Jakarta, ICMES. Pasukan elit Iran Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengancam akan menyerang pangkalan Israel lainnya di wilayah Kurdistan Irak jika pejabatnya tidak menggulungnya.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan adanya sebuah dokumen bertanggal 6 Maret 2015 yang menunjukkan keterlibatan Pentagon dalam pendanaan proyek-proyek biologi di Ukraina.
Kremlin memberikan peringatan keras kepada Gedung Putih bahwa Presiden AS Joe Biden tak berhak menyebut sejawatnya dari Rusia, Vladimir Putin, sebagai penjahat perang.
Di tengah panasnya suasana usai Amerika Serikat (AS) memperingatkan China untuk tidak memberikan dukungan militer kepada Rusia dalam perang di Ukraina, Presiden AS Joe Biden dikabarkan akan mengadakan panggilan telefon denganPresiden China Xi Jinping.
Berita Selengkapnya:
Pasukan Iran Ancam akan Serang Kurdistan lagi
Pasukan elit Iran Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengancam akan menyerang pangkalan Israel lainnya di wilayah Kurdistan Irak jika pejabatnya tidak menggulungnya.
Juru bicara IRGC Brigjen Ramezan Sharif kepada jaringan televisi Al-Masirah Yaman, Kamis (17/3), mengatakan, “Menghancurkan markas yang menjadi tempat melancarkan serangan terhadap keamanan Iran adalah hak yang alami, dan ini adalah garis merah.â€
Dia menambahkan bahwa Duta Besar Iran di Irak Iraj Masjedi dalam beberapa kesempatan telah memperingatkan otoritas Kurdistan Irak tentang keberadaan pangkalan Mossad, yang telah diserang oleh IRGC, dan dua pangkalan serupa lainnya.
“Jika para pejabat Irak tak bertindak untuk menyingkirkan basis-basis Zionis lain di negara ini sementara keamanan kami terus terancam dari kawasan ini maka kami akan menanggapi tanpa ragu-ragu,†tandas Sharif.
Pada dini hari Ahad lalu selusin rudal balistik menghantam pangkalan rahasia Mossad di Jalan Masif-Saladin di Erbil, ibu kota wilayah semi-otonom Kurdistan Irak. Menurut IRGC, serangan ini menewaskan dan melukai sejumlah personil intelijen Israel.
Sharif mengatakan, “Zionis sendiri mengakui bahwa drone mereka, yang terbang di atas sebuah pangkalan di Kermanshah (Iran) lepas landas dari pangkalan mereka di Erbil,†kata pejabat IRGC.
Perwakilan tetap Iran untuk PBB telah menulis surat kepada Sekjen PBB dan kepala Dewan Keamanan berisikan pernyataan bahwa Teheran “memiliki hak yang melekat untuk membela diri, berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB, untuk menanggapi tindakan kriminal semacam itu, kapan pun itu dianggap tepat.†(alalam/presstv)
Rusia Ungkap Dokumen Keterlibatan Pantagon dalam Pendanaan Proyek Biologi Militer di Ukraina
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan adanya sebuah dokumen bertanggal 6 Maret 2015 yang menunjukkan keterlibatan Pentagon dalam pendanaan proyek-proyek biologi di Ukraina.
“Total dana AS untuk pekerjaan biologis militer yang dilakukan di laboratorium Kementerian Pertahanan Ukraina berjumlah 32 juta dolar,” kata komandan Pasukan Perlindungan Radiasi, Kimia dan Biologi Rusia, Letjen Igor Kirillov, Kamis (17/3).
“Sesuai praktik-praktik yang ditindak lanjuti, proyek-proyek Amerika di bidang sanitasi dan kesejahteraan epidemiologis, termasuk di Afrika dan Asia, didanai melalui otoritas kesehatan nasional,” tambah Kirillov.
Dia menyebutkan adanya “fakta bahwa kesepakatan tentang kegiatan biologis bersama telah dibuat antara pepartemen militer AS dan Kementerian Kesehatan Ukraina. Namun, penerima sebenarnya dari dana tersebut adalah laboratorium Kementerian Pertahanan Ukraina yang berlokasi di Kyiv, Odessa, Lvov dan Kharkov, dan total dana berjumlah $32 juta.â€
Kirillov mengatakan, “Para ahli Ukraina yang bekerja di laboratorium biologi Amerika yang berlokasi di negara ini mungkin tidak menyadari tujuan sebenarnya dari penelitian yang dilakukan di sana. Analisis informasi yang diterima menunjukkan bahwa para ahli Ukraina tidak menyadari potensi risiko pengangkutan biomaterial, yang digunakan terutama dalam keluarga, dan mereka tidak memiliki gagasan nyata ihwal tujuan sebenarnya dari penelitian yang berlangsung.â€
Juru Bicara Pertahanan Rusia Igor Konashenkov mebfkonfimasi bahwa sebuah proyek rahasia berada di bawah pengawasan AS di Kharkov, Ukraina, untuk mempelajari cara-cara penularan penyakit ke manusia melalui kelelawar.
