Jakarta, ICMES. Untuk pertama kalinya sejak Suriah dilanda gejolak pemberontakan dan terorisme yang didanai berbagai negara asing pada tahun 2019, Presiden Suriah Bashar Al-Assad bersama rombongan pejabatnya berkunjung ke sesama negara Arab dengan berkunjung ke Uni Emirat Arab

Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menepis keras rumor bahwa pasukan Hizbullah melibatkan diri dalam perang di Ukraina.
Para gadis pengungsi Ukraina yang tiba di Israel melalui Bandara Ben Gurion mengaku telah menjadi sasaran upaya membujuk mereka untuk menjadi pekerja seks komersial di Israel.
Negara-negara Barat membantah tuduhan Rusia mengenai adanya proyek senjata biologis yang didukung Amerika Serikat (AS) di Ukraina, manakala Rusia melontarkan lagi tuduhan tersebut, dan China pun mendesak supaya tuduhan ini diklarifikasi.
Berita Selengkapnya:
Lawatan Pertama ke Negara Arab Sejak 2011, Assad Kunjungi UEA
Untuk pertama kalinya sejak Suriah dilanda gejolak pemberontakan dan terorisme yang didanai berbagai negara asing pada tahun 2019, Presiden Suriah Bashar Al-Assad bersama rombongan pejabatnya berkunjung ke sesama negara Arab dengan berkunjung ke Uni Emirat Arab (UEA).
Kantor berita Suriah dan UEA, Jumat (18/3), melaporkan bahwa dalam kunjungan itu al-Assad bertemu Perdana Menteri dan Wakil Presiden Uni Emirat Arab dan penguasa Dubai, Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, dan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan.
Pertemuan itu terjadi beberapa hari setelah peringatan 11 tahun dimulainya pemberontakan dan terorisme yang gagal menggulingkan Assad.
Kantor kepresidenan Suriah melaporkan bahwa pertemuan itu juga dihadiri para petinggi Suriah dan UEA lainnya.
Kantor berita Suriah, SANA, menyebutkan bahwa pertemuan antara Assad dan Al Maktoum “menangani keseluruhan hubungan antara kedua negara dan prospek untuk memperluas lingkaran kerjasama bilateral, terutama di tingkat ekonomi, investasi dan komersial.â€
Sementara kantor berita UEA, WAM, melaporkan bahwa kedua pemimpin itu membahas “masalah yang menjadi perhatian bersamaâ€, seperti integritas teritorial Suriah dan penarikan pasukan asing dari negara ini.
Saluran Al-Jazeera yang berbasis di Qatar menyebutkan bahwa kunjungan ini menjadi sinyal paling jelas bahwa beberapa negara di dunia Arab bersedia menjalin hubungan lagi dengan presiden Suriah yang semula mereka jauhi.
Beberapa negara Arab memulihkan hubungan dengan Assad, termasuk Yordania, yang telah mendesak AS untuk mengurangi sanksi terhadap Damaskus. (alalam/aljazeera)
Sayid Nasrallah Tanggapi Rumor Pasukan Hizbullah Bantu Tentara Rusia di Ukraina
Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menepis keras rumor bahwa pasukan Hizbullah melibatkan diri dalam perang di Ukraina.
“Dengan tegas saya membantah keberadaan para pejuang ataupun tenaga ahli Hizbullah dan kebersamaan mereka dengan tentara Rusia di Ukraina,†tandas Sayid Nasrallah, seperti dikutip saluran TV Al-Manar milik Hizbullah, Jumat (18/3).
Dia menambahkan, “Tak seorangpun dari Hizbullah, baik pejuang maupun ahli, yang pergi ke medan perang (Ukraina) ini maupun medan perang lain.â€
Dia kemudian mengimbau kepada pemerintah Lebanon supaya membentuk pusat pengendalian krisis karena dampak perang Ukraina berimbas ke Lebanon dan kawasan sekitarnya.
Pada 11 Maret lalu pemerintah Rusia mengumumkan pihaknya akan membiarkan militan dari Suriah dan negara-negara Timur Tengah lainnya ikut berperang bersama tentara Rusia di Ukraina, setelah Presiden Vladimir Putin mendukung rencana pengiriman relawan ke medan perang.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengutip pernyataan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu bahwa “sebagian besar orang yang ingin dan diminta (untuk berperang) adalah warga negara-negara di Timur Tengah dan Suriahâ€.
Rusia dan Hizbullah sama-sama menjadi sekutu penting Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam konflik di Suriah. Keduanya berperan besar dalam mengubah situasi di lapangan pada posisi yang menguntungkan pemerintah Suriah. Karena itu, beredar rumor ataupun dugaan bahwa Hizbullah juga melibatkan diri dalam konflik Ukraina bersama tentara Rusia.
Komentar dari Hizbullah mengenai perang Ukraina dinyatakan oleh Wakil Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah, Syeikh Ali Damoush, beberapa waktu lalu. Dia menyebut pemerintah Amerika Serikat (AS) bertanggungjawab atas apa yang terjadi di Ukraina dan menganggapnya sebagai pihak yang “merencanakan, menghasut, dan mendorong ke arah iniâ€.
