Jakarta, ICMES. Sebuah kelompok misterius yang menamakan dirinya Alwiyah Al-Wa’ad Al-Haq Abna Al-Jazirah Al-Arabiyah (Brigade Janji Yang Benar Putra-Putra Semenanjung Arab) mengancam akan melancarkan serangan lagi ke UEA sembari bersumbar akan mengembalikannya ke tahun 1971.

Angkatan bersenjata Yaman kubu Ibukota Sanaa mengumumkan pihaknya telah melancarkan serangan drone yang menarget sebuah posisi militer penting di Bandara Internasional Abha, Arab Saudi, Kamis (10/2).
Memasuki puncak peringatan HUT ke-43 kemenangan revolusi Islam Iran, rakyat negara ini merayakannya antara lain dengan mengumandangkan takbir dan berpesta kembang api pada Kamis malam (10/2).
Pemerintah Rusia kembali menyerukan kepada Rezim Zionis Israel agar menghentikan serangannya terhadap Suriah, sembari mengingatkan dampaknya secara geopolitik dan keamanan.
Berita Selengkapnya:
Ancam UEA, Brigade Al-Wa’ad Al-Haq Bersumbar akan Mengembalikannya ke Tahun 1971
Sebuah kelompok misterius yang menamakan dirinya Alwiyah Al-Wa’ad Al-Haq Abna Al-Jazirah Al-Arabiyah (Brigade Janji Yang Benar Putra-Putra Semenanjung Arab) mengancam akan melancarkan serangan lagi ke UEA sembari bersumbar akan mengembalikannya ke tahun 1971.
Dalam sebuah pernyataan yang ditujukan kepada pemerintah UEA melalui kanal Telegram, Kamis (10/2), kelompok itu menegaskan, “Menara-menara dan pelabuhan-pelabuhan kalian adalah sasaran yang sah bagi kami, dan tak akan pernah dapat melindungi kalian orang yang tak dapat melindungi pasukan, pangkalan dan kapalnya sendiri dari serangan kuat kami. Pelajaran untuk kalian tak akan sebatas (serangan) drone bersayap dan rudal jarak jauh, maka gunakanlah kesempatan sebelum kami kembalikan kalian ke tahun sebelum 1971.â€
Pada 2 Februari lalu kelompok itu mengaku bertanggungjawab atas serangan ke Abu Dhabi, ibu kota UEA, dengan empat unit drone. Kelompok itu juga menegaskan bahwa serangan selanjutnya akan lebih sengit.
Kemhan UEA saat itu mengakui telah terjadi serangan, dan mengklaim telah menjatuhkan tiga unit drone.
Mohammad Ali Al-Houthi, anggota Dewan Tinggi Politik Yaman, di Twitter menyambut gembira serangan kelompok itu, yang dia sebut berbasis di Irak.
“Terima kasih kepada Irak yang merdeka, kelompok-kelompok mujahidin pembela Yaman dan keteguhan negara ini,†cuitnya.
Seakan menanggapi cuitan itu, Sayid Moqtada Sadr, tokoh Syiah berpengaruh di Irak, di Twitter menegaskan pihaknya menentang pelibatan Irak dalam peperangan, dan mendesak supaya perang Yaman dihentikan.
“Suara saya bersama orang-orang yang menghendaki berhentinya perang terhadap Yaman dan dihentikannya normalisasi hubungan dengan musuh, Israel,†ungkapnya. (alalam/fna)
Yaman Serang Bandara Abha, Saudi Klaim 12 Orang Terluka
Angkatan bersenjata Yaman kubu Ibukota Sanaa mengumumkan pihaknya telah melancarkan serangan drone yang menarget sebuah posisi militer penting di Bandara Internasional Abha, Arab Saudi, Kamis (10/2).
Juru bicara angkatan bersenjata Yaman yang bersekutu dengan Ansarullah di Sanaa, Brigjen Yahya Saree, menyatakan pihaknya telah menggunakan drone tipe Qasef K-2 dalam serangan tersebut. Dia juga memastikan serangan itu tepat menimpa target yang diincar.
Menurut Saree, bandara itu menjadi target serangan karena merupakan salah satu bandara yang digunakan oleh pasukan koalisi pimpinan Saudi dalam melancarkan serangan udara di Yaman.
Dia memperingatkan kembali kepada warga sipil di Saudi untuk menjauh dari posisi-posisi militer karena sewaktu-waktu akan terjadi serangan lagi, yang dilancarkan tak lain sebagai balasan atas serangan dan blokade koalisi terhadap Yaman yang sudah berlangsung selama tujuh tahun.
Di pihak lain, koalisi mengaku telah “menggagalkan upaya aksi serangan lintas perbatasan dengan menggunakan bom drone yang diluncurkan oleh milisi teroris Houthiâ€.
