Jakarta, ICMES. Untuk pertama kalinya dalam sejarah konflik Palestina-Israel, sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, mengaku menggunakan rudal canggih untuk melawan jet tempur Israel yang melancarkan serangan intensif ke Jalur Gaza.

Media Israel menyatakan bahwa tema utama parade militer Iran pada peringatan Hari Tentara Iran adalah perbaikan di bidang serangan drone, dan bahwa drone yang sangat canggih yang ditampilkan saat itu adalah pesawat Kaman 22, yang mampu mencapai jarak 3000 km sehingga juga menjangkau Israel.
Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) bersumbah untuk berjuang membentengi Masjid Al-Aqsa dan memastikan bahwa tempat suci ini akan tetap milik umat Islam semata.
Pesawat nirawak (UAV/drone) baru “Gaza†yang dikembangkan oleh pasukan elit Iran Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan telah lulus uji operasional dan siap untuk misi penerbangan berdurasi 35 jam.
Berita Selengkapnya:
Pertama Kali, Hamas Gunakan Rudal Strela Buatan Rusia, Jet Tempur Israel Mundur
Untuk pertama kalinya dalam sejarah konflik Palestina-Israel, sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, mengaku menggunakan rudal canggih untuk melawan jet tempur Israel yang melancarkan serangan intensif ke Jalur Gaza pada dini hari Selasa (19/4).
Dalam sebuah pernyataan singkat Brigade Al-Qassam mengatakan menyatakan bahwa “pertahanan udara menghadapi pesawat tempur musuh dengan rudal permukaan-ke-udara.”
Media Israel melaporkan bahwa rudal Strela buatan Rusia telah ditembakkan ke jet tempur; Hamas menembakkan dua rudal anti-pesawat SAM-7 di daerah Rafah; dan angkatan udara Israel terpaksa meninggalkan Jalur Gaza setelah rudal ditembakkan ke arah jet tempurnya.
Sumber kubu resistensi Palestina mengkonfirmasi bahwa “rudal yang menyasar jet penyerang di Gaza selatan adalah tipe Strela Rusiaâ€.
Dikutip saluran Al-Mayadeen, seorang naraumber mengatakan, “Rudal itu adalah rudal yang dipasang di bahu yang digunakan oleh kubu resistensi untuk pertama kalinya terhadap pesawat musuh.â€
Sumber itu juga mengatakan, “Pelanggaran musuh terhadap aturan konflik di Gaza akan mendapat tanggapan dan akan menyebabkan ledakan situasi.”
Pada Senin malam, sumber-sumber Israel mengumumkan bahwa satu rudal telah ditembakkan dari Jalur Gaza ke arah pemukiman Kissufim di daerah sekitar Gaza.
TV Israel saluran 13 mengutip klaim koresponden militernya, Almog Boker, bahwa untuk pertama kalinya sejak awal eskalasi saat ini, sebuah peristiwa luar biasa terjadi di kawasan sekitar Jalur Gaza, yaitu penembakan rudal ke arah Dewan Regional Eshkol,dan sistem Kubah Besipun mencegat rudal tersebut.
Pengamat politik Hassan Lafi mengatakan bahwa rudal yang diluncurkan dari Jalur Gaza pada Senin malam hanya satu, tetapi membawa banyak pesan, termasuk bahwa Gaza tak terpisahkan dari Quds (Yerussalem) dan Tepi Barat. (raialyoum)
Drone Iran “Kaman 22†Bikin Israel Ketar-Ketir
Media Israel menyatakan bahwa tema utama parade militer Iran pada peringatan Hari Tentara Iran adalah perbaikan di bidang serangan drone, dan bahwa drone yang sangat canggih yang ditampilkan saat itu adalah pesawat Kaman 22, yang mampu mencapai jarak 3000 km sehingga juga menjangkau Israel.
“Iran sedang melakukan peningkatan dan dalam parade militernya telah menampilkan pesawat yang berkemampuan ofensif. Hal ini membaur dengan pesan ofensif Presiden Iran yang dia sampaikan dalam pidato pada parade militer, dengan latar belakang ancaman Israel untuk menyerang proyek nuklir Iran, sebagai kita dengar dalam beberapa bulan terakhir. Dia berjanji bahwa jika Israel menyerang Iran maka Iran akan menyerang bagian tengah Israel,†ungkap media Israel, seperti dikutip Rai Al-Youm, Selasa (19/4).
Media Israel juga menyebutkan, “Serangan drone, yang selama bertahun-tahun merupakan ancaman yang kurang penting, kini merupakan ancaman yang jauh lebih besar dari apa yang kita ketahui di tahun-tahun sebelumnya.â€
Komentar dari media Israel itu muncul setelah tentara Iran pada Senin pagi menyatakan bahwa mereka memiliki senjata dan peralatan militer baru, termasuk versi modern dari sistem “Taktikal Sayyad”, yang merupakan versi upgrade dari sistem pertahanan udara “Shahid Sayyad”.
Militer Iran untuk pertama kalinya telah mengungkap versi modern “Tactical Sayyadâ€, sistem yang radar dan peluncur rudalnya ditempatkan pada satu struktur sehingga memungkinkan sistem pertahanan ini memiliki mobilitas dan pergerakan yang lebih optimal.
