Jakarta, ICMES. Juru bicara senior Angkatan Bersenjata Iran mengatakan bahwa sebagian besar jaringan spionase Israel dan AS terbongkar dan tergulung dalam Perang12 hari perang Iran VS Israel-AS pada bulan Juni 2025, dan bahwa ini merupakan pencapaian utama di bidang intelijen.

Kementerian Luar Negeri Iran merilis pernyataan keras yang mengutuk ancaman AS untuk secara sepihak memberlakukan blokade maritim terhadap Venezuela, dan menyebut langkah tersebut sebagai bentuk pembajakan yang disponsori negara.
Kepala Badan Antariksa Iran, Hassan Salarieh, menyatakan bahwa kapsul biologis yang dikembangkan negara ini telah memasuki tahap desain dan konstruksi akhir, dan peluncuran uji coba akan dilakukan tahun depan di mana fase pertama akan berupa penerbangan suborbital dengan melakukan uji coba awal dan membuktikan kemampuan teknis kapsul tersebut.
Berita selengkapnya:
Brigjen Shekarchi: Jaringan Spionase AS-Israel Tergulung di Iran dalam Perang 12 Hari
Juru bicara senior Angkatan Bersenjata Iran mengatakan bahwa sebagian besar jaringan spionase Israel dan AS terbongkar dan tergulung dalam Perang12 hari perang Iran VS Israel-AS pada bulan Juni 2025, dan bahwa ini merupakan pencapaian utama di bidang intelijen.
Dalam sebuah acara di Teheran pada hari Rabu (17/12), Shekarchi menyoroti kesalahan perhitungan AS-Israel selama perang, dan mengatakan bahwa mereka mengandalkan jaringan spionase dan komando langsung AS dan mengira sistem pemerintahan Iran akan runtuh dalam serangan awal.
Namun, lanjutnya, realitas di lapangan membuktikan kemauan nasional rakyat Iran tidak tergoyahkan.
Menurutnya, selama perang tersebut, kapasitas penuh militer NATO dan peralatan tercanggihnya dikerahkan sebagai bagian dari strategi perang hibrida habis-habisan melawan Iran.
“Musuh memasuki medan perang dengan penilaian yang salah,” kata Shekarchi.
“Meskipun ada korban jiwa di antara para komandan dan terjadi kerusakan awal, kekosongan komando dengan cepat terisi. Dalam beberapa jam setelah pertahanan, serangan terus-menerus Iran dimulai, meningkatkan kekuatan operasional dari hari ke hari dan membuat musuh benar-benar kebingungan,” tambahnya.
Shekarchi menjelaskan bahwa ketidakmampuan musuh mencapai tujuan strategisnya, termasuk perubahan rezim dan disintegrasi Iran, membawa mereka ke titik di mana mereka “memohon” penghentian perang, yang akhirnya menghasilkan pengumuman gencatan senjata sepihak.
Jenderal Shekarchi menyebut peningkatan stabilitas internal dan penguatan kepercayaan diri nasional sebagai hasil cemerlang dari perlawanan ini. “Kekuatan Iran kini telah menjadi kepercayaan internasional,” katanya.
Dia menambahkan, “Untuk pertama kalinya, semua komponen perang hibrida digunakan melawan kita, dan kita membuktikan bahwa dengan kohesi nasional dan ketergantungan pada rakyat, kita dapat mengatasi konspirasi apa pun.”
Dia juga mengatakan bahwa Iran menjadi lebih kuat setelah perang, karena jalur produksi senjatanya lebih aktif dari sebelumnya.
Musuh Beralih ke Perang Kognitif
Shekarchi menyebutkan bahwa musuh kini sedang mengalihkan fokusnya dari konfrontasi militer ke perang kognitif dan perang lunak.
Dia memperingatkan bahwa merebut pikiran lebih berbahaya daripada serangan militer, karena bertujuan mendistorsi persepsi dan perhitungan publik. Dia mengimbau masyarakat Iran tetap waspada dan tidak menggemakan retorika musuh.
“Musuh berusaha melemahkan Iran, sementara Iran tidak lemah; musuh hanya mencoba menyembunyikan kelemahan fundamentalnya dengan pencitraan media,” katanya.
Sherkachi memastikan negaranya memiliki ilmu pengetahuan, pengalaman, dan kapasitas untuk mengelola perang lunak dan mengubah ancaman ini menjadi peluang. Dia mengaku yakin bahwa Revolusi Islam Iran akan mewujudkan semua cita-citanya sementara pihak musuh pada akhirnya akan tumbang. (presstv)
Iran Kutuk Blokade Maritim AS terhadap Venezuela
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran merilis pernyataan keras yang mengutuk ancaman AS untuk secara sepihak memberlakukan blokade maritim terhadap Venezuela, dan menyebut langkah tersebut sebagai bentuk pembajakan yang disponsori negara.
