Rangkuman Berita Utama Selasa 8 Juli 2025

Jakarta, ICMES. Perang 12 hari antara Iran dan Israel menyebabkan kerugian pada PDB Israel sekira 52 miliar shekel (lebih dari Rp 244,9 triliun).

Lima tentara Zionis tewas dan sedikitnya 20 lainnya terluka terkena serangan besar para pejuang Gaza di Beit Hanoun, sebelah utara Jalur Gaza, sementara satu tentara Zionis lainnya masih hilang, menurut laporan media Israel.

Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah Yaman menyatakan bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal dagang Magic Seas di Laut Merah pada hari Minggu karena melanggar “larangan masuk ke pelabuhan Palestina pendudukan.”

Berita selengkapnya:

Israel Rugi Lebih dari Rp 244,9 Triliun Akibat Serangan Balik Iran

Israel menganggap dirinya sebagai negara demokrasi, tetapi pada saat yang sama, merupakan satu-satunya negara di dunia yang masih memberlakukan sensor militer secara ketat, mencegah media berbahasa Ibrani menerbitkan informasi, khususnya selama masa perang.

Minggu lalu, analis politik terkemuka Raviv Drucker, dalam sebuah wawancara dengan direktur jenderal industri militer Israel di Channel 13, mengatakan bahwa sensor militer mencegah media Israel menerbitkan informasi tentang situs-situs yang terkena rudal balistik Iran selama perang 12 hari. Seorang narasumber kemudian menimpali dengan mengatakan, “Kita mencegah publikasi agar tidak memberi musuh gambaran tentang apa yang terjadi selama perang.”

Namun, surat kabar Inggris The Telegraph mengungkapkan bahwa rudal Iran telah menghantam lima pangkalan militer Israel dalam perang 12 hari, berdasarkan data yang tidak dipublikasi akibat undang-undang sensor yang ketat.

Surat kabar itu menambahkan bahwa akademisi di Oregon State University, AS, yang membidangi penggunaan data satelit untuk mendeteksi kerusakan akibat bom di zona perang, telah membagikan data itu kepadanya.

Dilaporkan bahwa di antara fasilitas yang terkena dampak adalah pangkalan udara utama, pusat pengumpulan intelijen, dan pangkalan logistik, selain 36 serangan yang menembus sistem pertahanan udara Israel hingga menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur perumahan dan industri.

The Telegraph mencatat tujuh serangan dilakukan terhadap instalasi minyak dan listrik, dan sebagian dari Institut Weizmann, salah satu pusat penelitian sains paling terkemuka di Israel, hancur. Selain itu, terjadi kerusakan parah pada Pusat Medis Universitas Soroka di Beersheba, dan serangan juga menyasar tujuh daerah pemukiman padat penduduk hingga menyebabkan lebih dari 15.000 warga Israel mengungsi.

“Meskipun sistem pertahanan udara multi lapis Israel dirancang untuk mencegat berbagai jenis proyektil, sistem itu selama perang tersebut didukung oleh dua sistem pertahanan rudal berbasis darat THAAD buatan AS dan rudal pencegat angkatan laut yang diluncurkan dari pangkalan Amerika di Laut Merah,” tulis The Telegraph.

Lebih jauh, mengutip sumber-sumber keamanan dan politik senior di Tel Aviv, surat kabar Israel Haaretz melaporkan; “Selama perang dengan Iran, perkiraan yang disampaikan oleh tentara Israel kepada kabinet sebelum serangan itu telah bocor ke pers mengenai jumlah korban yang diperkirakan di garis depan Israel. Menurut beberapa laporan, perkiraan IDF berkisar antara skenario yang masuk akal, yaitu 800 kematian, dan skenario lain yang memperkirakan 4.000 kematian.”

Haaretz menyebutkan bahwa “motif di balik kebocoran ini, yang diyakini berasal dari eselon politik, jelas: dibandingkan dengan angka-angka ini, jumlah kematian Israel yang sebenarnya , yaitu 29, tampak kurang parah, dan itu merupakan upaya untuk menampilkan pertempuran sebagai sebuah keberhasilan dan meminimalkan tingkat kerusakan, meskipun area kerusakan yang ditinggalkan oleh rudal balistik Iran lebih luas daripada yang pernah dialami Israel sebelumnya.”

