Jakarta, ICMES. Pemimpin gerakan Ansarullah di Yaman Sayid Abdul Malik Al-Houthi menyatakan bahwa rezim Arab Saudi tega menutup zona udara Yaman bagi orang Yaman sendiri tapi di saat yang sama tak segan-segan membuka zona udara Saudi untuk Perdana Menteri Israel.

Ansarullah kembali melesatkan beberapa rudal dan pesawat nirawaknya ke sejumlah kota di Saudi, Ahad.
Surat kabar Amerika Serikat (AS) New York Times (NYT) mengutip pernyataan para pejabat Israel bahwa negara Zionis ini tak memiliki kekuatan yang nyata untuk dapat menghancurkan atau sekedar menangguh program nuklir Iran.
Komandan Angkatan Laut Laut (AL) Angkatan Bersenjata Iran Laksamana Muda Shahram Irani mengatakan bahwa kapal perusak Alvand akan segera dikirim untuk misi laut jarak jauh perdananya.
Berita Selengkapnya:
Pemimpin Ansarullah: Saudi Buka Zona Udaranya untuk PM Israel, Tapi Tutup Zona Udara Yaman untuk Orang Yaman Sendiri
Pemimpin gerakan Ansarullah di Yaman Sayid Abdul Malik Al-Houthi menyatakan bahwa rezim Arab Saudi tega menutup zona udara Yaman bagi orang Yaman sendiri tapi di saat yang sama tak segan-segan membuka zona udara Saudi, termasuk Mekkah dan Madinah, untuk penerbangan Perdana Menteri Rezim Zionis Israel Naftali Bennett menuju Uni Emirat Arab (UEA).
Hal tersebut dikatakan oleh Al-Houthi dalam pertemuannya dengan para delegasi masyarakat adat dan tokoh masyarakat dari tiga provinsi Ma’rib, Shabwah dan Al-Baida, Ahad (19/12).
Pernyataan itu terkait dengan kunjungan Bennett ke UEA yang disambut oleh Menteri Luar Negeri UEA Abdollah bin Zayed pada Ahad malam 12 Desember, dan pertemuan resminya dengan Putra Mahkota UEA Mohamed bin Zayed pada esok harinya.
Kunjungan Bennett itu tercatat sebagai kunjungan resmi pertama seorang perdana menteri Israel ke negara Arab yang berkompromi dengan Israel. Para pejuang Palestina menyebut peristiwa ini sebagai pengkhianatan UEA terhadap Palestina.
Sayid Abdul Malik Al-Houthi juga turut mengecam keras sikap UEA tersebut. Dalam pertemuan dengan para delegasi masyarakat adat tersebut dia juga mengatakan bahwa pertemuan ini diadakan terutama dalam rangka mempererat hubungan antara sesama anak bangsa Yaman dalam semangat perlawanan terhadap agresi pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi.
Al-Houthi berpesan bahwa para tokoh masyarakat bertanggungjawab memperkuat rasa persaudaraan dan saling pengertian antara sesama anak bangsa dan membendung aksi para penyeru perpecahan.
Sehari sebelumnya, dalam sebuah pidato televisi dia mengatakan bahwa masyarakat dunia memandang agresi itu sebagai aksi tercela.
“Kejahatan koalisi agresor di Yaman adalah cela di mata internasional, semua orang mengatakan bahwa agresi ke Yaman merupakan perang tragis yang sama sekali tak sejalan dengan standar kemanusiaan, norma dan etika,†ujarnya.
Menurutnya, masyarakat juga memandang invasi militer Saudi dan UEA ke Yaman gagal mencapai tujuan yang diinginkan oleh keduanya. Dia lantas bersumbar bahwa mustahil dua negara itu akan dapat meraih tujuannya dalam mengagresi bangsa Yaman yang “siap berdamai tapi pantang menyerahâ€.
Saling Gempur
Laporan lain menyebutkan bahwa Ansarullah kembali melesatkan beberapa rudal dan pesawat nirawaknya ke sejumlah kota di Saudi, Ahad.
Sumber-sumber Saudi kepada koresponden Al-Alam mengaku mendengar suara-suara ledakan di Jizan dan Khamis Mushait akibat serangan rudal dari Yaman, sementara beberapa laporan lain menyebutkan bahwa serangan itu menyebabkan penangguhan beberapa jadwa penerbangan pesawat di Bandara Jizan.
Sumber-sumber Saudi menyatakan sistem pertahanan udara negara ini telah mencegat dan merontokkan dua drone yang melesat menmuju Bandara Abha.
Ansarullah berulang kali menegaskan bahwa serangan rudal dan drone akan terus mereka lancarkan ke wilayah Saudi selagi pasukan koalisi masih terus memblokade dan mengagresi Yaman.
Di hari yang sama, jet-jet tempur Saudi melancarkan beberapa serangan udara ke Sanaa, ibu kota Yaman, yang satu di antaranya menyasar sebuah bengkel mobil di tengah permukiman.
