Rangkuman Berita Utama Rabu 26 Februari 2025

Jakarta, ICMES. Kementerian Kesehatan Lebanon mengumumkan bahwa “serangan yang dilakukan oleh musuh Israel malam ini di Janta, Distrik Baalbek, menyebabkan dua orang gugur dan tiga lainnya terluka.”

Iran menggelar serangkaian manuver militer berskala besar baru pada hari Selasa (25/2). Manuver bersandi Zolfaqar pada hari ketiga dilakukan dengan partisipasi semua cabang angkatan bersenjata Iran, di mana mereka mengungkap perkembangan terbaru yang dicapai negara ini dalam kemampuan pertahanannya.

Militer Israel menyatakan beberapa jet tempurnya menggempur sejumlah target militer di Suriah selatan, termasuk “markas besar dan lokasi yang berisi senjata”.

Berita selengkapnya:

Dua Orang Gugur Terkena Serangan Israel di Lebanon Selatan

Kementerian Kesehatan Lebanon pada hari Selasa (25/2) mengumumkan bahwa “serangan yang dilakukan oleh musuh Israel malam ini di Janta, Distrik Baalbek, menyebabkan dua orang gugur dan tiga lainnya terluka.”

Koresponden Al-Mayadeen di Lembah Bekaa, Lebanon timur, melaporkan dua orang gugur dalam jumlah korban awal serangan Israel di pegunungan timur negara ini.

Dia mengonfirmasi bahwa serangan pesawat nirawak Israel, pada hari Selasa, menyasar ketinggian di sekitar kota Janta di daerah timur.

Sebagai kelanjutan dari pelanggaran Israel terhadap perjanjian gencatan senjata, pasukan Israel meluncurkan sejumlah suar di langit kota Alma al-Shaab.

Video yang tersebar di media sosial memperlihatkan kebakaran terjadi di kota Alma al-Shaab, sebelah selatan Lebanon, akibat bom cahaya yang ditembakkan oleh pasukan pendudukan.

Di pihak lain, tanpa menyebutkan jumlah korban, tentara Israel mengklaim menyerang pejuang Hizbullah yang “diidentifikasi bekerja di sebuah lokasi produksi dan penyimpanan senjata strategis” di wilayah Lembah Bekaa.

Tentara Israel mengatakan bahwa “aktivitas di lokasi tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan” terhadap perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.

Kedua pihak sepakat untuk melakukan gencatan senjata pada bulan November setelah lebih dari setahun permusuhan lintas batas, termasuk perang total yang berlangsung selama dua bulan. (almayadeen/aljazeera)

Iran Tenggelamkan Target Maritim di Samudera Hindia

Iran menggelar serangkaian manuver militer berskala besar baru pada hari Selasa (25/2). Manuver bersandi Zolfaqar pada hari ketiga dilakukan dengan partisipasi semua cabang angkatan bersenjata Iran, di mana mereka mengungkap perkembangan terbaru yang dicapai negara ini dalam kemampuan pertahanannya.

Iran memiliki berbagai macam sistem pertahanan udara yang memainkan peran penting dalam melindungi keamanan negara dan meningkatkan kemampuannya untuk mencegah dan menghadapi serangan.

Iran menggunakan sistem pertahanan udara ’15 Khordad “ dalam manuver tersebut, dan mampu mengidentifikasi dan menghancurkan target musuh yang disimulasikan mencoba menyusup ke area manuver, berkat jaringan pertahanan udara terpadu, yang pada gilirannya mampu mengidentifikasi target dengan akurasi tinggi dan menembak jatuh pesawat musuh setelah operasi deteksi dan pemantauan berhasil.

Panglima pasukan pertahanan udara Iran, Brigjen Alireza Sabahi Fard, mengatakan, “Semua orang harus tahu bahwa Iran saat ini memiliki sistem yang paling modern dan canggih di dunia, yang memiliki kemampuan untuk menghadapi segala jenis agresi, dan jika musuh salah perhitungan maka pertahanan udara negara ini siap menghadapi setiap pergerakan di udara.”

Sistem pertahanan Majid berhasil menyerang drone penyerang dengan menggunakan informasi akurat yang diterimanya dari detektor elektro-optik sistem deteksi pasif Munir.

