Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 6 Juni 2022

Jakarta, ICMES. Iran, negara-negara Arab Teluk Persia dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) serempak memrotes keras penghinaan terhadap Nabi Muhammad saw oleh pejabat partai yang berkuasa di India.

Kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon menegaskan tidak akan membiarkan Rezim Zionis Israel  bertingkah dengan mengeksplorasi gas di daerah yang disengketakan dengan Lebanon.

Israel mempertimbangkan perluasan travel warning atau peringatan perjalanan di tengah kekhawatiran akan terjadinya serangan balasan Iran.

Milisi Kurdi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat akan berkoordinasi dengan pasukan pemerintah Suriah untuk melawan invasi Turki ke wilayah utara Suriah.

Berita Selengkapnya:

Iran dan Arab Bersatu Kecam Penghinaan Nabi Muhammad saw oleh Pejabat Partai Penguasa India

Iran, negara-negara Arab Teluk Persia dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) serempak memrotes keras penghinaan terhadap Nabi Muhammad saw oleh pejabat partai yang berkuasa di India.

Kemlu Iran memanggil Dubes India di Teheran untuk menyampai nota protes rakyat dan pemerintah Iran atas penghinaan yang disampaikan oleh Jubir  Partai Bharatiya Janata Party (BJP), Nupur Sharma dalam sebuah acara diskusi yang ditayangkan di televisi India beberapa waktu lalu tersebut.  

Dubes India sendiri dalam pemanggilan itu mengaku prihatin atas penghinaan itu dan menentangnya serta menyebutnya tidak merepresentasikan pendirian pemerintah India “yang sangat menghormati semua agama”

Dia juga menyebutkan bahwa Nupur Sharma tidak memiliki jabatan apapun di pemerintahan dan juga sudah dicopot dari jabatannya di partai akibat penistaan tersebut.

Beberapa negara Arab di kawasan Teluk Persia juga angkat bicara.

Qatar memberi tahu utusan India, Deepak Mittal, bahwa Qatar “mengharapkan permintaan maaf publik dan kecaman segera atas pernyataan ini dari Pemerintah India.”

“Membiarkan pernyataan Islamofobia seperti itu berlanjut tanpa hukuman, merupakan bahaya besar bagi perlindungan HAM dan dapat menyebabkan prasangka dan marginalisasi lebih lanjut, yang akan menciptakan siklus kekerasan dan kebencian,” ungkap Qatar.

Kuwait menuntut “permintaan maaf publik atas pernyataan bermusuhan ini” dan mengingatkan bahwa berlanjutnya penistaan demikian akan “meningkatkan ekstremisme dan kebencian serta merusak elemen moderasi”.

Kemlu Arab Saudi turut mengutuk penistaan tersebut.  Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang berbasis di Saudi juga mengutuk tanpa merinci penghinaan

OKI menyebutkan bahwa penghinaan itu terjadi”dalam konteks meningkatnya kebencian dan penyalahgunaan Islam di India serta dalam konteks praktik sistematis terhadap Muslim dan pembatasan terhadap mereka”.

Banyak warga Arab mulai mencemooh produk India, dan di internet juga mulai bermunculan laporan mengenai adanya para pekerja India di negara-negara Teluk diberhentikan oleh bos Arab mereka.

Cuitan ‘Boikot India’ juga mulai menjadi tren di internet. Mufti Besar Oman bahkan menyerukan boikot.

Dilaporkan bahwa juru bicara partai yang berkuasa di India Partai Bharatiya Janata Party (BJP), Nupur Sharma, dalam sebuah diskusi yang disiarkan stasiun televisi Indian Times Now pada tanggal 26 Mei, telah menghina agama Islam dengan mengolok-olok Al-Quran karena, menurutnya, menyatakan bahwa “Bumi itu datar”.

Selain itu, dia juga menghina Nabi Muhammad saw dengan menyebutnya “telah menikahi seorang gadis berusia enam tahun dan kemudian berhubungan seks dengannya pada usia sembilan tahun.”

BJP sendiri, Ahad, merilis sebuah pernyataan sikap atas penghinaan tersebut. Sekjen BJP, Arun Singh, menegaskan bahwa partai ini menentang ideologi apa pun yang menghina atau merendahkan sekte atau agama apa pun. (alalam/raialyoum)

Hizbullah Ancam Israel Soal Ladang Gas Lebanon

Kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon menegaskan tidak akan membiarkan Rezim Zionis Israel  bertingkah dengan mengeksplorasi gas di daerah yang disengketakan dengan Lebanon.

Seorang anggota Dewan Pimpimpinan Hizbullah, Mahmoud Qamati, Ahad (5/6), mengatakan, “ Kami tidak akan mengizinkan Israel untuk mengeksplorasi minyak dan gas di wilayah yang disengketakan.”

