Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 30 April 2022

Jakarta, ICMES. Panglima pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayjen Hossein Salami  menyampaikan pidato melalui  televisi untuk pertama kalinya pada festival Hari Quds Sedunia yang diselenggarakan di Gaza.

Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi menegaskan bahwa Rezim Zionis Israel akan selalu menjadi ancaman berbahaya bagi umat Islam.

Berita Selengkapnya:

Festival Hari Quds 2022 di Gaza, Panglima IRGC: Kekalahan Israel Sudah Dekat

Panglima pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayjen Hossein Salami  menyampaikan pidato melalui  televisi untuk pertama kalinya pada festival Hari Quds Sedunia yang diselenggarakan di Gaza, Kamis (28/4).

Pada acara yang dihadiri oleh perwakilan dari berbagai faksi pejuang Palestina itu Salami memastikan bahwa Rezim Zionis Israel pasti akan kalah dan kekalahan ini sudah dekat.

“Kekalahan entitas Zionis (Israel) sudah dekat dan pasti terjadi, dan kondisi keterjatuhannya sudah tersedia,” ujarnya, sembari menyebutkan bahwa semua negosiasi sebagian negara Arab dengan Israel “tak lain hanyalah tipu daya, yang sama sekali tak akan akan mengarah kepada pembebasan Palestina, dan justru merupakan konspirasi untuk menghalangi jihad dan melemahkan elemen-elemen resistensi, menyia-nyiakan waktu dan menyelengkan opini”.

Dia menambahkan, “Bangsa Palestina menyadari bahwa tujuan mereka tak akan terwujud kecuali melalui jihad, dan kamipun menegaskan dukungan kami sepenuhnya kepada mereka, dan bahwa agresi entitas Zionis tak akan bertahan tanpa balasan, sementara sistem keamanannya sudah runtuh, dan inilah yang membuktikan bahwa keruntuhan entitas ini sudah dekat.”

Sementara itu, anggota Biro Politik Hamas, Rawhi Mushtaha, pada festival yang sama menyatakan bahwa faksi-faksi perlawanan Palestina bersiapan di semua gelanggang untuk membalas setiap eskalasi Israel.

“Gaza siap pada setiap tempat dan waktu dengan segala pilihannya untuk mendukung bangsa Palestina, dimulai dari Quds (Yerusalem).”

Dia menambahkan, “Pesan kami kepada bangsa-bangsa Arab dan Islam ialah bahwa tak ada yang kurang pada kehendak, kekuatan dan tekad kami  di Palestina, tapi apa yang dituntut dari kalian ialah dukungan dengan senjata, dana dan lain-lain.”

Pada festival ini Brigade Quds, sayap militer Jihad Islam, mengumumkan pengoperasi drone “Jenin” untuk misi militer di Jalur Gaza. (raialyoum)

Presiden Iran: Berkompromi dengan Israel Sama dengan Memasukkan Ular ke  Rangsel Sendiri

Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi menegaskan bahwa Rezim Zionis Israel akan selalu menjadi ancaman berbahaya bagi umat Islam.

Dalam kata sambutannya pada pertemuan dengan para duta besar dan delegasi negara-negara Islam di Teheran, Kamis (28/4), Presiden Raisi mengatakan, “Rezim perampas, Zionis, selalu menjadi ancaman berbahaya, sementara Palestina yang tertindas merupakan kunci persatuan umat Islam.”

Dia menambahkan, “Meskipun Palestina adalah korban utama entitas pembunuh anak kecil, entitas pendudukan Israel, namun kecerobohan, kenaifan, iktikad buruk dan ekspanismenya mengancam seluruh kawasan ini serta identitas dunia Islam.”

Mengenai sejumlah negara Arab yang menormalisasi hubungan dengan Israel dia mengatakan, “Cerita negara-negara yang menormalisasi hubungan dengan Rezim Zionis yang haus darah itu adalah ibarat orang yang meletakkan ular di dalam rangselnya. Langkah ini, tak syak lagi membangkitkan kemarahan sekira satu miliar Muslim di dunia serta kebencian kaum merdeka dan penduduk dunia kepada entitas ini.”

Presiden Iran mengapresiasi perjuangan para pemuda umat Islam dengan mengatakan bahwa seandainya perjuangan ini tidak ada “niscaya kaum Zionis, sebagaimana kaum takfiri, sudah mencaplok negara-negara kawasan.”

Raisi menyebut Israel  sebagai “entitas yang goyah dan bertumpu pada terorisme negara”,  serta mengandalkan “pelanggaran sistematis terhadap HAM, penggunaan senjata terlarang terhadap orang-orang yang tak berdaya, peningkatan tekanan terhadap penduduk Quds dan Tepi Barat, dan penodaan Masjid Al-Aqsa, yang semua ini tak akan pernah menunjang ketentraman dan keamanan entitas Zionis.”

Presiden Raisi juga mengatakan, “Rezim yang telah menyebabkan ketidakamanan, ketidakstabilan, dan pengusiran di kawasan selama lebih dari 70 tahun sekarang bukan saja tak dapat menjadi mitra dalam perdamaian, melainkan juga membahayakan stabilitas dan keamanan mereka di mana pun mereka bercokol.” (mm/raialyoum)