Jubir koalisi, Brigjen Turki Al-Maliki, mengatakan, “Akibat pencegatan, beberapa bagian drone berhamburan di dalam komplek bandara, dan 12 warga sipil yang terdiri atas penduduk setempat serta pemukim dari berbagai kewarganegaraan mengalami luka ringan.â€
Seorang pejabat Bandara Abha yang meminta namanya disembunyikan mengatakan kepada AFP bahwa pergerakan pesawat sempat terhenti sebentar tapi kemudian aktif lagi. Dan bahwa sebuah drone telah “dijatuhkan†di landasan pacu.
Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan, menyatakan AS mengutuk keras apa yang disebutnya “serangan teroris” terhadap Bandara Abha.
“Kami berjanji untuk mendukung Arab Saudi karena membela rakyat dan wilayahnya dari serangan ini. Amerika akan mendukung teman-temannya di kawasan ini,†kata Sullivan dalam sebuah pernyataan.
Turki Al-Maliki menyatakan pihaknya akan segera melancarkan serangan ke Sanaa, dan menyerukan kepada warga sipil untuk dalam jangka waktu 72 jam ke depan menjauhi berbagai instalasi sipil yang diklaim oleh koalisi digunakan oleh Ansarullah untuk tujuan militer.
Sebelumnya, koalisi juga telah menyerang sebuah komplek olahraga di Sanaa dengan dalih bahwa Ansarullah menyalahgunakannya untuk tujuan militer. Namun, para wartawan lantas segera mendatangi lokasi yang diserang dan di sana mereka mengambil gambar-gambar yang menunjukkan kedustaan dalih tersebut. (alalam/raialyoum/fna)
Iran Rayakan HUT ke-43 Revolusi Islam, Gempita “Allahu Akbar†Membahana di Seantero Negeri
Memasuki puncak peringatan HUT ke-43 kemenangan revolusi Islam Iran, rakyat negara ini merayakannya antara lain dengan mengumandangkan takbir dan berpesta kembang api pada Kamis malam (10/2).
Dilaporkan bahwa gempita suara takbir “Allahu Akbar†membahana di seluruh penjuru negara ini tepat pada pukul 21.00 waktu setempat bersamaan dengan gebyar pesta kembang api yang mewarnai langit malam.
Beberapa foto yang dimuat di situs berita Iran Tasnim memperlihatkan warga Teheran, termasuk remaja dan anak-anak kecil, mendatangi Bundara Musium Azadi di ibu kota Iran ini. Sembari mengenakan masker, mereka berfoto dan bersuka ria mengambil gambar gebyar suasana pesta kembang api.
Pihak-pihak terkait perayaan HUT itu mengumumkan bahwa pada hari ini, Jumat (11/2), perayaan di jalan hanya akan dilakukan dengan konvoi kendaraan motor dan mobil, bukan dengan pawai-pawai akbar seperti biasanya, demi mematuhi prokes pemutusan mata rantai inveksi virus Covid-19. (alalam/tasnim)
Rusia Kembali Desak Israel Hentikan Serangan ke Suriah
Pemerintah Rusia kembali menyerukan kepada Rezim Zionis Israel agar menghentikan serangannya terhadap Suriah, sembari mengingatkan dampaknya secara geopolitik dan keamanan.
Dikutip ITAR-TASS, juru bicara Kemlu Maria Zakharova, Kamis (10/2), mengatakan, “Serangan Israel yang terus-menerus terhadap sasaran di dalam wilayah Suriah menimbulkan kekhawatiran yang mendalam. Ini merupakan pelanggaran kasar terhadap kedaulatan Suriah.â€
Dia menyebutkan bahwa serangan-serangan itu “dapat memicu eskalasi ketegangan yang tajam†serta “menimbulkan risiko serius bagi penerbangan penumpang internasional.â€
Dalam beberapa peristiwa, jet-jet tempur Israel sengaja bersembunyi di balik pesawat yang melintas agar dapat berkelit dari pengakuan serta menghindari intersepsi pertahanan udara Suriah.
Pada Februari lalu, sebuah pesawat Airbus A320 dengan 172 penumpang terpaksa melakukan pendaratan darurat di Pangkalan Udara Hmeimim yang dioperasikan Rusia di Suriah ketika terjadi serangan Israel.
Pada tahun 2018, Israel meminta maaf kepada Rusia karena telah menjadikan pesawat pengintai Il-20 Rusia sebagai perisai ketika menyerang Suriah sehingga rudal Suriah menembak jatuh pesawat Rusia, menewaskan 15 orang Rusia dan dua orang Suriah.
“Sekali lagi kami mendesak pihak Israel untuk menahan diri dari penggunaan kekuatan seperti itu,” pungkas Zakharova.
Dalam serangan terbaru, Suriah mengumumkan satu tentaranya gugur dan lima lainnya cedera akibat serangan rudal Israel ke kawasan sekitar Ibukota Damaskus pada dini hari Rabu lalu.
Kemhan Rusia menyebutkan bahwa dalam peristiwa itu pertahanan udara Suriah berhasil menghancurkan delapan rudal Israel. (presstv/alalam)







