Jakarta, ICMES. Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan pihaknya telah mendapat serangan, menyusul adanya pengakuan sebuah kelompok baru telah menyerang UEA.

Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk mengirim jet tempur dan kapal perusak pembawa rudal ke Abu Dhabi, UEA, untuk membantu UEA menghadapi Yaman yang telah berulang kali menyerang UEA setelah menggempur Arab Saudi.
Sekjen gerakan Asaib Ahl al-Haq Irak, Syeikh Qais al-Khazali, menyatakan pihaknya suatu saat akan memberi Turki “pelajaran kerasâ€, menyusul terjadinya serangan udara Turki yang menjatuhkan sejumlah korban luka dan tewas di wilayah utara Irak.
Sumber-sumber keamanan Israel menepis kebenaran pernyataan Perdana Menteri Naftali Bennett bahwa sistem laser pencegat rudal akan siap untuk dioperaskani dalam tempo satu tahun ke depan.
Berita Selengkapnya:
Sebuah Kelompok Baru Mengaku Telah Melancarkan Serangan Drone ke UEA
Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan pihaknya telah mendapat serangan, menyusul adanya pengakuan sebuah kelompok baru telah menyerang UEA, Kamis (2/2).
UEA dalam sebuah pernyataannya menyebutkan bahwa tiga unit drone telah menerobos zona udaranya dan kemudian dicegat oleh sistem pertahanan udara di kawasan yang jauh dari permukiman pada dini hari Rabu.
Pernyataan itu dirilis beberapa jam setelah serangan tersebut dan setelah keluarnya pernyataan dari sebuah kelompok tak dikenal yang menamakan dirinya “Brigade Janji Yang Benar†(Alwiyah Al-Wa’d Al-Haq) .
Kelompok ini menyatakan, “Putra-putra Semenanjung Arab pada dini hari ini menyerang negara mungil keji Emirat dengan empat drone yang menarget beberapa instalasi vital di Abu Dhabi. Brigade Janji Yang Benar akan terus melanjut serangannya yang menyakitkan sampai negara mungil Emirat berhenti mencampuri urusan kawasan sekitarnya, terutama Yaman dan Irak, serta menarik keluar para antek lapangan, keamanan dan politiknya.â€
Kelompok ini juga bersumbar bahwa “serangan selanjutnya akan lebih menyakitkan dan berdampak.â€
Brigade Janji Yang Benar belum lama ini juga membuat pernyataan berisi pengakuan telah menyerang wilayah Arab Saudi. (fna)
AS Kirim Jet Tempur dan Kapal Perusak untuk Bantu UEA Hadapi Serangan Yaman
Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk mengirim jet tempur dan kapal perusak pembawa rudal ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), untuk membantu UEA menghadapi Yaman yang telah berulang kali menyerang UEA setelah menggempur Arab Saudi.
Keputusan itu diumumkan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh misi AS di UEA, Rabu (2/2), dan bertujuan mendukung UEA “dalam menghadapi ancaman saat iniâ€, menyusul kontak telefon sehari sebelumnya antara Menhan AS Lloyd Austin dan Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Komandan Angkatan Bersenjata UEA, Mohammed bin Zayed Al Nahyan.
Dalam pernyataan itu, misi AS menjelaskan bahwa Austin dan Al-Nahyan membahas “seperangkat tindakan yang diambil Kemhan untuk mendukung UEA, termasuk “pengiriman kapal perusak berpeluru kendali Angkatan Laut AS USS Cole untuk bekerjasama dengan Angkatan Laut UEA sebelum berhenti di sebuah pelabuhan di Abu Dhabi,” tanpa menyebutkan tanggal pergerakan kapal perusak tersebut.
Menhan AS juga memberi tahu Al-Nahyan tentang “keputusannya mengerahkan pesawat tempur generasi kelima untuk membantu UEA menghadapi ancaman saat ini.” Kerjasama ini juga mencakup “kontinyuitas pemberian informasi intelijen untuk peringatan dini, dan kerjasama di bidang pertahanan udara.â€
Misi AS menekankan bahwa pengiriman kapal perusak dan pesawat ke UEA “merupakan indikasi yang jelas bahwa AS mendukung UEA sebagai mitra strategis jangka panjang.”
Presiden AS Joe Biden semula membatasi dukungan AS untuk koalisi yang dipimpin Saudi, membalikkan kebijakan pendahulunya, Donald Trump, yang memberikan bantuan logistik kepada koalisi dan menjual senjata canggih seperti bom berpemandu ke Riyadh dan Abu Dhabi.
Meski demikian, pada November tahun lalu Washington mengumumkan persetujuan untuk menjual senjata senilai US$ 650 juta, termasuk rudal udara-ke-udara, kepada Arab Saudi untuk membantunya mengatasi serangan drone Yaman, sementara UEA terlibat dalam negosiasi yang sulit untuk mendapat jet tempur F-35 meski telah ada kesepakatan senilai US$ 23 miliar.