Dalam sebuah khutbah Jumat dia mengatakan, “Ukraina telah menjadi korban kebijakan AS, yang bertumpu pada eskalasi ketegangan di dunia.â€
Dia juga memperingatkan, “Pelajaran dari semua yang terjadi ini ialah bahwa dukungan AS kepada para antek dan sekutunya hanyalah fatamorgana belaka, bukan fakta, dan kenyataannya presiden Ukraina dan mantan presiden Afghanistan, yang telah mengandalkan AS dan mempercayainya, mengakui bahwa AS telah menelantarkan keduanya.†(fna)
Miris, Para Gadis Pengungsi Ukraina di Israel Mengaku Dibujuk Jadi PSK
Para gadis pengungsi Ukraina yang tiba di Israel melalui Bandara Ben Gurion mengaku telah menjadi sasaran upaya membujuk mereka untuk menjadi pekerja seks komersial di Israel.
Dikutip Rai Al-Youm, Jumat (18/3), saluran 12 Israel melaporkan bahwa dalam beberapa minggu terakhir, dan sejak dimulainya konfrontasi militer di Eropa, seorang pria Israel mulai menyebarkan lelucon di Facebook tentang wanita Ukraina.
Pemuda penduduk Haifa berisinial N di halaman Facebook-nya memposting foto dirinya bersama dua wanita disertai komentar; “Bagus, saya sekarang menerima dua wanita Ukraina. Di Israel ada lebih banyak orang yang mencari rumah yang hangat. Siapa di antara kalian yang mau menyumbang?”.
Pemuda Israel lain berinisial A juga memosting di Facebook ajakan untuk para pengungsi Ukraina agar mereka bersedia ditampung di rumahnya.
Juru bicara Markas Besar Israel untuk Pemberantasan Perdagangan Perempuan dan Prostitusi, Yahav Erez, mengaku prihatin atas fenomena ini.
“Kami sangat prihatin dengan situasi pengungsi dan fakta bahwa akan ada orang yang memanfaatkan ketidak berdayaan mereka. Selama ada industri seks, perempuan yang menghadapi kesulitan akan dieksploitasi,†ujarnya.
Dia menambahkan, “Sudah ada laporan tentang wanita Ukraina yang diculik oleh penyelundup lintas batas, peningkatan fenomena membeli pengantin dari Ukraina, dan perekrutan wanita Ukraina untuk bekerja di rumah bordil di negara-negara Eropa seperti Jerman,â€
Erez lantas menyerukan kepada masyarakat umum di Israel untuk “waspada.†(raialyoum)
Barat Tepis Tuduhan Rusia tentang Senjata Biologis di Ukraina
Negara-negara Barat membantah tuduhan Rusia mengenai adanya proyek senjata biologis yang didukung Amerika Serikat (AS) di Ukraina, manakala Rusia melontarkan lagi tuduhan tersebut, dan China pun mendesak supaya tuduhan ini diklarifikasi.
Perwakilan AS dan Inggris menegur Rusia karena meminta pertemuan Dewan Keamanan pada hari Jumat untuk membahas klaimnya. Pekan lalu, Dewan Keamanan juga mengadakan sesi atas permintaan Rusia untuk mendengar tuduhan serupa.
Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield mengatakan, “Seperti yang saya katakan, satu minggu yang lalu, Ukraina tidak memiliki program senjata biologis. Tidak ada laboratorium senjata biologis Ukraina, tidak di dekat perbatasan Rusia, tidak di mana pun.â€
Dia menyamakan laporan Rusia tentang senjata biologis di Ukraina dengan teori konspirasi yang didorong oleh internet.
“Presiden Biden memiliki kata untuk pembicaraan semacam ini: malarkey,†ujarnya.
Utusan Rusia Vasily Nebenzya mengklaim adanya komponen senjata biologis dibuat di Ukraina, dan terdapat dokumen yang membuktikan adanya “pendanaan langsung dan pengawasan Pentagon” ke bio laboratorium Ukraina.
Perwakilan tinggi PBB untuk urusan perlucutan senjata, Izumi Nakamitsu, kepada 15 anggota dewan bahwa PBB, Jumat (18/3), mengaku “tidak mengetahui adanya program senjata biologis semacam ituâ€. Dia juga membuat pernyataan yang sama pada pertemuan minggu lalu.
China mendesak dialog pada hari Jumat dan menyerukan kepada semua pihak terkait agar menanggapi klaim Rusia mengenai adanya program senjata biologis di Ukraina.
“Kami mendukung PBB dan semua pihak dalam meningkatkan upaya mediasi, dan berharap semua pihak dapat melakukan lebih banyak hal yang kondusif untuk mempromosikan pembicaraan damai, daripada menambahkan bahan bakar ke api,†kata duta besar China Zhang Jun kepada Dewan Keamanan.
Dia juga mengatakan, “China dengan tegas menentang pengembangan, kepemilikan, atau penggunaan senjata biologis atau kimia oleh negara mana pun… Setiap informasi tentang aktivitas senjata biologi sudah seharusnya menimbulkan kekhawatiran dan menarik perhatian masyarakat internasional agar kerusakan fatal dapat dihindari.”
Zhang Jun menyebutkan bahwa Rusia telah menyerahkan dokumen yang baru saja ditemukan dalam hal ini sehingga pihak-pihak terkait harus menjawab pertanyaan dan memberikan penjelasan yang komprehensif dan tepat waktu untuk mengatasi kekhawatiran masyarakat internasional. (aljazeera/alalam)







