Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 14 Desember 2021

Jakarta, ICMES. Pertempuran yang berkecamuk di kawasan Lembah Obeida di tenggara Ma’rib, Yaman, telah menewaskan 41 pasukan bayaran Arab Saudi, termasuk beberapa komandan senior.

Surat kabar Amerika Serikat Washington Post mengungkap besarnya partisipasi Rezim Zionis Israel dalam pasukan koalisi yang mengresi Yaman serta keterlibatannya dalam pembunuhan puluhan ribu orang tak berdosa di Yaman.

Faksi Jihad Islam Palestina  mengecam keras sambutan pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) atas kunjungan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett, dan menyebutnya sebagai pengkhianatan terhadap bangsa Palestina.

Pemerintah Iran melontarkan peringatan terkait dengan kunjungan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett ke UEA.

Berita Selengkapnya:

40-an Pasukan Bayaran Saudi Tewas di Ma’rib, Yaman

Sumber-sumber militer Yaman menyatakan bahwa konfrontasi sengit antara kubu Sanaa (tentara Yaman dan Ansarullah) dan pasukan bayaran Saudi (kubu presiden pelarian Yaman Abd Mansour Hadi) berlanjut di sekitar kota Ma’rib.

Kepada situs berita Yemen News, Senin (13/12), sumber-sumber itu mengatakan bahwa pertempuran yang berkecamuk di kawasan Lembah Obeida di tenggara Ma’rib telah menewaskan 41 pasukan kubu Hadi, termasuk beberapa komandan senior.

Sumber-sumber itu menyebutkan beberapa nama yang antara lain ialah Saif Al-Ashmi, pejabat intelijen Brigade 177, Mohammad Saleh Al-Bahbouj, komandan Laskar III Pasukan Penjaga Perbatasan, Abdul Rahman Mohammad Fasilah, Komandan Batalyon Resistensi Ma’rib dan Mohammad Ali Al-Turabi, Komandan Laskar II Pasukan Khusus.

Sebelumnya juga dikabarkan bahwa Nasir al-Dzibani, komandan terkemuka pasukan koalisi pimpinan Saudi, tewas bersama sejumlah komandan lain dalam pertempuran di Ma’rib.

Penembak Jatuhan Beberapa Drone

Pasukan kubu Sanaa telah menembak jatuh drone pengintai jenis CH-4 buatan China di distrik Usailan, Provinsi Shabwa, Senin.

Jubir tentara Yaman kubu Sanaa, Brigjen Yahya Saree, di Twitter menyebutkan; “Pertahanan udara kami baru saja menembak jatuh drone mata-mata bersenjata CH4 buatan China milik Angkatan Udara Saudi dengan rudal darat ke udara buatan lokal. Drone itu tertembak ketika sedang menjalan misi agresi di angkasa distrik Usailan, Provisi Shabwa.”

Dia juga menyebutkan, “Pertahanan udara kami pada Jumat lalu juga telah menembak jatuh drone Scan Eagle buatan AS yang saat itu sedang menjalankan aksi-aksi agresi di angkasa distrik Sarwah, Provinsi Ma’rib. Pada Rabu lalu pertahanan udara kami menembak jatuh drone pengintai dan tempur jenis CH-4 yang sedang menjalankan aksi agresi di angkasa distri Al-Wadi di Ma’rib, dan juga menembak jatuh drone Scan Eagle yang menjalankan agresi di kawasan kawasan Al-Jowba di provinsi yang sama.” (fna/alalam)

Washingon Post Ungkap Besarnya Keterlibatan Israel dalam Perang Yaman

Surat kabar Amerika Serikat (AS) Washington Post mengungkap besarnya partisipasi Rezim Zionis Israel dalam pasukan koalisi yang mengresi Yaman serta keterlibatannya dalam pembunuhan puluhan ribu orang tak berdosa di Yaman.

Dikutip Fars, Senin (13/12), Washington Post dalam sebuah laporannya menyebut Israel sebagai mitra utama Saudi dan sekutunya dalam invasi militer ke Yaman sejak tahun 2015.

Menurut surat kabar ini, partisipasi Israel terlihat jelas dan terbuka dengan melibatkan sebanyak 42 pilot dan tentara yang ikut serta dalam komando sejumlah front di lapangan.

