Jakarta, ICMES. Sebuah video mantan Imam Masjidil Haram, Syeikh Adel al-Kalbani mengendarai sepeda motor Harley-Davidson sembari mengenakan pakaian norak ala pengendara moge itu telah menghebohkan media sosial dunia Arab.

Pertemuan Puncak Iran-Turki-Rusia akan diadakan di Teheran hari ini, Selasa (19/7), untuk membahas beberapa isu penting, terutama Perang Ukraina dan operasi militer yang akan dilancarkan Ankara di Suriah utara, sementara Washington telah menyatakan keprihatinannya atas upaya Moskow mendapatkan drone Iran.
Berita Selengkapnya:
Ketika Mantan Imam Masjidil Haram Mengendarai Harley-Davidson dan Berpakaian Norak
Sebuah video mantan Imam Masjidil Haram, Syeikh Adel al-Kalbani mengendarai sepeda motor Harley-Davidson sembari mengenakan pakaian norak ala pengendara moge itu telah menghebohkan media sosial dunia Arab.
Dalam sebuah video yang direkam oleh seorang penggemar di Snapchat, al-Kalbani terlihat duduk di atas sepeda motor Harley Davidson di pinggir jalan, dan mengenakan rompi beratribut bendera Amerika Serikat (AS) dan beberapa atribut lainnya.
Dia menyeringai dan mengacungkan dua jari tanda perdamaian setelah seorang penggemarnya yang merekam video memintanya.
Nama Adel al-Kalbani lantas menjadi trending di Twitter sejak video itu beredar di media sosial pada hari Senin (18/7), dan memicu beragam reaksi dan komentar pro dan kontra dari berbagai penjuru dunia Arab.
Sebagian pengikut Al-Kalbani tak mempermasalahkan apa yang dilakukan Al-Kalbani, dan menganggapnya perbuatan yang hukumnya mubah dan tak berdosa.
“Mengendarai motor tidak dilarang,†cuit seorang pria, di tengah kritik dari beberapa orang tentang Al-Kalbani yang tidak mengenakan pakaian tradisional.
“Apa yang salah dengan memakai pakaian modern?! Ini adalah ketekunannya, dan ini adalah kebebasannya, dan tidak ada yang akan meminta pertanggungjawabannya selain Allah. Mengapa Anda melibatkan diri dalam segala hal? †kata pria lain sebagai tanggapan atas komentar negatif pada video tersebut.
Ada pula pengguna akun Twitter mengingatkan cuitan yang pernah diposting oleh Al-Kalbani: “Aku menjalani hidupku sebagaimana apa yang aku inginkan, bukan seperti yang mereka inginkan.â€
Beberapa warganet Arab lain memperlihatkan reaksi marah karena Al-Kalbani mengenakan pakaian bergambar bendera AS dan bintang segi enam yang kerap dikaitkan dengan Bintang Daud, simbol negara Zionis Israel. Menurut mereka, perbuatan itu sangat tidak layak dilakukan oleh seorang ulama, apalagi yang hafal Al-Quran.
Keberadaan atribut bintang segi enam ditengara oleh sebagian warganet dengan memberi tanda panah yang tertuju pada bagian foto sembari menyebutkan; “Ada bintang segi enam!â€
Sekelompok warganet Arab memperoloknya dengan menyatakan ; “Inilah benda paling mulia di dunia!â€
Al-Kalbani sebelumnya juga telah memancing kontroversi ketika di Twitter dia memosting bait-bait syair yang memuji Putra Mahkota Mohamed bin Salman (MBS) setelah MBS berjabat tangan dengan Presiden AS Joe Biden.
Beberapa pengguna akun Twitter membandingkan Al-Kalbani dengan beberapa ulama Saudi yang dijebloskan ke dalam penjara karena dianggap tak sejalan dengan kebijakan Kerajaan Saudi, termasuk Salman Al-Awdah, safar Al-Hawali, Awad Al-Qarni dan Salih Al-Talib. Mereka menyatakan; “Inilah para syeikh yang pantang berkompromi dalam mengamalkan agama dan menyampaikan kebenaran.â€
Seorang warganet Syiah Arab pengguna akun Ailia Emami turut berkomentar pedas dengan menggubah dan memosting bait syair berbahasa Arab yang artinya;
Dialah (Al-Kalbani) orang yang menjadi Imam Masjidil Haram karena perintah Kerajaan,
Mengafirkan para ulama Syiah di masa kawanan pembom bunuh diri karena perintah Kerajaan,
Dan menarik diri pengkafiran ini di masa keterbukaan Arab karena perintah Kerajaan.
