Jakarta, ICMES. Pada hari ke-19 perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza, Israel pada hari Selasa (28/10) mengumumkan peluncuran serangan baru di Jalur Gaza dengan dalih bahwa pejuang perlawanan Palestina melakukan serangan terhadap tentara pendudukan.

Sebuah laporan baru mengungkapkan bahwa 279 tentara Israel berusaha melakukan aksi bunuh diri antara Januari 2024 dan Juli 2025, di tengah perang genosida rezim di Jalur Gaza.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengusulkan pembentukan mata uang regional terpadu untuk mendorong perdagangan, menurut pengumuman kantor kepresidenan Iran.
Berita selengkapnya:
Israel Kembali Mengamuk di Gaza, Puluhan Orang Gugur
Pada hari ke-19 perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza, Israel pada hari Selasa (28/10) mengumumkan peluncuran serangan baru di Jalur Gaza dengan dalih bahwa pejuang perlawanan Palestina melakukan serangan terhadap tentara pendudukan.
Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) membantah tuduhan itu, dan menegaskan bahwa rezim pendudukan mengarang kebohongan. Hamas meminta para mediator untuk menunaikan tanggung jawab mereka.
Sumber-sumber rumah sakit di Gaza melaporkan sedikitnyanya 15 orang gugur dan 50 lainnya terluka dalam serangan udara Israel di kota Gaza dan Khan Yunis di Jalur Gaza.
Sebuah sumber Pertahanan Sipil juga melaporkan bahwa empat warga Palestina gugur dan beberapa lainnya, termasuk anak-anak, terluka akibat serangan udara Israel di sebuah rumah di lingkungan Al-Sabra, selatan Kota Gaza.
Lima warga Palestina, termasuk dua anak-anak, gugur dalam serangan udara Israel terhadap sebuah kendaraan sipil di barat laut Khan Yunis.
Menteri Pertahanan Israel, Iisrael Katz mengancam dengan bersumbar bahwa Hamas akan membayar “harga yang mahal” atas apa yang ia sebut sebagai serangan terhadap tentara Israel di Gaza dan pelanggaran perjanjian untuk pengembalian jenazah tawanan Israel.
Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengumumkan bahwa Netanyahu telah menginstruksikan kepada pimpinan militer untuk melancarkan serangan sengit di Jalur Gaza.
Sumber dari kalangan tokoh Hamas mengatakan bahwa rezim pendudukan mempersulit pembahasan, dan narasi negatifnya mengenai kubu perlawanan salah.
Sumber tersebut menambahkan bahwa pendudukan mengarang kebohongan tentang mayat tawanan Israel demi niat agresif. Dia mendesak para mediator untuk memikul tanggung jawab mereka.
Hamas menegaskan pihaknya tidak terkait dengan insiden penembakan di Rafah, dan mendesak para mediator, penjamin perjanjian gencatan senjata, untuk segera bertindak menekan pendudukan, mengekang eskalasinya terhadap warga sipil di Jalur Gaza, dan menghentikan pelanggarannya.
Di wilayah pendudukan Tepi Barat, tiga jenazah ditemukan setelah penembakan yang dilakukan oleh pasukan pendudukan di dekat desa Kafr Qud di Jenin, di Tepi Barat utara.
Pasukan pendudukan mengumumkan pembunuhan terhadap “sel bersenjata” yang terdiri dari tiga pejuang perlawanan di desa Kafr Qud setelah bentrokan kekerasan dan serangan udara terhadap desa tersebut. (aljazeera)
279 Tentara Israel Berusaha Bunuh Diri Sejak Awal Tahun 2024
Sebuah laporan baru mengungkapkan bahwa 279 tentara Israel berusaha melakukan aksi bunuh diri antara Januari 2024 dan Juli 2025, di tengah perang genosida rezim di Jalur Gaza.
Temuan yang dirilis oleh Pusat Penelitian dan Informasi Knesset pada hari Selasa (28/10) menyebutkan bahwa untuk setiap tentara yang tewas akibat bunuh diri, ada tujuh lainnya mencoba bunuh diri.
Laporan itu menyoroti perubahan signifikan dalam komposisi kasus, dengan mencatat bahwa pada tahun 2024, pasukan tempur menyumbang 78% dari seluruh kasus bunuh diri militer, peningkatan tajam dari 42–45% yang tercatat antara tahun 2017 dan 2022.