“Kementerian Pertahanan Rusia terus mempelajari dokumen yang diterima dari personel laboratorium Ukraina mengenai penerapan program militer biologis oleh AS dan sekutu NATO-nya di wilayah Ukraina,” ungkap Konashenkov.
Dia melanjutkan, “Saya ingin menekankan bahwa, menurut dokumen tersebut, studi ini dilakukan di Kharkov secara sistematis dan di bawah pengawasan langsung spesialis dari AS selama bertahun-tahun.”
Dia juga mengatakan, “Dokumen baru akan diserahkan pada ekspor sejumlah besar biomaterial manusia dari wilayah Ukraina ke Inggris dan negara-negara Eropa lainnya.†(alalam)
Kremlin: Biden Tak Berhak Sebut Putin “Penjahat Perangâ€
Kremlin memberikan peringatan keras kepada Gedung Putih bahwa Presiden AS Joe Biden tak berhak menyebut sejawatnya dari Rusia, Vladimir Putin, sebagai penjahat perang.
Pada konferensi pers di Moskow, Kamis (17/3), juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan, “Biden adalah pemimpin negara yang telah membom orang-orang di seluruh dunia selama bertahun-tahun, dan menjatuhkan bom nuklir di kota-kota Jepang, seperti Hiroshima dan Nagasaki selama Perang Dunia II.”
Atas dasar itu Peskov menyebut “Biden tak berhak menuduh Presiden Putin melakukan kejahatan perang,” dan menegaskan bahwa pernyataan Biden tentang Putin “tak dapat diterima, dan tak termaafkan.”
Sehari sebelumnya, Bden mengungkapkan pendapatnya bahwa Putin adalah “penjahat perang” karena telah mengingstruksikan invasi militer Rusia terhadap Ukraina. Biden menyatakan demikian sehari setelah Senat AS mengesahkan rancangan resolusi yang mencanangkan penyelidikan atas “kejahatan perang” Presiden Rusia dalam operasi militer di Ukraina.
Menurut media AS, Biden telah bergeser dari sikap semula pemerintahan AS, sebab para pejabat AS, termasuk Biden, sebelumnya tak pernah menyatakan terjadi “kejahatan perang” di Ukraina.
Washington memberikan dukungan militer ke Ukraina, tapi enggan campur tangan dengan memberlakukan zona larangan terbang di angkasa Ukraina karena khawatir konflik akan berubah menjadi konfrontasi langsung antara NATO dan Rusia.
Rusia melancarkan operasi militer di Ukraina sejak 24 Februari lalu. Invasi ini membangkitkan kemarahan internasional sehingga Rusia dikenai sanksi keras ekonomi dan keuangan. (raialyoum)
Duga China akan Bantu Rusia dalam Perang Ukraina, Biden akan Kontak Xi Jinping
Di tengah panasnya suasana usai Amerika Serikat (AS) memperingatkan China untuk tidak memberikan dukungan militer kepada Rusia dalam perang di Ukraina, Presiden AS Joe Biden dikabarkan akan mengadakan panggilan telefon denganPresiden China Xi Jinping pada hari ini, Jumat (18/3).
Pemerintahan Biden telah membuat pernyataan bahwa Beijing akan menghadapi konsekuensi berat jika memberikan dukungan material kepada Rusia dalam perang tersebut.
Dalam jumpa pers, Kamis (17/3), Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan, “Presiden Biden akan berbicara dengan Presiden Xi besok dan akan menjelaskan bahwa China akan bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang diperlukan untuk mendukung agresi Rusia, dan kami tidak akan ragu untuk mengenakan biaya.”
Tanpa merinci “biaya†itu, Blinken menyebutkan bahwa China bertanggung jawab menggunakan pengaruhnya atas Putin dan untuk “membela aturan internasionalâ€, tapi tampaknya Beijing “bergerak ke arah yang berlawanan.”
“Kami khawatir bahwa mereka mempertimbangkan untuk secara langsung membantu Rusia dengan peralatan militer untuk digunakan di Ukraina,” katanya.
Pernyataan ini menjadi konfirmasi resmi untuk pertama kalinya atas laporan awal pekan ini bahwa para pejabat AS memandang China telah mengisyaratkan kesediaan memberikan bantuan peralatan militer kepada Moskow.
Washington belum memberikan bukti klaim bahwa China telah mengisyaratkan kesediaan membantu Rusia, sementara Moskow membantah meminta bantuan militer China, dan kementerian luar negeri China pun menyebut anggapan tersebut sebagai “disinformasi.” (reuters)







