Jakarta, ICMES. Hamas telah mengembalikan jenazah tawanan yang telah meninggal ke Israel sementara warga Palestina di Jalur Gaza bersiap menghadapi musim dingin yang dingin di tengah kurangnya tempat berlindung, makanan, dan pasokan penting lainnya.

Serangan udara Israel di Lebanon selatan telah menewaskan satu orang dan melukai satu lainnya, ungkap Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon, sementara Israel terus melanggar gencatan senjata dengan meningkatkan serangan lintas perbatasannya.
AS mengajukan rancangan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyerukan pencabutan sanksi terhadap penguasa Suriah Abu Mohammed Jolani menjelang pertemuannya dengan Presiden Donald Trump di Gedung Putih pada 10 November.
Berita selengkapnya:
Hamas Kembalikan Jenazah Tawanan Israel lainnya saat Gaza Kekurangan Bantuan
Hamas telah mengembalikan jenazah tawanan yang telah meninggal ke Israel sementara warga Palestina di Jalur Gaza bersiap menghadapi musim dingin yang dingin di tengah kurangnya tempat berlindung, makanan, dan pasokan penting lainnya.
Kelompok pejuang Palestina tersebut pada hari Rabu (5/11) mengumumkan bahwa mereka akan mengembalikan jenazah seorang tawanan Israel melalui Komite Palang Merah Internasional.
Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemudian mengonfirmasi pemindahan tersebut, dan ini enam jenazah tawanan masih tersisa di Gaza.
Pengembalian jenazah-jenazah tersebut merupakan poin penting dalam perjanjian gencatan senjata yang ditengahi AS antara Hamas dan Israel. Israel menuduh Hamas melanggar kesepakatan dengan tidak melepaskan semua jenazah.
Namun, Hamas mengatakan upaya pemulangan telah dipersulit oleh kerusakan yang meluas di Gaza, serta oleh pembatasan Israel terhadap masuknya alat berat dan buldoser untuk membantu pencarian. Jenazah yang dikembalikan pada hari Rabu telah diambil setelah empat hari penggalian di reruntuhan di lingkungan Shujayea di timur Kota Gaza.
Wilayah tersebut berada di bawah kendali dan operasi tentara Israel selama berbulan-bulan, dan tim ahli Mesir turut serta dalam upaya tersebut.
Israel menegaskan pihaknya tidak akan memenuhi komitmennya dalam fase pertama perjanjian gencatan senjata, termasuk aliran bebas bantuan kemanusiaan ke Gaza, hingga semua jenazah dikembalikan.
Sementara itu, tentara Israel membunuh dua warga Palestina di Gaza tengah, dan mengklaim bahwa dua korban itu melintasi garis kuning gencatan senjata di dekat posisi Israel.
Otoritas kesehatan Gaza mengatakan tembakan Israel juga menewaskan seorang warga Palestina yang sedang mengumpulkan kayu bakar di Gaza tengah, lapor kantor berita Reuters.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan awal pekan ini bahwa meskipun pengiriman bantuan telah meningkat sejak gencatan senjata berlaku pada bulan Oktober, jumlah makanan dan bantuan lainnya yang masuk ke wilayah tersebut masih belum mencukupi.
“Kami membutuhkan akses penuh. Kami membutuhkan segalanya untuk bergerak cepat,” kata Abeer Etefa, juru bicara senior Program Pangan Dunia (WFP) PBB, kepada wartawan pada hari Selasa.
“Kita berpacu dengan waktu. Musim dingin akan segera tiba. Orang-orang masih menderita kelaparan, dan kebutuhannya sangat mendesak,” kata Etefa, mendesak agar lebih banyak penyeberangan ke Gaza dibuka agar pasokan dapat sampai ke warga Palestina yang membutuhkan.
Pekan lalu, otoritas di Gaza mengatakan bahwa Israel telah mengizinkan rata-rata 145 truk bantuan masuk ke Gaza per hari antara saat gencatan senjata mulai berlaku dan akhir Oktober, dan hanya 24 persen dari 600 truk yang seharusnya masuk setiap hari sebagai bagian dari perjanjian tersebut.
Dewan Pengungsi Norwegia juga mengatakan pada hari Rabu bahwa otoritas Israel telah menolak 23 permintaan dari lembaga-lembaga bantuan untuk membawa pasokan tempat tinggal, termasuk tenda dan selimut, ke Gaza.
“Kesempatan kita untuk melindungi keluarga dari hujan dan dinginnya musim dingin sangat kecil,” kata Angelita Caredda, direktur regional Timur Tengah dan Afrika Utara kelompok tersebut, dalam sebuah pernyataan. Lebih dari tiga minggu setelah gencatan senjata, Gaza seharusnya menerima lonjakan pasokan bahan bangunan, tetapi hanya sebagian kecil dari yang dibutuhkan yang telah tiba. Komunitas internasional harus bertindak sekarang untuk mengamankan akses yang cepat dan tanpa hambatan.
