Rangkuman Berita Utama Timur Tengah, Selasa 23 Desember 2025

Jakarta, ICMES. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei mengatakan kemampuan pertahanan neganya dirancang terutama untuk mencegah serangan apa pun oleh agresor, dan tidak dapat dinegosiasikan.

Panglima Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Amir Hatami mengatakan pasukan di bawah pengawasannya siap memberikan respon telak terhadap segala bentuk agresi musuh.

Tiga orang Lebanon gugur akibat dalam serangan pesawat nirawak Israel terhadap sebuah kendaraan sipil di daerah Quneitra, distrik Sidon, Lebanon selatan.

Berita selengkapnya:

Iran Tegaskan Kekuatan Militernya Bukan untuk Dinegosiasikan

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei mengatakan kemampuan pertahanan neganya dirancang terutama untuk mencegah serangan apa pun oleh agresor, dan tidak dapat dinegosiasikan.

Pada konferensi pers mingguan pada hari Senin (22/12), Baghaei menanggapi pertanyaan tentang propaganda media Israel dan AS mengenai kemungkinan agresi militer baru terhadap Iran dengan dalih demi mengendalikan proyek rudal negara Republik Islam ini.

“Saya ingin menyebutkan tiga poin. Pertama, proyek rudal Iran adalah proyek untuk pertahanan negara ini, bukan untuk dinegosiasikan.  Jadi, dalam bentuk apapun, kami tidak mungkin akan menegosiasikan daya pertahanan Iran, yang selama ini telah menjadi faktor pencegah serangan terhadap Iran. Bidang ini tak bisa dirundingkan,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, “Kedua, kami melihat dalam masalah ini ada hipokrasi dan standar ganda. Proyek rudal Iran dikesankan sebagai ancaman, tapi di saat yang sama sebagian besar senjata pemusnah massal mengalir ke entitas Zionis Israel, yang menduduki dua negara dan telah menyerang tujuh negara. Ini merupakan kontradiksi, standar ganda, dan pertentangan moral.  AS harus memikir masalah ini, dan negara-negara pendukung Israel harus menanggapi kritikan ini.”

Baghaei menambahkan, “Ada skenario yang sudah lama diupayakan entitas Zionis dengan bantuan AS serta para sekutu serta media massanya untuk menyerang Iran. Namun jelas bahwa kami berfokus pada pekerjaan kami sendiri, dan Angkatan Bersenjata kami mengetahui bagaimana dan kapan harus membela diri. Karena itu, saya tidak menggubris propaganda keji dalam masalah ini.”

Ditanya tentang kebangkitan kembali kelompok teroris ISISdi beberapa bagian kawasan dan dunia, Baghaei mengatakan AS dan rezim Israel harus bertanggung jawab atas dukungan mereka terhadap terorisme dan ISIS serta dampaknya.

Menurutnya, AS, Israel, dan beberapa pihak telah mendukung terorisme dan teroris Daesh dengan bertindak tidak bertanggung jawab dan mengabaikan konsekuensi dari tindakan mereka.

Dia menambahkan, “Getolnya kejahatan rezim Zionis, serangan terus-menerus terhadap Suriah, dan upaya rezim ini dan para pendukungnya untuk mengubah Suriah menjadi negara gagal dan negara yang terpecah belah, semuanya secara langsung berkontribusi pada perluasan dan reproduksi terorisme.”

Dia juga menyebutkan bahwa negara-negara regional telah mencapai pemahaman bahwa tindakan Israel, baik terhadap Palestina yang diduduki maupun terhadap negara-negara tetangga, secara langsung didukung dan disetujui oleh AS.

“Rezim Zionis telah berhasil memajukan perangnya dengan mengorbankan AS, sehingga melibatkan AS dalam siklus perang tanpa akhir dan permusuhan terus-menerus dengan negara-negara regional,” pungkasnya. (alalam/pt)

Militer Iran Tegaskan Siap Merespon Telak Agresi Musuh

Panglima Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Amir Hatami mengatakan pasukan di bawah pengawasannya siap memberikan respon telak terhadap segala bentuk agresi musuh.

Saat mengunjungi unit-unit Angkatan Bersenjata di Iran barat pada hari Senin (22/12),  Hatami memastikan pihaknya secara konsisten berupaya meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman asimetris dan tidak teratur.

