Rangkuman Berita Utama Jumat 25 Juli 2025

Jakarta, ICMES. Militer Israel mengumumkan 16 tentaranya terluka, delapan di Jalur Gaza akibat kecelakaan operasional dan delapan lainnya akibat “serangan teror” di Tel Aviv.

Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan kembali pendirian Iran mengenai program nuklirnya, dan menekankan hak negara republik Islam ini, termasuk dalam pengayaan uranium, untuk mengembangkan energi nuklir sipil.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan negaranya akan mengakui Negara Palestina dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York September mendatang.

..

Berita selengkapnya:

Tentara Zionis Terluka, 8 di Jalur Gaza dan 8 Lainnya di Tel Aviv

Militer Israel mengumumkan 16 tentaranya terluka, delapan di Jalur Gaza dan delapan lainnya di Tel Aviv.

Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan oleh stasiun televisi swasta Channel 12 pada hari Kamis (24/7), militer Israel menyatakan bahwa delapan tentara terluka akibat “insiden operasional” di utara Jalur Gaza, dua di antaranya luka sedang dan enam luka ringan.

Militer Israel menyatakan bahwa para korban luka telah dibawa ke rumah sakit untuk perawatan, dan keluarga mereka telah diberitahu perihal insiden tersebut.

Istilah “insiden operasional” digunakan oleh militer Israel berkenaan dengan insiden yang bukan merupakan akibat pertempuran langsung, melainkan terjadi selama aktivitas militer atau misi lapangan.

Dalam peristiwa lain, militer Israel di hari yang sama mengumumkan bahwa delapan tentara terluka akibat penabrakan mobil yang sengaja dilakukan oleh  seorang pengemudi pada halte bus dalam sebuah serangan yang disebut oleh polisi sebagai “serangan teroris”.

Militer Israel mengatakan bahwa dua tentara mengalami luka sedang dan enam lainnya luka ringan dalam serangan yang terjadi di persimpangan dekat kota Kfar Yona di Israel tengah.

“Para tentara dievakuasi ke rumah sakit untuk perawatan, dan keluarga mereka telah diberitahu,” ungkapnya.

Seorang saksi mata mengatakan pengemudi menyalipnya di jalan dekat Kfar Yona di Israel tengah, lalu “memutar setir ke kanan, dengan kecepatan penuh, dan menabrak sebanyak mungkin orang.”

“Saya hanya melihat darah dan mendengar mereka menjerit. Rasanya sakit… Sangat sulit bagi saya untuk melihat pemandangan itu,” ujar Kinneret Hanuka, 45 tahun, kepada AFP.

Layanan darurat Israel Magen David Adom mengatakan telah menerima laporan tentang sebuah kendaraan yang menabrak halte bus di dekat Kfar Yona.

Juru bicara kepolisian Israel, Didan Elsdony, mengatakan insiden itu merupakan “serangan teroris”

“Seorang teroris menabrak orang-orang yang sedang menunggu bus,” ujarnya.

Menurutnya, penabrak melarikan diri, meninggalkan kendaraannya, dan meninggalkan tempat kejadian. Pasukan polisi dalam jumlah besar segera tiba dan menutup area tersebut agar kami dapat menemukan pelaku, termasuk dengan mengerahkan helikopter, sepeda motor, dan unit anjing pelacak. (raialyoum)

Jelang Perundingan dengan Eropa, Iran Tegaskan Kontinyuitas Pengayaan Uraniumnya

Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan kembali pendirian Iran mengenai program nuklirnya, dan menekankan hak negara republik Islam ini, termasuk dalam pengayaan uranium, untuk mengembangkan energi nuklir sipil.

Pernyataan itu dia kemukakan dalam pertemuan dengan keluarga Mayjen Mohammad Bagheri di Teheran pada hari Kamis (24/7), menjelang putaran keenam perundingan dengan Jerman, Prancis, Inggris, dan Uni Eropa, yang dijadwalkan akan berlangsung di Istanbul pada hari ini, Jumat (25/).

“Dunia harus tahu bahwa kami akan terus teguh membela hak-hak bangsa Iran dalam energi nuklir damai, khususnya pengayaan,” kata Araghchi.

