Jakarta, ICMES. Menteri Dalam Negeri Iran Ahmad Vahedi menyatakan bahwa ancaman Israel terhadap Iran bukanlah cerita baru, yang tak dapat diwujudkan oleh Tel Aviv “karena langkah awalnya akan menjadi langkah akhir baginyaâ€.

Rusia dilaporkan bersedia membekali Iran dengan sebuah satelit canggih yang akan membuat negara republik Islam ini berkemampuan mendeteksi target-target militer potensial di seluruh penjuru kawasan Timteng.
Dirut Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi menyebut proyek nuklir Iran mengalami kemajuan pesat dan IAEA masih mengejar kesepakatan dengan Iran untuk pemasangan kembali kamera di instalasi nuklir Karaj.
Satu pemuda Palestina gugur dan 10 lainnya menderita luka terkena tembakan pasukan Zionis Israel dalam bentrokan di beberapa kawasan di utara wilayah pendudukan Tepi Barat saat massa Palestina melancarkan aksi protes anti permukiman Zionis.
Berita Selengkapnya:
Iran Mengaku Menanti Kesalahan Tel Aviv agar Pintu Jahannam Terbuka bagi Israel
Menteri Dalam Negeri Iran Ahmad Vahedi menyatakan bahwa ancaman Israel terhadap Iran bukanlah cerita baru, yang tak dapat diwujudkan oleh Tel Aviv “karena langkah awalnya akan menjadi langkah akhir baginyaâ€.
Dikutip RT Arabic, Sabtu (11/12), Vahedi dalam wawancara dengan lembaga pemberitaan U-News mengatakan bahwa Iran dan para sekutunya sedang menanti Israel bertindak salah “agar terbuka pintu-pintu jahannam†bagi rezim Zionis tersebut.
Vahedi menyatakan demikian setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Kamis lalu meningkatkan tekanan terhadap Iran bersamaan dengan macetnya pembicaraan nuklir Iran di Wina serta kunjungan Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz ke Washington di mana dia mengangkat masalah kesiapan militer bersama untuk menghadang ambisi nuklir Iran jika dirasa perlu.
Reuters melaporkan bahwa perundingan AS-Israel pada hari itu diperkirakan mengangkat kemungkinan pengadaan latihan militer untuk kesiapan menghadapi skenario terburuk berupa serangan terhadap fasilitas nuklir Iran jika diplomasi gagal dan ada permintaan dari para pemimpin AS dan Israel.
Di awal pertemuan dengan Gantz, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan bahwa Iran tidak memberikan keterlibatan diplomatik yang konstruktif dalam pembicaraan nuklir di Wina yang diharapkan oleh Presiden Joe Biden akan mengarah pada pulihnya kesepakatan nuklir 2015 yang telah diabaikan oleh pendahulunya, Donald Trump.
Austin menambahkan bahwa Biden “siap beralih ke opsi lain” jika kebijakan AS saat ini tentang Iran gagal.
“Kami sepenuhnya bersatu dalam komitmen kami untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Ini adalah masalah keamanan nasional bagi AS, Israel dan dunia,†katanya.
Senada dengan ini, Gantz menyebut Iran sebagai “ancaman terbesar bagi keamanan dan stabilitas global dan regional.”
Iran membantah berusaha membuat senjata nuklir, dan mengaku ingin berkontribusi teknologi nuklir untuk tujuan damai. Tapi tingginya tuntutan pemerintah baru Iran yang dinilai Barat sebagai garis keras meningkatkan kecurigaan Barat bahwa Teheran berusaha mengulur waktu ketika program nuklirnya berkembang. (rt/raialyoum)
Rusia Dikabarkan akan Bekali Iran Satelit Canggih untuk Tujuan Militer
Rusia dilaporkan bersedia membekali Iran dengan sebuah satelit canggih yang akan membuat negara republik Islam ini berkemampuan mendeteksi target-target militer potensial di seluruh penjuru kawasan Timteng.
Dikutip Fars News, Jumat (10/12), laporan itu disampaikan oleh Washington Post (WP) dengan menyebutkan bahwa satelit Kanopus-V buatan Rusia yang dilengkapi kamera beresolusi tinggi kemungkinan akan diorbitkan pada bulan-bulan mendatang.
Satelit itu memungkinkan pemantauan secara kontinyu terhadap instalasi-instalasi semisal pabrik-pabrik penyulingan minyak di Teluk Persia, pangkalan-pangkalan militer Israel, dan pangkalan-pangkalan militer di Irak yang sebagian di antaranya ditempati oleh pasukan AS.
WP menyebutkan bahwa berdasarkan keterangan tiga sumber anonim, satelit Kanopus-V sebenarnya difungsikan untuk tujuan non-militer, tapi para komandan pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sejak tahun 2018 telah berulangkali berkunjung ke Rusia guna membantu proses perundingan untuk mencapai kesepakatan mengenai satelit tersebut.
