Jakarta, ICMES. Pemerintah Suriah membantah laporan adanya surat menyurat pihaknya dengan pemerintah Turki untuk perbaikan hubungan kedua negara. Damaskus menganggap laporan media Turki tentang itu sebagai bagian dari propaganda pemerintah Turki sebelum pemilu.

Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel, Omer Bar-Lev, menyerukan penangkapan dan pembunuhan orang-orang yang dia sebut “teroris”, mengacu pada para pejuang Palestina.
Para anggota parlemen Iran mendesak pemerintah negara ini agar memperoleh jaminan pasti dari Amerika Serikat dalam kesepakatan apapun yang mungkin dicapai dalam pembicaraan Iran dengan negara-negara besar dunia di Wina, Austria.
Turki telah memutuskan untuk menunjuk duta besar barunya untuk Mesir guna mengisi pos diplomatik yang kosong selama hampir sembilan tahun.
Berita Selengkapnya:
Suriah Bantah Surat Menyurat dengan Turki untuk Perbaikan Hubungan
Pemerintah Suriah membantah laporan adanya surat menyurat pihaknya dengan pemerintah Turki untuk perbaikan hubungan kedua negara. Damaskus menganggap laporan media Turki tentang itu sebagai bagian dari propaganda pemerintah Turki sebelum pemilu.
Dikutip surat kabar Al-Watan yang dekat dengan otoritas Suriah, sumber-sumber kemlu negara ini, Rabu (6/4), mengatakan, “Apa yang dilansir oleh surat kabar Turki Hurriyet dari sumber-sumber pemerintah Turki tidaklah lebih dari propaganda media menjelang pemilu presiden di Turki dengan tujuan mencemerlangkan rezim Turki yang telah mencampakkan semua prinsip kerukunan bertetangga dan hubungan erat antara bangsa Suriah dan bangsa Turki.â€
Sebelumnya, Hurriyet melansir berita dari sumber-sumber anonim bahwa otoritas Ankara dewasa ini sedang mendiskusikan upaya memulai dialog dengan pemerintah Suriah, yang praktis menjurus pada pemulihan hubungan antara kedua negara.
Sumber Turki itu mengatakan, “Kebijakan keseimbangan yang diadopsi Turki belakangan ini serta peran yang dimainkan Ankara dalam beberapa bulan terakhir, terutama untuk penyelesaian perang di Ukrainamenghadirkan waktu yang tepat untuk penyelisaian krisis hubungan Turki-Suriah. “
Menanggapi laporan ini, sumber-sumber Suriah mengatakan, “Pendirian Suriah solid dan jelas, menyerukan kepada (Presiden Turki Recep Tayyip) Erdogan dan rezimnya untuk menghormati hukum internasional, perjanjian-perjanjian bilateral, dan prinsip kerukunan bertetangga, dan pada gilirannya, Damaskus tak mungkin berpikir mengenai dialog apapun dengan rezim Erdogan selagi belum ada langkah awal, yaitu penarikan pasukan pendudukan Turki yang bercokol secara ilegal di tanah-tanah Suriah serta penghentian dukungan kepada teroris dan pelanggaran berulang terhadap hak orang-orang Suriah.†(raialyoum)
Menteri Keamanan Israel Blak-Blakan Serukan Pembunuhan Para Pejuang Palestina
Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel, Omer Bar-Lev, menyerukan penangkapan dan pembunuhan orang-orang yang dia sebut “teroris”, mengacu pada para pejuang Palestina.
TV Israel saluran 14, Selasa malam (5/4), melaporkan bahwa seruan Bar-Lev yang tidak didokumentasikan atau diterbitkan oleh media Israel lainnya itu dia nyatakan dalam kunjungannya ke keluarga Barel Hadaria Shmueli, tentara Israel yang terbunuh beberapa bulan lalu di perbatasan Gaza.
Saluran 14, yang dikenal berhaluan ekstrem kanan, menganggap seruan itu merefleksikan perubahan arah yang diambil oleh Menteri Bar-Lev, yang berhaluan kiri.
Dalam beberapa hari terakhir, Bar-Lev muncul dalam beberapa kesempatan dan membuat pernyataan yang dinilai “menyulitkanâ€.
Dalam upacara pemakaman orang-orang Israel yang tewas dalam operasi serangan para pejuang Palestina di Beersheba, Bar-Lev menyerukan penangkapan pelaku, meskipun orangnya sudah gugur, dan setelah operasi Hadera, di Twitter dia memosting kalimat-kalimat yang tak dimengerti sebelum kemudian dia menghapusnya.
Pernyataan dan perilaku Bar-Lev itu membuatnya menuai kritikan dari berbagai kalangan politisi dan publik Israel. (raialyoum)
Tak Bisa Ditawar, Parlemen Iran Desak Pemerintah Ambil Jaminan Kuat dari AS
Para anggota parlemen Iran mendesak pemerintah negara ini agar memperoleh jaminan pasti dari Amerika Serikat (AS) dalam kesepakatan apapun yang mungkin dicapai dalam pembicaraan Iran dengan negara-negara besar dunia di Wina, Austria.