Pernyataan tersebut mengecam ancaman AS untuk mencegah ekspor minyak Venezuela, dan menyebutnya sebagai manifestasi nyata dari kebijakan yang berakar pada “intimidasi sistematis dan penggunaan kekerasan,” dan merupakan pelanggaran secara mencolok terhadap hukum internasional, Piagam PBB, dan prinsip-prinsip kebebasan navigasi dan perdagangan internasional.
Kemlu Iran mengatakan bahwa upaya AS menyita, mencegat, atau menghalangi pergerakan bebas kapal komersial yang berlayar ke atau dari Venezuela merupakan aksi “pembajakan negara dan perompakan bersenjata di laut.”
Pernyataan itu lebih lanjut menegaskan bahwa AS tidak dapat menggunakan hukum domestiknya atau sanksi sepihak dan ilegal untuk membenarkan tindakan kriminal tersebut.
“Penggunaan hukum domestik AS sama sekali tidak dapat dijadikan dasar untuk melegitimasi tindakan kriminal tersebut,” bunyi pernyataan itu.
Kemlu Iran menyatakan bahwa blokade ekonomi dan ancaman kekerasan terhadap negara anggota PBB yang berdaulat melanggar prinsip-prinsip inti kedaulatan nasional dan integritas teritorial.
“Tidak ada kekuatan yang berhak untuk campur tangan dalam urusan internal Venezuela.”
Berdasarkan Piagam PBB, pernyataan itu menegaskan Venezuela memiliki hak inheren untuk membela diri terhadap segala bentuk ancaman atau agresi eksternal.
Pernyataan tersebut memperingatkan komunitas internasional bahwa “unilateralisme agresif” Amerika Serikat menimbulkan bahaya bagi perdamaian dan keamanan global.
Jika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas global gagal bereaksi secara bertanggung jawab, tindakan itu menjadi “preseden berbahaya” dan menormalisasi pelanggaran hukum dalam hubungan internasional.
Dalam pernyataan penutupnya, Kemlu Iran menyerukan kepada PBB, Gerakan Non-Blok (NAM), dan semua pemerintah yang bertanggung jawab untuk mengutuk tindakan ilegal dan koersif AS dan meminta pertanggungjawabannya atas pelanggaran terbuka terhadap hukum internasional.
Pada tanggal 16 Desember, Presiden AS Donald Trump memerintahkan “blokade total dan lengkap” terhadap semua kapal tanker minyak yang dikenai sanksi yang memasuki atau meninggalkan Venezuela. Seruan ini praktis membidik secara langsung sumber pendapatan utama Caracas.
Trump mengatakan pemimpin Venezuela telah ditetapkan sebagai “organisasi teroris asing.” Dia menuduhnya melakukan apa yang disebutnya pencurian aset, terorisme, penyelundupan narkoba, dan perdagangan manusia.
Pernyataan mengejutkan tersebut tak pelak menuai kecaman keras dari seluruh dunia. (presstv)
Iran Bersiap Mengirim Organisme Hidup ke Ruang Angkasa
Kepala Badan Antariksa Iran, Hassan Salarieh, menyatakan bahwa kapsul biologis yang dikembangkan negara ini telah memasuki tahap desain dan konstruksi akhir, dan peluncuran uji coba akan dilakukan tahun depan di mana fase pertama akan berupa penerbangan suborbital dengan melakukan uji coba awal dan membuktikan kemampuan teknis kapsul tersebut.
Salareh menambahkan bahwa Iran telah meluncurkan kapsul biologis seberat 500 kilogram sekitar dua tahun lalu, dan pengerjaan model baru dimulai segera setelahnya. Menurutnya, desain awal ditujukan untuk massa sekitar 1.500 kilogram, tetapi setelah dilakukan tinjauan teknis dan desain ulang, model yang lebih baik dikembangkan dengan berat akhir sekitar 700 kilogram, kurang dari satu ton, tetapi lebih canggih daripada model sebelumnya.
Dia menjelaskan bahwa kapsul baru ini dicirikan berkemampuan canggih dalam ukuran dan massa, terutama di bidang panduan, kontrol, dan navigasi, dan bahwa peningkatan terpenting yang diperkenalkan adalah berkenaan dengan kemampuannya memandu dan mengendalikan, sehingga menjadi sangat penting untuk kapsul biologis yang sedianya akan membawa organisme hidup, dan mungkin manusia di masa depan, karena hal ini membutuhkan akurasi tinggi dalam menentukan lokasi pendaratan.
Salarieh juga menyebutkan bahwa desain saat ini memungkinkan kapsul itu membawa muatan biologis dengan berbagai dimensi dan kondisi, dan secara teknis mampu membawa manusia. Namun, dia menekankan bahwa peluncuran awal tidak akan melibatkan organisme hidup, melainkan terbatas pada uji teknis untuk sepenuhnya mendemonstrasikan semua kemampuan sebelum beralih ke tahap selanjutnya. (alalam)