Dia menambahkan bahwa setelah AS dan Israel melancarkan agresi terhadap Iran beberapa waktu lalu, yang menggugurkan sejumlah komandan militer Iran, termasuk Mayjen Bagheri serta sejumlah ilmuwan dan banyak warga sipil pada 13 Juni, pihak-pihak internasional harus memahami pendirian tegas Iran.

“Pengayaan kami akan berlanjut; kami tidak akan melepaskan hak ini,” tegasnya.

Seperti diketahui, lebih dari seminggu setelah agresi Israel, AS melibatkan dirinya dalam konflik dengan mengebom tiga lokasi nuklir Iran, suatu tindakan yang merupakan pelanggaran berat terhadap Piagam PBB, hukum internasional, dan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

AS dan rezim Israel telah berulang kali menyerukan penghentian total kegiatan pengayaan uranium Iran, namun Teheran mempertahankan hak kedaulatannya untuk terlibat dalam pengayaan nuklir untuk tujuan damai dan sipil.

Araghchi memastikan kesiapan Iran memajukan program nuklirnya dalam kerangka yang logis dan masuk akal, dengan tujuan membangun kepercayaan dengan negara-negara terkait. Namun, dia juga mengingatkan bahwa kepercayaan tersebut harus bersifat timbal balik, dengan menghormati hak Iran atas energi nuklir damai, termasuk pengayaan.

Araghchi menyebut perundingan mendatang sebagai kelanjutan dari diskusi sebelumnya. Dia menegaskan pendirian Iran tetap jelas dan tidak berubah.

“Dunia harus tahu bahwa pendirian kami jelas dan tidak berubah,” ujarnya.

Pertemuan di Istanbul ini merupakan kelanjutan dari serangkaian perundingan, termasuk putaran kelima yang diadakan pada bulan Mei di kota yang sama. Diskusi sebelumnya telah berlangsung di New York dan Jenewa, dengan pertemuan tingkat menteri di Jenewa pada 20 Juni.

Meskipun menghadapi tantangan, termasuk serangan udara Israel baru-baru ini terhadap fasilitas nuklir Iran, Araghchi menegaskan kembali komitmen Iran terhadap hak nuklirnya dan kesediaannya untuk terlibat dalam dialog konstruktif berdasarkan rasa saling menghormati dan kepentingan nasional. (presstv)

Presiden Macron Umumkan Prancis akan Mengakui Negara Palestina

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan negaranya akan mengakui Negara Palestina dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York September mendatang.

“Dalam memenuhi komitmen bersejarahnya untuk perdamaian yang adil dan abadi di Timur Tengah, saya telah memutuskan bahwa Prancis akan mengakui Negara Palestina. Saya akan mengumumkannya secara resmi dalam Sidang Umum PBB September mendatang,” ungkap Macron melalui Twitter dan Instagram, Kamis (24/7).

Prancis kemudian akan menjadi ketua bersama konferensi tingkat kepala negara dan pemerintahan, bersama dengan Arab Saudi, yang bertujuan untuk meluncurkan kembali solusi dua negara bagi Palestina dan Israel.

Konferensi tersebut dijadwalkan pada bulan Juni, tapi ditunda di menit-menit terakhir akibat pecahnya perang antara Israel dan Iran. Pertemuan tingkat menteri akan diadakan di New York pada 28 dan 29 Juli dengan topik yang sama.

Sejauh ini, setidaknya 142 negara telah mengakui Negara Palestina, menurut penghitungan AFP. AS dan Israel sangat menentang pengakuan ini.

“Kebutuhan mendesak saat ini adalah mengakhiri perang di Gaza dan menyelamatkan warga sipil,” tutur Macron.

Dia menambahkan, “Pada akhirnya, kita harus membangun Negara Palestina, memastikan kelangsungannya, dan memungkinkannya, dengan menyetujui demiliterisasi dan mengakui sepenuhnya Israel, untuk berkontribusi pada keamanan semua orang di Timur Tengah.”

Dalam surat yang ditujukan kepada Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas, Macron mengatakan bahwa dengan mengambil langkah pengakuan ini, Prancis bermaksud untuk “memberikan kontribusi yang menentukan bagi perdamaian di Timur Tengah” dan “akan mempertemukan semua mitra internasionalnya yang ingin berpartisipasi.”

Wakil Presiden Palestina Hussein al-Sheikh menyambut baik pengumuman presiden Prancis tersebut dan menilainya “merepresentasikan komitmen Prancis kepada hukum internasional.” (raialyoum)