Rangkuman Berita Utama Timteng  Kamis 2 Januari 2025

Jakarta, ICMES. Serangan Israel telah menggugurkan sedikitnya 26 warga Palestina, termasuk anak-anak, di Gaza pada Hari Tahun Baru, saat tempat penampungan sementara bagi para pengungsi di seluruh Jalur Gaza tergenang banjir setelah hujan deras selama berhari-hari.

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei memuji perjuangan dan pengorbanan jenderal legendaris Iran Qassem Soleimani, yang terbunuh bersama beberapa rekan seperjuangannya di tangan AS dalam serangan pesawat nirawak tahun 2020 di dekat Bandara Internasional Irak di Baghdad. Dia juga menyatakan bahwa Suriah pada akhirnya akan terbebas dari pihak-pihak asing yang bertindak lancang di negara ini.

Sumber-sumber Israel mengklaim bahwa Mesir, di bawah tekanan Tel Aviv, berencana untuk melakukan serangan udara intensif terhadap kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) di Yaman.

Berita selengkapnya:

Tahun Baru, Israel Bantai Puluhan Warga Palestina di Jalur Gaza

Serangan Israel telah menggugurkan sedikitnya 26 warga Palestina, termasuk anak-anak, di Gaza pada Hari Tahun Baru, Rabu (1/1) saat tempat penampungan sementara bagi para pengungsi di seluruh Jalur Gaza tergenang banjir setelah hujan deras selama berhari-hari.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan empat anak dan seorang wanita termasuk di antara yang tewas. Setidaknya 10 warga Palestina lainnya hilang dan diyakini berada di bawah reruntuhan.

15 orang gugur dan lebih dari 20 orang terluka dalam pembantaian setelah tengah malam di sebuah rumah tempat para pengungsi tinggal di kota Jabalia,” kata juru bicara badan pertahanan sipil Gaza Mahmoud Basal.

Seorang kerabat dari beberapa korban mengatakan responden pertama masih mencari korban selamat. “Rumah itu telah berubah menjadi tumpukan puing,” kata Jibri Abu Warda.

“Itu adalah pembantaian dengan potongan tubuh anak-anak dan wanita berserakan di mana-mana. Mereka sedang tidur ketika rumah itu dibom. Tidak seorang pun tahu mengapa mereka menargetkan rumah itu. Mereka semua warga sipil,” kata Abu Warda.

Sebuah serangan pada malam hari di kamp pengungsi Bureij menggugurkan seorang wanita dan seorang anak, menurut Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa, yang menerima jenazah tersebut.

Di lingkungan Shujaiya di Kota Gaza, sebuah serangan terhadap rumah tinggal milik keluarga al-Suweirki menggugurkan enam orang, termasuk dua anak dan seorang wanita, kata pertahanan sipil dalam sebuah pernyataan.

Serangan lain di Khan Younis menggugurkan tiga orang, menurut Rumah Sakit Nasser dan Rumah Sakit Eropa, yang menerima jenazah tersebut.

Badan pertahanan sipil mengatakan bahwa mereka kesulitan untuk menanggapi panggilan darurat dari keluarga karena pemboman Israel yang intens selama beberapa hari terakhir.

Kebrutalan Israel di Gaza telah menggugurkan sedikitnya 45.553 warga Palestina dan melukai 108.379 orang sejak 7 Oktober 2023, ungkap Kementerian Kesehatan Gaza pada hari Rabu. (aljazeera)

Ayatullah Khamenei: Pihak-Pihak yang Lancang di Suriah akan Terusir

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei pada hari Rabu (1/1) memuji perjuangan dan pengorbanan jenderal legendaris Iran Qassem Soleimani, yang terbunuh bersama beberapa rekan seperjuangannya di tangan AS dalam serangan pesawat nirawak tahun 2020 di dekat Bandara Internasional Irak di Baghdad. Dia juga menyatakan bahwa Suriah pada akhirnya akan terbebas dari pihak-pihak asing yang bertindak lancang di negara ini.

“Strategi konstan Syahid Soleimani ialah menghidupkan kembali front perlawanan. Dia selalu berusaha menghidupkan kembali perlawanan,” ungkapnya dalam  kata sambutan pada sebuah pertemuan dengan sekelompok keluarga martir, veteran, dan aktivis perlawanan menjelang peringatan lima tahun kesyahidan Jenderal Soleimani pada tanggal 3 Januari.

Ayatullah Khamenei menyebut peran komandan tertinggi Iran dalam perang melawan terorisme sebagai “tiada bandingannya, dan mengatakan bahwa pengorbanan dan jasanya “harus tetap menjadi ajaran politik kita.”

Dia juga menyebutkan bahwa membela tempat-tempat suci adalah “prinsip” bagi  Syahid Soleimani, yang selalu menyebut Iran sebagai “tempat suci.”

“Jika nyawa-nyawa ini tidak melayang, jika perjuangan ini tidak dilakukan, dan jika Haji Qassem Soleimani tidak berjalan dengan gagah berani melewati pegunungan dan gurun di kawasan, tidak akan ada tanda tempat-tempat suci sekarang,” terangnya.