Sementara itu, dosen dan analis ekonomi dan keuangan Zionis di surat kabar Israel Maariv mengemukakan bahwa ekonomi Israel telah merugi “puluhan miliar shekel akibat perang 12 hari, dan kini perlu dilakukan perbaikan tidak hanya pada bangunan yang rusak, tetapi juga pada ekonomi.”

“Perang 12 hari tersebut menyebabkan kerugian pada PDB Israel sekitar 52 miliar shekel (lebih dari Rp 244,9 triliun). Pada masa-masa sulit itu, dengan suara sirene, rudal, penghancuran lingkungan sekitar, korban tewas dan luka, sulit untuk menjalani kehidupan sehari-hari secara normal. Sulit untuk meneliti dan mencapai kesimpulan, membuat rencana, menyelesaikan tugas, dan bekerja dengan konsentrasi penuh,” katanya. (raialyoum)

Serangan Pejuang Gaza Tewaskan 5 Tentara Israel dan Lukai 20 Lainnya

Lima tentara Zionis tewas dan sedikitnya 20 lainnya terluka terkena serangan besar para pejuang Gaza di Beit Hanoun, sebelah utara Jalur Gaza, sementara satu tentara Zionis lainnya masih hilang, menurut laporan media Israel.

Insiden itu terjadi ketika para pejuang perlawanan meledakkan alat peledak pada kendaraan lapis baja yang membawa tentara, dan kemudian menyerang robot berisi amunisi dengan rudal anti-tank saat robot itu sedang dipersiapkan.

Para pejuang Gaza menyerang pasukan penyelamat Israel yang bergegas ke tempat kejadian, sementara penduduk kota Ashkelon mendengar suara “ledakan besar,” menurut situs web Israel, yang melaporkan bahwa salah satu yang terluka adalah seorang perwira senior.

Tentara yang menjadi sasaran adalah anggota unit teknik Yahalom, yang bertugas meledakkan bahan peledak dan mengebom rumah-rumah warga Palestina di Jalur Gaza, menurut koresponden Al Jazeera untuk Palestina, Najwan Samri.

Helikopter Israel mendatangi lokasi kejadian untuk mengangkut korban luka dan melepaskan tembakan keras. Media Israel melaporkan bahwa seorang tentara Zionis hilang, dan beberapa kendaraan terbakar.

Media Israel juga mengonfirmasi bahwa lokasi kejadian sangat kacau. (raialyoum)

Pasukan Yaman Gempur Kapal Magic Seas di Laut Merah Hingga Tenggelam

Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah Yaman menyatakan bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal dagang Magic Seas di Laut Merah pada hari Minggu karena melanggar “larangan masuk ke pelabuhan Palestina pendudukan.”

Hal ini disampaikan dalam sebuah pernyataan video juru bicara pasukan Yaman tersebut, Brigjen Yahya Saree, Senin (7/6).  Dia mengatakan pihaknya “menyerang Magic Seas dengan dua kapal nirawak, lima rudal balistik dan jelajah, serta tiga pesawat nirawak.”

Dia menambahkan, “Operasi tersebut, termasuk serangan langsung ke kapal itu, menyebabkan kebocoran, dan saat ini berisiko tenggelam di Laut Merah. Pasukan kami memungkinkan awak kapal untuk meninggalkan kapal dengan aman.”

Saree juga mengatakan, “Operasi serangan itu dilakukan setelah kami mengeluarkan seruan dan peringatan kepada kapal tersebut, tapi awak kapal menolak semuanya.” Tanpa menyebut pemilik kapal, dia menuduh kapal dan anak perusahaannya melanggar “larangan masuk ke pelabuhan Palestina pendudukan”.

Sebagai protes terhadap perang Tel Aviv yang sedang berlangsung di Jalur Gaza, pasukan Yaman itu menyerang kapal-kapal Israel serta kapal-kapal yang menuju Israel. (raialyoum)