Jakarta, ICMES. Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyatakan salah besar jika AS dan Israel merasa sudah menang di Suriah. Dia juga menegaskan Iran tidak memerlukan proksi di kawasan.

Angkatan Bersenjata Yaman melalui juru bicaranya Brigjen Yahya Saree mengaku telah menjatuhkan jet tempur F-18 AS, yang sebelumnya telah diumumkan oleh pihak AS terjatuh di Laut Merah akibat “salah tembak” oleh kawan sendiri.
Kejahatan terbaru Israel di Jalur Gaza pada Sabtu malam telah menggugurkan 28 orang Palestina, termasuk wanita dan anak-anak.
Kelompok pejuang Hizbullah Lebanon menegaskan bahwa tentara negara ini membutuhkan partisipasi kelompok pejuang beserta senjatanya karena tak dapat sendirian melawan ancaman Israel.
Berita selengkapnya:
Ayatullah Khamenei: Iran Tidak Memerlukan Proksi, AS dan Israel Jika Merasa Sudah Menang di Suriah
Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam kata sambutannya pada peringatan milad Sayidah Fatimah Zahra ra, di Teheran Ahad (22/12) menyatakan salah besar jika AS dan Israel merasa sudah menang di Suriah. Dia juga menegaskan Iran tidak memerlukan proksi di kawasan.
“Program AS untuk menguasai berbagai negara bertumpu pada satu di antara dua perkara; kalau bukan dengan menciptakan diktator maka dengan menebar kekacauan. Mereka mencipatakan kekacauan di Suriah, dan mereka sekarang mengira telah mencetak kemenangan,” ungkapnya.
Ayatullah Khamenei menyebutkan bahwa salah seorang pejabat AS secara implisit mengaku akan mendukung siapapun yang dapat menimbulkan kekacauan di Iran.
“Mereka mengira akan mendapat sesuatu yang besar. Bangsa Iran akan menggilas siapapun yang menjadi antek Amerika dalam hal ini,”tegasnya.
Dia menambahkan, “Mereka selalu mengatakan bahwa Republik Islam (Iran) telah kehilangan pasukan proksinya di kawasan. Ini juga salah besar. Republik Islam tak punya proksi. Yaman berjuang karena beriman, Hizbullah berjuang karena kekuatan iman mendorongnya ke gelanggang, Hamas dan Jihad Islam berjuang karena akidah yang mendorongnya untuk demikian. Mereka semua bukan menjadi proksi kami. Jika suatu hari kami ingin melakukan suatu tindakan, kami tidak memerlukan pasukan proksi.”
Mengenai situasi di Suriah, Ayatullah Khamenei mengatakan bahwa pemuda Suriah sudah tak memiliki apa-apa lagi karena universitas, sekolah, rumah, jalan dan kehidupan mereka sudah tidak aman.
“Lantas apa yang harus dia lakukan? Dia harus bangkit dengan kekuatan dan kehendak di depan para perencana kekacauan dan para pelaksana rencana ini. Dengan izin Allah, dia akan menang atas mereka. Masa depan kawasan, dengan anugerah Allah, akan menjadi lebih baik.” (alalam)
Pasukan Yaman Mengaku Telah Menembak Jatuh Jet Tempur F-18 AS, Ini Pernyataan Lengkapnya
Angkatan Bersenjata Yaman melalui juru bicaranya Brigjen Yahya Saree pada Ahad malam (22/12) mengaku telah menjatuhkan jet tempur F-18 AS, yang sebelumnya telah diumumkan oleh pihak AS terjatuh di Laut Merah akibat “salah tembak” oleh kawan sendiri.
Berikut ini pernyataan lengkap Yahya Saree;
Bismillahirrahmanirrahim. Allah Swt berfirman;
“Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad: 7)
Maha Benar Allah lagi Maha Agung.
Dalam rangka membela bangsa tertindas Palestina dan para pejuangnya, dan sebagai balasan atas agresi Amerika-Inggris terhadap negara kami, Angkatan Bersenjata (Yaman) telah berhasil menggagalkan serangan Amerika-Inggris terhadap negara kami. Kapal induk USS Harry S. Truman dan sejumlah kapal perusak yang menyertainya telah diserang bersamaan dengan dimulainya serangan agresif kemarin malam terhadap negara kami.
