Rangkuman Berita Utama Timteng  Rabu 25 Desember  2024

Jakarta, ICMES. Angkatan bersenjata Yaman menyatakan pihaknya kembali menyerang Israel dengan rudal hipersonik.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada hari Selasa memuji serangan Yaman dan menyatakan bahwa presisi rudal Yaman telah secara signifikan mengusik kalkulasi strategis aliansi Israel-AS.

Jurnalis senior Arab keturunan Palestina di London, Inggris, Abdel Bari Atwan, dalam narasi videonya menyatakan bahwa Rezim Zionis Israel kalang kabut dan geram diserang Yaman dengan rudal hipersonik yang tak tertangkis oleh semua sistem payung rudal Israel. Karena itu, menurut Atwan, Israel bisa jadi bukan hanya akan menyerang Yaman lagi, melainkan juga akan menggempur Iran dengan dibantu AS.

Berita selengkapnya:

Yaman Merudal Situs Militer Zionis, Ini Komentar Iran dan Israel

Angkatan bersenjata Yaman menyatakan pihaknya kembali menyerang Israel dengan rudal hipersonik.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (24/12), mereka mengaku telah menggempur situs militer Israel di wilayah pendudukan Yafa (Tel Aviv), menggunakan rudal balistik hipersonik Palestina-2, dan memastikan operasi tersebut berhasil mencapai tujuannya.

Dalam pernuataan itu, Angkatan Bersenjata Yaman juga mengaku siap menghadapi agresi Israel-Amerika-Inggris, dan menekankan bahwa mereka akan terus melanjutkan operasi militer demi membela orang Palestina di Jalur Gaza hingga agresi dan blokade Israel terhadap wilayah itu berhenti.

Sehari sebelumnya, pasukan Yaman melancarkan serangan drone ke target militer Israel di kota Asqalan, yang terletak 50 kilometer selatan Tel Aviv, menggunakan pesawat nirawak kamikaze Yafa.

Pada hari Sabtu lalu, sedikitnya 20 pemukim Israel terluka setelah rudal balistik hipersonik Palestina-2 yang diluncurkan dari Yaman menghantam daerah Yafa di selatan Tel Aviv.

Komentar Menlu Iran

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada hari Selasa memuji serangan Yaman dan menyatakan bahwa presisi rudal Yaman telah secara signifikan mengusik kalkulasi strategis aliansi Israel-AS.

“Orang-orang Yaman, yang mengandalkan rudal dan peralatan pertahanan dalam negeri mereka, telah memainkan peran yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam membela rakyat Palestina sejak dimulainya Operasi Badai Al-Aqsa,” kata Araghchi.

Yaman juga telah menargetkan kapal perang AS di perairan sekitarnya sebagai balasan atas serangan di wilayahnya. Kapal induk AS USS Harry Truman diserang minggu ini dengan delapan rudal jelajah dan 17 drone, yang juga mengakibatkan jatuhnya jet tempur F-18 AS.

 “Bahkan di bawah pemboman terberat dari koalisi Amerika-Israel, mereka menargetkan jantung wilayah pendudukan dengan rudal buatan mereka,” ungkap Araghchi.

Araghchi menegaskan kembali dukungan Teheran kepada semua kelompok perlawanan. Namun, dia secara khusus menyoroti perlawanan Yaman karena kemandiriannya.

“Orang-orang Yaman telah membuktikan bahwa mereka tidak membutuhkan bantuan eksternal. Meskipun kondisi ekonomi dan militer yang buruk, mereka tetap teguh dan melawan,” katanya.

Ancaman Menlu Israel

Israel telah mengintensifkan serangan terhadap infrastruktur sipil Yaman, menargetkan pembangkit listrik, pelabuhan, dan fasilitas penting lainnya.

Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, pada hari Senin lalu berjanji akan meningkatkan serangan ini dan mengeluarkan ancaman terhadap para pemimpin Yaman.

Dia bersumbar,  “Israel akan merusak infrastruktur strategis mereka, dan kami akan memenggal kepala para pemimpin mereka. Sebagaimana yang kami lakukan terhadap (pemimpin Hamas Ismail) Haniyeh, (pemimpin Hamas Yahya) Sinwar, dan (pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan) Nasrallah di Teheran, Gaza, dan Lebanon,  kami akan melakukannya di Hodeidah dan Sanaa.”

Dukungan Yaman untuk Palestina berlangsung sejak serangan Israel ke Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023.

Yaman memberlakukan semi-blokade terhadap Israel, yang mencegah kapal-kapal yang terkait dengan Israel beroperasi di perairan dekat Yaman. Serangan ini menyebabkan tantangan logistik signifikan bagi Israel, dan memaksa kapal-kapal yang membawa perangkat keras dan perlengkapan militer mengubah rute di sekitar Afrika dan secara efektif menutup pelabuhan Eilat di ujung selatan wilayah pendudukan.

Yaman juga telah melancarkan banyak serangan langsung ke wilayah pendudukan, beberapa di antaranya bersama-sama dengan pejuang perlawanan Irak.

Komentar Pakar Israel

Brigadir Jenderal (Purn.) Pasukan Cadangan Israel Eran Ortal mengatakan,  “Konfrontasi dengan Yaman akan berlanjut selama bertahun-tahun. Kita berada di awal era baru yang mengharuskan kita memikirkan kembali kebijakan Israel dan strategi tentara untuk menghadapi sekelompok ancaman. ”

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Israel Davar, Ortal berkesimpulan; “Semakin dalam Sana’a terlibat dalam pertempuran melawan Israel, semakin kuat mereka di berbagai tingkatan.”

