Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 22 Maret 2022

Jakarta, ICMES. Pasukan Yaman kubu Sanaa merilis rincian operasi serangan balasannya terhadap Arab Saudi bersandi dan tindakan militer serupa lainnya, sembari menekankan kelanjutan operasi tersebut sampai Saudi menghentikan agresi dan blokadenya terhadap Yaman.

Amerika Serikat (AS) telah mengirim sejumlah besar sistem anti-rudal Patriot ke Arab Saudi atas permintaan mendesak dari Riyadh, di tengah intensitas serangan balasan pasukan Yaman terhadap agresi Saudi.

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pesan tahun baru Nouruz 1401 dalam kalender Iran menyatakan bahwa aneka peristiwa yang terjadi di dunia memperlihatkan kebenaran pilihan bangsa Iran dalam menghadapi kaum mustakbirin dan imperialis dunia.

Berita Selengkapnya:

7 Tahun Perang Yaman, Pasukan Sanaa Sebutkan Rincian Kerugian Jiwa dan Materi Saudi dan UEA

Pasukan Yaman kubu Sanaa merilis rincian operasi serangan balasannya terhadap Arab Saudi bersandi dan tindakan militer serupa lainnya, sembari menekankan kelanjutan operasi tersebut sampai Saudi menghentikan agresi dan blokadenya terhadap Yaman.

Juru bicara pasukan tersebut, Brigjen Yahya Saree, dalam konferensi pers yang disiarkan langsung dari ibukota Sana’a, Senin (21/3), menyatakan bahwa pasukan Yaman telah membunuh dan melukai sekira “20.000 orang yang berperang untuk koalisi yang dipimpin Saudi, termasuk lebih dari 10.000 tentara Saudi, dan lebih dari 1.200 tentara Emirat (Uni Emirat Arab/UEA).”

Mengenai serangan misil kubu Sanaa, Saree  menyebutkan jumlah yang mencapai lebih dari 1.800 dengan sasaran sedikitnya 1.200 tempat konsentrasi lawan di wilayah Yaman,  sedangkan sebanyak hampir 600 misil mendarat di wilayah Saudi dan UEA.

“Kami berhasil merusak lebih dari 17.000 kendaraan, kendaraan lapis baja, pengangkut personel, tank, buldoser dan berbagai senjata yang sebagian besar didokumentasikan melalui video dan audio,” imbuhnya.

Dia menegaskan, “Tentara Yaman siap menghadapi ancaman musuh. Kami bukan Yaman yang menyerah. Kami adalah Yaman kebebasan.”

Sehari sebelumnya, Saree mengumumkan bahwa fasilitas minyak dan gas Saudi menjadi sasaran serangan drone pada Sabtu malam dan Minggu dini hari lalu dalam dua tahap.

Serangan drone pada Sabtu malam menyasar pusat distribusi komoditas minyak Jizan, sementara serangan pada Minggu dini hari menargetkan pabrik gas alam Yanbu dan fasilitas perusahaan kilang Yanbu Sinopec (YASREF). (presstv)

Yaman Intensif Membalas Serangan, AS Kirim Sistem Rudal Patriot ke Saudi

Amerika Serikat (AS) telah mengirim sejumlah besar sistem anti-rudal Patriot ke Arab Saudi atas permintaan mendesak dari Riyadh, di tengah intensitas serangan balasan pasukan Yaman terhadap agresi Saudi.

The Wall Street Journal melaporkan pengiriman sistem itu dilakukan dalam sebulan terakhir dengan tujuan memperkuat daya pertahanan Arab Saudi dalam menangkis serangan rudal dan drone dari Yaman.

Seorang pejabat senior AS, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengkonfirmasi laporan tersebut pada Ahad malam (20/3). Kepada Associated Press dia mengatakan bahwa pengiriman Patriot ke Saudi sejalan dengan janji Biden bahwa “AS akan mendukung kami para sahabat di kawasan.”

Selama perang di Yaman, AS terus mendukung dan mempersenjatai Saudi meski Presiden AS Joe Biden pernah berjanji untuk mengakhiri “semua dukungan AS untuk operasi ofensif dalam perang di Yaman, termasuk penjualan senjata yang relevan.”

Biden tahun lalu menyetujui penjualan 280 rudal udara-ke-udara senilai hingga $650 juta ke Saudi.

Pada akhir tahun 2021, kepala Pentagon Lloyd Austin pada konferensi Timur Tengah mengatakan bahwa Washington “secara signifikan meningkatkan kemampuan Arab Saudi untuk mempertahankan diri.”

Saudi mengobarkan perang terhadap Yaman pada Maret 2015, memimpin koalisi militer yang terdiri dari sekutu regionalnya, termasuk UEA, dan didukung oleh kekuatan besar Barat, terutama AS.

Di awal perang, Saudi memperkirakan pihaknya akan menang hanya dalam tempo beberapa minggu. Nyatanya, perang terus berlanjut tujuh tahun dan menyebabkan ratusan ribu orang Yaman tewas dan jutaan lainnya mengungsi. (presstv)

Ayatullah Khamenei: Kebenaran Bangsa Iran Semakin Menampak di Tengah Isu Global

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pesan tahun baru Nouruz 1401 dalam kalender Iran, Senin (22/11), menyatakan bahwa aneka peristiwa yang terjadi di dunia memperlihatkan kebenaran pilihan bangsa Iran dalam menghadapi kaum mustakbirin dan imperialis dunia.

Dia menekankan bahwa pilihan bangsa Iran adalah “keteguhan, pantang menyerah dan tunduk, menjaga kemerdekaan, dan memperkuat elemen dalam negeri untuk pemerintahan dan negara” dan bahwa “pilihan ini bersifat nasional dan benar”.

“Perkembangan baru-baru ini di Afghanistan dan Ukraina membuktikan betapa benarnya bangsa Iran dalam memilih untuk melawan arogansi (global),” ungkap Ayatollah Khamenei.

“Dalam kasus Ukraina, seluruh dunia menyaksikan rasisme Barat,” lanjutnya Ayatollah Khamenei, saat mengecam perlakuan diskriminatif terhadap orang-orang  kulit berwarna (non-kulit putih) yang ingin mengungsi dari perang di Ukraina.

Dia menyebutkan bahwa rasisme Barat juga terlihat dari keresahan mereka ketika perang melanda wilayah Eropa, sementara sikap yang sama tidak mereka tunjukkan ketika perang berkobar di Timteng. 

“Terungkapnya rasisme Barat adalah salah satu aspek peristiwa Ukraina,” ujarnya.

Menyinggung hukuman mati yang menimpa banyak orang di Arab Saudi beberapa waktu lalu serta berlanjutnya serangan Saudi ke Yaman, Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa penindasan terjadi di berbagai negara yang tunduk pada AS, tapi Barat tak bereaksi dan malah “mereka mencoba memeras negara-negara merdeka dengan kedok tuduhan HAM.”

Ayatullah Khamenei menegaskan, “Semua isu ini memperlihatkan kezaliman yang mendominasi dunia dan dilakukan oleh para srigala haus darah di dunia.” (mm/alalam)