Jakarta, ICMES. Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan pelaksanaan empat operasi militer kualitatif terhadap Bandara Lod, yang dikenal di Israel sebagai Ben Gurion, dan target-target vital Israel lain di daerah Jaffa, Ashdod, dan Umm al-Rashrash (Eilat) di Palestina pendudukan.

Komisaris Jenderal Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, mengatakan lokasi distribusi bantuan yang baru diadakan dan dikelola oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) yang didukung AS di Jalur Gaza telah menjadi “jebakan maut” bagi warga sipil yang kelaparan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi hari ini, akan bertolak ke Mesir untuk pembicaraan dengan pejabat tinggi Kairo untuk membahas hubungan bilateral dan krisis regional, sebelum kemudian ke Lebanon untuk tujuan serupa.
Berita selengkapnya:
Yaman Lancarkan Empat Serangan terhadap Israel
Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan pelaksanaan empat operasi militer kualitatif terhadap Bandara Lod, yang dikenal di Israel sebagai Ben Gurion, dan target-target vital Israel lain di daerah Jaffa, Ashdod, dan Umm al-Rashrash (Eilat) di Palestina pendudukan.
Angkatan Bersenjata Yaman dalam sebuah pernyataan yang disampaikan oleh jubirnya, Brigjen Yahya Saree, Minggu (1/6), mengumumkan bahwa pasukan rudal Yaman melakukan operasi militer kualitatif yang menyasar Bandara Lod dengan rudal balistik hipersonik.
Saree menyatakan operasi tersebut berhasil mencapai tujuannya, menyebabkan jutaan kaum Zionis Israel melarikan diri ke tempat perlindungan, dan Bandara Lod berhenti beroperasi.
Angkatan Bersenjata Yaman menyebutkan bahwa unit pasukan nirawak Yaman melakukan tiga operasi militer terhadap tiga target vital Israel di wilayah Jaffa, Ashdod, dan Umm al-Rashrash di Palestina pendudukan, menggunakan tiga pesawat nirawak.
Yahya Saree menyatakan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman, setelah berhasil memberlakukan larangan sebagian terhadap lalu lintas udara di Bandara Lod, tengah berupaya memberlakukan larangan penuh terhadap lalu lintas udara di bandara tersebut pada periode mendatang.
Dia menambahkan bahwa beberapa maskapai penerbangan yang belum mematuhi larangan tersebut harus mempertimbangkan hal ini demi menjaga keselamatan pesawat dan pelanggan mereka.
Dia juga menekankan bahwa operasi Yaman tidak akan berhenti sampai agresi dan blokade Israel terhadap Jalur Gaza dihentikan. (alalam)
Puluhan Warga Gaza Gugur, UNRWA: Lokasi Distribusi Bantuan di Gaza Jadi Jebakan Maut
Komisaris Jenderal Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, mengatakan lokasi distribusi bantuan yang baru diadakan dan dikelola oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) yang didukung AS di Jalur Gaza telah menjadi “jebakan maut” bagi warga sipil yang kelaparan.
Lazzarini mengungkap hal itu dalam sebuah unggahan di akun X miliknya pada hari Minggu (1/6), setelah rezim Israel melakukan dua serangan mematikan terhadap pusat distribusi bantuan di Gaza pada hari sebelumnya, yang menggugurkan puluhan warga Palestina.
Lazzarini mengecam model pengiriman dan distribusi bantuan yang diperkenalkan oleh rezim Israel dan AS.
Dia mengatakan, “Sistem yang memalukan ini telah memaksa ribuan orang yang lapar dan putus asa untuk berjalan kaki puluhan mil ke daerah yang hampir hancur karena pemboman besar-besaran (oleh Israel).”
Menurutnya, pengiriman dan distribusi bantuan harus berskala besar dan aman, dan ini hanya dapat dilakukan melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk UNRWA.