Beberapa sumber menyebutkan bahwa sejumlah rumah dan properti penduduk di sekitar bengkel rusak akibat serangan ini, sementara warga ketakutan dan panik dalam peristiwa tersebut. (alalam/fna)
New York Times: Israel Tak Mampu Menyerang Fasilitas Nuklir Iran
Surat kabar Amerika Serikat (AS) New York Times (NYT) mengutip pernyataan para pejabat Israel bahwa negara Zionis ini tak memiliki kekuatan yang nyata untuk dapat menghancurkan atau sekedar menangguh program nuklir Iran.
Dikutip Rai Al-Youm, Ahad (19/12), NYT menyebutkan bahwa bersamaan dengan upaya diplomatik untuk membendung laju program nuklir Iran, Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz menyiapkan pasukannya untuk opsi militer sembari memperingatkan kepada dunia bahwa Israel akan bertindak sendiri jika perjanjian nuklir baru Iran dirasa tidak cukup bagi Israel.
Namun demikian, beberapa pejabat dan mantan pejabat Israel mengatakan bahwa sejauh ini Israel belum memiliki kekuatan yang cukup untuk melancarkan serangan efektif ke Iran.
“Perkara ini akan menelan waktu minimal dua tahun untuk persiapan serangan yang dapat menimbulkan kerusakan fatal pada proyek nuklir Iran,†ungkap salah satu sumber pejabat Israel.
Menurut mereka, lanjut NYT, apa yang dilakukan sejauh ini hanyalah serangan kecil yang dapat menimbulkan kerusakan secara parsial tanpa dapat menghentikan proyek nuklir Iran secara total, sedangkan upaya lebih masif untuk menghancurkan puluhan situs nuklir yang tersebar di Iran seperti yang dikampanyekan Israel belakangan ini masih berada di luar kapasitas angkatan bersenjata Israel.
Brigjen (purn) Relik Shafir yang menjadi pilot Israel dalam serangan ke fasilitas nuklir Irak pada tahun 1981 mengatakan, “Sulit sekali, bahkan mustahil, melancarkan serangan militer yang sedianya akan menangani semua situs ini.â€
Dia menambahkan, “Di dunia tempat kita hidup sekarang ini satu-satunya angkatan udara yang dapat kontinyu melancarkan serangan udara adalah Angkatan Udara AS.â€
NYT menyebutkan, “Perdebatan belakangan ini mengenai serangan militer ke Iran adalah bagian dari kampanye tekanan Israel untuk mendapat kepastian bahwa negara-negara yang berunding dengan Iran di Wina tidak sepakat dengan apa yang dianggap oleh para pejabat Israel sebagai ‘perjanjian buruk’, perjanjian yang menurut mereka tidak akan mencegah Iran dari pengembangan senjata nuklir.†(raialyoum)
Iran akan Kirim Kapal Destroyer Alvand untuk Misi Laut Jarak Jauh Pertama Kali
Komandan Angkatan Laut Laut (AL) Angkatan Bersenjata Iran Laksamana Muda Shahram Irani mengatakan bahwa kapal perusak Alvand akan segera dikirim untuk misi laut jarak jauh perdananya.
Kepada wartawan di sela-sela upacara penambahan empat kapal dan peralatan maritim ke armada AL, Laksamana Muda Shahram Irani, Komandan AL Iran, Ahad (19/12), mengatakan bahwa penambahan kapal selam Al-Sabehat-15 , kapal perusak Alvand, dua helikopter SH3D-316, Fokker F27 Friendship dan BH7 Hovercraft akan meningkatkan kekuatan tempur AL Iran.
Dia juga mengatakan bahwa kapal perusak Alvand akan segera dikirim ke misi laut jarak jauh pertama yang merupakan misi gabungan, akan berpartisipasi dalam latihan militer gabungan, dan akan kembali ke Iran sesuai jadwal dengan kekuatan dan kemampuan maksimal.
Iran juga menyinggung rencana pembuatan Kapal Perusak “Talaeiyeh†dan menyatakan bahwa rencana pembuatan kapal ini telah mendapat kemajuan fisik yang sesuai, dan kapal ini bahkan telah berlabuh di dermaga Angkatan Laut di Bandar Abbas, provinsi Hormozgan.
Dia mengatakan, “Kami berusaha agar kapal perusak ini bergabung dengan badan operasional Angkatan Laut tahun depan, 1401, (kalender Iran mulai 21 Maret 2022) dan misi operasional telah ditetapkan untuk itu.â€
Shahram Irani melanjutkan bahwa pembangunan kapal perusak kelas “Jamaran” berlangsung bersamaan dengan Talaeiyeh. Menurutnya, perbedaan antara Talaeiyeh dan Jamaran ialah bahwa hanggar helikopter telah ditambahkan pada Talaeiyeh sehingga memiliki lebih banyak helikopter di geladaknya.
Dia menjelaskan bahwa dalam pembangunan kapal perusak tersebut dilakukan dengan memanfaatkan besarnya kapasitas dan kemampuan perusahaan berbasis sains Iran.
Dia juga menyebutkan bahwa kapal selam kelas “Fateh” juga sedang dibangun dan prototipe pertamanya telah memasuki badan operasional Angkatan Laut Angkatan Darat Iran serta menyelesaikan misi operasional pertamanya dalam Latihan Militer Zolfagher 1400, sementara kapal-kapal selam lainnya secara bertahap akan dibangun dan ditambahkan ke armada AL. (mna)







