Rangkuman Berita Utama Timteng Jumat 15 April 2022

Jakarta, ICMES. Presiden Israel Isaac Herzog menyatakan bahwa Israel mempertahankan status quo di Temple Mount (Masjid Al-Aqsa), dan menepis kebenaran laporan bahwa pemukim Zionis berniat melakukan ritual penyembelihan hewan kurban pada hari raya Paskah Yahudi di komplek Masjid Al-Aqsa.

Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Brigjen Esmasil Qaani menyebut Rezim Zionis Israel terlalu kecil untuk dapat berkonfrontasi militer dengan Republik Islam Iran.

Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan bahwa dua pemuda gugur diterjang peluru pasukan Zionis Israel di provinsi Jenin, Tepi Barat.

Menlu Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan “Ankara berusaha menjalin hubungan permanen dengan Israel”.

Berita Selengkapnya:

Diancam oleh Kubu Resistensi Palestina, Israel Bantah Rencana Penyembelihan Kurban di Al-Aqsa

Presiden Israel Isaac Herzog menyatakan bahwa Israel mempertahankan status quo di Temple Mount (Masjid Al-Aqsa), dan menepis kebenaran laporan bahwa pemukim Zionis berniat melakukan ritual penyembelihan hewan kurban pada hari raya Paskah Yahudi di komplek Masjid Al-Aqsa.

Beberapa media Israel melaporkan bahwa Herzog menyatakan demikian dalam acara jamuan buka bersama yang diadakan Herzog di rumahnya dengan mengundang para duta besar beberapa negara, termasuk Turki, Mesir, Maroko, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain, Rabu malam (13/4).

“Dalam beberapa hari terakhir, beredar postingan berita hoax di media sosial mengenai Temple Mount dan tempat-tempat suci,” kata Herzog.

Dia menambahkan, “Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk menjelaskan bahwa pembicaraan itu berkenaan dengan kebohongan, dan bahwa Israel mempertahankan status quo di Temple Mount.”

Herzog mengaku sebelumnya telah mengklarifikasi masalah ini dalam pertemuannya dengan Raja Abdullah II bin Al Hussein dari Yordania, yang dia temui di Amman pada 30 Maret, serta para pemimpin lainnya.

Status quo Temple Mount merujuk pada keadaan dan status Masjid Al-Aqsa dalam periode pemerintahan Kekaisaran Ottoman, yang kemudian berlanjut pada era Mandat Inggris atas Palestina (1917-1948) dan kemudian pemerintahan Yordania (1948-1967).

Sejak tahun 2003, Israel secara sepihak mengizinkan pemukim Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa, tapi tidak memperkenan mereka membuat persembahan Paskah di dalam halaman Masjid Al-Aqsa.

Kelompok-kelompok pemukim Zionis belakangan ini melalui platform media sosial menebar kegaduhan dengan mengungkap niat mereka untuk menyembelih kurban Paskah (yang dimulai Jumat depan dan berlangsung seminggu) di halaman Masjid Al-Aqsa. Mereka mengajak para pengikut mereka untuk mencoba melakukannya.

Hal itu tak pelak mengundang kecaman dan penolakan dari orang-orang Palestina. Sebuah sumber dari kubu resistensi Palestina menegaskan bahwa rencana para Zionis untuk menyembelih kurban di Masjid Al-Aqsha merupakan pelanggaran terhadap garis merah, aksi bermain api dan provokasi terhadap bangsa-bangsa Arab dan kaum Muslimin sehingga akan menjadi “hari-hari kelabu” bagi rezim pendudukan dan para pemukim Zionis. (raialyoum)

Komandan Pasukan Quds IRGC: Israel Terlalu Kecil untuk Menjadi Lawan Iran

Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Brigjen Esmasil Qaani menyebut Rezim Zionis Israel terlalu kecil untuk dapat berkonfrontasi militer dengan Republik Islam Iran.

Dalam sebuah pidato pada acara haul seorang martir terkemuka Iran,  Kamis (14/4), dia memastikan Iran akan menindak Israel dengan sengit “jika dirasa perlu”.

“Di manapun kami memantau adanya ancaman Zionis, kami akan menghadapinya dengan sengit, mereka terlampau kecil untuk menghadapi kami,” tegasnya.  

Esmail Qaani berpendapat bahwa “laju kemusnahan dan kehancuran entitas Zionis berjalan semakin cepat” dan “sekarang Palestina menyala, dan jalan syuhada berlanjut”.

Dia menambahkan, “Entitas Zionis mulai takut terhadap para pejuang resistensi di Lebanon, menghindari mereka, dan tampak tak berdaya di depan mereka. Para pejuang Palestina juga telah menanamkan rasa takut pada jiwa kaum Zionis.”

Dia menegaskan dukungan Iran kepada gelombang aksi heroik para pejuang Palestina di tanah-tanah pendudukan, dan menyebut mereka sebagai energi yang terkandung di tanah Palestina, dan mereka telah melakukan aksi-aksi heroik yang mengguncang sistem entitas Zionis.

“Kami mendukung dan akan terus mendukung semua kelompok yang bertarung melawan entitas Zionis di dunia,” tandasnya.

Esmail Qaani mengancam, “Jika kepentingan kami sampai terancam di kawasan manapun di dunia maka kami akan bereaksi sengit.”

Dia juga menegaskan, “Kami akan menghadapi para Zionis dengan tegas di tempat manapun yang kami pilih, dan mereka terlampau kecil untuk menjadi lawan bagi kami.”