Ribuan warga Palestina , banyak di antaranya masih mengungsi setelah rumah mereka hancur akibat pemboman Israel selama dua tahun, terpaksa mencari makanan di dapur umum di seluruh Jalur Gaza. (aljazeera)
Serangan Israel Gugurkan Satu Warga di Lebanon Selatan
Serangan udara Israel di Lebanon selatan telah menewaskan satu orang dan melukai satu lainnya, ungkap Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon, sementara Israel terus melanggar gencatan senjata dengan meningkatkan serangan lintas perbatasannya.
Kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (5/11) menyatakan “serangan musuh Israel” menghantam sebuah mobil di kota Burj Rahal di distrik selatan Tyre.
“Serangan itu mengakibatkan seorang warga gugur dan seorang lainnya luka-luka,” bunyi pernyataan itu.
Kantor Berita Nasional Lebanon, NNA, mengatakan serangan itu terjadi di dekat sebuah sekolah, hingga memicu kepanikan di antara para siswa dan mendorong orang tua untuk bergegas menjemput anak-anak mereka di tengah suasana ketakutan dan kekacauan.
Gencatan Senjata di Bawah Tekanan
Militer Israel tidak segera mengomentari serangan tersebut, yang merupakan serangan terbaru dari serangkaian serangannya di Lebanon selatan, meskipun gencatan senjata telah ditandatangani pada 27 November 2024.
Pasukan Israel tetap dikerahkan di setidaknya lima wilayah di selatan Lebanon saat mereka melakukan serangan udara hampir setiap hari, yang menurut Israel, menyasar pejuang dan infrastruktur Hizbullah.
Pada hari Senin, dua orang tewas dan tujuh orang luka-luka dalam serangan terpisah di Lebanon selatan. Sehari sebelumnya, serangan Israel di Nabatieh menewaskan empat orang, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.
Di dalam Lebanon, pemboman yang terus berlanjut telah meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya perang baru, karena para pejabat Israel dan AS mendesak pemerintah Lebanon untuk memaksa Hizbullah melucuti senjatanya.
Intelijen militer Israel mengklaim dalam beberapa hari terakhir bahwa Hizbullah berusaha membangun kembali kemampuan militernya. Seorang juru bicara Hizbullah membantah laporan tentang perluasan aktivitas militer atau upaya untuk memulihkan unit-unit elitnya.
“Israel mengarang cerita dan klaim untuk membenarkan serangannya,” ujar juru bicara tersebut kepada surat kabar Lebanon L’Orient Today pada hari Senin.
Para peetinggi Hizbullah telah berulang kali menegaskan pihak tidak akan melucuti senjatanya, dengan mengatakan bahwa penyerahan senjatanya akan membuat Lebanon selatan rentan terhadap invasi Israel. (aljazeera)
AS Desak PBB Cabut Sanksi Penguasa Suriah, Al-Jolani
AS mengajukan rancangan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyerukan pencabutan sanksi terhadap penguasa Suriah Abu Mohammed Jolani menjelang pertemuannya dengan Presiden Donald Trump di Gedung Putih pada 10 November.
Abu Mohammed Jolani adalah orang belakangan berganti nama menjadi Ahmed al-Sharaa, dan kini menjadi kepala rezim pimpinan Hayat Tahrir Sham (HTS) di Suriah.
Rancangan resolusi itu juga akan mencabut sanksi terhadap Anas Khattab, yang menyatakan dirinya sebagai menteri dalam negeri Suriah, dan merupakan salah satu pemimpin kelompok teroris yang terkait dengan al-Qaeda, Jabhat al-Nusra.
Rancangan resolusi itu dilihat oleh Reuters pada hari Selasa (5/11), dan belum jelas kapan dapat diajukan untuk pemungutan suara.
HTS, bekas cabang al-Qaeda, bersama dengan militan lainnya, merebut kendali Damaskus pada 8 Desember 2024, sehingga mantan Presiden Bashar al-Assad, seorang pendukung kuat perjuangan Palestina, terpaksa meninggalkan Suriah.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum lama ini menjelaskan bagaimana militer Israel membantu HTS mengambil alih Suriah pada bulan Desember.
Sejak Mei 2014, HTS telah masuk dalam daftar sanksi Dewan Keamanan PBB. Jolani dan Khattab termasuk di antara beberapa petinggi HTS yang juga dikenai sanksi PBB, antara lain larangan bepergian, pembekuan aset, dan embargo senjata.
Namun, komite sanksi Dewan Keamanan secara rutin memberikan pengecualian perjalanan kepada Jolani tahun ini.
Dengan demikian, pemimpin HTS kemungkinan masih dapat melakukan perjalanan ke Washington meskipun resolusi yang dirancang AS belum diadopsi sebelum hari Senin.
Trump pada bulan Mei lalu mengumumkan bahwa semua sanksi AS terhadap Suriah akan dicabut. Pengumuman itu dinyatakan Trump saat berkunjung ke Arab Saudi di mana dia bertemu dengan Jolani, yang menyatakan kesiapannya untuk menormalisasi hubungan antara Damaskus dan Tel Aviv. (presstv)