Dia menyebutkan bahwa setelah pelatihan dan latihan profesional, dengan penekanan khusus pada pertahanan pasif, Angkatan Bersenjata kini memiliki tekad yang kuat untuk menghadapi musuh di medan perang.

“Kami memantau dengan cermat semua pergerakan musuh dan akan merespon dengan tegas terhadap setiap kenakalan,” ujarnya.

Dia memuji tingginya mentalitas pasukan yang ditempatkan di sepanjang perbatasan negara ini, dan menyebutkan bahwa mereka dipersenjatai berdasarkan pengalaman agresi ilegal Israel-AS pada bulan Juni lalu.

Hatami juga menyatakan bahwa dalam perang yang dipaksakan Irak terhadap Iran pada tahun 1980-an, Iran tidak kehilangan sejengkal pun wilayahnya.

“Saat ini juga, misi Angkatan Bersenjata adalah menjaga integritas teritorial dan kemerdekaan Republik Islam Iran. Kita semua berupaya untuk memenuhi misi ini dengan cara terbaik,” katanya.

Dia menambahkan, “Kita akan berdiri teguh sampai tetes darah penghabisan, dan tidak akan pernah membiarkan sedikit pun bahaya menimpa rakyat kita.”

Sehari sebelumnya, Kepala Staf militer Israel Letjen Eyal Zamir mengancam akan melakukan serangan “di mana pun diperlukan, di front dekat maupun jauh.”

Zamir mengatakan demikian satu hari setelah NBC News melaporkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diperkirakan akan menyampaikan rencana untuk kemungkinan agresi baru terhadap Iran kepada Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan mendatang di Florida.

Wakil Kepala Angkatan Bersenjata Iran Brigjen Ahmad Vahidi mengatakan Israel menggunakan ancaman dan kampanye media untuk menutupi kekalahan telak yang diderita rezim Zionis ini dalam perangnya dengan Republik Islam Iran.

Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan bahwa setelah publikasi gambar yang diduga menunjukkan uji coba rudal di beberapa bagian negara ini, sumber-sumber yang mengetahui informasi tersebut mengatakan kepada lembaga itu bahwa gambar-gambar yang dipublikasikan tidak terkait dengan uji coba rudal dan tidak akurat.

Menurut sumber-sumber ini, tidak ada uji coba rudal yang terjadi pada hari itu, dan jejak putih yang terlihat di langit hanyalah jalur penerbangan pesawat di ketinggian. (ptv/alalam)

Serangan Israel di Lebanon Gugurkan Tiga Orang

Tiga orang Lebanon gugur akibat dalam serangan pesawat nirawak Israel terhadap sebuah kendaraan sipil di daerah Quneitra, distrik Sidon, Lebanon selatan, Senin (22/12).

Sumber-sumber Lebanon melaporkan bahwa pesawat nirawak Israel menembakkan rudal ke mobil tersebut saat melaju di jalan Aqtanit-Quneitra-Maamariya, hingga tiga korban itu tewas di tempat. Tentara Israel mengklaim serangan itu menyasar “agen Hizbullah.”

Sebelum serangan itu terjadi, daerah tersebut diwarnai penerbangan intensif pesawat nirawak Israel di ketinggian rendah di atas kota Tyre dan desa-desa sekitarnya, serta di atas Baalbek dan sekitarnya, sebagai bagian dari pelanggaran kedaulatan Lebanon yang sedang berlangsung.

Saluran berita Al-Mayadeen melaporkan bahwa salah satu korban adalah seorang tentara Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF).

Serangan tersebut menyusul serangan Israel pada hari Minggu di Lebanon selatan yang menewaskan satu orang dan melukai satu orang lainnya.

NNA melaporkan bahwa drone Israel menargetkan sebuah mobil dan sepeda motor di desa Yater di selatan. Militer Israel mengklaim targetnya adalah dua anggota Hizbullah.

Ketegangan h meningkat di Lebanon selatan selama beberapa minggu terakhir karena Israel melakukan serangan udara hampir setiap hari di wilayah Lebanon, dengan alasan bahwa serangannya menyasar anggota dan infrastruktur Hizbullah. (alalam/almayadeen)