Laporan lain dari Breaking Defense menyebutkan adanya niat UEA membeli sistem radar canggih Green Pine buatan Israel untuk mencegat rudal balistik.
Media AS yang berspesialisasi dalam persenjataan itu melaporkan bahwa UEA ingin membeli sistem radar Green Pine model ELM-2080S yang merupakan bagian dari sistem Arrow untuk mencegat rudal balistik.
Disebutkan bahwa Kedutaan Abu Dhabi telah menghubungi Kementerian Keamanan Israel untuk membahas masalah penyediaan sistem radar, yang diperkuat dengan pembelian sistem siber sebelumnya. (raialyoum)
Kelompok Pejuang Irak Berjanji akan Beri Turki “Pelajaranâ€
Sekjen gerakan Asaib Ahl al-Haq Irak, Syeikh Qais al-Khazali, Rabu (2/2) menyatakan pihaknya suatu saat akan memberi Turki “pelajaran kerasâ€, menyusul terjadinya serangan udara Turki yang menjatuhkan sejumlah korban luka dan tewas di wilayah utara Irak pada Selasa malam.
Di halaman Twitternya, al-Khazali menyayangkan “kebungkaman pemerintah Irak†di depan “berlanjutnya pelanggaran terbuka dan nyata Turki terhadap kedaulatan Irakâ€.
Dia menjelaskan, “Setelah menempatkan pangkalan-pangkalan militer di Irak utara, tentara Turki semakin banyak membom warga sipil dengan dalih yang dibuatnya sendiri. Pada gilirannya, sebagaimana kami mengutuk serangan Turki ke kamp-kamp pengungsi kami juga menegaskan bahwa kebungkaman tidak akan berlanjut untuk selamanya terhadap perilaku liar dan ketidak pedulian Turki terhadap wilayah dan bangsa Irak ini.â€
Sekjen Asaib Ahl al-Haq lantas melontarkan ancaman keras dengan menegaskan, “Akan tiba saatnya yang tepat di mana para pejuang resistensi Irak memberi pelajaran keras kepada pasukan pendudukan Turki dan memaksanya keluar dari tanah Irak, sebagaimana mereka telah memberi pelajaran terhadap pasukan pendudukan AS.â€
Media Irak pada Selasa malam melaporkan bahwa serangan udara Turki ke wilayah Sinjar, Irak utara, telah menjatuhkan sedikitnya delapan korban tewas dan luka. Serangan itu dilancarkan Turki dengan dalih memburu milisi Partai Pekerja Kurdi (PKK) yang disebutnya sebagai kelompok teroris.
Kanal Telegram Sabereen News melaporkan bahwa serangan itu juga menarget sebuah kamp pengungsi di Pegunungan Makhmur hingga menewaskan sejumlah orang. Kamp itu ditempati oleh para pengungsi sipil Yazidi, namun Turki mengaku menyerang posisi-posisi PKK di kawasan tersebut.
Beberapa sumber menyatakan bahwa Turki telah melancarkan serangan udara sebanyak 20 kali ke kamp tersebut. (/fna)
Klaim Perdana Menteri Israel Soal Sistem Laser Dinilai Dusta
Sumber-sumber keamanan Israel menepis kebenaran pernyataan Perdana Menteri Naftali Bennett bahwa sistem laser pencegat rudal akan siap untuk dioperaskani dalam tempo satu tahun ke depan.
Dikutip saluran 7 dan berbagai media Israel lain, Rabu (2/2), beberapa sumber keamanan yang terkait dengan pengembangan sistem tersebut menyatakan bahwa sistem itu tidak akan siap digunakan dalam jangka waktu satu tahun, dan eksperimen pengembangannya masih terus dilakukan.
Sumber-sumber itu memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu 2-3 tahun untuk menyelesaikan sistem itu sampai dapat beroperasi. Sumber-sumber lain mengungkapkan keheranannya atas pernyataan Bennett tersebut.
Sebelumnya, Bennett dalam sebuah konferensi keamanan di Tel Aviv menyatakan bahwa Israel akan mengoperasikan sistem pencegat laser dalam jangka waktu satu tahun ke depan.
Dalam pidatonya di Institut Studi Keamanan Nasional di Universitas Tel Aviv, Selasa, Bennett menambahkan bahwa generasi baru pertahanan Israel mungkin akan digunakan oleh “sahabat Israel” di kawasan yang terkena ancaman Iran dan para proksinya.
Dia juga menjelaskan bahwa Tel Aviv mempercepat pengerahan rudal pencegat yang beroperasi dengan teknologi laser, sebagai bagian dari rencana untuk mengitari dirinya dengan teknologi tersebut dan mengurangi tingginya biaya yang selama ini dikeluarkan ketika menembak jatuh rudal lawan. (raialyoum)







