitasi oleh Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi, yang menjalin hubungan baik dengan kedua belah pihak.
Menteri Luar Negeri Iran menyampaikan pernyataan tersebut beberapa hari setelah UEA mengkonfirmasi pihaknya sedang mempertimbangkan penunjukan duta besar untuk Iran, setelah sekian lama UEA menurunkan taraf perwakilannya menyusul putusnya hubungan Iran-Saudi.
Anwar Gargash, penasihat presiden UEA untuk urusan diplomatik, kepada wartawan mengatakan, “Kami sudah membahas masalah pengiriman duta besar ke Iran. Dia juga menekankan perlunya mengurangi “eskalasi” regional.
Amir-Abdollahian mengatakan, “UEA telah memutuskan untuk mengirim duta besar ke Teheran.†Dia berharap hal ini akan terjadi “segera.”
Dia juga mengabarkan adanya langkah serupa dari Kuwait.
“Kuwait mengajukan duta besarnya dan kami setuju,” katanya.
Duta Besar Kuwait yang baru akan tiba di Teheran dalam beberapa hari ke depan. (raialyoum)
Serangan Israel ke Suriah Gugurkan Tiga Tentara
Serangan rudal Israel ke sebuah kawasan dekat Damaskus, ibu kota Suriah, telah mengugurkan tiga tentara negara ini dan melukai tujuh lainnya.
KementerianPertahanan Suriah, Jumat (22/7), mengumumkan, “Musuh, Israel, melakukan serangan udara dari arah Golan Suriah yang diduduki. Agresi itu menewaskan tiga tentara dan melukai tujuh lainnya,” ungkap.
Kementerian itu mengatakan bahwa pasukan pertahanan udara Suriah telah mencegat beberapa rudal yang diluncurkan dari Dataran Tinggi Golan.
Militer Israel enggan berkomentar, sementara Iran mengutuk dan menyebut serangan itu sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Suriah, hukum internasional, dan prinsip-prinsip kemanusiaan.
Iran melalu jubir Kemlunya, Nasser Kanaani, juga mengecam kebungkaman lembaga-lembaga internasional dan HAM atas kejahatan rezim Zionis Israel.
Kanaani mengatakan bahwa komunitas internasional, terutama Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, perlu melaksanakan tanggung jawabnya untuk mencegah kelanjutan “kejahatan dan perilaku berisiko tinggi dari rezim Zionisâ€. (sana/irna)