Dilaporkan Fars, Selasa (5/4), desakan itu disampaikan kepada Presiden Sayid Ebrahim Raisi dalam sepucuk surat yang sejauh ini telah ditandatangani oleh lebih dari 190 anggota parlemen. Mereka menuntut pemerintah mendapatkan “jaminan yang lebih kuat” dari AS dalam pembicaraan Wina mengenai penghapusan sanksi terhadap Iran.
Mereka menyerukan penghormatan AS terhadap “garis merah†yang telah diumumkan sebelumnya oleh Iran, dan pengindahan kepentingan nasional Iran dalam pembicaraan Wina.
Pada Februari lalu dalam sebuah pernyataan mereka juga pernah mendesak pemerintahan Presiden Raisi agar mengindahkan garis merah Iran ketika pembicaraan bergerak maju di Wina.
Mereka menegaskan bahwa pemerintah AS dan sekutu Eropanya telah memperlihatkan inkonsistensi mereka pada kesepakatan apa pun dalam beberapa tahun terakhir, dan karena itu Iran harus belajar dari pengalaman dan menetapkan garis merah yang tegas dan jelas.
Garis merah yang dimaksud antara lain ialah jaminan AS dan tiga negara Eropa penandatangan perjanjian nuklir 2015 (Rencana Aksi Komprehensif Bersama/JCPOA) bahwa mereka tidak akan keluar dari kesepakatan lagi dan tidak pula mencari jalan lain untuk “mekanisme snapbackâ€, yang akan menerapkan kembali sanksi Dewan Keamanan PBB terhadap Iran.
Mereka juga menegaskan bahwa semua sanksi yang dikenakan dengan “alasan palsu” harus dihapus.
Pejabat Iran telah berulang kali menegaskan bahwa AS harus menghapus semua sanksi ilegal terhadap Iran dengan cara yang dapat diverifikasi dan menjamin bahwa pemerintahan baru AS tidak akan pernah lagi melanggar JCPOA. (fna)
Setelah 9 Tahun, Turki akan Kirim Dubesnya ke Mesir
Turki telah memutuskan untuk menunjuk duta besar barunya untuk Mesir guna mengisi pos diplomatik yang kosong selama hampir sembilan tahun, ungkap dua pejabat Turki yang mengetahui masalah itu kepada Middle East Eye (MEE), Rabu (6/4).
Kedua pejabat itu mengatakan bahwa Salih Mutlu Sen, mantan perwakilan Turki untuk Organisasi Kerjasama Islam (OKI) antara 2015-2020, diduga kuat akan ditunjuk sebagai dubes Turki untuk Mesir.
Keduanya juga menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu sudah memberi tahu Sen tentang peran itu, karena Ankara sekarang akan mencari konfirmasi dari pemerintah Mesir.
Turki dan Mesir belakangan berusaha memperbaiki hubungan yang retak sejak Ankara menolak mengakui Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi sebagai pemimpin yang sah pasca kudeta 2013 yang menggulingkan pendahulunya, Mohamed Morsi, yang didukung Turki.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga seorang yang vokal dalam mengecam HAM dan kekerasan yang dilakukan rezim el- Sisi terhadap para pemimpin dan anggota Ikhwanul Muslimin pasca-kudeta.
Keretakan itu semakin menganga ketika Mesir dan Turki mendukung pihak yang berlawanan dalam konflik Libya.
Demi perbaikan hubungan, pemerintah Turki mencabut hak veto terhadap kegiatan kemitraan Mesir dengan NATO tahun lalu, dan mengakhiri siaran program politik saluran TV oposisi Mesir yang berbasis di Istanbul.
Tahun lalu, Turki dan Mesir mengadakan dua putaran pembicaraan yang bertujuan memperbaiki hubungan.
Saat itu, Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly menyatakan bahwa masalah utama bagi Kairo adalah keterlibatan Ankara di Libya, negara yang dilanda konflik selama hampir satu dekade setelah pemimpin lama mendiang Muammar Gaddafi terguling dalam pemberontakan yang didukung NATO.
“Kami ingin meninggalkan Libya untuk memutuskan” masa depan mereka, kata perdana menteri Mesir, seraya menambahkan bahwa tidak ada negara lain yang boleh campur tangan secara fisik.
Seorang pejabat senior Turki sebelumnya mengatakan kepada MEE bahwa masalah luar biasa lainnya antara kedua negara adalah “apakah Erdogan akan bersedia berjabat tangan dengan Presiden Mesir el-Sisi atau tidak”.
Pada beberapa kesempatan di masa lalu Erdogan telah mengisyaratkan dia tidak ingin bertemu Sisi secara pribadi, tapi akan mengizinkan anggota pemerintahannya yang lain untuk mengadakan pembicaraan dengan Kairo. (mee)