Kepala UNRWA itu mendesak Israel mencabut blokade Gaza dan mengizinkan akses yang aman dan tanpa hambatan untuk bantuan kemanusiaan, dan menekankan bahwa ini merupakan satu-satunya cara untuk mencegah kelaparan massal, termasuk di antara 1 juta anak-anak.
“Dengan narasi yang bersaing dan kampanye disinformasi yang sedang berlangsung, media internasional harus diizinkan masuk ke Gaza untuk melaporkan secara independen tentang kekejaman yang sedang berlangsung, termasuk kejahatan keji pagi ini,” kata Lazzarini.
Pada Minggu pagi, pasukan Israel melepaskan tembakan di lokasi GHF di kota Rafah, Gaza selatan, menggugurkan sedikitnya 40 orang dan melukai 150 lainnya.
Tak lama kemudian, seorang warga Palestina dilaporkan gugur dalam penembakan di titik distribusi GHF, di Kota Gaza, selatan dari apa yang disebut Koridor Netzarim.
Lokasi bantuan yang didukung AS mulai beroperasi di Jalur Gaza Senin lalu. Keesokan paginya, saat ribuan warga Palestina mengantre di lokasi bantuan, pasukan Israel melepaskan tembakan, yang menggugurkan tiga warga Palestina dan melukai puluhan lainnya.
GHF menyatakan pihaknya membuka lokasi kedua pada hari Rabu, hari yang sama ketika pasukan Israel kembali menembaki para pencari bantuan di salah satu lokasinya di sebelah barat Rafah, hingga sedikitnya enam warga Palestina gugur.
Kementerian Kesehatan Gaza pada hari Minggu menyatakan pusat distribusi bantuan GHF telah menjadi “perangkap kematian Israel” dan merupakan mekanisme baru untuk mengusir warga Palestina di Gaza. (presstv)
Menlu Iran akan Bertolak ke Mesir
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi hari ini, Senin (2/6), akan bertolak ke Mesir untuk pembicaraan dengan pejabat tinggi Kairo untuk membahas hubungan bilateral dan krisis regional, sebelum kemudian ke Lebanon untuk tujuan serupa.
Mohammad Hossein Soltani-Fard, kepala Bagian Kepentingan Iran di Kairo pada hari Minggu (1/6) mengatakan bahwa kunjungan Araghchi ke Kairo akan dilakukan atas undangan mitranya dari Mesir.
Dia menambahkan bahwa sebagai bagian dari konsultasi dengan para pemain utama regional mengenai perkembangan terbaru, Araghchi akan melakukan perjalanan ke Mesir dan Lebanon, dua negara terkemuka dan berpengaruh di kawasan tersebut.
Menurut Soltani-Fard, Araghchi diharapkan bertemu dengan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, mitranya Badr Abdelatty, serta elit politik dan ekonomi.
Mengenai “tujuan jelas” kunjungan itu, Soltani-Fard menekankan bahwa krisis regional yang sedang berlangsung, termasuk perang Gaza, agresi militer Israel, dan konflik di Sudan dan Libya, memerlukan dialog dan negosiasi di antara negara-negara yang “berpengaruh “.
Mengenai hubungan Teheran-Kairo, dia menyebutkan adanya kemajuan stabil berkat konsultasi rutin dan diskusi intensif antara menteri luar negeri kedua negara, dan keduanya diharapkan akan mengambil langkah final untuk meningkatkan hubungan dalam waktu dekat.
Menanggapi pertanyaan tentang kerja sama Iran-Mesir terkait Palestina, Soltani-Fard mengatakan, “Masalah Palestina dan Gaza tetap menjadi prioritas regional. Iran mendukung sikap Mesir terkait migrasi paksa warga Gaza dan upayanya untuk mengamankan gencatan senjata. Mesir memainkan peran penting dalam hal ini.”
Dia menekankan bahwa negara-negara regional dan Muslim, termasuk Iran dan Mesir, sedang berupaya membangun gencatan senjata permanen di Gaza dan memastikan “hak-hak sah” rakyat Palestina. (presstv)