Sebelumnya, Muhammad Raad, Kepala faksi Al-Wifa yang berafiliasi dengan kubu resistensi anti Israel kepada para pejabat Libanon mengatakan: “Mari kita sepakati sebuah perusahaan yang kita pilih atas kehendak bebas kita sendiri, dan kita memintanya untuk mengeksplorasi gas di perairan teritorial kita pada waktu dan periode yang kita inginkan.”

Dia menambahkan, “Siapa pun yang takut bahwa musuh Israel akan mendekati perusahaan ini maka (ketahuilah bahwa) kami  menjamin akan bereaksi, tapi tidak baik menggadaikan negara kami untuk ambisi kami sendiri, kepentingan faksi kami, kekhawatiran remeh kami, dan keinginan kami untuk menduduki beberapa posisi.”

Pada Ahad pagi sumber-sumber informasi mengkonfirmasi bahwa kapal Israel untuk mengekstrak dan menyimpan gas alam cair memasuki ladang “Karesh”, dan melintasi Jalur 29 sehingga berjarak sekira 5 km dari Jalur 23 di daerah yang disengketakan dengan Lebanon. (alalam)

Takut Balasan Iran, Israel Perluas Travel Warning

Israel mempertimbangkan perluasan travel warning atau peringatan perjalanan di tengah kekhawatiran akan terjadinya serangan balasan Iran.

Pertimbangan itu dilakukan setelah Dewan Keamanan Nasional Israel merevisi peringatan perjalanannya ke Turki bulan lalu.

Menurut laporan pada Ahad (5/6), Israel kini sedang mempertimbangkan untuk mengeluarkan peringatan perjalanan untuk negara-negara tambahan karena kekhawatiran terhadap kemungkinan Iran menyerang orang Israel yang bepergian.

Dewan tersebut menyatakan ada ancaman nyata terhadap Israel oleh “operasi teroris Iran” di sana dan di negara-negara terdekat.

Dalam sebuah pernyataan di situs webnya, dewan itu menyatakan bahwa potensi serangan Iran  tumbuh “setelah Israel dituduh atas kematian seorang perwira Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC).”

Perwira bernama Hassan Sayyad Khodaei dan berpangkat kolonel itu ditembak lima kali di mobilnya oleh dua pria bersenjata pengendara motor di Teheran pada 22 Mei.

Menurut Channel 12, Israel percaya motivasi Iran meningkat untuk melancarkan serangan terhadap target Israel sehingga Tel Aviv menambah tingkat peringatan keamanan di kedutaan dan konsulatnya di dunia. (i12news)

SDF Minta Tentara Suriah akan Gunakan Pertahanan Udara untuk Melawan Invasi Turki

Milisi Kurdi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat akan berkoordinasi dengan pasukan pemerintah Suriah untuk melawan invasi Turki ke wilayah utara Suriah.

Hal itu dikatakan oleh komandan SDF kepada Reuters, Ahad (5/6), sembari menyebutkan bahwa  Damaskus harus menggunakan sistem pertahanan udaranya terhadap pesawat Turki.

Ankara telah bersumpah akan melakukan serangan baru di wilayah utara Suriah yang dikendalikan oleh SDF, aliansi pimpinan Kurdi yang dipelopori oleh Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), yang dianggap sebagai kelompok teroris oleh Turki.

Kepala SDF Mazloum Abdi mengatakan  bahwa pasukannya “terbuka” untuk bekerja dengan pasukan Suriah untuk melawan Turki, tapi dia juga mengatakan tidak perlu mengirim pasukan tambahan.

“Hal penting yang dapat dilakukan tentara Suriah untuk mempertahankan wilayah Suriah adalah menggunakan sistem pertahanan udara terhadap pesawat Turki,” katanya dalam sebuah wawancara melalui telepon dari lokasi yang dirahasiakan di Suriah utara.

Suriah menganggap Turki sebagai kekuatan pendudukan di utara. Kemlu Suriah pada bulan lalu menyatakan akan mempertimbangkan setiap serangan baru Turki sebagai “kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan”.

Turki telah mendukung kelompok pemberontak dalam bentrokan melawan pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad dan SDF. Mereka telah menggunakan pesawat tempur dan drone untuk menyerang wilayah yang dikuasai SDF, di mana otoritas Kurdi Suriah telah membentuk sistem pemerintahan yang terpisah dari Damaskus.

Abdi mengatakan optimalisasi koordinasi militer dengan Damaskus tidak akan mengancam pemerintahan semi-otonom itu.

“Prioritas kami adalah mempertahankan wilayah Suriah, dan tidak ada yang harus berpikir tentang mengambil keuntungan dari situasi itu untuk membuat keuntungan di lapangan,” katanya.

Presiden Turki Tayyip Erdogan telah bersumpah untuk merebut kota Tal Rifaat dan Manbij yang dikuasai SDF di provinsi Aleppo di utara Suriah, yang sebagian besar dikuasai oleh pasukan pemerintah Suriah. (reuters/raialyoum)