Penerus jenderal legendaris Ira n Qasem Soleimani itu  juga menyinggung krisis Yaman dengan mengatakan, “Kami memiliki bukti-bukti jelas ihwal kejahatan Saudi di Yaman.” Dia juga memastikan bahwa “para pejuang Yaman telah membuat sendiri rudal-rudal jarak jauhnya.” (alalam/raialyoum)

Dua Orang Palestina lagi Gugur di Jenin akibat Serbuan Pasukan Zionis

Kementerian Kesehatan Palestina, Kamis (14/4), mengumumkan bahwa dua pemuda gugur diterjang peluru pasukan Zionis Israel di provinsi Jenin, Tepi Barat.

Kementerian itu menyebutkan bahwa enam warga Palestina juga terluka, tiga di antaranya parah, terkena tembakan peluru tajam dalam peristiwa agresi pasukan pendudukan Zionis di kota Kafrdan, Jenin.

Sumber lokal melaporkan bahwa dua orang yang gugur itu adalah Shas Kammaji dari desa Kafr Dan, yang merupakan saudara dari tahanan Ayham Kammaji, salah satu tahanan dalam operasi Terowongan Gilboa tahun lalu, dan Mustafa Abu al-Rub dari desa Musliya.

Kementerian Kesehatan Palestina juga mengatakan bahwa pasukan Israel menembak mati tiga warga Palestina di Tepi Barat pada hari Rabu, termasuk seorang anak laki-laki dan seorang pengacara, ketika pasukan itu  mengintensifkan penyisiran daerah itu menyusul serangan mematikan oleh orang-orang Palestina di wilayah Israel (Palestina pendudukan 1948).

Kementerian itu menjelaskan bahwa pasukan Zionis membunuh seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun di dekat Betlehem. Militer Israel menyatakan bahwa bocah itu melemparkan bom molotov ke pasukan Israel, yang “menggunakan peluru tajam demi mencegah ancaman segera.”

Dalam insiden terpisah, kementerian itu menyatakan, “Telah gugur syahid pemuda Muhammad Hassan Muhammad Assaf, 34 tahun, setelah dia ditembak di bagian dada oleh tentara pendudukan Israel dalam agresi di kota Nablus pagi ini. “

Kementerian itu menambahkan bahwa Assaf, yang merupakan penasihat hukum Komite Anti-Tembok dan Permukiman, gugur di jalan utama di Nablus dekat Makam Yusuf, di mana Israel pada Rabu lalu melanjutkan pekerjaan restorasi dan perbaikan apa yang mereka klaim sebagai makam Yahudi yang dirusak oleh orang-orang Palestina.  

Kantor berita Palestina Wafa melaporkan bahwa pada dini hari Kamis pasukan Israel melancarkan gelombang operasi penangkapan dan mendatangi lebih dari 32 warga Palestina dari beberapa provinsi di Tepi Barat.

Sementara itu, Hussein Al-Sheikh, anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan komite pusat gerakan Fatah, mengatakan bahwa para pemimpin Palestina akan mengadakan pertemuan darurat untuk membahas kontinyuitas agresi, dan keputusan-keputusan penting akan diambil dalam pertemuan ini.

Dalam sebuah wawancara dengan radio Voice of Palestine, Kamis, Al-Sheikh menambahkan bahwa rezim pendudukan Israel telah memutuskan untuk meningkatkan laju pembunuhan di wilayah Negara Palestina dengan menginstruksikan tentaranya untuk membunuh tanpa batasan. Dia menegaskan bahwa apa yang terjadi adalah pembantaian nyata yang tidak boleh didiamkan. (raialyoum)

Merasa Punya Kepentingan Kolektif, Turki Mengaku Ingin Jalin Hubungan Permanen dengan Israel

Menlu Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan “Ankara berusaha menjalin hubungan permanen dengan Israel”.

Hal itu dia nyatakan dalam wawancara dengan para wartawan Israel yang sedang berada di Turki dalam perjalanan tiga hari, yang didanai sepenuhnya oleh Direktorat Komunikasi, yang merupakan bagian dari kantor Presiden Recep Tayyip Erdogan, menurut media Israel.

Cavusoglu mengatakan, “Turki dan Israel memiliki kepentingan bersama, …. dan siap mengembangkan kerjasama bilateral dan dialog regional melalui agenda positif…. Kehangatan hubungan bilateral tergantung pada kebijakan Israel terhadap Palestina.”

Dia melanjutkan, “Sejak tahun 1949, hubungan kami mengalami fluktuasi, karena pelanggaran hak-hak Palestina, bukan karena masalah dalam hubungan bilateral kami… Kami mengharapkan pihak Israel menghormati hukum internasional tentang masalah Palestina demi hubungan yang permanen.”

Cavusoglu juga memastikan negaranya ingin “mengembangkan potensi kerjasama dengan Israel di bidang energi, perdagangan, investasi, sains dan teknologi, pertanian dan ketahanan pangan.” Di ajuga menekankan bahwa ada “momentum baru dalam hubungan bilateral di saat ini.”

Dikutip  Jerusalem Post, Cavusoglu menjelaskan bahwa negaranya memiliki “volume kerjasama perdagangan yang besar dengan Israel,” dan bahwa “volume perdagangan bilateral telah meningkat secara signifikan dalam tiga tahun terakhir, meski ada pandemi Covid-19.” (raialyoum)