Ayatullah Khamenei mengatakan bahwa karakteristik yang sangat penting dari Jenderal Soleimani adalah penilaiannya terhadap berbagai masalah negara dengan perspektif global serta tidak tertutup dan sempit.

“Dia meyakini bahwa setiap insiden penting regional dan global berdampak pada berbagai masalah di negara kita, dan dengan perspektif dan penilaian ini, dia mendeteksi bahaya dari luar perbatasan dan mengambil tindakan untuk mencegah dan mengatasinya,” tuturnya.

Ayatullah Khamenei memastikan bahwa “front kebenaran” pasti akan muncul sebagai pemenang.

“Para pembela tempat-tempat suci menunjukkan bahwa meskipun ada investasi dan pengeluaran besar dari para antagonis, bendera perlawanan masih berkibar tinggi dan musuh tidak mampu dan tidak akan mampu menurunkan bendera perlawanan di Lebanon, Palestina, Suriah, Irak, dan Iran,” katanya.

Mengenai Suriah, Ayatullah Khamenei memastikan negara ini pada akhirnya akan dibebaskan oleh para pemuda terhormatnya dari kelancangan berbagai pihak asing.

“Berbagai wilayah Suriah dikuasai oleh pihak-pihak asing. Ada Amerika di satu sisi, dan Israel di sisi lain. Ada pula negara pelanggar lain masuk. Tapi mereka tentu tidak akan dapat terus bertahan demikian. Suriah adalah milik rakyat Suriah sendiri. Pihak-pihak yang melanggar wilayah Suriah suatu saat akan terpaksa mundur di depan kekuatan  para pemuda terhormat Suriah. Tak syak lagi bahwa hal ini akan terjadi,” tegasnya.

Dia menambahkan, “Agresor sudah semestinya keluar dari wilayah suatu bangsa, entah keluar sendiri atau pun dikeluarkan. Saat ini AS membangun satu demi satu pangkalan di Suriah. Semua pangkalan ini pasti tergilas oleh para pemuda Suriah, tanpa perlu diragukan lagi.”

Dia juga mengatakan, “Insya Allah, musuh dan para agresor, terutama penjahat tamak AS, akan terpaksa menyudahi kelancangannya terhadap rakyat kawasan dan akan keluar dengan cara yang hina dari kawasan, insya Allah. Kemenangan pasti akan tercapai.  Anda tak perlu melihat kelana kebatilan ini. Ketahuilah bahwa para pengelana itu suatu saat akan tergilas oleh kaum mukminin.”

AS membunuh Jenderal Soleimani, mantan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, dan Abu Mahdi al-Muhandis, wakil komandan pasukan relawan Irak Al-Hashd Al-Shaabi, dalam serangan pesawat nirawak di dekat Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari 2020.

Pada 8 Januari 2020, IRGC menggempur pangkalan Ain al-Asad yang dikelola AS di provinsi Anbar, Irak barat, dengan gelombang serangan rudal sebagai balasan atas pembunuhan Jenderal Soleimani.

Menurut Pentagon, lebih dari 100 pasukan AS menderita “cedera otak traumatis” selama serangan balasan di pangkalan tersebut. Namun, IRGC mengatakan Washington menggunakan istilah tersebut untuk menutupi jumlah orang AS yang tewas selama serangan balasan tersebut. Iran menyebut serangan rudal terhadap Ain al-Assad sebagai “tamparan pertama.” (presstv/sahara)

Mesir Dikabarkan akan Menyerang Yaman

Sumber-sumber Israel mengklaim bahwa Mesir, di bawah tekanan Tel Aviv, berencana untuk melakukan serangan udara intensif terhadap kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) di Yaman.

Menurut laporan media Yaman pada hari Rabu, Yehoshua Meir Lichter, seorang peneliti Israel dan anggota Pusat Dayan di Universitas Tel Aviv, dalam sebuah pesan di platform X mengatakan bahwa ada “informasi rahasia” tentang intervensi Mesir yang akan segera dilakukan, yang didukung oleh Israel, untuk mencegah Houthi dan menghentikan penurunan pendapatan Terusan Suez.

Angkatan Udara Mesir merencanakan tindakan ofensif terhadap Houthi, yang telah menyebabkan kerugian besar bagi Mesir, tambahnya.

Sementara itu, Mohamed Mahmoud Mehran, seorang ahli hukum internasional, menekankan bahwa Mesir memiliki hak untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi keamanan nasionalnya, dengan menunjukkan bahwa ancaman terhadap navigasi maritim merupakan ancaman langsung terhadap keamanannya.

Dia menyebutkan bahwa hukum internasional, termasuk Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), memberikan hak kepada negara untuk membela diri, dan bahwa Konvensi Hukum Laut 1982 menegaskan hak negara untuk melindungi rute maritim.

Dia juga menekankan bahwa setiap tindakan potensial Mesir harus proporsional dengan skala ancaman dan sejalan dengan prinsip-prinsip hukum internasional. Dia memperingatkan bahwa pelanggaran Israel yang terus-menerus di kawasan merupakan salah satu penyebab utama meningkatnya ketegangan regional, dan masyarakat internasional harus bertindak untuk memastikan penghormatan terhadap hukum internasional dan stabilitas regional. (irna)