“Para pakar Rusia pada musim semi lalu juga berkunjung ke Iran untuk memberikan pelatihan kepada orang-orang Iran seputar kebutuhan mengenai satelit ini di instalasi baru dekat Karaj,†imbuh WP.
Surat kabar AS ini juga menyebutkan, “Satelit ini akan memiliki perangkat keras Rusia yang mencakup kamera dengan kejelasan 1.2 meter, suatu kemajuan signifikan di banding kapabilitas Iran sejauh ini, meskipun masih jauh di bawah kualitas yang telah dicapai oleh satelit-satelit mata-mata AS.†(fna)
IAEA Sebut Proyek Nuklir Iran Alami Kemajuan Pesat
Dirut Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi menyebut proyek nuklir Iran mengalami kemajuan pesat dan IAEA masih mengejar kesepakatan dengan Iran untuk pemasangan kembali kamera di instalasi nuklir Karaj.
Dikutip Fars News, Jumat (10/12), dalam wawancara dengan Al-Jazeera Grossi menyatakan pihaknya tak mengetahui apa yang terjadi di instalasi Karaj sehingga tak bisa memberikan laporan kepada para perunding dalam pembicaraan nuklir Iran di Wina.
“Beberapa kasus seperti ditemukannya bahan nuklir di sejumlah kawasan yang tak diumumkan oleh Iran memerlukan penjelasan Teheran,†lanjutnya.
Dia lantas mengatakan, “Kami memerlukan evaluasi keadaan dengan Iran, dan program nuklir negara ini sudah sangat maju dan dilakukan pengayaaan uranium dengan kemurnian 60%.â€
IAEA dalam laporan terbarunya menyebutkan bahwa Iran sudah mulai menggunakan sentrifugal canggih IR-6 di situs nuklir Fordow.
Lembaga ini sekira dua pekan lalu juga menyatakan, “Cadangan Iran mencakup sekira 113.8 kg uranium yang dipercaya dalam bentuk komposisi UF6 dengan kemurnian 20% serta 34.2 kg uranium yang diperkaya dengan kemurnian 20% dalam bentuk aneka komposisi lain.†(fna)
Bentrokan dengan Pasukan Zionis di Tepi Barat, Satu Pemuda Palestina Gugur
Satu pemuda Palestina gugur dan 10 lainnya menderita luka terkena tembakan pasukan Zionis Israel dalam bentrokan di beberapa kawasan di utara wilayah pendudukan Tepi Barat saat massa Palestina melancarkan aksi protes anti permukiman Zionis.
Kementrian Kesehatan Palestina dalam sebuah pernyataannya, Jumat (10/12), mengabarkan bahwa satu pemuda Palestina gugur akibat luka tembak di bagian kepala di distrik Beita di selatan kota Nablus, Tepi Barat.
Pemuda itu diketahui bernama Jamil Abu Ayyash, 31 tahun, dan sempat dilarikan ke rumah sakit Rafidiya di Nablus.
Ahmad Jibril, pejabat ambulan dan layanan darurat Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan kepada Anadolu bahwa regu penyelamat dari lembaga ini telah menangani empat korban luka tembak peluru karet, 52 korban tembakan gas air mata dan 11 korban yang terjatuh dalam bentrokan di kawasan Jabal Subaih di distrik Beita.
Dia menambahkan pasukan Zionis memblokir kawasan sekitar Jabal Subaih hingga menghalangi upaya regu penyelamat Bulan Sabit Merah, yang hanya dapat menangani korban luka dari jarak terdekat dari ambulan sejauh 1 kilometer.
Distrik Beita kerap dilanda unjuk rasa harian yang dilakukan oleh massa Palestina sejak beberapa bulan lalu untuk menandai penolakan mereka terhadap kekuasaan Israel atas tanah-tanah Palestina di Jabal Subaih.
Sementara itu, koordinator Komite Perlawanan Rakyat di Kafr Qaddum, Murad Eshtawi, dalam siaran persnya menyatakan bahwa konfrontasi dan kekerasan meletus antara pasukan Zionis dan para pemuda Palestina di desa Kafr Qaddoum, timur Qalqilya, dalam aksi pawai mingguan mengutuk permukiman Zionis.
Eshtawi menambahkan bahwa para pemuda itu menghadang pasukan Zionis dengan batu, sementara tentara membalas dengan berondongan peluru karet dan tembakan gas air mata, yang menyebabkan enam warga Palestina terkena tembakan peluru karet dan puluhan lainnya menderita sesak nafas.
Data dari gerakan hak asasi manusia Israel Peace Now menunjukkan bahwa di Tepi Barat, termasuk Quds (Yerussalem) Timur, terdapat sekira 666.000 pemukim Israel, 145 permukiman besar dan 140 kantung permukiman acak (tanpa izin dari pemerintah Israel). (raialyoum)