Dia menjelaskan bahwa apa yang memperkuat citra kekuatan Sanaa adalah bahwa mereka masih berada di medan perang melawan Israel, sementara yang lain sudah kurang aktif, dan ini berarti bahwa mereka adalah “satu-satunya pihak yang terus berperang melawan Israel.

Mengenai sulitnya konfrontasi dengan Sanaa dalam hal biaya dan peralatan, Ortal mengatakan, “Misi tentara Israel bersifat lokal untuk melindungi perbatasan, dan bukanlah kekuatan yang mampu melancarkan operasi jangka panjang angkatan bersenjata yang panjang. Meski jangkauan AU Isreal panjang, tapi operasi jarak jauh memerlukan persiapan yang intensif.” (alalam/presstv)

Atwan: Israel Kalang Kabut Diserang Yaman, dan Bisa Jadi akan Membalas dengan Menggempur Iran

Jurnalis senior Arab keturunan Palestina di London, Inggris, Abdel Bari Atwan, dalam narasi videonya pada hari Selasa (24/12) menyatakan bahwa Rezim Zionis Israel kalang kabut dan geram diserang Yaman dengan rudal hipersonik yang tak tertangkis oleh semua sistem payung rudal Israel. Karena itu, menurut Atwan, Israel bisa jadi bukan hanya akan menyerang Yaman lagi, melainkan juga akan menggempur Iran dengan dibantu AS.

Berikut ini petikan pernyataan Atwan:

Ujung tombak perlawanan terhadap Israel dan proyek AS sekarang beralih dari Beirut ke Sanaa (ibu kota Yaman). Rudal hipersonik Yaman yang diberkahi ini benar-benar mengguncang negara pendudukan (Israel).  Rudal hipersonik ini menghantam pusat kota Tel Aviv, menjatuhkan lebih dari 35 korban luka, yang saya yakin  jumlah yang sebenarnya lebih besar, dan menimbulkan kebakaran besar di ibu kota Israel. Ini merupakan perkembangan  yang belum pernah terjadi sebelumnya. Apalagi rudal ini tidak sendirian, melainkan dibarengi aktivitas militer Yaman yang sangat kuat di Laut Merah, Laut Arab, Selat Bab al-Mandeb dan Samudera Hindia.

Rudal Palestina 2 dan drone Yaman  telah mencapai targetnya. Semua sistem pertahanan udara Israel, yang sejatinya milik AS, berupa Iron Dome, Arrow, David’s Sling, dan belakangan ini Thaad, yang dikerahkan AS di Israel, gagal total mengintersepsi rudal Yaman. Israel sendiri mengakui kegagalannya dan menyatakan bahwa rudal Yaman telah mencapai targetnya.

Saudara kita di Yaman  juga telah merontokkan jet tempur F-18. Ini sungguh merupakan suatu keajaiban. Ini berarti bahwa ada senjata baru  yang masuk ke Yaman, senjata yang sangat canggih. Ini baru pertama kalinya Yaman dapat merontokkan jet tempur F-18, yang merupakan salah satu jet tempur terkuat dan paling aman di depan rudal. Jet tempur Israel  setiap hari menyerang Lebanon dan Suriah, tapi sulit dijatuhkan.

Rudal hipersonik Yaman dapat menempuh jarak lebih dari 2000 km dan menghantam targetnya secara presisi. Ini merupakan satu perkembangan pada rudal hipersonik ini, karena berkenaan bukan hanya dengan kemampuannya menempuh jarak 2000 km dalam tempo 14 menit, melainkan juga menyangkut deteksi target.

Hal ini menunjukkan adanya perangkat detektor yang sangat mutakhir dan memungkinkannya mendeteksi target pangkalan militer yang dihantamnya dengan presisi yang luar biasa. Rudal ini juga memiliki beberapa hulu ledak yang mampu bermanuver dan berkelit dari rudal-rudal Israel dan AS. Ini merupakan perkembangan baru.

Israel sekarang  tak tahan dengan rudal ini, sementara Ansarullah dan tentara Yaman pun tak takut Israel.  AS, Inggris dan Israel sudah membombardir Yaman, tapi beberapa jam kemudian Yaman malah segera membalas  dengan serangan rudal hipersonik, lalu menghantam kapal induk USS Harry S. Truman. Akibatnya, sebagaimana USS Abraham Lincoln dan USS Eisenhower, USS Harry S. Truman pun kabur ke wilayah utara Laut Merah, mungkin ke Mesir.

Israel tak sanggup menanggung realitas ini. Ini merupakan kekalahan strategis di depan Yaman, baik bagi Israel  maupun bagi pangkalan-pangkalan militer serta kapal-kapal induk AS. Ini merupakan satu pesan yang sangat kuat.

Dalam video tersebut, Abdel Bari Atwan lantas berspekulasi bahwa karena Israel sudah tak tahan lagi menyaksikan menghebatnya militer Yaman, yang dianggapnya sebagai “tentakel Iran”, maka Israel berpotensi menyerang Iran dalam waktu dekat,  dan AS pun akan membantu serangan ini dengan dalih mencegah Iran membuat bom nuklir, sebagaimana diisyaratkan oleh pejabat AS belakangan ini.

Atwan lantas dengan berapi-api menegaskan bahwa Iran harus secepatnya membuat bom nuklir dan menyudahi “kesabaran strategis”-nya. (sahara)