Rangkuman Berita Utama Timur Tengah, Rabu 17 Desember 2025

Jakarta, ICMES. Para pejabat AS dilaporkan akan mengadakan konferensi di Doha, Qatar, untuk negara-negara yang bersedia berkontribusi pada pembentukan pasukan yang akan dikirim ke Gaza.  Namun, kecuali Indonesia dan Italia, negara-negara lain sejauh ini tidak bersedia berpartisipasi sampai Hamas melucuti senjatanya.

Pemerintah Irak menyetujui pemecatan sejumlah pejabat dan penugasan ulang pejabat lainnya sehubungan dengan pencatuman Hizbullah Lebanon dan kelompok Ansarullah Yaman ke dalam daftar organisasi teroris, menurut Kantor Berita Irak, INA.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak negara-negara Barat meningkatkan upaya mereka memerangi anti-Semitisme dan melindungi komunitas Yahudi, menyusul insiden penembakan massal yang menewaskan 15 orang dalam perayaan Hanukkah di Sydney.

Berita selengkapnya:

Media Israel: Indonesia dan Italia Setujui Pengiriman Pasukan ke Gaza, Sesuai Rencana Trump

Surat kabar Israel, Israel Hayom, melaporkan bahwa para pejabat AS akan mengadakan konferensi di Doha, Qatar, untuk negara-negara yang bersedia berkontribusi pada pembentukan pasukan yang akan dikirim ke Gaza.  Namun, kecuali Indonesia dan Italia, negara-negara lain sejauh ini tidak bersedia berpartisipasi sampai Hamas melucuti senjatanya.

Hal ini terjadi meskipun lebih dari 24 negara berpartisipasi dalam markas internasional di Kiryat Gat, yang mengawasi gencatan senjata dan mempersiapkan pengerahan pasukan baru tersebut.

Turki mengumumkan kesiapan pasukannya untuk masuk, tetapi Israel keberatan. Sejauh ini, pasukan Turki hanya akan berpartisipasi dalam fase ketiga rencana Trump, yaitu fase rekonstruksi, dan tanpa tentara bersenjata.

Pasukan Palestina, yang berjumlah beberapa ratus tentara, juga termasuk dalam daftar pasukan yang berpartisipasi, setelah dilatih di Mesir. Namun, Israel saat ini menentang masuknya pasukan Palestina ini karena afiliasi mereka dengan Otoritas Palestina, menurut surat kabar Israel tersebut.

Israel Hayom melaporkan bahwa informasi yang ada menunjukkan pengerahan awal akan terbatas pada wilayah yang dikuasai Israel di Gaza selatan, awalnya di satu pangkalan yang sedang dibangun di Rafah, dan kemudian di beberapa pangkalan lain, semuanya di wilayah yang dikuasai Israel.

Israel Hayom menyebutkan bahwa peran pasukan tersebut masih belum jelas. Meskipun rencana Trump menyerukan pelucutan senjata Hamas, pemerintah pasukan itu dilaporkan tidak bersedia memerangi Hamas.

Italia menyetujui permintaan AS untuk bergabung setelah tekanan dari pemerintahan AS terhadap beberapa negara Eropa, dan negara-negara lain, termasuk Yunani dan Prancis, kemungkinan akan bergabung setelah pengerahan awal.

AS  sangat mendorong agar pengerahan dimulai dalam beberapa minggu mendatang, meskipun pasukan tersebut belum memenuhi peran yang semula direncanakan pada tahap ini. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan momentum bagi adopsi rencana Trump, memulai fase kedua pembicaraan, dan melegitimasi pasukan multinasional di Jalur Gaza.

Israel Hayom menyatakan Indonesia dan Italia siap mengirimkan tentara ke pasukan multinasional yang direncanakan akan ditempatkan di Jalur Gaza, dengan syarat pasukan ini tetap berada di sisi Israel dari Jalur Gaza, di sebelah timur Garis Kuning, dan tidak melakukan kontak atau konfrontasi dengan Hamas. (raialyoum)

Pemerintah Irak Pecat Beberapa Pejabat Setelah Hapus Hizullah dan Ansarullah dari Daftar Teroris

Pemerintah Irak menyetujui pemecatan sejumlah pejabat dan penugasan ulang pejabat lainnya sehubungan dengan pencatuman Hizbullah Lebanon dan kelompok Ansarullah Yaman ke dalam daftar organisasi teroris, menurut Kantor Berita Irak, INA.

Pernyataan dari Dewan Menteri pada hari Selasa (16/12) menunjukkan bahwa Dewan menyetujui rekomendasi komite investigasi mengenai isi Lembaran Negara Irak, edisi nomor (4848), yang diterbitkan pada 17 November 2025, berkaitan dengan keputusan Komite Pembekuan Dana Teroris No. 61 tahun 2025. Rekomendasi ini termasuk sanksi administratif, seperti pemecatan beberapa pejabat dan penugasan ulang pejabat lainnya.

Pada tanggal 17 November, Lembaran Negara mencantumkan Hizbullah Lebanon dan Ansarullah Yaman ke dalam daftar entitas dan kelompok yang dananya akan dibekukan. Hal ini tak pelak memicu gelombang protes luas.

Setelah meninjau keputusan tersebut, pemerintah memperbaiki kesalahan dan menghapus nama kedua kelompok pejuang tersebut dari daftar itu dengan menghapus paragraf 18 dan 19 dari keputusan yang dikeluarkan oleh Komite Pembekuan Dana Organisasi Teroris, yang berafiliasi dengan Sekretariat Jenderal Dewan Menteri. (raialyoum)

Pasca Tragedi Sidney, Negara Desak Barat Tingkatkan Upaya Pemberantasan Anti-Semit

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak negara-negara Barat meningkatkan upaya mereka memerangi anti-Semitisme dan melindungi komunitas Yahudi, menyusul insiden penembakan massal yang menewaskan 15 orang dalam perayaan Hanukkah di Sydney pada hari Minggu (14/12).

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Selasa (16/12), Netanyahu mengatakan, “Saya mengimbau kepada pemerintah negara-negara Barat agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memerangi anti-Semitisme dan memberikan keamanan dan perlindungan yang dibutuhkan komunitas Yahudi di seluruh dunia. Mereka harus memperhatikan peringatan kami. Saya menuntut tindakan segera.”

Pada Minggu malam, seorang ayah dan anak melepaskan tembakan ke arah kerumunan yang merayakan hari raya Yahudi Hanukkah di Pantai Bondi di Sydney, menewaskan 15 orang dan melukai 42 lainnya.

Otoritas Australia mengaitkan serangan itu dengan antisemitisme, menyebutnya sebagai aksi teror yang bertujuan menyebarkan ketakutan di tengah komunitas Yahudi di Negeri Kanguru tersebut. Mereka menyatakan bahwa kedua penyerang kemungkinan termotivasi oleh ideologi ekstremis kelompok Negara Islam (ISIS).

Serangan itu membuat publik Israel terpukul, dan Netanyahu pada hari Minggu menegaskan bahwa kebijakan Australia telah memicu antisemitisme bahkan sebelum serangan itu, khususnya melalui pengakuan negara Palestina pada bulan September, bersama dengan negara-negara Barat lainnya.  (raialyoum)