Operasi militer (Yaman) telah dilancarkan dengan menggunakan 8 rudal jelajah dan 17 drone. Berkat pertolongan Allah, operasi ini telah menyebabkan beberapa hal berikut;
Pertama, tertembak jatuhnya jet tempur F-18 ketika kapal-kapal perusak berusaha mencegat rudal dan drone Yaman.
Kedua, kepergian sebagian besar jet tempur agresor dari zona udara Yaman menuju zona udara perairan internasional di Laut Merah untuk mempertahankan kapal induk yang diserang.
Ketiga, kegagagalan serangan agresif terhadap wilayah Yaman.
Keempat, penarikan kapal induk USS Harry S. Truman dari posisinya semula ke bagian utara Laut Merah setelah mendapat serangan. Hal ini terjadi setelah kapal ini mendapat sejumlah serangan oleh pasukan rudal, AL, dan pasukan drone (Yaman).
Angkatan Bersenjata Yaman mengkonfirmasi keberhasilannya menghadang dan menggagalkan agresi Amerika-Inggris, dan menegaskan kembali kesiapannya menghadang dan menggagalkan segala bentuk tindakan bodoh Amerika-Inggris dalam tempo mendatang, serta memperingatkan musuh, Israel dan Amerika, ihwal agresi terhadap Yaman, dan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman akan menggunakan hak penuhnya membela Yaman dan melanjutkan dukungannya kepada bangsa Palestina sampai agresi terhadap Gaza dihentikan, dan blokade terhadapnya dicabut.
Cukuplah Allah menjadi penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baiknya pelindung.
Hidup Yaman lagi bebas, jaya dan merdeka.
Kemenangan bagi Yaman, dan bagi setiap kaum merdeka umat Islam.
Sanaa, 21 Jumadil Akhir 1446 H/22 Desember 2024.
Beberapa jam sebelum pernyataan ini, Komando Pusat AS (Centcom) mengumumkan bahwa sebuah pesawat tempur F/A-18 Angkatan Laut AS tertembak jatuh di Laut Merah akibat salah tembak oleh kawan sendiri di kapal USS Gettysburg.
Anggota senior Dewan Tinggi Politik Yaman Mohammad Ali Al-Houthi lantas mengomentari pengumuman itu dengan mengatakan bahwa CENTCOM enggan mengungkap fakta penyebab jatuhnya jet itu agar mental tentara AS tidak semakin merosot dan supaya tekanan dari keluarga AL AS tidak semakin meningkat.
Sementara itu, kejahatan terbaru Israel di Jalur Gaza pada Sabtu malam telah menggugurkan 28 orang Palestina, termasuk wanita dan anak-anak. Pertahanan sipil di Gaza mengumumkan bahwa para korban itu jatuh akibat serangan udara Israel terhadap rumah sebuah keluarga dan satu gedung sekolah yang menampung pengungsi, dan diklaim oleh Israel digunakan oleh para pejuang Hamas. (raialyoum/almasirah)
Hizbullah: Jangan Harap Senjata Para Pejuang Perlawanan akan Terlucuti
Kelompok pejuang Hizbullah Lebanon menegaskan bahwa tentara negara ini membutuhkan partisipasi kelompok pejuang beserta senjatanya karena tak dapat sendirian melawan ancaman Israel.
Anggota parlemen Lebanon dari kubu Hizbullah, Mahmoud Qamati, pada hari Ahad (22/12), menegaskan,”Senjata sah secara kolektif antara tentara dan pejuang dengan dukungan rakyat adalah sesuatu yang pasti dan urgen, dan ini adalah satu-satunya perimbangan yang melindungi Lebanon.”
Dia menambahkan, “Kita harus membangun strategi pembelaan negara, dan tentara tidak dapat sendirian menghadapi musuh.”
Dia menjelaskan, “Ada kolektivitas nasional yang urgen dan pasti antara pejuang perlawanan dan tentara untuk membela Lebanon. Mimpi dan harapan keji sebagian orang bahwa Lebanon harus bertahan tanpa senjata kubu perlawanan tidak akan menjadi kenyataan.”
Qamati lantas menegaskan bahwa Hizbullah “akan sepenuh bekerja sama dan terbuka secara politik.” (raialyoum)