Dalam kata sambutan pada parade militer tersebut, Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi berbicara mengenai kekuatan militer Iran dan kemajuan negara di bidang sistem pertahanan, sembari memperingatkan Israel untuk tidak berbuat yang bukan-bukan terhadap Iran. (raialyoum)
Hamas Bersumpah untuk Tetap Membela Masjid Al-Aqsa
Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) bersumbah untuk berjuang membentengi Masjid Al-Aqsa dan memastikan bahwa tempat suci ini akan tetap milik umat Islam semata.
“Bangsa kami setiap hari menegaskan bahwa mereka adalah garda terdepan bagi tempat suci ketiga (setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi) serta kiblat pertama Muslimin dengan bertahan teguh, berkorban dan menjalani perjuangan heroik yang akan mengandaskan rencana-rencana rezim pendudukan (Israel) yang berusaha memaksakan pembagian jam dan tempat dengan cara mengulang-ulang serbuan pemukim (Zionis) ke Al-Aqsa dan menyerang para jemaah shalat,†ungkap Hamas dalam sebuah siaran persnya, seperti dikutip Al-Alam, Selasa (19/4).
Hamas menegaskan kembali bahwa Masjid Al-Aqsa akan tetap murni Islami, tak ada tempat di sana bagi rezim penjajah Palestina, dan mimpi-mimpi rezim ini akan hancur di depan ketegehuhan orang-orang Palestina sebagai penduduk pribumi tanah yang diberkahi ini.
Pada Selasa pagi, orang-orang Palestina yang bertahan di Masjid Al-Aqsa menghadapi serangan berulang para pemukim Zionis di hari ketiga berturut-turut pada peringatan Hari Raya Paskah Yahudi, dan para pemuda Palestina berhasil menyulitkan proses serbuan.
Massa pemuda pemuda yang bertahan di komplek Masjid Al-Aqsa berhasil memaksa para pemukim Zionis untuk berjalan cepat dan tak bertahan di halaman masjid, karena takut kepada perlawanan mereka yang juga dilakukan dengan gempita yel-yel yang dikumandangkan yang terus menerus ketika para pemukiman Zionis berdatangan.
Massa juga menggedor-gedor pintu Musholla Al-Qibli, sementara sejumlah massa perempuan yang berkumpul di dalam halaman masjid untuk menghadang serbuan.
Sesaat sebelum serbuan para pemukim Zionis, pasukan Zionis menyerbu Masjid Al-Aqsha, menyerang para jamaah, mencoba mengosongkan halamannya, dan menahan sejumlah jamaah demi mengamankan serbuan para pemukim Zionis.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Palestina pada Senin malam mengumumkan gugurnya seorang gadis Palestina berusia 19 tahun akibat luka tembak yang dideritanya dalam serangan pasukan Israel di Tepi Barat pada pekan lalu.
Sumber lokal menyebutkan bahwa gadis itu ditembak di perut pada 9 April, dan kondisinya parah sejak saat itu hingga kemudian gugur syahid.
Sumber-sumber lembaga peduli HAM mencatat sebanyak 18 orang Palestina gugur hanya dalam jangka waktu 15 hari pada bulan ini, sementara 47 warga Palestina, termasuk delapan anak kecil dan dua wanita, gugur ditembak pasukan Israel dalam berbagai insiden sejak awal tahun 2022. (alalam/raialyoum)
Drone Tempur Baru Gaza milik Iran Lulus Uji Operasional
Pesawat nirawak (UAV/drone) baru “Gaza†yang dikembangkan oleh pasukan elit Iran Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan telah lulus uji operasional dan siap untuk misi penerbangan berdurasi 35 jam.
Drone tempur itu diluncurkan pada Mei tahun lalu dengan lebar sayap 21 meter, bobot lepas landas 3.100 kilogram, dan mampu membawa muatan 500 kg itu.
Drone Gaza memiliki durasi penerbangan maksimal 35 jam, dapat terbang hingga ketinggian sekitar 10.668 meter atau setara dengan 35.000 kaki, dan berkecepatan terbang 350 km per jam.
Uji operasional drone telah dilakukan, dan dilaporkan beroperasi penuh, dan dapat digunakan dalam berbagai misi pengintaian dan pertempuran.
Selain untuk misi militer dan pertahanan, drone Gaza juga dapat menjalankan misi pemantauan hutan, operasi penyelamatan dan penyaluran bantuan dalam bencana alam seperti banjir dan gempa bumi.
Pakar dan teknisi militer Iran dalam beberapa tahun terakhir telah membuat kemajuan besar dalam pengembangan dan pembuatan berbagai peralatan di dalam negeri, membuat angkatan bersenjata negara republik Islam ini mandiri di bidang alutsista.
Para pejabat Iran telah berulang kali menekankan bahwa negara ini tidak akan ragu membangun kemampuan pertahanannya dan pantang tunduk pada tekanan pihak lain, termasuk melalui negosiasi.
Bulan lalu, IRGC meluncurkan salah satu drone kamikaze baru yang dinamai Meraj 504 yang dikhususkan untuk serangan terhadap sistem pertahanan musuh. Drone ini didesain dan diproduksi oleh Angkatan Darat IRGC dengan menggunakan mesin reciprocating untuk propulsi dan mampu membawa muatan bahan peledak seberat 2.5kg lebih untuk jarak lebih dari 100 kilometer. (fna)