“Peran Israel dalam perang Yaman mencolok melalui pembekalan pihak-pihak koalisi dengan fasilitas militer demi kebertahanan di Selat Bab Al-Mandab,” lanjut Washington Post.

Disebutkan pula bahwa sekira 70 pakar militer dan teknisi dari Pasukan Pertahanan Israel (IDF) serta para ahli radar telah berpartisipasi dalam pengelolaan pusat-pusat komando operasi militer di kota Al-Mukha, Yaman. (fna)

PM Israel Berkunjung ke UEA, Jihad Islam Sebut UEA Pengkhianat Palestina

Faksi Jihad Islam Palestina (PIJ) mengecam keras sambutan pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) atas kunjungan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett, dan menyebutnya sebagai pengkhianatan terhadap bangsa Palestina.

Bennett tiba di Bandara Abu Dhabi dan disambut oleh Menteri Luar Negeri UEA Abdollah bin Zayed pada Ahad malam (12/12), dan esoknya mengadakan pertemuan resmi dengan Putra Mahkota UEA Mohamed bin Zayed.

Kunjungan Bennett tercatat sebagai kunjungan resmi pertama seorang perdana menteri Israel ke negara Arab yang berkompromi dengan Israel.

PIJ memperingatkan bahwa normalisasi hubungan dan kebersekutuan dengan Rezim Zionis adalah pengkhiatan terhadap bangsa Palestina yang telah puluhan tahun berjuang melawan pendudukan kaum Zionis atas tanah Palestina.

PIJ menegaskan, “Sambutan atas (kunjungan) Bennett merupakan penguatan keamanan rezim penjahat ini, upaya melegasisasi eksistensi palsunya, pencucian tangannya dari lumuran darah anak-anak kecil dan orang-orang kami yang tak berdosa.”

Pada Juni lalu Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid berkunjung ke UEA untuk peresmian Kedutaan Besar Israel di Abu Dhabi, dan ini tercatat sebagai kunjungan pertama pejabat tinggi Israel sejak tercapainya Kesepakatan Abraham antara kedua negara.

Sejak ditekennya kesepakatan damai tersebut juga telah dicapai beberapa MOU dan dokumen kerjasama antara Israel dan UEA.

Mengenai kunjungan Bennett ke UEA, Reuters melaporkan bahwa pesawat pembawa Bennet terbang dari Tel Aviv menuju Abu Dhabi melalui angkasa Arab Saudi.

Saudi tak memiliki hubungan resmi dengan Israel, tapi pada tahun lalu, meskipun mendapat reaksi kecaman luas, Riyadh  mengizinkan pesawat Israel terbang melintasi zona udara Saudi dalam penerbangan menuju UEA maupun negara-negara lain. (pt/fna)

Iran Sampaikan Peringatan Soal Kunjungan PM Israel ke UEA

Pemerintah Iran melontarkan peringatan terkait dengan kunjungan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett ke Uni Emirat Arab (UEA).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh, Senin (13/12), menilai kunjungan itu sebagai langkah yang akan memberikan pijakan bagi “entitas Zionis yang palsu dan perusak” di kawasan Teluk Persia.

Dia juga  menyebut kunjungan itu merusak keamanan di kawasan dan bertentangan dengan kepentingan bangsa Islam dan masyarakat di kawasan dan negara-negara Arab.

Khatibzadeh menekankan bahwa “sambutan atas perdana menteri entitas ilegal” tergolong sebagai faktor utama kacaunya keamanan, bangkitnya ketegangan, dan pemicu peperangan selama lebih dari 70 tahun di wilayah geografis Arab dan Islam, dan bahwa peristiwa sambutan itu tak akan pernah terhapus dari ingat bangsa Palestina, bangsa-bangsa Timur Tengah dan sekitarnya, dan bahkan seluruh kaum merdeka dunia.

Dilaporkan bahwa Bennett yang tiba di Abu Dhabi pada Ahad malam lalu mengadakan kunjungan resmi dua hari ke UEA. Peristiwa ini tercatat sebagai kunjungan pertama perdana menteri Israel sejak dicapainya Kesepakatan Abraham yang bertujuan menormalisasi hubungan antara Israel dan UEA. (railayoum)