Komandan zona pertahanan udara Iran tenggara, Brigjen Nasrallah Hooshmand menegaskan, “Teknologi yang diuji hari ini adalah pencapaian para spesialis Iran. Hari ini, kami mengevaluasi sistem pertahanan ini di ketinggian rendah dan tinggi, dan mereka mampu mengidentifikasi dan menghancurkan target sebenarnya, yang bergerak dengan kecepatan tinggi dan berada di jalur serangan.”

Untuk pertama kalinya, dalam manuver ini operasi rudal gabungan dilakukan antara Angkatan Laut Tentara dan Angkatan Udara Garda Revolusi Islam (IRGC) di mana target maritim  di Samudra Hindia utara ditenggelamkan sepenuhnya oleh rudal jelajah dan rudal balistik yang diluncurkan secara bersamaan.

Drone kamikaze Arash, yang menjadi andalan strategi pertahanan negara, berhasil mengenai dan menghancurkan target yang dituju setelah menempuh jarak 1.200 kilometer. (alalam)

Israel Lancarkan Serangan Udara di Selatan Damaskus

Militer Israel menyatakan beberapa jet tempurnya menggempur sejumlah target militer di Suriah selatan, termasuk “markas besar dan lokasi yang berisi senjata”.

“Kehadiran sarana dan pasukan militer di bagian selatan Suriah merupakan ancaman bagi warga Negara Israel,” kata militer dalam sebuah pernyataan.

Pada tahun 1974, Israel dan Suriah membuat perjanjian gencatan senjata yang menetapkan Dataran Tinggi Golan akan menjadi zona penyangga demiliterisasi.

Namun, tak lama setelah jatuhnya al-Assad Desember lalu, militer Israel bergerak ke zona penyangga dan telah melancarkan ratusan serangan udara terhadap aset militer Suriah.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, membenarkan bahwa militer menyerang Suriah selatan.

“Angkatan Udara menyerang dengan kuat di Suriah selatan sebagai bagian dari kebijakan baru yang telah kami tetapkan untuk menenangkan Suriah selatan. Dan pesannya jelas: kami tidak akan membiarkan Suriah selatan menjadi Lebanon selatan,” kata juru bicaranya dalam sebuah pernyataan.

Penyiar lokal Syria TV melaporkan jet tempur Israel mengebom sebuah distrik di selatan ibu kota Suriah serta provinsi selatan Daraa.

Warga Damaskus mendengar suara pesawat terbang rendah di atas ibu kota, diikuti oleh serangkaian ledakan.

Serangan Israel menghantam daerah al-Kiswah, sekitar 13 km selatan Damaskus. Sebuah sumber keamanan mengatakan sebuah lokasi militer menjadi sasaran, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Serangan udara Israel lainnya menghantam sebuah kota di provinsi selatan Daraa.

Pengeboman itu terjadi beberapa jam setelah Suriah mengutuk serangan Israel ke selatan negara itu dan menuntutnya menarik pasukannya.

Saat jet tempur Israel menghantam selatan ibu kota Suriah, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memperingatkan minggu ini bahwa negaranya tidak akan mengizinkan pasukan militer pemerintah baru Suriah untuk beroperasi di wilayah tersebut. Dalam pidatonya di sebuah upacara militer di Israel pada hari Minggu, Netanyahu menuntut “demiliterisasi penuh wilayah Suriah selatan dari pasukan rezim baru Suriah di provinsi Quneitra, Daraa, dan Suwayda”.

“Kami tidak akan mengizinkan pasukan dari organisasi HTS (Hay’at Tahrir al-Sham) atau tentara Suriah yang baru memasuki wilayah selatan Damaskus,” kata Netanyahu, mengacu pada kelompok yang mempelopori serangan yang menggulingkan pemimpin lama Suriah, Presiden Bashar al-Assad, Desember lalu.

Israel telah memanfaatkan kejatuhan al-Assad untuk memperluas wilayahnya ke zona penyangga antara Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel dan Suriah selatan, melanggar perjanjian Perserikatan Bangsa-Bangsa yang ditengahi pada tahun 1974. (aljazeera)