Kerajaan pun kemudian menjadi liberal dan diapun terjun basah ke dalamnya dengan perintah Kerajaan.
Inilah hikmah para imam kita yang telah mengajarkan kepada ulama Syiah makna kemerdekaan dari para raja.
Seperti diketahui, Arab Saudi belakangan ini tampak semakin merapat dengan Israel, meski secara resmi belum menormalisasi hubungan dengan Israel, termasuk dengan membuka zona udaranya untuk maskapai penerbangan Israel.
Selain itu, Saudi juga mulai kembali didekati oleh AS melalui kunjungan Biden ke Saudi dalam safarinya ke sejumlah negara Timur Tengah, termasuk Israel, setelah nama Saudi sempat keruh di AS akibat kasus pembunuhan wartawan asal Saudi Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada tahun 2018.
Karena itu, beredarnya video Al-Kalbani tersebut tak lepas dari serangkaian sinyalemen yang diberikan oleh Riyadh selama ini dalam upaya menarik simpati Barat, terutama AS. (mm/alarabiya/raialyoum)
Pertemuan Puncak Segi Tiga Iran, Turki dan Rusia di Teheran, AS Resah Soal Drone Iran untuk Rusia
Pertemuan Puncak Iran-Turki-Rusia akan diadakan di Teheran hari ini, Selasa (19/7), untuk membahas beberapa isu penting, terutama Perang Ukraina dan operasi militer yang akan dilancarkan Ankara di Suriah utara, sementara Washington telah menyatakan keprihatinannya atas upaya Moskow mendapatkan drone Iran.
Menjelang pertemuan puncak itu Teheran menyatakan bahwa para pemimpin yang berpartisipasi di dalamnya akan membahas solusi politik untuk berbagai krisis regional dan masalah ketahanan pangan.
Pertemuan yang melibatkan Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Presiden Rusia Vladimir Putin itu merupakan pertemuan segi tiga ketujuh dalam proses perdamaian Astana yang diadakan untuk membahas perkembangan terkini di Suriah.
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian mengatakan bahwa pertemuan puncak itu akan memberikan dorongan untuk memperkuat hubungan dan mengembangkan kerjasama ekonomi, dengan fokus pada keamanan regional, selain memastikan ketahanan pangan.
Sementara itu, juru bicara Kremlin mengaku pihaknya berharap kesepakatan akan ditandatangani dengan pihak Iran yang mencakup kerjasama strategis yang komprehensif antara kedua negara.
Di pihak Turki, Ankara menyatakan bahwa Istanbul akan menjadi tuan rumah pertemuan minggu depan untuk membahas rincian teknis pengangkutan gandum dari Ukraina.
Di saat Rusia mengobarkan perang terhadap Ukraina, Turki juga ingin melancarkan operasi militer di Suriah utara terhadap daerah-daerah yang dikendalikan oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang ditulang punggungi oleh milisi Kurdi Suriah.
Di sisi lain, koordinator komunikasi strategis di Dewan Keamanan Nasional AS, John Kirby, menyatakan Washington prihatin atas kerjasama Teheran-Moskow dalam penjualan drone yang dapat digunakan oleh tentara Rusia dalam perang di Ukraina.
Kirby menyebut upaya Rusia ke Iran untuk mendapatkan drone sebagai indikasi betapa terisolasinya kedua negara.
Dia menambahkan bahwa Iran enggan mengutuk “agresi Rusia yang tidak dapat dibenarkan terhadap Ukrainaâ€, dan bahwa Iran malah siap membantu Rusia dalam perang ini.
Kirby menekankan bahwa pemerintah AS akan bekerja untuk terus memastikan bahwa AS memberi Ukraina bantuan keamanan untuk mempertahankan diri dengan lebih baik.
Pertemuan puncak segi tiga di Teheran akan digelar hari ini, yaitu beberapa hari setelah kunjungan Presiden AS Joe Biden ke Timur Tengah, termasuk Israel dan Arab Saudi, di mana dia bertemu dengan para pemimpin negara-negara Arab Teluk, Mesir, Yordania dan Irak. (raialyoum)