Para analis mengaitkan sebagian peningkatan ini dengan mobilisasi massal pasukan cadangan setelah serangan 7 Oktober 2023, ketika puluhan ribu tentara dipanggil kembali untuk bertugas aktif.
Mayoritas data yang digunakan dalam laporan tersebut bersumber dari pusat kesehatan mental Korps Medis militer Israel dan diskusi yang diadakan di berbagai komite Knesset.
Laporan itu mengklarifikasi bahwa angka-angka tersebut hanya berlaku pada prajurit yang sedang bertugas aktif atau cadangan pada saat mereka meninggal atau mencoba bunuh diri, dan tidak termasuk veteran yang bunuh diri setelah menyelesaikan tugasnya.
Sejak 7 Oktober 2023, laporan itu memperkirakan sekitar 50 tentara Israel tewas akibat bunuh diri.
Sebelumnya, terdapat laporan tentang tentara Israel yang melakukan bunuh diri.
Pada bulan Juli, media Israel mengungkapkan bahwa sekira 40 tentara telah bunuh diri dalam beberapa bulan terakhir akibat trauma psikologis yang mendalam dan paparan kekerasan selama perang genosida di Jalur Gaza.
Militer Israel berupaya menyensor laporan bunuh diri tentara dan keadaan di sekitarnya, namun bukti terus bermunculan mengenai peningkatan tajam kasus-kasus tersebut.
Militer dilaporkan telah menguburkan beberapa tentara tanpa pemakaman militer atau pengumuman publik, demi menyembunyikan tingkat keparahan krisis tersebut. (presstv)
Iran Usulkan Pengadaan Mata Uang Regional
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengusulkan pembentukan mata uang regional terpadu untuk mendorong perdagangan, menurut pengumuman kantor kepresidenan Iran pada hari Selasa (28/10).
“Mata uang bersama dapat diadopsi di kawasan ini untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi. Sayangnya, pihak asing berusaha mencegah terciptanya hubungan baik sedemikian rupa,” ujar Pezeshkian dalam pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Tajikistan di Teheran.
Sanksi internasional, terutama yang dijatuhkan oleh AS atas program nuklir Iran, merupakan hambatan utama bagi pertukaran keuangan dan perdagangan Iran dengan negara-negara lain di dunia.
Presiden Iran mengatakan, “Berkat ikatan agama dan budaya yang menyatukan negara-negara di kawasan, kondisi yang kondusif dapat diciptakan untuk komunikasi dan penghapusan hambatan.”
Dia menambahkan, “Namun sayangnya, pihak asing berusaha mencegah munculnya hubungan baik tersebut dan berupaya memicu perpecahan di antara umat Islam dan masyarakat di kawasan dengan berbagai cara. Jika kita bersatu, kita akan kuat, tetapi jika kita terpecah belah, kita akan lemah.”
Pezeshkian menyebut Organisasi Kerja Sama Ekonomi (ECO) sebagai jembatan yang menghubungkan negara-negara di kawasan, dan merupakan platform yang berharga untuk dialog, pertukaran keahlian, dan sinergi di semua bidang.
Dia menekankan bahwa kerja sama regional dalam ECO bukan lagi pilihan politik, melainkan kebutuhan yang tak terelakkan untuk mencapai pembangunan, keamanan, dan stabilitas di kawasan.
ECO didirikan pada tahun 1985 atas prakarsa Iran, Pakistan, dan Turki dengan tujuan mempromosikan pertukaran perdagangan. Saat ini, ECO beranggotakan 10 negara, termasuk lima negara Asia Tengah (Tajikistan, Kirgistan, Uzbekistan, Kazakhstan, dan Turkmenistan), di samping Azerbaijan dan Afghanistan, dengan populasi gabungan lebih dari 550 juta jiwa.
Iran, dengan populasi lebih dari 90 juta jiwa dan terletak di persimpangan Eropa dan Asia, memandang lokasi geografisnya sebagai keunggulan strategis.
Teheran berupaya mengintensifkan kerja sama ekonominya dengan negara-negara tetangga untuk memperluas jalur perdagangannya di tengah ketegangan dengan negara-negara Barat terkait program nuklirnya.
Dewan Keamanan PBB memberlakukan kembali sanksi terhadap Teheran pada akhir September setelah Prancis, Inggris, dan Jerman mengaktifkan “mekanisme snapback” yang termuat dalam perjanjian nuklir 2015. AS secara sepihak menarik diri dari perjanjian ini pada tahun 2018. (mehr/irna/aljazeera)







